Selamat datang di Crent Regeneration.

Terimakasih atas kunjungan anda.
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Ef 2:19,8-10)

2/28/2012

Pemandangan

Share wallpaper
Published with Blogger-droid v2.0.4

JAGALAH IMANMU!

JAGALAH IMANMU!
Markus 8:14-21

Ketakutan atau kekhawatiran seringkali membuat kita melakukan tindakan-tindakan picik dan rakus. Lihatlah para pemilik modal di dunia, orang-orang yang sangat kaya. Meski kaya raya, mereka masih saja merasa kurang dan tetap mengkhawatirkan akan hari esok, sehingga mereka tidak henti-hentinya meraup sebanyak-banyaknya keuntungan ekonomi dari berbagai penjuru dunia. Bahkan mereka berani melakukan berbagai macam eksploitasi, tanpa memerhatikan kemelaratan ekonomi yang dialami oleh sekelompok besar penduduk dunia. Ketamakan pun menguasai hidup mereka, bukan hanya di bidang ekonomi tetapi dalam hampir segala bidang.

Yesus ingin murid-murid-Nya mewaspadai ketamakan tersebut. Ketika para murid-Nya sadar bahwa mereka hanya membawa sebuah roti dalam perjalanan mereka di atas perahu, Yesus segera mewaspadai mereka supaya berjaga-jaga dan mengawasi diri dari ragi atau pengaruh cara berpikir dan beriman dari orang Farisi dan Herodes. Sayang para murid tidak menangkap maksud Yesus (14-18). Orang Farisi degil dan sempit, masih saja meminta tanda, padahal tanda ada di depan mata mereka. Herodes suka dengan kesenangan yang berlebihan dan hawa nafsu. Orang yang suka kesenangan yang berlebihan biasanya tidak pernah merasa cukup atas apa yang ada padanya. Kesenangan itu memperbudak dirinya.

Yesus meyakinkan para murid supaya percaya pada pemeliharaan Allah. Yesus mengingatkan kembali peristiwa luar biasa ketika Yesus memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang sisa 12 bakul dan tujuh roti untuk empat ribu orang sisa 7 bakul (19-21). Persoalan makan dan minum semuanya dapat diatasi dengan baik bersama dengan Yesus.

Allah telah menyediakan alam yang begitu luas sebagai tempat bagi kita manusia memperoleh kebutuhan sehari-hari. Hati-hati dengan pikiran picik, sempit dan ketamakan untuk berfoya-foya/berlebih-lebihan. Jagalah iman Anda, percayalah pada kasih-Nya dan ingatlah pemeliharaan Allah kepada Anda di masa lalu.
©®
Published with Blogger-droid v2.0.4

2/24/2012

IMAN SEPERTI APA?

IMAN SEPERTI APA?

Nats : Doa orang yang benar sangat besar kuasanya dan ada hasilnya (Yakobus 5:16)


Yakobus 5:13-18

Saya pernah menerima SMS doa yang sangat mengesankan. Namun, di bawahnya ada catatan. SMS itu harus diteruskan kepada sedikitnya 12 orang barulah berkat Tuhan akan tercurah. Jika tidak, celakalah yang akan dituai. Menyebarnya SMS itu menunjukkan banyak orang meyakini isinya. Apa gerangan yang "diimani" para pengirim SMS ini? Tuhan akan mengabulkan doa dengan sogokan 12 SMS?

Doa memang harus didasari iman. Namun, iman seperti apa? Yakobus memberi contoh iman yang ditunjukkan Elia (ayat 17-18). Elia tahu ia berdoa kepada Tuhan Pencipta semesta yang berkuasa menahan dan menurunkan hujan. Elia juga yakin Tuhan berkenan akan doanya, karena apa yang ia minta akan menyatakan kebenaran Tuhan pada orang-orang di zamannya (lihat 1 Raja-raja 16-17). Pengenalan yang benar akan Tuhan membuat kita peka mana yang berkenan dan tidak berkenan bagi-Nya sehingga kita dapat berdoa dengan penuh keyakinan. Dalam pengenalan akan Tuhan yang kudus, Yakobus juga mengingatkan kita untuk saling mengaku dosa (ayat 16). Anugerah Tuhan saja yang memungkinkan kita yang tak layak menjadi orang-orang yang "benar" di hadapan-Nya.

Mari memeriksa diri hari ini. Keyakinan seperti apa yang mendasari doa-doa kita? Tuhan bukanlah mesin untuk mencurahkan berkat atau membuat orang kualat, sesuai usaha dan kemauan kita. Makin kita mengenal-Nya, makin kita dapat berdoa dengan yakin dalam situasi apa pun. Elia telah membuktikan-Nya. Yakobus mengaminkannya. Doa orang yang benar, jika dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Biarlah kita mengalaminya juga.

KEYAKINAN KITA BERTAMBAH BESAR

KETIKA KITA MENGENAL TUHAN DENGAN BENAR.
Published with Blogger-droid v2.0.4

MENCELIKKAN KEBUTAAN ROHANI.

MENCELIKKAN KEBUTAAN ROHANI
Markus 8:22-26

Mengapa orang buta tersebut tidak langsung mengalami kesembuhan setelah dijamah Yesus? Apakah kuasa Tuhan Yesus kurang? Atau iman orang buta tersebut kecil? Atau adakah pembelajaran tertentu yang hendak disampaikan Tuhan Yesus melalui peristiwa penyembuhan ini?

Kuasa Tuhan Yesus pasti tidak kurang untuk menyembuhkan orang buta ini. Bukankah karya-karya mukjizat Yesus sebelum ini menghasilkan kesembuhan sempurna. Dari pertanyaan Yesus kepada orang buta itu (23), kita bisa menarik suatu kesimpulan bahwa orang buta ini mungkin kurang beriman. Ia ragu sehingga ia belum mengalami kesembuhan sempurna. Ini mungkin mirip dengan kejadian di Nazaret (Mrk. 6:1-5). Yaitu, karena kurangnya iman penduduk Nazaret, Yesus pun tidak bisa berbuat banyak untuk mereka.

Namun, sudah pasti peristiwa penyembuhan orang buta ini memiliki fungsi pengajaran untuk para murid Yesus dan para pembaca Injil Markus. Kisah penyembuhan ini diletakkan di antara kisah-kisah sebelumnya yang memaparkan kebutaan atau kepicikan rohani para murid dan juga pemuka agama, dan kisah-kisah sesudahnya seperti pengakuan iman Petrus (8:27-30) dan kisah pemuliaan Tuhan Yesus (9:2-13) yang menyatakan anugerah Tuhan yang mencelikkan mata rohani para murid. Kisah penyembuhan ini menjadi suatu petunjuk bahwa kalau bukan anugerah Tuhan, tidak mungkin seseorang bisa celik rohani. Demikian juga iman berperanan dalam kesembuhan tersebut. Hanya anak-anak Tuhan yang menyambut karya Tuhan dengan hati terbuka akan melihat kesempurnaan karya Tuhan dalam hidup mereka.

Mari kita jujur dengan diri kita sendiri dan tentu kepada Allah karena Dia Mahatahu. Adakah keraguan dalam iman kita yang mengaburkan penglihatan kita akan kuasa dan karya-Nya yang dahsyat? Kalau ya, segera tundukkan kepala Anda dan Mintalah iman kepada Dia yang pasti akan memberikannya kepada yang meminta dengan tulus! Nyatakan iman itu dengan tindakan memercayai Yesus dan hidup melayani-Nya dengan sungguh-sungguh.©®
Published with Blogger-droid v2.0.4

BERAPA ROTI ADA PADAMU?

BERAPA ROTI ADA PADAMU?
Markus 8:1-10

Ada banyak orang yang sangat hitung-hitungan di tengah masa kesulitan ekonomi sekarang ini. Terlebih orang yang hidup pas-pasan, mereka berpikir apa yang akan saya makan besok jika makanan ini saya bagi kepada orang lain. Namun, ada banyak juga orang yang mampu berbagi makanan dengan sesamanya, meski dalam situasi sulit, dan mereka tidak pernah kelaparan. Menurut pengalaman, orang yang mau berbagi dengan sesamanya, selalu ada saja makanan tersedia bagi mereka.

Ketika orang banyak yang mengikut Yesus selama tiga hari sudah kelaparan, Yesus merasa kasihan kepada mereka. Yesus juga tidak membiarkan mereka pulang dalam keadaan lapar, karena khawatir mereka pingsan di jalan (1-3). Yesus berinisiatif menggunakan apa yang ada dan berdoa kepada Bapa supaya semua orang dapat makan. Yesus menanyakan berapa roti yang ada pada mereka. Lalu dengan sejumlah roti dan ikan yang tersedia itu, Yesus mengajak orang banyak mengucap syukur dan Yesus memberkati roti dan ikan tersebut. Makanan itu membuat orang banyak kenyang dan bahkan sisanya lebih berlimpah (4-10). Tuhan Yesus memberkati yang ada pada sebagian orang banyak itu untuk kepentingan bersama orang banyak. Kerelaan sebagian orang banyak itu menjadi berkat bagi semua orang. Pemberi dan penerima sama-sama diberkati menjadi kenyang, bahkan berkat masih tersedia sebanyak tujuh bakul bagi orang di luar sana. Berkat Allah tidak pernah habis.

Tidak dapat dipungkiri, berkat Allah selalu tersedia bagi kehidupan bersama. Berapa roti, uang, waktu, tenaga, perhatian, dst ada pada Anda untuk diserahkan supaya Allah memberkatinya juga bagi kesejahteraan orang yang tidak punya? Pengalaman orang beriman kepada Allah membuktikan bahwa orang yang bersedia berbagi dalam iman kepada Allah tidak pernah kekurangan dalam hidupnya. Jangan lupa juga, berkat paling penting dan mendasar adalah pengampunan dosa oleh Tuhan Yesus. Sudahkah Anda berbagi dengan sesama keselamatan yang Anda sudah terima dari Allah? ©®
Published with Blogger-droid v2.0.4

2/22/2012

YANG MEMBUAT NAJIS.

YANG MEMBUAT NAJIS
Markus 7:1-23

Ada kelompok masyarakat atau agama tertentu yang berpikir bahwa dengan menjauhkan diri dari makanan atau benda tertentu, mereka akan menjadi tidak najis. Sampai sekarang pun, masih ada orang yang berpegang pada tradisi atau adat istiadat seperti itu. Pada zaman Yesus, adat istiadat itu masih sangat kuat diberlakukan. Ternyata Tuhan Yesus membawa ajaran yang memerdekakan manusia dari keterikatan mempraktikkannya secara keliru.

Tradisi najis dan tidak najis sangat kuat dianut oleh orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Mereka tidak dapat menerima murid-murid Yesus makan dengan tanpa cuci tangan terlebih dahulu sebagaimana adat istiadat nenek moyang mereka (1-5). Menurut Yesus adalah kemunafikan ketika seseorang terlihat beribadah kepada Allah, tetapi memegang ajaran manusia (6-8). Terbukti juga, dengan pengajaran mereka yang mengatakan bahwa seseorang boleh mengabaikan pemeliharaan orang tua mereka dengan dalih uangnya sudah dipersembahkan untuk kurban kepada Allah (9-13). Itu jelas perbuatan munafik. Yesus mengatakan bahwa perbuatan jahat kepada sesama itulah yang membuat seseorang menjadi najis (14-23). Kejahatan kemanusiaanlah yang membuat kita menjadi najis. Bagi Yesus, ada yang jauh lebih utama dari sekadar melaksanakan aturan-aturan adat istiadat atau agama, yaitu tindakan nyata mengasihi sesama.

Aturan-aturan adat istiadat dan agama bukan tidak penting, selama didasarkan pada kebenaran firman Tuhan, dipahami dan dipraktikkan dengan motivasi yang benar karena mengasihi Allah dan demi kebaikan sesama manusia. Namun, untuk setiap aturan agama dan adat istiadat di sekitar kita yang tidak memanusiakan manusia yang telah ditebus oleh Kristus kita harus menolaknya. Misalnya, aturan yang membedakan jemaat berdasarkan status sosialnya, sukunya, dan gendernya tentu tidak berdasar pada firman Tuhan. Aturan-aturan itu justru menjauhkan orang dari Tuhan dan dengan sendirinya yang mempraktikkan aturan tersebut telah menajiskan dirinya sendiri di hadapan Allah.(@)
Published with Blogger-droid v2.0.4

TIDAK PERLU DITANGGAPI.

TIDAK PERLU DITANGGAPI
Markus 8:11-13

Pernahkah Anda merasa sedang dites oleh teman bicara Anda? Kadang kala, kita ’menyambut’nya, sehingga yang terjadi adalah debat kusir. Apabila seseorang dari awal bertujuan hendak menguji kita, proses percakapan akan menjadi tekanan yang melelahkan bagi kita, karena kita diposisikan sebagai pihak yang sedang diuji kemampuannya. Sebenarnya, bagaimanakah sikap kita yang tepat menghadapi orang seperti itu?

Setelah Yesus menyelesaikan beberapa pekerjaan-Nya, orang Farisi muncul hendak bersoal jawab dengan Yesus dan meminta tanda yang membuktikan keilahian-Nya. Yesus tahu bahwa orang Farisi hendak mencobai-Nya (11). Motivasi orang Farisi ini membuat Yesus mengeluh di dalam hati lalu meninggalkan mereka (12-13). Yesus tidak mau melayani mereka dalam perdebatan, karena mereka tidak hendak belajar dari Yesus, hanya ingin mencobai-Nya. Padahal, Yesus telah melakukan banyak tanda, seperti menyembuhkan orang sakit dan memberi makan banyak orang. Sangat tidak masuk akal kalau mereka meminta tanda dari sorga hanya karena mereka tidak mengerti. Terbukti mereka hanya ingin menguji Yesus. Yesus memilih untuk meninggalkan orang Farisi itu daripada menghabiskan waktu dan energi bagi orang yang tidak mencari kebenaran.

Sikap Yesus membuktikan bahwa Dia adalah Allah yang Mahatahu. Dia tidak bisa dicobai manusia. Namun, Dia akan serius meladeni mereka yang memang berkerinduan mengenal kebenaran sejati. Bagaimana kita bisa meneladani Tuhan Yesus? Amsal 26:4-5 mengajarkan kita memakai akal sehat kita dalam menanggapi orang-orang yang senang bersilat lidah. Kalau seseorang memang sedang mencari kebenaran, ladenilah dirinya dengan kasih dan kesabaran. Minta hikmat Tuhan bagaimana menolong orang tersebut menemukan kebenaran. Akan tetapi, kalau orang itu hanya ingin berdebat kusir atau menguji kita, jangan terjebak dengan perdebatan yang tak berguna. Mintalah hikmat dari Tuhan agar dapat memutus percakapan yang sia-sia. ©®
Published with Blogger-droid v2.0.4

2/21/2012

IMAN YANG BERTAHAN.

IMAN YANG BERTAHAN
Markus 7:24-30

Cinta pantang menyerah. Seringkali, seseorang berani berkurban karena cintanya kepada orang yang diperjuangkannya. Seorang ibu menahan rasa sakit saat mengandung dan melahirkan bayinya karena cintanya pada sang bayi dan demi kelangsungan generasi.

Seorang perempuan Siro-Fenisia pantang menyerah karena cintanya pada anak perempuannya. Meski Yesus berusaha keras merahasiakan kedatangan-Nya ke daerah Tirus, tetapi ibu ini tetap mendatangi Yesus dan memohon supaya Yesus mengusir setan dari tubuh anaknya (24-26). Yesus telah menyatakan bahwa kedatangan-Nya itu adalah untuk orang-orang Yahudi (27). Akan tetapi, perempuan Siro-Fenisia ini mengoyakkan batas wilayah, suku, dan agama demi keselamatan jiwa anak perempuannya yang sangat dicintainya. Keselamatan jiwa anak perempuan itu lebih penting daripada hambatan tradisi. Perempuan itu tetap bertahan menantikan belas kasih Yesus untuk mengusir setan dari tubuh anak perempuannya (28). Perempuan itu percaya sekecil apa pun campur tangan Yesus, pasti akan membuat anak perempuannya bebas dari kuasa setan. Yesus sangat menghargai iman yang bertahan dari perempuan itu. Iman perempuan itu menyelamatkan anak perempuannya dari kuasa setan (29-30). Yesus menyelamatkan anak perempuan Siro-Fenisia tersebut melampaui batas wilayah, suku, dan agama.

Untuk siapa sajakah iman Anda bertahan? Tentulah pertama-tama untuk orang-orang terdekat Anda. Selain orang-orang di sekitar Anda, ada banyak orang yang menantikan kehadiran iman Anda untuk bertahan di hadapan Yesus, menantikan belas kasih-Nya bagi orang-orang yang sedang menderita dan sengsara. Belas kasih Yesus tidak dibatasi oleh wilayah, suku, agama, dan perbedaan lainnya. Iman Anda dapat membawa kasih Yesus kepada orang yang Anda kasihi, siapa pun mereka. Buatlah iman Anda bertahan bagi kesejahteraan orang-orang. Berdoalah bagi semua orang! Yesus mengasihi semua orang tanpa batas. ©®
Published with Blogger-droid v2.0.4

2/19/2012

SAUH BAGI JIWA

SAUH BAGI JIWA
Nats : Pengharapan itu sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir ... (Ibrani 6:19)

Ibrani 6:9-20
Siapa yang tidak takut ketika harus menghadapi badai besar di tengah lautan? Angin dan ombak yang besar itu dapat membuat kapal yang kita tumpangi menjadi kandas. Pada saat seperti itulah sebuah sauh atau jangkar diturunkan ke dasar laut. Ukuran jangkar jelas sangat kecil bila dibandingkan dengan ukuran kapal, namun perannya sangat besar untuk menahan kapal dari terjangan ombak.

Alkitab mengibaratkan pengharapan kepada Tuhan seperti jangkar. Dengan jangkar itulah orang dapat bertahan dalam badai ketidakpastian hidup. Seperti pengalaman Abraham. Istrinya sudah menopause dan dirinya juga sudah begitu tua. Mungkinkah ia akan bisa mendapatkan keturunan seperti yang dijanjikan Tuhan? Penantian panjang ini seperti badai yang dapat menggoyahkan iman Abraham. Namun Alkitab mencatat, Abraham menanti dengan sabar (ayat 15). Mengapa? Karena Abraham tahu kepada Siapa ia meletakkan pengharapannya (ayat 16-18). Penulis kitab Ibrani mendorong jemaat Tuhan yang mulai goyah imannya untuk memiliki pengharapan yang demikian (ayat 11-12).

Tuhan kita adalah Tuhan yang selalu menepati janji-Nya. Dia tidak pernah berdusta. Apakah kita sungguh meletakkan pengharapan kita kepada-Nya? Menanti memang adalah pekerjaan yang tidak menyenangkan, tetapi menanti adalah bukti kesungguhan iman dan pengharapan kepada Pribadi yang memberikan janji itu. Jangan berusaha menjawab pergumulan dengan cara kita sendiri. Jangan pernah meninggalkan pengharapan kita dalam Tuhan. Pengharapan itulah sauh bagi jiwa, yang akan menjaga kita untuk tidak goyah diombang-ambingkan badai kehidupan.

KITA DAPAT BERHARAP PADA JANJI-JANJI TUHAN
KARENA KITA TAHU DIA YANG MENJANJIKANNYA SETIA. ©®
Published with Blogger-droid v2.0.4

2/17/2012

PERKATAAN YANG MEMBANGUN.

PERKATAAN YANG MEMBANGUN.
Nats : Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, dimana perlu, supaya mereka yang mendengarnya beroleh anugerah (Efesus 4:29)

Efesus 4:17-32
Perkataan yang baik, yang menguatkan, yang membangun orang lain, adalah salah satu hal yang didorong Rasul Paulus untuk dilakukan semua orang percaya, bukan saja menjelang akhir hidup, melainkan sejak menerima hidup baru di dalam Kristus (ayat 20-24). Hidup baru perlu diwujudkan dalam kehidupan nyata setiap hari, termasuk melalui setiap perkataan yang keluar dari mulut kita. Yang dimaksud perkataan baik tidak berarti kata-kata yang romantis belaka, tetapi apa yang meneguhkan, menguatkan, ramah, penuh kasih dan pengampunan (ayat 29,32). Berbanding terbalik dengan kata-kata kotor yang merusak (ayat 31).

Mana yang lebih banyak keluar dari mulut kita setiap hari? Perkataan yang baik atau justru yang merusak? Ucapan yang membawa orang mengagumi Tuhan, atau malah yang membuat mereka kehilangan rasa hormat dan kasih pada-Nya? Sobat, jangan tunggu detik-detik terakhir untuk mengucapkan tutur kata yang baik. Kita tidak tahu kapan saat itu tiba. Hidupilah setiap hari seolah-olah itu adalah hari terakhir kita. Mohon Roh Kudus memberi hikmat agar setiap orang yang mendengar perkataan kita dapat beroleh kasih karunia Tuhan.

PAKAILAH SETIAP KESEMPATAN YANG ADA

MEMBAWA ORANG SELANGKAH LEBIH DEKAT KEPADA KRISTUS.
Published with Blogger-droid v2.0.4

INDAHNYA TEGURAN.

INDAHNYA TEGURAN.
Nats : ...tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati (Amsal 13:18)

Amsal 13:14-24
Dalam audisi American Idol, tampillah seorang kontestan yang begitu percaya diri. Ia meyakinkan para juri bahwa ia adalah bintang masa depan. Namun, sewaktu ia mulai bernyanyi, suaranya sedemikian buruk sehingga selang beberapa detik para juri terpaksa menghentikannya. Ia berkata dengan marah, "Bagaimana bisa kalian tidak melihat talenta saya? Selama ini tidak pernah ada yang mengkritik suara saya!" Saya membayangkan, seandai nya sejak awal ada yang berani memberitahu dengan tegas bahwa ia tidak cocok menjadi penyanyi, ia pasti akan mengenal dirinya dengan lebih tepat dan tidak dipermalukan di ajang ini.

Teguran atau kritik tidak selalu buruk. Bahkan, teguran dapat menjadi sarana Tuhan untuk membentuk kita. Kritik bisa mencegah kita terjerumus ke dalam kesalahan yang memalukan di kemudian hari (ayat 14, 17). Menurut penulis Amsal, orang yang terhormat adalah mereka yang tidak pantang terhadap kritik. Mengabaikan kritik sama saja dengan mengabaikan didikan (ayat 18). Bahkan, kritik yang keras bisa jadi adalah bentuk kasih terbaik dari seseorang kepada kita (ayat 24).

Apakah pada waktu-waktu ini Anda sedang mendapat teguran atau kritikan? Bagaimana Anda menanggapinya? Kerap reaksi kita adalah menolak, menjadi tersinggung atau marah, karena yang namanya kritik pasti tidak enak didengar. Mari mengingat keindahan dan keuntungan dari teguran yang baik. Jangan terlalu cepat menutup diri dari teguran. Terimalah dengan rendah hati. Cernalah dengan bijaksana. Bersyukurlah bahwa Tuhan membentuk kita melalui teguran kasih sesama.

Ketika kita menolak teguran yang baik
kita juga menolak pembentukan dari Tuhan.
Published with Blogger-droid v2.0.4

INTEGRITAS SEORANG PELAYAN.

INTEGRITAS SEORANG PELAYAN.
Nats : Dalam hal apa pun, kami tidak menyebabkan orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela. Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan bahwa kami adalah pelayan Allah ... (2 Korintus 6:3-4)

2 Korintus 6:1-10
Integritas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah "mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang meman-carkan kewibawaan; kejujuran". Apabila disederhanakan, kurang lebih demikian artinya: apa yang kita pikirkan harus sama dengan kita katakan dan apa yang kita katakan harus sama de-ngan tindakan yang kita lakukan; di mana pun; kapan pun. Ini terlebih lagi berlaku di dalam pelayanan kita kepada Allah.

Paulus dan rekan-rekannya telah membuktikan integritas mereka sebagai pelayan Allah. Perhatikan frasa "dalam segala hal" dalam ayat 4. Mereka menjaga integritas dalam setiap bagian kehidupan. Mudah untuk mempraktikkan kasih, kesabaran, kemurnian, dan ketaatan pada Roh Kudus ketika situasi baik dan orang-orang menghormati kita. Akan tetapi, dapatkah sikap yang sama dipertahankan ketika kesusahan melanda, orang-orang mengumpat dan memfitnah kita, keuangan tidak lancar, dan maut mengancam? Itulah yang diteladankan Paulus dan rekan-rekannya (ayat 4-10). Dengan menjaga integritas sebagai pelayan Allah, mereka dapat mendorong jemaat untuk melakukan hal yang sama (ayat 1).

Mari memeriksa diri, apakah kita sudah menyatakan sikap sebagai pelayan Allah dalam seluruh bagian kehidupan, baik itu di rumah, gereja, lingkungan kerja, sekolah, dan masyarakat? Atau jangan-jangan, orang lain melihat kita sebagai batu sandungan? Mari belajar menjadi pelayan Allah yang berintegritas. Tidak menjadi batu sandungan, tetapi menjadi berkat bagi orang lain.

Status "Pelayan Allah" bukan hanya di dalam tembok gereja

Status itu berlaku di setiap waktu dan segala tempat.
Published with Blogger-droid v2.0.4

2/16/2012

Photo on Instagram

Share Instagram Photo
Published with Blogger-droid v2.0.4

LAHIR DARI HATI.

LAHIR DARI HATI.
Nats : Tetapi Tuhan berkata kepadanya, "Hai orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan (Lukas 11:39)

Lukas 11:37-44

Kesalehan orang Farisi juga hanya di depan orang. Ibadah mereka lebih mengutamakan hal lahiriah, agar dilihat baik dan terpuji. Bagai membersihkan cawan dari luarnya saja sementara dalamnya tetap kotor (ayat 39). Yesus menegur mereka dengan keras, "Celakalah kamu!" kata-Nya seraya membeberkan kejahatan mereka (ayat 42-44). Bagi orang Farisi, manusia disucikan oleh perbuatannya, sementara bagi Yesus, kesucian lahir dari hati yang diubahkan, dan mewujud di dalam tindakan (ayat 41). Hati yang bersih akan melahirkan perbuatan yang bersih. Sebaliknya, perbuatan yang bersih belum tentu menjamin hati yang bersih.

Bahaya mengutamakan penampakan luar daripada perubahan hati bisa juga terjadi pada kita. Keinginan untuk dipandang baik dapat membuat kita bersikap baik di depan orang. Namun, bagaimana jika tak ada orang lain? Biarlah peringatan Yesus membuat kita tersungkur dalam kegentaran di hadapan Tuhan Yang Mahatahu. Ya, Dia mengenal isi hati tiap orang. Perilaku manis kita tak dapat mengelabuinya. Hanya dari hati yang murni dapat lahir perbuatan-perbuatan yang memperkenankan Tuhan. Selamat men jaga hati!

Berawal dari hati yang bersih
Lahir tindakan-tindakan yang memuliakan Tuhan .
Published with Blogger-droid v2.0.4

ROH KUDUS ADALAH GURU DAN ALKITAB ADALAH BUKU WAJIBNYA.

ROH KUDUS ADALAH GURU DAN ALKITAB ADALAH BUKU WAJIBNYA
(Efesus 1:15-23)

Firman Tuhan tidak pernah berdiri sendiri untuk menjamah dan mengubah hati orang. Kuasa firman Tuhan berasal dari pekerjaan Roh Kudus dalam hati seseorang. Demikianlah keyakinan Paulus. Sebab itu, ia berdoa supaya Roh Kudus senantiasa menolong orang percaya untuk mengenal Tuhan (ayat 17). Roh Kuduslah yang dapat menerangi hati kita untuk memahami pengharapan, kemuliaan, kuasa, dan karya Bapa melalui Kristus untuk menebus dunia ini (ayat 18-21).

Tanpa Roh Kudus, kita tidak akan mengalami kuasa transformasi dari firman-Nya dalam kehidupan ini. "Jika Roh Kudus tidak bekerja bersama firman-Nya maka Alkitab hanyalah kumpulan huruf-huruf mati." Adakah kita senantiasa bergantung pada Roh Kudus saat mem- baca dan mendengarkan firman-Nya? Berdoalah selalu agar Roh Kudus membuka hati kita setiap kali berhadapan dengan firman-Nya.
Published with Blogger-droid v2.0.4

2/15/2012

TERUS MELAYANI.

TERUS MELAYANI.

Markus 6:53-56
Banyak contoh para misionari yang mendatangi daerah-daerah sulit. Mereka mendatangi suatu daerah dengan kondisi yang sangat jauh berbeda dengan kondisi asal mereka, tetapi mereka tetap setia melayani bahkan mereka tinggal lama di sana dan hati mereka melekat di sana sampai mereka meninggal. Mengapa mereka melakukan hal tersebut? Karena kasih Allah menggerakkan mereka. Apa yang mereka lakukan adalah suatu pelayanan yang terus menerus bergerak mencari dan membawa orang kepada Tuhan Yesus. Hal ini sudah dicontohkan oleh orang-orang sebelum mereka, oleh para martir, oleh para rasul, juga oleh Yesus sendiri.

Bacaan hari ini menyatakan bahwa Yesus dan murid-muridnya tidak berhenti bergerak, melayani dari satu tempat ke tempat lain. Kebutuhan ada di mana-mana. Ke mana pun mereka pergi, banyak orang sudah menantikan mereka. Mereka pun terus menerus bergerak aktif melayani manusia yang membutuhkannya. Tuhan Yesus memberikan contoh bahwa Ia mengajar dan melayani di mana saja, di kampung, di desa, di kota, di pasar, dan di tempat lain-lain yang mungkin tidak nyaman bagi sebagian orang termasuk juga pelayan Tuhan. Tuhan Yesus menyatakan kuasa-Nya kepada semua orang yang datang kepada-Nya, bahkan lewat jumbai jubah-Nya pun kuasa-Nya menyembuhkan orang-orang yang sakit.

Tuhan Yesus juga mengutus anak-anak-Nya untuk terus bergiat dalam pelayanan kasih-Nya. Mengapa? Karena Ia mengasihi semua manusia. Ia ingin menyatakan kasih dan kuasa-Nya melalui setiap orang yang sudah terlebih dahulu mengalaminya kepada mereka yang belum mengenal-Nya. Dia adalah sang empunya pelayanan dan sang pemilik hidup manusia. Mungkin kita tidak dipanggil untuk berkeliling memberitakan kabar baik dan menyatakan kuasa kasih-Nya. Akan tetapi, setiap kita pasti dipercayakan pelayanan-Nya. Maukah kita memiliki hati Kristus? Dengan setia melayani Dia di mana pun Tuhan tempatkan? Dengan bentuk pelayanan apa pun yang Tuhan percayakan kepada kita? ©®3NT.
Published with Blogger-droid v2.0.4

2/12/2012

MASIH DEGIL?

MASIH DEGIL?

Markus 6:45-52
Degil menurut KBBI bisa berarti keras kepala atau kepala batu. Markus menggunakan istilah ini pada orang-orang Farisi yang melihat mukjizat Yesus namun menolak untuk memercayai atau menerimanya sebagai berasal dari Allah (3:5).

Apakah kata degil itu tepat dikenakan kepada para murid (6:52)? Para murid ini sudah mengikut Yesus cukup intens. Mereka menyaksikan pelbagai karya Yesus yang melampaui akal manusia untuk mengertinya. Bahkan mereka ikut mengalami kuasa-Nya langsung, misalnya ketika Yesus meneduhkan danau yang bergelora yang akan menenggelamkan perahi mereka (4:35-41) dan yang baru-baru saja mereka alami, menikmati makan malam yang mengenyangkan bersama lima ribu orang lainnya (6:42). Namun, hal-hal tersebut ternyata tidak membuat mereka mengenal Tuhan Yesus dengan benar dan menerima-Nya secara tepat. Dikatakan "sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil" (52).

Pengalaman menjelang dini hari, sehabis menikmati mukjizat pelipatgandaan roti dan ikan, tidak juga membuat mereka sadar. Padahal mereka menyaksikan Yesus berjalan di atas air, dan Dia meneduhkan angin sakal saat naik ke perahu mereka. Mereka melihat Yesus yang berjalan di atas air, namun mereka malah ketakutan seakan melihat hantu. Ini menggambarkan mata rohani yang buta atau picik. Buta karena memang tidak bisa melihat dengan benar. Picik karena setelah melihat dan mengenali pun, tetap tidak mau percaya.

Bagaimana supaya tidak tetap degil? Memang hanya anugerah Allah, karya Roh Kudus yang akan memampukan orang mengerti dan percaya kepada Tuhan Yesus. Akan tetapi, kita yang sudah menerima anugerah-Nya, kadang kala kita pun masih bersikap degil! Hal Itu dikarenakan kita tidak dekat dengan-Nya. Oleh karena itu, peliharalah hidup rohani Anda dengan merenungkan firman-Nya, dan berdoa seperti yang diteladankan oleh Yesus. Hanya saat kita memelihara relasi intim dengan Dia kita dimampukan untuk mengerti dan memercayai Dia dengan benar. ©®3NT
Published with Blogger-droid v2.0.4

BELAS KASIH KRISTUS.

BELAS KASIH KRISTUS.
Markus 6:30-44

Pelayanan Yesus selalu didasari belas kasih-Nya kepada orang-orang yang sesat bak domba tanpa gembala (34). Begitu padat pelayanan Yesus, begitu banyak kebutuhan yang mau dilayani, sehingga waktu untuk beristirahat maupun makan tidak sempat (31). Bahkan rencana Yesus dan para murid menarik diri ke tempat sunyi dan beristirahat tidak bisa terealisasi dengan baik. Orang banyak mendatangi tempat mereka akan beristirahat.

Dorongan kasihlah yang membuat Yesus tetap melayani mereka. Makan dan istirahat pun terlupakan. Yang terpenting saat itu adalah melayani kelaparan rohani orang banyak. Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka (34). Menjelang malam, kegelisahan menyelimuti pikiran para murid tentang orang banyak. Mereka ini butuh makanan. Maka para murid mengusulkan agar orang banyak mencari makanan mereka masing-masing. Namun, Yesus menyuruh para murid untuk memberi orang banyak tersebut makan (37). Suatu hal yang rasanya tidak mungkin para murid lakukan. Kalau makan untuk diri mereka sendiri saja tidak bisa mereka penuhi, bagaimana dengan orang sebanyak itu? Darimana makanan datang? Setelah diperiksa ternyata ada lima roti dan dua ekor ikan. Makanan itulah yang dibawa kepada Yesus. Yesus memberkatinya, memecahkannya, dan membagikannya kepada para murid untuk didistribusikan. Orang banyak makan sampai kenyang bahkan masih bersisa sangat banyak. Suatu kenyataan yang luar biasa. Hal itu terjadi karena ketajaman mata rohani yang sangat dalam dari Yesus. Yesus menangani kelaparan rohani dan jasmani sekaligus. Sebuah pembelajaran buat para murid Yesus yang melihat dengan mata kepala sendiri pelayanan yang holistik ini dan juga buat kita yang membaca kisah ini.

Apakah pelayanan kita digerakkan oleh belas kasih Kristus yang terlebih dahulu sudah kita alami? Belas kasih itulah yang akan memampukan kita berkurban dalam melayani, menajamkan kepekaan hati kita dalam melihat kebutuhan orang banyak serta ketaatan untuk melakukan tindakan konkret. Semua demi kemuliaan Tuhan.
Published with Blogger-droid v2.0.4

NURANI YANG MENGHANTUI.

NURANI YANG MENGHANTUI.
Markus 6:14-29

Siapa bilang Herodes sudah mati hati nuraninya? Buktinya saat ia mendengar berita marak tentang Yesus yang semakin populer, ia langsung menyimpulkan bahwa Yesus itu adalah Yohanes Pembaptis yang bangkit dari kematian. Kesimpulan ini pasti timbul dari rasa bersalah yang menghantui Herodes karena telah membunuh Yohanes.

Ada hal menarik saat kita mempelajari relasi Herodes dengan Yohanes Pembaptis. Di satu sisi, Herodes menganggap Yohanes orang suci, berita-beritanya berasal dari Tuhan. Berita Yohanes adalah berita pertobatan dan mengarahkan orang kepada Mesias yang akan datang. Herodes ‘senang’ mendengarkan Yohanes (20). Di sisi lain, Herodes marah terhadap Yohanes karena Yohanes telah mempermalukannya dengan menegur di depan umum akan perzinaannya dengan Herodias (17-19). Itu sebabnya Herodes memenjarakan Yohanes, tetapi tidak sampai membunuhnya. Lain cerita dengan Herodias yang sakit hati dan dendam, ia mencari kesempatan untuk menyingkirkan Yohanes. Kesempatan itu datang saat putri Herodias mendapatkan janji dari Herodes untuk meminta apa saja. Herodes yang terjebak janjinya sendiri tidak berani menolak permintaan yang seharusnya gugur demi kebenaran, yaitu membunuh orang benar. Herodes lebih mementingkan status dan jabatan sebagai Raja karena itu yang menjadi pusat hidupnya.

Tanpa pertobatan sejati, nurani kita hanya akan menghantui kita. Dosa yang tidak dibereskan membawa rasa bersalah berkepanjangan. Bisa jadi nurani itu kemudian diredam sampai tidak terasa lagi, kebal. Saat itu, kesempatan bertobat pun menipis. Apa lagi orang dalam posisi atau jabatan seperti Herodes. Perbuatan dosanya pasti berdampak bukan hanya pada dirinya atau keluarganya, tetapi juga pada masyarakat yang dipimpinnya. Oleh karena itu, siapa pun Anda jangan pernah menyimpan dosa dan menekan hati nurani Anda. Bereskan dosa Anda di hadapan Tuhan. Minta Dia menyucikan hati nurani Anda. Jangan biarkan gengsi meredam kesempatan bertobat! ©®
Published with Blogger-droid v2.0.4

2/08/2012

PELATIHAN PELAYANAN.

PELATIHAN PELAYANAN.
Markus 6:6b-13

Teladan Yesus berkeliling ke desa-desa untuk mengajar adalah tindakan teladan aktif. Pada zaman itu, ke mana pun guru pergi, para murid mengikutinya. Saat Yesus turun langsung ke lapangan, datang mendekat pada kehidupan manusia dalam kesehariannya, para murid pun turut serta bersama-Nya. Para murid melihat dan belajar dari Sang Guru, bagaimana melakukan pelayanan.

Giliran para murid mempraktikkan apa yang mereka lihat dan pelajari dari Yesus. Mereka diutus berdua-dua supaya saling menopang satu sama lainnya dan menjadi rekan handal dalam pelayanan. Mereka diajar untuk bergantung pada kuasa yang Tuhan Yesus berikan dan tidak mengandalkan diri sendiri ataupun materi dan fasilitas. Mereka belajar fokus pada tugas mereka, yaitu memberitakan pertobatan, mengusir roh-roh jahat, dan menyembuhkan orang sakit (12-13). Fokus pada tugas mereka juga berarti, saat terjadi penolakan mereka tidak perlu reaktif mengotot melainkan memberikan tanda peringatan dengan mengebaskan debu di kaki. Mengebaskan debu di kaki adalah kebiasaan yang dilakukan oleh orang Yahudi ortodoks saat mereka kembali ke Tanah Suci dari wilayah nonYahudi. Bagi para murid, tanda ini menyatakan bahwa orang yang menolak pemberitaan murid Tuhan, sedang menolak Tuhan. Pelatihan pelayanan yang diterima para murid membuat mereka menjadi pelayan-pelayan Tuhan yang tangguh, tak gampang putus asa, tetap fokus pada tujuan dan panggilan pelayanan mereka.

Ditolak memang tidak enak. Semangat kita bisa redup, sukacita sepertinya hilang, dan rasanya ingin menyerah. Akan tetapi, penolakan bisa menjadi cambuk untuk kita lebih mengandalkan Tuhan dan kuasa-Nya. Bisa jadi penolakan terjadi karena kita tidak bijaksana dalam memaparkan kabar baik, terlalu mengandalkan akal budi dan hal-hal yang ada pada kita, bukan pada hikmat dan kuasa-Nya. Di sini, kehadiran rekan kerja bisa saling menguatkan dan saling mengingatkan kebutuhan bersandar pada Tuhan.©®
Published with Blogger-droid v2.0.4

TETAP NYATAKAN KEBENARAN.

TETAP NYATAKAN KEBENARAN.

Lukas 22:63-71
Pernah melihat atau mengikuti proses persidangan? Anda mungkin pernah mengamati bahwa banyak pertanyaan hakim yang sifatnya menggiring atau menjebak terdakwa untuk memberikan jawaban yang diinginkan.

Situasi yang sama rupanya terjadi juga dalam persidangan yang dihadapi Yesus. Musuh-musuh-Nya meminta penjelasan apakah Yesus benar Sang Mesias, penyelamat yang dijanjikan Tuhan (ayat 67a). Namun, ini bukan pertanyaan yang muncul dari keingintahuan yang tulus, melainkan upaya mencari-cari kesalahan agar mereka dapat menuduh Yesus melakukan tindak kejahatan (ayat 67b). Ironis sekali! Ucapan benar malah dipahami sebagai pernyataan yang ditunggu-tunggu untuk menyalahkan Yesus (ayat 70). Apakah Yesus menyadari motivasi di balik pertanyaan mereka? Sangat tahu! (ayat 67-68). Dan, Dia tetap menyatakan kebenaran, sekalipun Dia tahu risiko yang harus ditanggung-Nya.

Sampai kini, masih ada banyak orang mengeraskan hati melawan dan mendakwa Yesus. Kita mungkin mengalami juga situasi-situasi sulit karena status kita sebagai pengikut Yesus. Orang-orang mencari kesalahan dan memakai kesaksian kita sebagai senjata untuk menyerang. Setiap kita menderita sebagai akibat pelayanan dan kesaksian kita tentang Yesus, ingatlah bahwa Dia telah lebih dulu menanggungnya. Tetaplah menyatakan kebenaran dengan berhikmat. Ketika Yesus datang kembali kelak, kita tidak akan menghadap-Nya dalam penyesalan.

MELAYANI TUHAN ADALAH SUKACITA DAN KEHORMATAN

SIAPAKAH AKU HINGGA BOLEH MENJADI HAMBA-MU?
Published with Blogger-droid v2.0.4

RESPONS YANG BERBEDA.

RESPONS YANG BERBEDA.
Markus 5:14-20

Sungguh ironis! Orang-orang Gerasa lebih merasa terancam ketika orang yang kerasukan itu sudah dipulihkan oleh Yesus daripada ketika ia masih kerasukan (15). Entah apa yang menyebabkan mereka takut. Mungkin mereka takut kalau-kalau keberadaan Yesus akan membuat penduduk wilayah itu mengalami kerugian yang lebih besar lagi. Tampaknya mereka lebih menyayangkan tewasnya babi-babi mereka ketimbang kesembuhan orang yang dipulihkan Yesus itu. Sungguh tragis, karena orang lebih takut pada apa yang Yesus lakukan di dalam kehidupan mereka dibanding apa yang roh-roh jahat itu lakukan. Itu sebabnya mereka lalu mendesak Yesus agar segera meninggalkan wilayah mereka (17).

Lalu bagaimana dengan orang yang dipulihkan itu? Menyadari karya Yesus di dalam hidupnya, muncul kerinduan dalam diri orang itu untuk mengikut Yesus (18). Namun Yesus tidak memperbolehkan dia ikut, karena ada suatu tugas yang dipercayakan kepada orang itu yaitu agar dia memberitakan suatu kabar baik, yaitu tentang belas kasihan Tuhan di dalam hidupnya. Karya Tuhan telah begitu nyata dia alami, Tuhan telah mengubah dia secara radikal, dari tawanan Legion dimerdekakan menjadi pengikut Kristus (19-20). Sungguh menakjubkan!

Kisah ini mengajar kita bahwa tidak ada keadaan orang yang melampaui batas pengharapan kita. Orang ini adalah contohnya. Siapa yang pernah berharap bahwa orang ini bisa pulih? Keluarganya pun mungkin tidak pernah memimpikan hal ini. Namun Tuhan melakukan perubahan radikal di dalam hidupnya. Tuhan pun dapat melakukan perubahan dalam hidup Anda atau orang yang Anda kasihi.

Kisah orang kerasukan roh-roh jahat yang kemudian dimerdekakan oleh Kristus juga memperlihatkan nilai hidup seseorang di mata-Nya. Orang yang tadinya diabaikan oleh orang-orang di sekitarnya, bahkan dihindari karena dianggap menakutkan, kemudian dipakai Tuhan untuk memberitakan kabar baik mengenai karya-Nya. Kiranya ini mengajar kita untuk melayani orang-orang yang dianggap tidak bernilai oleh masyarakat. ©®
Published with Blogger-droid v2.0.4

2/03/2012

HARAPAN YANG TIDAK SIA-SIA.

PENGHARAPAN YANG TIDAK SIA-SIA.
Markus 5:25-34

"Pantang menyerah!", begitulah karakteristik yang tampak pada diri perempuan ini. Bayangkan, sudah dua belas tahun ia menderita sakit pendarahan (25)! Entah sudah berapa banyak tabib yang dia datangi untuk menyembuhkan penyakitnya. Sudah tak terbilang pula uang yang dia keluarkan untuk membiayai pengobatan penyakitnya. Sampai habis hartanya (26). Hasilnya? Nol besar! Malah keadaannya makin memburuk. Musnahkah pengharapannya bahwa penyakitnya akan sembuh? Ternyata tidak.

Berita-berita tentang Yesus yang melakukan berbagai mukjizat penyembuhan ternyata menyalakan kembali api pengharapan untuk sembuh dari penyakitnya (27). Maka kesempatan berada di tengah-tengah orang yang mengerumuni Yesus dia gunakan sebaik-baiknya. Ia berusaha mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya (28). Dan Markus, penulis injil ini menyatakan bahwa seketika itu juga berhentilah pendarahan perempuan ini. Ia pun merasa bahwa badannya sudah sembuh (29). Mukjizat benar-benar terjadi. Sungguh ajaib.

Yesus, yang tentu saja mengetahui peristiwa itu, segera memberikan konfirmasi atas apa yang terjadi (30-34). Yesus ingin agar perempuan itu tahu bahwa ia benar-benar telah disembuhkan karena percaya pada kuasa Yesus. Yesus juga ingin agar orang lain tahu bahwa perempuan itu telah sembuh. Hal ini penting karena perempuan itu telah dianggap najis oleh karena penyakitnya sehingga dia dijauhi orang. Konfirmasi mengenai kesembuhannya akan membuat dia bisa diterima kembali oleh lingkungan sosialnya. Konfirmasi itu juga penting untuk meneguhkan Yairus yang tengah harap-harap cemas dalam perjalanan ke rumahnya karena mengkhawatirkan keadaan anaknya.

Meyakini kuasa Tuhan Yesus dan tidak mudah berputus asa juga harus kita miliki dalam kehidupan iman kita. Jangan pernah berdiam dalam kegelapan putus asa. Datanglah kepada Yesus dengan penuh iman dan beritahu apa yang Anda harapkan dari Dia. Dia pasti menolong Anda. ©®
Published with Blogger-droid v2.0.4

TERTUNDA.

TERTUNDA
Markus 5:21-24, 35-43

Mungkin Anda pernah merasakan bahwa Tuhan begitu lama menjawab permohonan Anda. Bisa jadi Anda malah mengira bahwa jawaban-Nya bagi Anda adalah "Tidak". Namun bisa jadi Tuhan memang menunda jawaban-Nya untuk maksud melatih iman kita.

Yairus, kepala rumah ibadat, ternyata percaya pada kuasa Yesus. Ketika anaknya sakit, ia datang kepada Yesus lalu memohon agar Yesus menyembuhkan anaknya (21-23). Namun di tengah jalan, terjadilah peristiwa yang menghambat perjalanan Yesus. Kalau kita membaca ayat 25-34, kita tentu bisa mengira-ngira bahwa peristiwa itu memakan waktu yang tidak sebentar. Jadi kita bisa bayangkan betapa resah dan cemasnya hati Yairus selama peristiwa itu berlangsung, bila mengingat anaknya yang sedang sekarat.

Benar saja. Di akhir peristiwa itu, datanglah orang yang berkata bahwa anak Yairus sudah mati (35). Orang itu pun mengusulkan untuk tidak lagi merepotkan Yesus. Namun kematian bukan merupakan kekalahan bagi Yesus. Kematian bukanlah jalan buntu bagi Yesus. Yesus meminta dua hal dari Yairus, yaitu "Jangan takut, percaya saja" (36). Yairus harus berhenti dari rasa takutnya, karena takut dan percaya tidak bisa berjalan seiring. Apa yang harus Yairus percayai? Perkataan Yesus. Semua orang akan berkata bahwa tidak ada harapan bagi Yairus, tetapi perkataan Yesus membawa pengharapan.

Orang-orang yang meratapi dan menangisi kematian anak Yairus kemudian menjadi tertawa ketika Yesus mengatakan bahwa anak Yairus tidak mati, melainkan tidur (38-39). Yesus kemudian membuktikan perkataan-Nya. Dengan disaksikan oleh Yairus dan istrinya, juga ketiga murid-Nya yaitu Petrus, Yakobus, Yohanes (37, 40), Yesus memerintahkan anak itu untuk bangun (41). Anak itu pun bangun dan berjalan (42).

Kadang-kadang Tuhan membiarkan kita berada dalam situasi yang membuat kita nyaris kehilangan pengharapan untuk menyatakan bahwa Dia ada dan berkuasa. Dalam situasi demikian, mintalah kekuatan agar Anda dapat melangkah maju dalam iman. ©®
Published with Blogger-droid v2.0.4

KUASA YESUS ATAS ROH-ROH JAHAT.

KUASA YESUS ATAS ROH-ROH JAHAT.
Markus 5:1-13

Ini bukan pertama kalinya Markus menceritakan kisah Yesus mengusir roh jahat. Namun ada sesuatu yang berbeda dalam kisah yang terjadi di Gerasa ini dibanding kisah-kisah sebelumnya.

Markus menggambarkan bahwa orang yang kerasukan setan ini memiliki kekuatan fisik yang begitu besar (3-4), tetapi keadaan lainnya sungguh menyedihkan (5). Sungguh mengenaskan keadaan orang yang dikendalikan oleh roh jahat. Orang lain pun mungkin jadi ketakutan bila melihat dia.

Tidak dikisahkan bagaimana orang itu sampai kerasukan roh-roh jahat. Namun interaksi di antara roh-roh jahat dengan Yesus memperlihatkan bahwa mereka tahu siapa Yesus dan mereka takut kepada Dia (7). Roh-roh jahat itu memahami otoritas Yesus, sehingga tidak berani bertindak tanpa seizin Yesus (10-13). Maka atas perkenan Yesus, roh-roh jahat itu berpindah dari orang yang kerasukan itu ke kawanan babi yang berjumlah dua ribu ekor. Akibatnya babi-babi itu terjun ke dalam danau dan mati lemas di sana. Kita bisa melihat bagaimana misi roh-roh jahat yang sebenarnya, yaitu membunuh dan menghancurkan (bdk. Yoh. 10:10). Sama seperti yang mereka telah lakukan kepada orang yang kerasukan.

Namun fakta itu kiranya tidak menyurutkan iman kita. Karena fakta bahwa Iblis dapat menjadikan manusia sebagai tawanannya bukanlah fakta yang penting. Fakta yang terpenting, yang menguatkan iman kita, adalah bahwa tidak ada kuasa apa pun di kolong langit ini yang bisa melampaui kuasa Tuhan kita, Yesus Kristus. Ia Maha Kuasa sehingga dapat mematahkan kuasa apa pun yang membelenggu manusia. Tuhan kita tidak menginginkan manusia, yang telah Dia ciptakan menurut gambar dan rupa-Nya, dibelenggu oleh kuasa-kuasa kejahatan. Fakta ini bagaikan benteng teguh yang menguatkan iman kita.

Sebagai pengikut Kristus, kiranya fakta ini tidak membuat kita mudah menyerah kalah pada si jahat yang senantiasa berusaha menguasai dan mengecoh kita. Gunakan kuasa Kristus dan nyatakanlah dengan tegas bahwa hanya dalam nama Yesus Kristus ada kemenangan atas si Iblis. Haleluya!
Published with Blogger-droid v2.0.4

2/02/2012

TUMBUH LEWAT PERSEKUTUAN.

TUMBUH LEWAT PERSEKUTUAN
Kolose 3:5-17

Setelah dibaptis, Pakhomius seriusingin bertumbuh. "Bertapalah. Itucara terampuh, " nasihat seorang biarawan. Di tahun 315 M, tradisi bertapa memang marak. Orang memisahkan diri dari masyarakat yang korup. Menyendiri di gurun. Berdoa dan puasa. Setelah mencoba, Pakhomius merasa itu tidak tepat. "Bagaimana bisa belajar rendah hati, jika hidup sendiri? Bagaimana belajar bersabar, tanpa menjumpai sesama?" Ia pun berhenti bertapa dan mengembangkan spiritualitas persekutuan. Menurutnya, orang bertumbuh dalam pergaulan, bukan kesendirian.

Paulus memotret sifat-sifat manusia baru, antara lain: belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran (ayat 12). Ini buah kehidupan bersama. Belas kasihan dan kemurahan muncul saat melihat kebutuhan sesama. Kerendahan hati terbentuk saat menjumpai kelebihan orang lain. Kelemahlembutan dan kesabaran teruji saat berhadapan dengan hal-hal yang menyakitkan. Jemaat Kolose terdiri dari berbagai macam orang yang disatukan dalam kasih Kristus (ayat 11). Orang-orang "sulit" jelas ada (ayat 13). Namun, mereka diminta tetap bersatu (ayat 14). Tidak meninggalkan persekutuan. Di situlah terjadi proses pembentukan. Lewat konflik, orang saling menegur dan bertumbuh (ayat15-16).

Adakah orang yang kerap menjengkelkan Anda? Atau, Anda kecewa dengan perilaku orang-orang sulit di gereja? Ingatlah bahwa melalui mereka, sifat-sifat Anda kian diasah dan dibentuk Tuhan sebagai orang-orang pilihan-Nya. Jadi, bertahanlah! Sambut pembentukan Tuhan melalui persekutuan dengan hati bersyukur! -

TANPA BELAJAR HIDUP SEHATI

TIADA PERTUMBUHAN IMAN SEJATI.
Published with Blogger-droid v2.0.4

PILIH MANA?

PILIH MANA?
Daniel 6:1-29

Menjadi seorang kristiani yang hidupnya serba cukup, karir sukses, taat firman, jadi berkat bagi banyak orang, memuliakan Tuhan sepanjang hidup; siapa yang tak mau? Namun, bagaimana kalau demi ketaatan pada Tuhan dan kesaksian hidup yang memuliakan-Nya, kita mungkin dimusuhi orang, kehilangan pekerjaan, hidup serba susah, bahkan nyawa terancam? Akankah Anda tetap bertahan dengan iman Anda?

Daniel pernah diperhadapkan pada situasi yang demikian. Kecakapan dan reputasinya mengusik sejumlah pejabat istana raja (ayat 2-5). Sebab itu, mereka mengatur strategi licik untuk menjebak dan mematikan Daniel di mulut singa-singa ganas. Raja Darius yang kurang waspada dan terpesona oleh retorika para pejabat yang menjilat (ayat 8) masuk dalam perangkap dengan mengesahkan undang-undang hukuman mati bagi siapa saja yang dalam waktu sebulan menyembah apa pun selain dirinya. Apa yang akan kita lakukan jika menjadi Daniel? Berhenti berdoa selama sebulan demi menyelamatkan karir dan nyawa terdengar sebagai pilihan yang masuk akal, bukan? Namun, ia adalah orang yang tak dapat ditawar dalam hal ibadah kepada Tuhan. Ia tetap berdoa dan memuji Tuhan sebagaimana biasanya (ayat 11). Takkan pernah ia menggantikan arah hatinya kepada sesuatu selain Tuhan.

Kepada siapa hati kita terarah? Kepada Tuhan seperti yang dicontohkan Daniel? Atau kepada diri sendiri, karir, kenyamanan hidup, reputasi, penghargaan orang? Bisa jadi pilihan untuk tetap konsisten menaati Tuhan tampak merugikan, tetapi di situlah akan nyata siapa yang mendapat tempat terutama di hati kita -

PILIHAN-PILIHAN KITA ADALAH CERMIN NYATA

SEBERAPA PENTING TUHAN BAGI KITA.
Published with Blogger-droid v2.0.4

BENIH KEHIDUPAN.

BENIH KEHIDUPAN
Markus 4:26-29

Seorang petani memang akan berusaha sebaik-baiknya mencari benih yang unggul, menyuburkan tanah, dan mencari musim yang paling cocok agar benih yang dia tanam dapat tumbuh dengan subur. Setelah benih itu ditanam, sang petani tinggal menunggu benih itu memunculkan tunasnya. Namun si petani tidak mengetahui bagaimana si benih berproses di dalam tanah hingga kemudian bertumbuh dan siap dipanen. Rahasia pertumbuhan itu ada dalam benih, bukan pada tanah atau udara. Semua itu memang membantu pertumbuhan, tetapi benih itu sendiri bertumbuh menurut sifat alaminya.

Perumpamaan ini mengajar para murid agar mengetahui bahwa setiap benih firman yang disampaikan suatu saat akan berbuah (28-29). Firman itu bekerja secara tersembunyi dan rahasia, tak terlihat mata (27). Namun Allah akan membuat benih firman yang didengar setiap telinga dan tertanam dalam pikiran jadi bertumbuh dalam kehidupan orang yang mendengarnya. Tidak ada orang yang tahu bagaimana firman itu bisa berproses hingga kemudian bertumbuh dalam hidup seseorang. Hanya Allah yang mengetahuinya. Maka ketika kita mendengar firman Tuhan, firman itu akan bertumbuh tanpa bisa dilihat oleh mata jasmani kita.

Secara tersembunyi firman itu berkuasa mengubah hidup kita. Tak heran jika kita mengalami bagaimana firman menegur kita, menantang kita, menghibur kita, atau menguatkan kita.

Dan bila kita memberitakan firman Tuhan, kita tidak perlu mengkhawatirkan pengaruh firman pada diri orang yang kita beritakan. Kita tidak perlu mencemaskan apakah orang mau mencamkan atau malah menolak firman yang kita nyatakan.Yang penting, beritakan firman kepada sebanyak mungkin orang. Lalu hasilnya? Serahkanlah semua itu kepada Tuhan. Seperti halnya benih yang ditabur akan bertunas, bertumbuh, dan menghasilkan buah, demikianlah firman Tuhan dalam diri setiap orang yang bersedia mendengar. Tuhan berjanji bahwa firman-Nya tidak akan kembali dengan sia-sia melainkan akan mencapai maksud-Nya (Yes. 55:11).
Published with Blogger-droid v2.0.4