Selamat datang di Crent Regeneration.

Terimakasih atas kunjungan anda.
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Ef 2:19,8-10)

2/02/2012

BENIH KEHIDUPAN.

BENIH KEHIDUPAN
Markus 4:26-29

Seorang petani memang akan berusaha sebaik-baiknya mencari benih yang unggul, menyuburkan tanah, dan mencari musim yang paling cocok agar benih yang dia tanam dapat tumbuh dengan subur. Setelah benih itu ditanam, sang petani tinggal menunggu benih itu memunculkan tunasnya. Namun si petani tidak mengetahui bagaimana si benih berproses di dalam tanah hingga kemudian bertumbuh dan siap dipanen. Rahasia pertumbuhan itu ada dalam benih, bukan pada tanah atau udara. Semua itu memang membantu pertumbuhan, tetapi benih itu sendiri bertumbuh menurut sifat alaminya.

Perumpamaan ini mengajar para murid agar mengetahui bahwa setiap benih firman yang disampaikan suatu saat akan berbuah (28-29). Firman itu bekerja secara tersembunyi dan rahasia, tak terlihat mata (27). Namun Allah akan membuat benih firman yang didengar setiap telinga dan tertanam dalam pikiran jadi bertumbuh dalam kehidupan orang yang mendengarnya. Tidak ada orang yang tahu bagaimana firman itu bisa berproses hingga kemudian bertumbuh dalam hidup seseorang. Hanya Allah yang mengetahuinya. Maka ketika kita mendengar firman Tuhan, firman itu akan bertumbuh tanpa bisa dilihat oleh mata jasmani kita.

Secara tersembunyi firman itu berkuasa mengubah hidup kita. Tak heran jika kita mengalami bagaimana firman menegur kita, menantang kita, menghibur kita, atau menguatkan kita.

Dan bila kita memberitakan firman Tuhan, kita tidak perlu mengkhawatirkan pengaruh firman pada diri orang yang kita beritakan. Kita tidak perlu mencemaskan apakah orang mau mencamkan atau malah menolak firman yang kita nyatakan.Yang penting, beritakan firman kepada sebanyak mungkin orang. Lalu hasilnya? Serahkanlah semua itu kepada Tuhan. Seperti halnya benih yang ditabur akan bertunas, bertumbuh, dan menghasilkan buah, demikianlah firman Tuhan dalam diri setiap orang yang bersedia mendengar. Tuhan berjanji bahwa firman-Nya tidak akan kembali dengan sia-sia melainkan akan mencapai maksud-Nya (Yes. 55:11).
Published with Blogger-droid v2.0.4

No comments:

Post a Comment