Selamat datang di Crent Regeneration.

Terimakasih atas kunjungan anda.
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Ef 2:19,8-10)

10/14/2014

( Panggilan Paulus 2 ) Keberhasilan dan Tantangan


(2) Keberhasilan dan tantangan
Kisah Para Rasul 16:13-18

Pelayanan perdana Paulus di daratan Eropa membuahkan hasil yang manis. Seorang perempuan saleh bernama Lidia membuka hati bagi pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan Paulus. Bahkan ia memberi diri bersama keluarganya dibaptis.

(13)  Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ. 
(14)  Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. 
(15) Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia mendesak sampai kami menerimanya. 
Rumah Lidia menjadi basis pelayanan Paulus di kota Filipi.

Tantangan juga mulai menghadang pelayanan Paulus. Tantangan itu datang dari seorang hamba perempuan yang memiliki roh tenung dan berhari-hari mengganggu dan mengambil keuntungan dari pelayanan Paulus. Maka Paulus pun dengan tegas dan keras menengking roh tenung itu sehingga keluar dari hamba perempuan itu .

( 16)  Pada suatu kali ketika kami pergi ke tempat sembahyang itu, kami bertemu dengan seorang hamba perempuan yang mempunyai roh tenung; dengan tenungan-tenungannya tuan-tuannya memperoleh penghasilan besar.
(17)  Ia mengikuti Paulus dan kami dari belakang sambil berseru, katanya: "Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan."
(18)  Hal itu dilakukannya beberapa hari lamanya. Tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada roh itu: "Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini." Seketika itu juga keluarlah roh itu. 

Kita melihat beberapa hal untuk kita jadikan sebagai teladan serta peringatan. Pertama, kiranya setiap kita dapat melihat bahwa anugerah keselamatan bisa menjangkau dan tersedia bagi siapapun tanpa memandang jenis kelamin, suku bangsa, atau status sosial di masyarakat. Walaupun di kalangan bangsa Yahudi perempuan bukan kaum yang terutama, tetapi Tuhan berkarya dan memberikan anugerah iman kepada Lidia sehingga ia beserta seisi rumahnya memperoleh pelayanan baptisan oleh rasul Paulus. Bahkan Paulus dan rekan-rekan juga singgah dan sempat menumpang di rumah Lidia sebagai bentuk apresiasi sekaligus konfirmasi dari iman percaya Lidia.
Kita juga melihat bahwa di dalam setiap pekerjaan Tuhan selalu ada tantangan yang berasal dari kuasa kegelapan. Setiap pemberitaan Injil di mana pun, kapan pun, dan kepada siapapun selalu akan mendapat gangguan dari musuh kita, si setan.

Namun kita melihat bahwa bagaimanapun besar dan hebatnya kuasa si jahat tidak mungkin dapat menghambat apalagi menggagalkan pekerjaan Tuhan. Melalui firman Tuhan kita dapat melihat betapa luar biasa dahsyatnya kuasa Tuhan yang menyertai Paulus dan setiap kita yang memberitakan Injil, dan tidak ada kuasa apa pun yang dapat bertahan di hadapan Tuhan. Maka, mari dengan berani kita menunaikan panggilan pelayanan kita.


No comments:

Post a Comment