RAHASIA UTK MENJADI SEORANG KARYAWAN YANG BERHASIL.
Mengapa ada karyawan yg bekerja selama belasan tahun dgn penghasilan yg pas-pasan, merasa kurang sejahtera, takut utk pidah kerja, dan tdk punya masa depan?
Mengapa ada karyawan bisa mengubah nasibnya?
Mengapa ada karyawan bagian jahit yg berhasil menjadi Manajer Produksi?
Mengapa ada karyawan pabrik tas yg berhasil membangun pakbrik tas?
Mengapa ada karyawan yg hidup sejahtera dan berhasil?
Mengapa ada karyawan yg disukai oleh atasan dan rekan-rekannya?
CATATAN INI AKAN MENUNJUKAN RAHASIANYA.
(1) BERPIKIRAN MAJU
Itulah rahasia pertama yg membedakan karyawan yg berhasil dan yg kurang berhasil. Karyawan yg berpikiran maju punya RASA MEMILIKI seakan-akan perusahaan itu miliknya sendiri. Dia memberi yg terbaik kepada perusahaan. Dia tidak berpikir picik bahwa itu hanya memperkaya boss saja. Dia menganggap pekerjaan sebagai SEKOLAH yg mendidiknya menjadi pribadi mandiri. Dia menganggap pekerjaan sebagai PELAJARAN yg mengajarnya menjadi seorang ahli. Dan sebagai pribadi yg mandiri dan ahli, dia tidak menggantungkan hidupnya pada perusahaan. Dia memiliki keyakinan bahwa perusahaan membutuhkannya, dan pantas memberi imbalan yg wajar. Kalau perusahaan tidak memberinya kesejahteraan yg memadai, dia siap pindah kerja atau merintis usaha.
(2) MEMILIKI RASA TANGGUNG JAWAB
Itulah ciri utama dari karyawan yg berpikir maju. Dia akan selalu mengerjakan tugas dgn sebaik mungkin, tidak asal-asalan, dan tidak sembarangan. Pada saat melakukan kesalahan, dia akan mengakuinya, tidak mencari alasan untuk menutupi kesalahan, dan tidak menyalahkan orang lain. Dgn demikian dia membuktikannya kepada dirinya sendiri dan kepada atasannya bahwa dia pantas diberi tanggung jawab yg lebih besar.
(3) MEMILIKI INISIATIF
Karyawan yg berpikir maju tidak bekerja seperti robot yg harus selalu diperintah baru bergerak. Dia selalu tahu apa yg harus dikerjakannya meskipun tugas dari atasan belum turun. Dia memikirkan cara mengerjakan tugasnya dgn lebih baik, lebih menghemat waktu, dan lebih besar hasilnya. Itulah sebabnya dia dai sangat produktif, efisien, dan bisa diandalkan.
(4) DISIPLIN
Karyawan yg disiplin tidak mengurangi jam kerja dgn datang terlambat, pulang lebih awal, beristirahat sebelum waktunya, mencari alasan untuk bolos kerja, dan sebagainya. Pada jam kerja, dia bekerja dgn sungguh-sungguh, tidak bersantai-santai, tidak bermalas-malasan, tidak melamun dan tidak membuang-buang waktu. Dgn mendisplin diri setiap hari dia membentuk karakter seorang pribadi yg mantap, pribadi yg bisa memerintah diri sendiri, pribadi seorang pemimpin.
(5) RAJIN
Karyawan yg rajin lebih dihargai dibandingkan yg malas, lamban, loyo dan tidak bersemangat kerja. Kerajinan mencerminkan pribadi yg punya kemauan untuk berkembang dan meraih yg terbaik dalam hidupnya. Kerajinan membentuknya menjadi pribadi yg mandiri.
(6) BISA BEKERJASAMA
Karyawan yg bisa bekerjasama adalah karyawan yg punya peluang menjadi atasan. Cirinya: dia selalu siap membantu orang lain, segera menyelesaikan masalah atau konflik dgn orang lain, tidak menjatuhkan orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri, rela berkorban demi kekompakan kelompoknya.
(7) MEMPUNYAI NILAI TAMBAH
Karyawan yg selalu berusaha meningkatkan nilai dirinya adalah karyawan yg menghargai diri sendiri, yg punya kemauan untuk maju. Misalnya: seorang operator telepon bisa meningkatkan kemampuan bahasa inggrisnya. Siapa tahu tahun depan perusahaannya membutuhkan staf export. Seorang karyawan bagian jahit bisa mengembangkan keahliannya sampai taraf mahir. Siapa tahu tahun depan pabriknya gulung tikar, sehingga dia bisa menggelar bisnis menjahit sendiri. Seorang karyawan bagian kebersihan bisa belajar mengetik, komputer atau kursus accounting. Siapa tahu tahun depan ada staf administrasi yg cuti hamil dan bisa menggantikannya.
(8) MEMPUNYAI RASA PERCAYA DIRI
Karyawan yg berpikiran maju selalu berusaha menjadi pribadi yg percaya diri, tidak minder, tidak pemalu, tidak sensitif, berani mengemukakan pendapat, dsb. Dia bisa menyesuaikan diri dgn lingkungan yg baru, dgn rekan kerjanya dan atasannya. Bagaimana caranya? Belajarlah dari teman, dari atasan, dari buku, dari majalah dsb.