Selamat datang di Crent Regeneration.

Terimakasih atas kunjungan anda.
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Ef 2:19,8-10)

6/24/2012

SELAMATKANLAH MEREKA

"Sebab bagaimanakah engkau mengetahui, hai isteri, apakah engkau tidak akan menyelamatkan suamimu? Atau bagaimanakah engkau mengetahui, hai suami, apakah engkau tidak akan menyelamatkan isterimu? (1 kor 7:16)
Dan engkau hai bapa-bapa dan engkau hai ibu-ibu apakah engkau tidak akan menyelamatkan anak-anakmu?
Published with Blogger-droid v2.0.6

PERTEMUAN ILAHI

PERTEMUAN ILAHI Kisah Para Rasul 8:26-40 Saya sering kagum dengan para penjaja makanan atau barang dagangan. Mereka tahu bahwa tidak semua orang yang mereka tawari akan membeli. Akan tetapi, toh mereka terus tanpa jemu menjajakannya karena yakin bahwa sekali waktu akan ada yang tertarik dan membeli. Hal ini berbeda dengan salah satu alasan yang dimiliki oleh orang kristiani dalam menolak membagikan Kabar Baik. Mereka takut menghadapi penolakan dan karena itu mereka memilih untuk tidak berangkat dan memberitakannya. Kita mungkin tidak pernah menduga akan ada orang seperti sida-sida dari Etiopia ini. Ia sedang dalam perjalanan sembari membaca gulungan kitab Yesaya. Firman Allah dan Roh Kudus melakukan pekerjaan ajaib di dalam kesenyapan. Ia sangat mengharapkan ada seseorang yang menerangkan arti Firman tersebut. Ya, ia seperti ikan yang mencari nelayan! Ketika Filipus berangkat menjumpainya, ia berhadapan dengan sebuah tugas yang relatif mudah. Filipus seperti memasukkan kail ke mulut ikan yang menganga. Sebuah kesempatan yang tidak selalu didapatkan, tetapi kalau ia enggan untuk berangkat maka kesempatan ini pun akan lewat. Sangat mungkin ada orang-orang yang sedang menunggu pertemuan ilahi dengan kita. Ada orang-orang yang sudah sangat siap untuk mendengarkan Injil dan memberikan respons yang tepat. Mungkin itu adalah salah satu kesempatan yang hanya bisa kita dapatkan ketika kita mau berangkat. Maka, taat dan berangkatlah! Berdoalah agar kita menjumpai pertemuan-pertemuan ilahi yang telah Dia persiapkan. PERTEMUAN ILAHI TAK AKAN KITA JUMPAI KALAU KITA TIDAK PERNAH MAU MEMULAI BERSAKSI.
Published with Blogger-droid v2.0.6

6/20/2012

SUKACITA DAN PENUH ROH KUDUS

BERSUKACITA DAN PENUH ROH KUDUS Kisah Para Rasul 13:50-14:7 Orang yang hidupnya penuh sukacita dan penuh dengan Roh Kudus belum tentu merupakan orang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya atau orang yang selalu mengalami kemudahan dan kelancaran dalam perjalanan hidupnya. Pengalaman pelayanan Paulus dan Barnabas di berbagai tempat dan daerah, penuh dengan dinamika, baik berupa tantangan bahkan ancaman penganiayaan atas diri mereka maupun penerimaan jemaat atas kehadiran mereka. Apa pun yang mereka hadapi, pelayanan mereka memberikan sukacita bagi diri mereka sendiri maupun bagi jemaat yang menerimanya. Orang yang bersukacita dan penuh Roh Kudus adalah orang yang tidak menjadi kecewa ketika pelayanan mereka ditolak. Bahkan dengan penuh keyakinan mereka melihat penolakan itu bukan sebagai suatu kegagalan di pihak mereka melainkan sebagai tanda bahwa daerah tersebut telah ditolak oleh Tuhan (13:51). Penuh dengan sukacita dan Roh Kudus ditandai pula oleh keberanian dalam mengajar dan memberitakan Injil. Keberanian yang ada di sini bukan timbul oleh perasaan sombong yang semu melainkan oleh keyakinan yang kokoh kepada Tuhan (14:3). Paulus dan Barnabas menghadapi kesulitan yang tidak sedikit, bahkan kehidupan penuh bahaya telah mereka lalui, tetapi semua hal itu tidak menyurutkan semangat mereka dalam memberitakan Injil dimana-mana. Bagaimana dengan kita sebagai orang percaya? Apakah hati kita bersuka hanya ketika segala sesuatu sedang berjalan dalam kondisi lancar? Bagaimana jika kita harus menghadapi begitu banyak tantangan yang hebat di dalam pelayanan kita, akan menjadi muram dan tawar hatikah kita? Belajar dari Paulus, marilah kita biarkan kuasa Roh Kudus memenuhi kita dan biarlah kita bisa menikmati sukacita yang dari dalam yaitu sukacita yang tidak dipengaruhi oleh keadaan di luar diri kita. Tantangan selalu datang dan kita harus siap menghadapinya. Namun jangan takut, jika kita sungguh berpegang pada firman-Nya maka kuatlah kita. "....... Mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada Tuhan. Dan Tuhan menguatkan berita tentang kasih karunia-Nya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat. (Kis 14:3)
Published with Blogger-droid v2.0.6

PENGUASA DUNIA vs PENGUASA SURGA

PENGUASA DUNIA vs PENGUASA SURGA Kis 12:1-5 Semakin wilayah kekuasaannya diperluas maka penguasa dunia semakin luas juga tindakan duniawinya. Namun diatas itu semua ada Penguasa surgawi yang tindakan-Nya jauh melampaui dunia ini, bahkan tidak pernah terbayangkan oleh pikiran manusia termasuk pikiran sang penguasa dunia. Inilah yang digambarkan dalam perikop hari ini. Ketika Herodes melihat begitu pesatnya orang-orang Kristen berkembang maka ia memulai strategi penganiayaan hebat dengan rencana membunuh Yakobus. Tentunya strategi ini mempunyai keuntungan ganda, bagi Herodes sang penguasa juga bagi orang Yahudi yang terusik dengan kehadiran orang-orang Kristen. Tidak hanya sampai disitu, sang soko guru para murid, Petrus pun dimasukkan ke dalam penjara di bawah pengawalan ketat para pengawal dan prajurit serta terbelenggu oleh dua rantai (4, 6) mana mungkin Petrus dapat bergerak bebas. Artinya jika Petrus saja bisa masuk penjara, apalagi yang bisa diperbuat oleh orang-orang Kristen di luar sana. Ini bertujuan agar semangat orang percaya semakin lemah sehingga dapat menekan penyebaran Injil. Namun itu tidak terjadi. Ada hal yang tidak ada pada benak sang penguasa dunia yaitu kehadiran Tuhan yang berdaulat di atas segalanya. Tuhan berkarya melalui sekelompok kecil orang yang lemah dan tanpa persenjataan apa pun. Hanya melalui doa yang disampaikan dengan tekun kepada Tuhan sang Penguasa Surga, agar Dia campur tangan dalam semua situasi yang terjadi pada orang percaya. Sungguh ironis, dunia hadir dengan kekuatannya, tetapi Tuhan hadir dengan cara-Nya yang seolah-olah lemah dan mudah rapuh. Ketika situasi dunia mencekam dan kita tidak dapat bergerak bebas bahkan hidup beriman kita dibatasi oleh banyak halangan, ingatlah bahwa ada Tuhan yang berdaulat atas semua itu dan Tuhan pun dapat berkarya melalui hal-hal sederhana dan yang tidak tampak secara kasat mata. Mari ingatlah bahwa kita memiliki Kristus sebagai Tuhan dan Dia adalah Allah yang menyertai kita. GB
Published with Blogger-droid v2.0.6

6/19/2012

PELAYAN RESTORAN

PELAYAN RESTORAN Kel 16:1-12 Pernah ke restoran? Di sana kita dilayani oleh para pelayan. Kita memanggil mereka apabila perlu saja, lalu kita tinggal menunggu pesanan kita. Kalau makanan lama muncul, kita menggerutu. Kalau cepat, kita cukup berkata "terima kasih". Kita tidak merasa perlu kenal lebih jauh dengan si pelayan. Yang penting mereka melaksanakan tugasnya dengan baik, kita senang dan puas. Perhatikan sikap orang Israel dalam bacaan kita hari ini: mereka bersungut-sungut ketika butuh makanan (ayat 2). Dulu, mereka bersyukur memuji Tuhan ketika dibebaskan dari perbudakan Mesir (lihat Keluaran 15). Akan tetapi, kini mereka jengkel karena Tuhan tidak menyediakan makanan pada saat dibutuhkan (ayat 3). Sikap bangsa Israel tersebut persis seperti memperlakukan seorang pelayan, bukan? Tuhan kemudian memang mengirim makanan, bahkan dengan cara yang luar biasa. Manna di pagi hari dan burung puyuh di petang hari. Bukan karena Tuhan bisa seenaknya disuruh, melainkan karena Dia menginginkan agar umat-Nya tahu dan kenal dengan sungguh-sungguh bahwa Dialah Tuhan, Allah yang berkuasa memelihara mereka (ayat 12). Apakah kita juga memperlakukan Tuhan seperti pelayan restoran? Berdoa hanya di kala butuh, lalu harap-harap cemas menunggu jawaban-Nya. Bersungut-sungut apabila jawaban-Nya terlambat atau tidak seperti yang kita minta. Bersyukur sebentar jika doa terkabul, kemudian melupakan-Nya di tengah kesibukan. Apabila ada kebutuhan mendesak, barulah kita kembali bersimpuh kepada-Nya. Mari membuat komitmen hari ini, untuk tidak berseru pada Tuhan hanya dalam situasi sulit, melainkan mencari wajah-Nya senantiasa. ALLAH YANG MEMELIHARA KITA BUKAN PELAYAN. DIA TUHAN YANG MENGUNDANG KITA MENGENAL-NYA DALAM SEGALA SITUASI.
Published with Blogger-droid v2.0.5

PEMAZMUR

PEMAZMUR Mazmur 64 Dalam Mazmur 1 kita melihat bagaimana karakter orang benar dan orang fasik dipertentangkan. Dalam Mazmur 64 ini kita juga akan melihat bagaimana orang fasik menyerang/meneror orang benar serta apa akibat yang ditimbulkannya. Pemazmur mewakili orang benar yang sedang diserang oleh orang-orang fasik. Mereka menyerang pemazmur bukan dengan terang-terangan tetapi dengan tipu muslihat. Mereka menganggap diri tidak mungkin dipatahkan termasuk oleh Allah sendiri. Di sinilah titik lemah mereka. Mereka sama sekali mengabaikan Allah. Oleh karena itu, mereka pasti tidak akan berhasil dalam rancangan jahat mereka. Apa yang mereka rancangkan buat orang lain justru berbalik menghantam mereka. Contohnya ayat 4-5 vs ayat 8-9. Pemazmur mewakili orang benar meminta pertolongan Tuhan atas perlakuan orang fasik kepada dirinya (2-3). Ia menyatakan keyakinannya bahwa orang benar akan melihat pertolongan Tuhan sehingga mereka akan bersukacita dan bermegah (10-11). Ada penafsir yang mengungkapkan ketakutannya akan penyalahgunaan mazmur ini yang secara radikal membedakan orang benar dan orang fasik. Seringkali kita terjebak dengan kita baik, mereka jahat. Kita benar, mereka fasik. Kita bersih, mereka najis. Sampai-sampai melakukan pembenaran yang diskriminatif. Seperti kritik Tuhan Yesus, balok di mata sendiri tidak kelihatan, tetapi berani menuding selumbar di mata orang lain (Mat. 7:1-5). Mazmur ini tentu tidak dimaksudkan untuk dimengerti seperti itu. Kita harus jujur, memeriksa diri di bawah terang firman Tuhan. Jangan-jangan kitalah yang berperilaku fasik dengan kedok kesalehan. Di sisi lain, kita melihat Yesus memberikan alternatif yang positif. Perlakukan orang jahat dengan kasih supaya kejahatan mereka dihancurkan tetapi jiwa mereka dimenangkan kepada Kristus. "Orang benar akan bersukacita karena TUHAN dan berlindung pada-Nya; semua orang yang jujur akan bermegah." (Mazm 64:11)
Published with Blogger-droid v2.0.5

6/18/2012

MARI BERENCANA

MARI BERENCANA Amsal 24:1-7 Grusah-grusuh adalah ungkapan dalam bahasa Jawa yang menggambarkan seseorang yang bertindak tanpa pertimbangan matang; serba terburu-buru; bertindak seketika. Akibatnya, yang dikerjakan tentu tidak maksimal, bahkan sangat mungkin banyak keputusan yang kemudian disesali. Salomo, menasihati kita dengan sebuah analogi militer: "hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang" (ayat 6). Tentara yang banyak tidak cukup, perlu perhitungan yang matang untuk mengarahkan mereka. Analogi lain adalah dalam membangun rumah, memilih benda berharga, dan memiliki wibawa (ayat 3-5). Perencanaan menunjukkan adanya hikmat, kepandaian, pengertian, dan kebijaksanaan. Salomo melanjutkan, "kemenangan tergantung kepada penasihat yang banyak." Banyak mendengar nasihat akan memampukan seseorang membuat sebuah rencana yang baik dan matang. Salomo sendiri dikenal sebagai tokoh yang dikaruniai hikmat melebihi segala manusia yang pernah ada (lihat 1 Raja-raja 3:12). Namun rupanya, hikmat luar biasa yang diberikan Tuhan tidak membuatnya menjadi sombong dan keras kepala. Sebaliknya, hikmat memberikannya kesadaran dan kerendahan hati untuk mendengar banyak nasihat. Bagaimana dengan kita? Apakah kita hidup dengan semangat grusah-grusuh atau penuh perencanaan? Jangan biarkan hidup berlalu sia-sia karena kita lalai atau malas berencana. Rencana lahir dari hikmat, dan hikmat berasal dari takut akan Tuhan (lihat Amsal 1:7). Tuhan merindukan kehidupan kita memuliakan-Nya. Sebab itu mari mohon hikmat Tuhan untuk berencana serta kerendahan hati untuk mendengar banyak nasihat. "Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak." (Amsal :24:6) HIDUP BERSAMA TUHAN BUKANLAH HIDUP TANPA RENCANA, MELAINKAN BERENCANA SESUAI KEHENDAK ALLAH.
Published with Blogger-droid v2.0.5

6/06/2012

BUKAN SEKADAR LEWAT

BUKAN SEKADAR LEWAT
Nats : "Berbahagialah orang ... yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam." (Mazmur 1:1-2)

Mazmur 1:1-6

Donald S. Whitney mengamati bahwa "banyak jiwa yang merana adalah para pembaca Alkitab yang tekun." Mengapa? Karena mereka hanya membaca saja, dan tidak merenungkannya. Ia menulis, "Jika kita tidak hati-hati, perkataan Alkitab hanya akan menjadi aliran kumpulan kata yang melewati pikiran kita. Segera setelah kata-kata itu lewat dalam pikiran kita ... kita harus segera mengalihkan perhatian pada hal yang sekarang ada di hadapan kita. Ada begitu banyak hal yang harus kita olah dalam otak kita; jika kita tidak menyerap beberapa di antaranya, tidak ada yang akan memengaruhi diri kita."

Yang disebut pemazmur "berbahagia" juga bukan orang yang sekadar membaca firman Tuhan, tetapi yang merenungkannya siang dan malam. Merenungkan firman Tuhan berarti menyerapnya masuk dalam sistem berpikir kita. Pikiran yang dipengaruhi firman Tuhan inilah yang membuat orang tidak lagi suka berdekatan dengan dosa (ayat 1). Orang yang suka merenungkan firman Tuhan diibaratkan seperti pohon di tepi aliran air. Agar tidak layu, air haruslah diserap dan mengaliri semua bagian di dalam pohon itu, bukan sekadar lewat.

Seberapa banyak Anda "merenungkan" firman Tuhan selama ini? Pakailah 25-50% waktu pembacaan Alkitab untuk merenungkan satu ayat, frasa, atau kata. Lontarkan pertanyaan. Berdoalah. Buatlah catatan tentang hal itu. Pikirkan sedikitnya satu cara untuk menerapkannya. Jangan buru-buru. Benamkan diri Anda dalam firman. Jangan lagi biarkan jiwa Anda merana karena tak sempat menyerap apa-apa. Biarkan firman itu mengaliri dan menyegarkan Anda, memengaruhi hidup Anda dan membuat Anda berbuah-buah pada musimnya.

MAKIN BANYAK MEMBACA FIRMAN, MAKIN KITA AKAN MENGUASAINYA.

MAKIN BANYAK MERENUNGKAN FIRMAN, MAKIN KITA AKAN DIKUASAINYA.
Published with Blogger-droid v2.0.4

DIPAKAI DAN DIBENTUK OLEH ROH KUDUS

DIPAKAI DAN DIBENTUK OLEH ROH KUDUS

Kisah Para Rasul 9:32-43

Yesus pernah berjanji bahwa setelah kepergian-Nya, Ia akan mengutus Roh Kudus yang akan menjadi penolong dan penghibur orang percaya. Alkitab memperlihatkan kepada kita bahwa Roh Kudus seringkali memakai orang-orang percaya untuk turut serta dalam melakukan pekerjaan-Nya tersebut.

Petrus adalah contoh pribadi yang mau dipakai dan bersedia untuk diubah oleh Roh Kudus. Petrus bukanlah orang yang sempurna, ia pernah menyangkal Yesus, ia juga pernah ingin menghalangi Yesus pergi ke salib. Namun berkat pengampunan yang diberikan oleh Yesus, Petrus mau memberi dirinya dipakai oleh Roh Kudus untuk melayani ke berbagai tempat. Di Lida, Petrus menjadi berkat bagi Eneas yang telah lumpuh selama delapan tahun. Petrus juga menjadi berkat bagi masyarakat di sana sehingga mereka dapat mengenal Tuhan yang sejati (32-35).

Yope pun mendapat berkat berupa pengenalan akan Allah melalui pelayanan Petrus. Bahkan di Yope terjadi mukjizat yang luar biasa ketika Dorkas yang telah meninggal bangkit kembali. Roh Kudus memakai orang percaya serta membentuk mereka. Lihat saja Petrus, yang semula kesulitan bergaul dengan orang yang berbeda dengan dirinya, kini bersedia tinggal di rumah seorang penyamak kulit (43). Pekerjaan seorang penyamak kulit mengharuskan mereka untuk bersentuhan dengan bangkai hewan, suatu hal yang secara tradisi amat dihindari oleh masyarakat Yahudi, tetapi berkat pemahamannya terhadap keselamatan di dalam Yesus, Petrus tidak ragu lagi untuk bergaul dengannya

Roh Kudus dapat memakai dan membentuk Petrus. Roh Kudus juga pasti dapat memakai dan membentuk kita. Persoalannya adalah, maukah kita dipakai dan dibentuk oleh-Nya? Maukah Anda memberi diri untuk dipakai oleh Roh Kudus dalam melakukan pekerjaan-Nya? Bersediakah Anda juga dibentuk oleh Roh Kudus menjadi pribadi yang sesuai dengan kehendak-Nya? Serahkanlah diri Anda untuk dipakai dan dibentuk oleh Roh Kudus dan biarlah kemuliaan Allah menjadi nyata di hadapan banyak orang melalui diri Anda.

"Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup.
Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.
(Kis 9:41,42)
Published with Blogger-droid v2.0.4

6/03/2012

TANDA-TANDA KEHIDUPAN ORANG PERCAYA

TANDA-TANDA KEHIDUPAN ORANG PERCAYA

Kisah Para Rasul 9:19-31

Entah disadari atau tidak, kehidupan kita selalu berdampak bagi orang lain, baik dampak positif atau negatif, ataukah dalam skala besar atau kecil.

Citra Saulus sebagai seorang yang kejam terhadap pengikut Yesus sudah sedemikian terkenal di kalangan orang percaya, sehingga ketika Saulus diberitakan mengalami pertobatan pun, banyak pengikut Yesus yang masih takut dan sukar untuk percaya. Meski demikian, tanda-tanda pertobatan Saulus dibuktikan oleh penulis Kisah Para Rasul melalui dua hal: perbuatan Saulus setelah ia bertobat dan penyertaan Roh Kudus di dalam seluruh proses tersebut.

Segera setelah bertobat, Saulus giat memberitakan dan membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias. Segala pemberitaan dan pengajaran itu dilakukan oleh Saulus dengan sikap yang berani. Sikap segera dan berani yang ditunjukkan oleh Saulus ini merupakan suatu tanda bahwa Saulus kini telah percaya pada Yesus sebagai Mesias. Meski demikian, tidak semua orang dapat menerima perubahan dramatis Paulus ini sebagai hal yang positif. Baik di Damsyik maupun di Yerusalem, Saulus ingin dibunuh oleh mereka yang tidak suka pada perubahan tersebut. Bukan saja dari kalangan orang yang tidak percaya, tetapi bahkan dari kalangan orang percaya pun, Saulus menghadapi sejumlah tantangan. Bagi orang yang belum percaya dia adalah musuh, bagi orang percaya ia dijauhi karena memiliki reputasi yang mengerikan. Walau demikian, berkat penyertaan Roh Kudus segala tantangan dan kesulitan itu dapat dilewati oleh Saulus. Ketika Saulus terancam jiwanya, Roh Kudus meluputkan Saulus dari bahaya. Ketika Saulus dijauhi, Roh Kudus menyediakan seorang teman yang mau menerima dia.

Kisah pertobatan Saulus ini mengajarkan pada kita bahwa pertama, suatu pertobatan selayaknya membawa perubahan hidup pada arah yang baik; kedua, suatu pertobatan juga membawa kita pada risiko dan tantangan berkaitan dengan iman kita. Dan ketiga, sebagai orang percaya kita harus senantiasa bersandar pada pertolongan dan pimpinan Roh Kudus. Sudahkah tanda-tanda ini kita miliki?
Published with Blogger-droid v2.0.4

6/01/2012

YEREMIA

YEREMIA

"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." (Yeremia 1:5)

MASA LALU TEOLOGIS VS BIOGRAFIS

Yeremia 1:1-10

Yeremia adalah nabi besar. Pelayanannya sangat sulit, tetapi bisa setia sampai akhir. Tentu menarik dan penting mengerti sejarahnya ia bisa seperti itu. Akan tetapi, ternyata Alkitab sedikit saja mencatat data-data (masa lalu) biografis nabi ini: hanya nama dan profesi ayahnya, serta kota kelahirannya (ayat 1). Yang banyak dicatat justru masa lalu teologis-nya, yakni tentang apa yang Allah kerjakan pada "masa lalu" Yeremia, di mana Allah telah mengenal, menguduskan, menetapkan, bahkan memperlengkapi Yeremia menjadi nabi bagi bangsa-bangsa! (ayat 5-10). Ini jauh lebih penting dan lebih menentukan masa kini dan masa depan Yeremia, dibanding keterbatasan atau kelemahan pribadi Yeremia. Masa lalu teologis inilah rahasia keberhasilan nabi Yeremia melaksanakan tugas kenabiannya yang berlangsung lama dan sulit itu.

Kita bukan nabi, tetapi sebagai umat pilihan di zaman ini, kita juga mengemban misi Allah. Seperti Yeremia, kita dipanggil menjadi berkat bagi bagi kota, bangsa, dan bagi zaman kita. Tugas apa yang Allah percayakan pada Anda saat ini? Buatlah komitmen untuk menaatinya, terlepas dari ada-tidaknya kelemahan yang Anda punya, karena panggilan Allah itu jaminan bahwa Anda pasti bisa melaksanakannya!

PANGGILAN ITU BERSANDAR PADA APA YANG TUHAN LAKUKAN PADA KITA,

BUKAN PADA APA YANG BISA KITA LAKUKAN BAGI DIA.
Published with Blogger-droid v2.0.4

KESELAMATAN ADALAH ANUGERAH ALLAH

KESELAMATAN ADALAH ANUGERAH ALLAH

Kisah Para Rasul 9:1-19a

Monster ganas, barangkali itulah istilah tepat untuk melukiskan seorang Saulus sebelum ia bertemu Yesus. Betapa tidak, Alkitab melukiskan bagaimana Saulus memasuki rumah demi rumah, menyeret orang-orang percaya, dan memenjarakan mereka (Kis. 8:3). Alkitab melukiskan betapa Saulus dengan semangat berkobar-kobar serta didukung oleh surat kuasa dari Imam Besar, pergi untuk menangkap dan membunuh setiap orang yang mengikuti Jalan Tuhan (Kis. 9:1, 2). Sungguh ganas dan mengerikan!

Saulus boleh saja punya semangat, punya rencana, dan dukungan Imam Besar, tetapi rencana tinggal rencana ketika ia kemudian bertemu dengan Imam Besar dan Pemilik Kuasa yang sesungguhnya. Segala sesuatu yang ia rencanakan pupus dengan segera. Di hadapan Yesus, Saulus terkapar di tanah dan tidak berdaya. Jangankan mencari dan menangkap orang-orang percaya, melihat pun ia tidak dapat (8-9).

Kisah selanjutnya, sungguh di luar penalaran kita, bahkan Ananias pun semula ragu bahwa Saulus telah bertobat. Namun Yesus telah memerintahkan Ananias untuk melayani Saulus, membaptis dia, dan membawanya ke dalam lingkungan orang percaya lainnya. Dalam sekali perjumpaan, melalui firman Yesus yang penuh kuasa, seorang monster yang ganas kemudian berubah menjadi seorang laki-laki biasa yang lemah dan butuh pertolongan. Di kemudian hari Saulus bahkan berubah menjadi salah satu tokoh Kristen yang paling gigih dalam memberitakan Injil Tuhan Yesus sampai akhir hayatnya.

Dari pertobatan Saulus ini kita belajar betapa keselamatan di dalam Yesus Kristus sungguh-sungguh merupakan suatu anugerah dari Tuhan. Ketika tidak ada orang yang berani mendekati Saulus karena kekejamannya, Allah sendiri bertindak. Seperti Saulus, kita pun bukan orang yang layak di hadapan Tuhan, tetapi kita pun telah mengalami perjumpaan dan menerima Firman itu sehingga kita menjadi orang percaya. Sudahkah kita bersyukur atas anugerah keselamatan yang Tuhan beri? Maukah kita taat pada pimpinan Yesus, Tuhan kita?
Published with Blogger-droid v2.0.4

TANGGUNG JAWAB UNTUK BERSAKSI

TANGGUNG JAWAB UNTUK BERSAKSI

Kisah Para Rasul 1:6-8

Bangkitnya Yesus dari kematian membangkitkan pula harapan para murid akan kembalinya kejayaan Israel seperi zaman Daud. Namun, benarkah situasi seperti itu yang menjadi harapan dan tujuan Yesus Kristus di dalam karya keselamatan-Nya?

Bagi Yesus, bukanlah bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi, melainkan bahwa hal itu bukan urusan para murid untuk mengetahui kapan waktu terjadinya. Yesus mengingatkan bahwa pemulihan Israel atau pun pemulihan keadaan dunia hanya ada di dalam pengetahuan Bapa (Mrk. 13:32). Para murid tidak perlu memfokuskan diri pada hari kapan pemulihan itu akan terjadi.

Kepada para murid, Yesus menjanjikan kuasa untuk bersaksi yang berasal dari Roh Kudus. Bukan kerajaan yang bersifat materi yang Yesus janjikan tetapi sebuah kerajaan rohani, yaitu ketika Roh Allah sendiri bertakhta dan berkuasa di dalam hati para murid dan orang-orang yang percaya. Bukan kemenangan politik lewat peperangan yang Yesus janjikan, tetapi sebuah kemenangan rohani melalui kesaksian para murid yang didukung oleh Roh Allah sendiri. Kemenangan rohani sudah dimiliki secara mutlak oleh Yesus melalui kematian dan kebangkitan-Nya, tetapi Yesus ingin agar kemenangan itu juga diwujudnyatakan di dalam dan melalui diri orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Bagaimana dengan kita? Apakah seperti para murid kita juga lebih memusatkan perhatian pada pencapaian-pencapaian secara materi? Ataukah kita juga mau dipimpin oleh Roh Kudus untuk bersaksi kepada dunia dan menjadikan dunia ini sebagai tempat di mana Allah yang sejati menjadi Raja di dalam hati orang-orang yang percaya? Apakah seperti para murid kita juga ingin merasakan kemenangan mudah? Ataukah kita juga rela memberi hati untuk berjuang bersama-sama Allah dalam memenangkan hati banyak orang bagi Kristus melalui kesaksian kita?

"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."(Kis 1:8)
Published with Blogger-droid v2.0.4

MERASA BENAR

MERASA BENAR

1 Korintus 8:1-12
Seorang teman pernah mengeluhkan pemain basket dalam tim yang dilatihnya. "Memang mainnya bagus, tetapi main sendiri, tidak pernah memberi bola untuk yang lain, " jelasnya. Si pemain hebat begitu berpusat pada dirinya sendiri. Dalam pandangannya ia berbuat yang benar dengan menghasilkan poin demi poin bagi timnya, tetapi dari kacamata pelatih ia sedang mematikan semangat dan potensi yang ada dalam tim.

Beberapa orang dalam jemaat di Korintus juga berpikir bahwa mereka sedang melakukan apa yang benar, menegaskan kemerdekaan orang percaya di dalam Kristus (ayat 4-6, 8). Namun, mereka tidak memperhatikan keberatan-keberatan nurani sesama saudara seiman. Tuhan tahu hati mereka (ayat 3). Jika mereka mengasihi Tuhan, mereka akan memikirkan bagaimana agar sikap mereka dapat membangun sesama umat Tuhan (ayat 1). Namun sebaliknya, karena mereka tidak punya kasih, pengetahuan mereka menjadi batu sandungan bagi orang lain. Betapa tragis jika seseorang merasa diri benar, tetapi ternyata ia telah berdosa di mata Tuhan (ayat 12).

Semua orang yang percaya kepada Kristus akan menjadi saudara-saudara kita dalam kekekalan. Ada yang beribadah di gereja yang sama, ada yang berbeda. Ada yang kita jumpai setiap hari, ada yang hanya sebentar. Ada yang menyenangkan, ada yang menjengkelkan. Bagaimana ucapan dan tindakan kita kepada mereka jika dipandang dari kacamata Tuhan? Adakah Dia mengenal kita sebagai anak-anak-Nya yang mengasihi Dia? Satu tindakan kasih apa yang dapat kita lakukan untuk membangun saudara-saudara kita hari ini?

"Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.
Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah. (1Kor 8:23)
Published with Blogger-droid v2.0.4

PEMELIHARAAN TUHAN DAN KETAATAN KITA

PEMELIHARAAN TUHAN DAN KETAATAN KITA

Kisah Para Rasul 10:17-23a
Kesibukan dan rutinitas sehari-hari seringkali membuat kita lupa bahwa Allah memelihara kehidupan kita dari waktu ke waktu. Sementara banyak dari kita mungkin berpikir bahwa kita mampu menangani rutinitas sehari-hari yang sederhana, kita tidak sadar entah ada berapa banyak campur tangan Tuhan dalam memelihara kehidupan kita melalui pengaturan waktu yang tepat dari berbagai peristiwa yang kita alami sehari-hari.

Ketika Petrus naik ke atas rumah untuk berdoa, ia tidak menyangka bahwa Allah sedang bekerja untuk membentuk dirinya menjadi pemberita Injil bagi kaum nonYahudi serta untuk mengubah seorang perwira Italia menjadi seorang anak Tuhan.

Berkat pengaturan waktu dari Tuhan, kedatangan utusan Kornelius tepat terjadi pada saat Petrus mengalami penglihatan (17). Ketepatan waktu ini berguna bagi Petrus karena hal tersebut segera memberi penjelasan atas penglihatan yang dialaminya itu. Ketepatan waktu ini juga berguna bagi utusan Kornelius tersebut, yaitu untuk menguatkan pesan Ilahi yang diterima oleh Kornelius. Para utusan Kornelius tentu dapat melihat betapa hebat Allah Israel yang telah menyatakan hal yang benar tentang Petrus kepada Kornelius.

Di dalam segala peristiwa ini kita melihat betapa Allah juga menuntut kemauan kita untuk taat pada perintah-Nya. Petrus taat, ia menerima utusan itu dan bersedia mengikuti mereka. Para utusan Kornelius juga taat, mereka sungguh-sungguh mencari Petrus sebagaimana yang telah diperintahkan kepada mereka. Kornelius juga menunjukkan sikap yang taat, ia tidak menunda untuk mengirim utusan. Melalui ketaatan mereka semua terhadap tugas dan panggilan masing-masing, berkat dan pemeliharaan Tuhan menjadi nyata di depan mata mereka.

Sudahkah kita bersyukur atas pemeliharaan Tuhan di dalam setiap waktu kehidupan kita? Sudahkah kita juga taat pada kehendak dan panggilan Tuhan? Biarlah dengan penuh syukur kita pun melihat bagaimana berkat dan pemeliharaan Tuhan menjadi nyata dalam hidup kita. Amin.
Published with Blogger-droid v2.0.4