Selamat datang di Crent Regeneration.

Terimakasih atas kunjungan anda.
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Ef 2:19,8-10)

10/15/2014

( Panggilan Paulus 4 ) Selalu ada Tantangan


(4) Selalu ada tantangan
Kisah Para Rasull 17:1-9

Kota kedua yang dikunjungi Paulus di daratan Eropa ialah Tesalonika. Sebagaimana di kota Filipi, di sini Paulus masuk ke sebuah rumah ibadat orang Yahudi untuk memberitakan Injil dengan membahas kitab Perjanjian Lama.

(1)  Paulus dan Silas mengambil jalan melalui Amfipolis dan Apolonia dan tiba di Tesalonika. Di situ ada sebuah rumah ibadat orang Yahudi.
(2)  Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci.

Paulus menjelaskan mengapa Mesias harus mati dan bangkit dari antara orang mati, sebagai intisari Injil.

(3)  Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia berkata: "Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu."

Pemberitaan ini membuat beberapa orang Yahudi menjadi percaya kepada Yesus.

(4)  Beberapa orang dari mereka menjadi yakin dan menggabungkan diri dengan Paulus dan Silas dan juga sejumlah besar orang Yunani yang takut kepada Allah, dan tidak sedikit perempuan-perempuan terkemuka. 

Di antara mereka adalah Yason , serta mungkin pula Aristarkus dan Sekundus.

(7)  dan Yason menerima mereka menumpang di rumahnya. Mereka semua bertindak melawan ketetapan-ketetapan Kaisar dengan mengatakan, bahwa ada seorang raja lain, yaitu Yesus."

Bahkan sejumlah besar orang Yunani dan para perempuan terkemuka pun ikut bergabung .
Seperti perikop sebelumnya, pekerjaan Tuhan selalu mengalami gangguan dan rintangan, baik dari luar maupun dari dalam. Di Filipi, orang nonYahudi memusuhi Paulus sementara di Tesalonika, justru orang-orang Yahudi. Mereka mengajak beberapa penjahat dan berandal-berandal pasar mengadakan keributan dan kekacauan di kota Tesalonika. Mereka bahkan menyerbu rumah Yason untuk menangkap Paulus dan karena tidak ditemukan, Yasonlah yang dijadikan sasaran kemarahan.

Hanya dengan jaminan Yason, penduduk kota Tesalonika menjadi tenang.

(6)  Tetapi ketika mereka tidak menemukan keduanya, mereka menyeret Yason dan beberapa saudara ke hadapan pembesar-pembesar kota, sambil berteriak, katanya: "Orang-orang yang mengacaukan seluruh dunia telah datang juga ke mari, 

Apa pun situasinya, Paulus dan rekan-rekan pemberita Injil dengan konsisten memberitakan Injil yang intinya ialah Kristus adalah Raja yang harus mati dan bangkit! Meskipun pemberitaan Injil mengakibatkan ada orang yang membenci mereka dan berupaya membungkam pemberitaan Injil, tetapi mereka tidak gentar atau goyah. Mereka tetap teguh dan tegar di dalam menghadapi berbagai ancaman sebagai risiko dalam pelayanan pemberitaan Injil.


Kita juga melihat bahwa Kristus adalah Raja yang jauh lebih berkuasa daripada raja-raja dunia ini, dan kita tidak perlu khawatir terhadap kuasa apa pun di dunia ini, bila kita melayani Kristus. Di dalam setiap pergumulan dan kesulitan yang kita hadapi saat kita melakukan pekerjaan Tuhan, Ia pasti menyertai serta memberikan pertolongan pada waktu-Nya, sesuai dengan kedaulatan kehendak-Nya yang sempurna.



10/14/2014

( Panggilan Paulus 3 ) Tantangan dan Pemeliharaan Tuhan


(3) Tantangan dan pemeliharaan Tuhan
Kisah Para Rasul 16:19-40

Dalam setiap pelayanan selalu ada risiko, dalam setiap pekerjaan Tuhan selalu ada konsekuensi. Melayani Tuhan selalu harus siap pikul salib. Ini yang kita baca di ayat-ayat firman Tuhan hari ini.
Perbuatan Paulus mengusir roh tenung dari hamba perempuan itu berdampak pada kemarahan pemilik hamba perempuan yang kehilangan penghasilan mereka. Paulus dan Silas pun ditangkap dan diseret ke hadapan penguasa setempat.

(19)  Ketika tuan-tuan perempuan itu melihat, bahwa harapan mereka akan mendapat penghasilan lenyap, mereka menangkap Paulus dan Silas, lalu menyeret mereka ke pasar untuk menghadap penguasa.

Dengan tuduhan bahwa keduanya mengacaukan kehidupan penduduk kota Filipi, mereka dilempar ke penjara setelah menerima siksaan terlebih dahulu.

(20)  Setelah mereka membawa keduanya menghadap pembesar-pembesar kota itu, berkatalah mereka, katanya: "Orang-orang ini mengacau kota kita ini, karena mereka orang Yahudi,
(21)  dan mereka mengajarkan adat istiadat, yang kita sebagai orang Rum tidak boleh menerimanya atau menurutinya." 
(22)  Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka.
(23)  Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh.
(24)  Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.

Tuhan tidak pernah meninggalkan dan melupakan hamba yang setia kepada-Nya. Ia membebaskan Paulus dan Silas yang sedang berdoa dan memuji Tuhan, melalui fenomena alam yaitu gempa bumi yang hebat hingga bukan hanya membuat semua pintu penjara terbuka, tetapi bahkan belenggu pun terlepas.

(25)  Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
(26)  Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.

Kisah ini berakhir dengan happy ending karena kepala penjara yang tadinya hendak membunuh diri, kemudian bertobat dan dibaptiskan, beserta seluruh keluarganya. Bahkan para pejabat dan pembesar kota pun, setelah tahu bahwa Paulus seorang warga negara Romawi, datang meminta maaf kepada mereka berdua yang telah dianiaya tanpa diadili. Lalu para pemuka kota itu mengantar mereka keluar dari kota Filipi.

(27)  Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri.
(28)  Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!"
(29)  Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas.
(30)  Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" 
(31)  Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." 
(32)  Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. 
(33)  Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis.
(34)  Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.
(35)  Setelah hari siang pembesar-pembesar kota menyuruh pejabat-pejabat kota pergi kepada kepala penjara dengan pesan: "Lepaskanlah kedua orang itu!"
(36)  Kepala penjara meneruskan pesan itu kepada Paulus, katanya: "Pembesar-pembesar kota telah menyuruh melepaskan kamu; jadi keluarlah kamu sekarang dan pergilah dengan selamat!"
(37)  Tetapi Paulus berkata kepada orang-orang itu: "Tanpa diadili mereka telah mendera kami, warganegara-warganegara Roma, di muka umum, lalu melemparkan kami ke dalam penjara. Sekarang mereka mau mengeluarkan kami dengan diam-diam? Tidak mungkin demikian! Biarlah mereka datang sendiri dan membawa kami ke luar." 
(38)  Pejabat-pejabat itu menyampaikan perkataan itu kepada pembesar-pembesar kota. Ketika mereka mendengar, bahwa Paulus dan Silas adalah orang Rum, maka takutlah mereka.
(39)  Mereka datang minta maaf lalu membawa kedua rasul itu ke luar dan memohon, supaya mereka meninggalkan kota itu.
(40)  Lalu mereka meninggalkan penjara itu dan pergi ke rumah Lidia; dan setelah bertemu dengan saudara-saudara di situ dan menghiburkan mereka, berangkatlah kedua rasul itu.
Melalui bacaan ini, kita memperoleh pelajaran bahwa meskipun dalam setiap pelayanan ada risiko dan konsekuensi yang harus siap kita pikul, tetapi kita tidak perlu khawatir karena Tuhan pasti akan menolong dan melepaskan kita. Kuasa Allah akan memampukan kita menghadapi kesulitan apa pun. Tiada kuasa apa pun, baik kuasa gelap berupa serangan roh-roh jahat maupun kuasa manusia, berupa pemerintahan dunia yang antikristen atau pemimpin-pemimpin keagamaan yang fanatik, yang sanggup menghancurkan iman dan pelayanan anak-anak Tuhan. Biarlah firman Tuhan ini bisa membuat kita lebih giat dan bersemangat melayani pekerjaan Tuhan dan tidak gentar menghadapi berbagai tantangan dan pencobaan.


( Panggilan Paulus 2 ) Keberhasilan dan Tantangan


(2) Keberhasilan dan tantangan
Kisah Para Rasul 16:13-18

Pelayanan perdana Paulus di daratan Eropa membuahkan hasil yang manis. Seorang perempuan saleh bernama Lidia membuka hati bagi pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan Paulus. Bahkan ia memberi diri bersama keluarganya dibaptis.

(13)  Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ. 
(14)  Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. 
(15) Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia mendesak sampai kami menerimanya. 
Rumah Lidia menjadi basis pelayanan Paulus di kota Filipi.

Tantangan juga mulai menghadang pelayanan Paulus. Tantangan itu datang dari seorang hamba perempuan yang memiliki roh tenung dan berhari-hari mengganggu dan mengambil keuntungan dari pelayanan Paulus. Maka Paulus pun dengan tegas dan keras menengking roh tenung itu sehingga keluar dari hamba perempuan itu .

( 16)  Pada suatu kali ketika kami pergi ke tempat sembahyang itu, kami bertemu dengan seorang hamba perempuan yang mempunyai roh tenung; dengan tenungan-tenungannya tuan-tuannya memperoleh penghasilan besar.
(17)  Ia mengikuti Paulus dan kami dari belakang sambil berseru, katanya: "Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan."
(18)  Hal itu dilakukannya beberapa hari lamanya. Tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada roh itu: "Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini." Seketika itu juga keluarlah roh itu. 

Kita melihat beberapa hal untuk kita jadikan sebagai teladan serta peringatan. Pertama, kiranya setiap kita dapat melihat bahwa anugerah keselamatan bisa menjangkau dan tersedia bagi siapapun tanpa memandang jenis kelamin, suku bangsa, atau status sosial di masyarakat. Walaupun di kalangan bangsa Yahudi perempuan bukan kaum yang terutama, tetapi Tuhan berkarya dan memberikan anugerah iman kepada Lidia sehingga ia beserta seisi rumahnya memperoleh pelayanan baptisan oleh rasul Paulus. Bahkan Paulus dan rekan-rekan juga singgah dan sempat menumpang di rumah Lidia sebagai bentuk apresiasi sekaligus konfirmasi dari iman percaya Lidia.
Kita juga melihat bahwa di dalam setiap pekerjaan Tuhan selalu ada tantangan yang berasal dari kuasa kegelapan. Setiap pemberitaan Injil di mana pun, kapan pun, dan kepada siapapun selalu akan mendapat gangguan dari musuh kita, si setan.

Namun kita melihat bahwa bagaimanapun besar dan hebatnya kuasa si jahat tidak mungkin dapat menghambat apalagi menggagalkan pekerjaan Tuhan. Melalui firman Tuhan kita dapat melihat betapa luar biasa dahsyatnya kuasa Tuhan yang menyertai Paulus dan setiap kita yang memberitakan Injil, dan tidak ada kuasa apa pun yang dapat bertahan di hadapan Tuhan. Maka, mari dengan berani kita menunaikan panggilan pelayanan kita.


10/13/2014

( Panggilan Paulus 1) Melayani Sesuai Rencana Allah


(1) Melayani sesuai rencana Allah
Kisah Para Rasul 16:1-12

Pelayanan merupakan panggilan Allah. Oleh karena itu, di mana, kepada siapa, dan bagaimana melayani harus sepenuhnya bergantung pada pimpinan dan kehendak Allah.
Panggilan Paulus jelas memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa nonYahudi. Maka, setelah menetap sekian lama di gereja induk, Antiokhia, dan kemudian berkeliling ke jemaat-jemaat yang dia dirikan dan layani, Paulus kembali mengarahkan diri untuk ke wilayah-wilayah baru agar Injil pun dapat diberitakan di sana. Paulus membawa serta seorang murid bernama Timotius yang dikenal dengan baik oleh saudara-saudara seiman di kota Listra.

(1) Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani.
(2) Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium, 
(3) dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.
(4)  Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya.
(5) Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya. 

Ternyata Roh Kudus melarang dan tidak mengizinkan mereka memberitakan Injil di Asia dan juga daerah Bitinia.

(6)  Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.
(7)  Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka. 

Rupanya, Tuhan sudah menyediakan pelayanan bagi Paulus untuk memberitakan Injil ke Makedonia, maka ia dan rekan-rekannya pun berangkat ke Makedonia dan tiba di Filipi, kota pertama di bagian Makedonia.

(9)  Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!"
(10)  Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana. 
(11)  Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis;
(12)  dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari.

Mari kita menarik beberapa pelajaran yang bermanfaat untuk diterapkan dalam pelayanan kita.
Pertama, dalam melayani pekerjaan Tuhan kita perlu bekerja sama dengan orang lain yang mempunyai beban dan iman yang sama. Seperti Paulus yang mengajak Timotius dan juga Silas dalam melaksanakan pelayanan pemberitaan Injil Tuhan ke berbagai tempat yang Tuhan siapkan untuk dilayani.

Kedua, kita juga harus peka dalam melakukan setiap pelayanan yang sudah kita pikirkan dan rencanakan dengan baik. Sekiranya rencana kita tidak sesuai dengan kehendak dan rencana Tuhan maka kita harus rela untuk menunda atau merubah rencana kita untuk disesuaikan dengan rencana Tuhan yang pasti lebih baik dan sempurna.


Selanjutnya, dalam setiap pelayanan yang Tuhan percayakan untuk kita, kita harus senantiasa bersandar dan berharap serta mengandalkan Tuhan sebagai yang Empunya pelayanan tersebut. Sehingga meskipun ada berbagai halangan atau rintangan bahkan ancaman maut, kita tidak gentar dan goyah.

8/27/2014

(Bab 10) KUASA KESEMBUHAN

10
Kuasa Kesembuhan

Kuasa lain yang bekerja saat Kerajaan Surga berinvasi adalah kuasa kesembuhan. Adanya kesembuhan adalah salah satu tanda hadirnya Kerajaan Allah dalam hidup seseorang. Ke mana pun Yesus mengutus murid-murid-Nya, Ia memerintahkan mereka untuk melakukan pelayanan kesembuhan di dalam pemberitaan Kerajaan Allah. Lukas 9:1-2

Pada waktu Kristus di dunia, kesembuhan dan pemberitaan Kerajaan Allah adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Hari-hari ini kesembuhan dan mujizat sangatlah jarang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kita hanya melihat kesembuhan Ilahi di dalam acara-acara kebaktian kebangunan rohani. Kesembuhan Ilahi dan mujizat seolah-olah hanyalah monopoli para penginjil "besar" yang mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani.

Banyak orang percaya tidak menyadari bahwa setiap anggota Kerajaan Allah diberi otoritas dan kekuatan untuk menyembuhkan orang sakit, mengusir setan dan untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kristus memerintahkan murid¬-murid-Nya bukan hanya pergi dan menjadikan segala bangsa murid-Nya, dan membaptiskan mereka, tetapi juga harus “Mengajarkan mereka untuk melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan kepada murid-murid-Nya" Matius 28:19-20


Salah satu tugas yang diberikan Kristus kepada kedua belas rasul-rasul-Nya adalah menyembuhkan orang-orang sakit (Matius 10:1, 7-8). Jadi, tugas untuk menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, mendemonstrasikan Kerajaan Allah dengan kuasa adalah tugas setiap orang percaya (Markus 16:15-20) Memang di dalam konteks tubuh Kristus atau kejemaatan, pelayanan kesembuhan bukanlah berlaku bagi semua orang percaya, tetapi di dalam konteks pemberitaan Kerajaan Allah semua orang percaya diberikan tugas tersebut.

Maka Yesus memanggil kedus belas murid-murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasi setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang, Lukas 9:1-2

  
Lalu pergilah mereka
dan mereka mengelilingi segala desa
sambil memberitakan Injil
dan menyembuhkan orang sakit
di segala tempat.
Lukas 9:6

Perjanjian Mujizat Kesembuhan

Kesembuhan Adalah Sebuah Perjanjian
Kesembuhan dan mujizat bukan hanya kehendak Allah, tetapi lebih dari hal itu. Sesuatu yang dikehendaki belum tentu dilaksanakan. Contoh: Saya saat ini sangat ingin menolong seseorang, tetapi saya sedang sibuk menulis buku. Tetapi kalau saya sudah terikat harus menolong seseorang, maka itu sangatlah berbeda. Berkehendak itu kurang pasti, tetapi berkehendak karena sudah terikat janji itu lebih pasti. Allah bukan hanya berkehendak untuk menyembuhkan kita, tetapi Ia telah terikat janji untuk menyembuhkan kita.

Di dalam Keluaran Kitab, ada sebuah pola perjanjian tentang berkat dan kesembuhan. Di sini Allah berjanji untuk memberikan kesembuhan kepada kita apabila kita hidup beribadah kepada-Nya (Keluaran 23:25-26).
Sebuah perjanjian adalah suatu ikatan yang mempertaruhkan nama baik Allah.

Sebab: Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya? Bilangan 23:19

Allah itu setia dan mustahil Ia melalaikan Perjanjian-Nya. 
Allah pasti akan menyembuhkan dan memberkati kita dalam segala hal, 
kalau kita mengerjakan bagian kita, yaitu
BERIBADAH KEPADA-NYA.



Allah keselamatanku
Mazmur 51:12-19

Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!
Maka aku akan mengajarkan jalan-jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdoa berbalik kepada-Mu.
Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!
Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!
Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Beribadahlah kepada
TUHAN
dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya
dengan sorak-sorai!
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor,
biarlah rohmu menyala-nyala dan
 layanilah Tuhan.
Mazmur 100:2, Roma 12:11

SETIAP KESEMPATAN
DAPAT MENJADI PELUANG UNTUK BELAJAR
DAN MENYAMPAIKAN KEBENARAN

Seperti firman yang ada tertulis dalam: Ulangan 6:7

haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang
kepada anak-anakmu dan membicarakannya 
apabila engkau duduk di rumahmu,
apabila engkau sedang dalam perjalanan, 
apabila engkau berbaring dan 
apabila engkau bangun.

Haruslah kita mempelajarinya berulang-ulang dan membicarakannya. Mungkin kita terhambat oleh kesibukan kita sehari-hari, sehingga kita berpikir, bahwa tidak ada waktu lagi untuk, membaca dan mempelajari Alkitab. Karena berpikir bahwa proses belajar itu hanya dapat berlangsung di tempat- tempat tertentu, di waktu, dan jam- jam tertentu, dan dengan cara-cara tertentu?
Mungkin selama ini kita justru mengabaikan waktu dan kesempatan yang baik karena kita anggap itu bukanlah jam dan tempat belajar yang tepat. Kalau kita sungguh-sungguh mau belajar untuk peka, kreatif dan inovatif,  maka dalam membaca dan mempelajari firman Tuhan  dan kebenaran-Nya tidak akan mengenal halangan tempat dan waktu.

Temukanlah kesempatan itu!


8/26/2014

(Bab 9) PELEPASAN

9
PELEPASAN

Pengertian Pelepasan:
Pelepasan artinya dilepaskan dari belenggu-belenggu dosa yang mengikat dan yang menghambat pertumbuhan rohani dan pelayanan seseorang.
Jalan kelepasan hanya ada pada Tuhan kita, Yesus Kristus.( Mazmur 124:6-8)
Iblis dapat mengikat siapa saja, di dalam segala aspek kehidupan. (2Timotius 2:26)
Kalau terjerat, kita tidak tahu mau kemana, tidak punya tujuan. Contohnya, perahu yang terikat hanya bisa bergerak sebatas ikatan. Kalau mau bebas, ikatannya harus di lepaskan/diputus. Musuh terbesar kita adalah;
Diri sendiri, Siksaan pikiran: Bimbang, bingung, ragu-ragu, kuatir dan ketakutan. 
Yakobus 1:6, Filipi 4:6



Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia (Ketakutan, kebimbangan, keragu-raguan, kekuatiran yang dapat membuat kita menjadi tidak tenang, sehingga kita mendua hati) dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama (Intimidasi Iblis). Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita (pada saat belum percaya dan bertobat) seketika lamanya. 1Petrus 5:7-10

Sebab orang yang mendua hati
tidak akan tenang hidupnya.
Yakobus 1:8


Faktor-faktor penyebab keterikatan:
• Kepahitan: Ibarani 12:14-17
solusinya mengampuni; Efesus 4:32
• Cinta sesuatu lebih dari Tuhan: 1Timotius 6:10
solusinya mengasihi dan memprioritaskan Tuhan lebih dari segalanya. 1Yohanes 4:19-20
•Pengaruh lingkungan mengakibatkan kenajisan: Titus 1: 13-16
solusinya takut akan Tuhan, perisai kita. Mazmur 115:11

Akar dari ketiga hal tersebut adalah kesombongan atau gambar diri yang rusak.
Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.Amsal 8:13

Yang harus diketahui didalam pelayanan kelepasan:
• Roh yang ada pada kita lebih besar dari pad roh yang ada di dunia ini. 1Yohanes 4:4
• Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah. 
Efesus 6:11-17 

Hal-hal yang perlu dilepaskan:
Perbuatan daging telah nyata, yaitu:
(1)  percabulan,
(2)  kecemaran,
(3)  hawa nafsu,
(4)  penyembahan berhala,
(5)  sihir,
(6)  perseteruan,
(7)  perselisihan,
(8)  iri hati,
(9)  amarah,
(10)  kepentingan diri sendiri,
(11)  percideraan,
(12)  roh pemecah,
(13)  kedengkian,
(14)  kemabukan,
(15)  pesta pora dan sebagainya
.

Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu-seperti yang telah kubuat dahulu-bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian,
ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Galatia 5:16-21

Jangan Lagi Hidup Menurut Daging
Tetapi Menurut Roh

Maksudku ialah:
hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.  Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging — karena keduanya bertentangan — sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. Galatia 5:16-18

Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki. Galatia 5:25-26

Cara mendapat kelepasan :
• Mengakui kesalahan dengan ketulusan hati. Mazmur 32:5
• Tunduk kepada Allah dengan kerendahan hati. Yakobus 4:6–7
• Bertobatlah dan meninggalkan kejahatan. KisahPara Rasul 8:22

Persiapan sebelum pelayanan pelepasan:
• Hidup kudus.  Ibrani 12:14
• Percaya dengan iman. Ibrani 11:6


Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berken kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah member upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Tanda-tanda orang yang sedang dikuasai roh jahat:
Mata melotot, Suara berubah, Bertingkah aneh dan menjerit-jerit. 
Markus 1:26

Cara pelepasan:
• Ikat kuasa roh jahat dalam Nama Yesus
• Usir kuasa roh jahat dalam Nama Yesus
Iblis yang kita hadapi tidak akan mati, hanya dapat diusir dalam nama Yesus.

”Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?”Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: “Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada orang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa
dalam nama Yesus Kristus,
orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati-bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.
Kisah Para Rasul 4:7b-10

8/25/2014

(Bab 8) PERTOBATAN

8
PERTOBATAN

Maksud dari pelajaran ini adalah untuk membawa semua yang belajar sampai ke tempat dimana mengalami pertobatan yang sungguh-sungguh, dan benar.

Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan tidak mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. Matius 6:24

Firman Allah menyatakan di atas bahwa tidak mungkin untuk melayani dua tuan pada saat yang sama, karena kehendak mereka bertolak belakang.



 
Demikian juga dalam kehidupan rohani. Setan mau supaya kita tetap melayani diri sendiri dan mengalami maut, tetapi Allah mau supaya kita melayani kebenaran dan mengalami kehidupan. Kita harus memilih untuk berjalan dalam salah satu dari kerajaan-kerajaan ini. Apakah berjalan di dalam kerajaan maut atau Kerajaan Allah.

Untuk melayani kebenaran, maka kita harus meninggalkan apa yang disebut kepentingan diri sendiri atau melayani diri sendiri. Caranya ialah mulai dari hati kita yaitu harus ada pertobatan di dalam hati sebagai hasil dari penyesalan yang sungguh-sungguh dari mementingkan diri sendiri, sesudah itu barulah kita bisa menaruh iman dan kepercayaan kepada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat satu-satunya. Jikalau kita melakukan apa yang di atas ini, yaitu memilih untuk hidup di dalam Kerajaan Allah, yang 
berarti mau melayani kebenaran dan kehidupan dengan penyesalan yang sungguh-sungguh dari dalam hati, kemudian kita menaruh iman dan kepercayaan kepada Tuhan Yesus untuk memperoleh keselamatan, hal inilah dalam Firman Allah disebut "Pertobatan"

Pertobatan ialah:
Menyesali dengan sungguh-sungguh atas dosa-dosa kita dan memutuskan untuk berubah, yang berarti berbalik dari kejahatan dan menuju kepada kebenaran, atau: Suatu perubahan di dalam hati dan pikiran dan tujuan yang diikuti dengan kerelaan hati dan tindakan untuk berbalik dan berubah dari kebiasaan cara hidup yang lama kepada cara hidup yang baru di dalam Yesus Kristus.

Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?  Roma 2:4


I. Sikap Allah Terhadap Pertobatan
Menurut Firman Allah pertobatan yang sungguh-sungguh harus diikuti dengan cara hidup yang baru: 
Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapanKu serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti. hidup, ia tidak akan mati. Segala durhaka yang dibuatnya tidak diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya. Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya, supaya ia hidup?  Yehezkiel18: 21-23

 II. Pertama Selalu Pertobatan
Sejarah mencatat bahwa suatu kebangunan rohani terjadi karena pertobatan diberitakan terlebih dahulu. Pertobatan adalah dasar dari setiap perjalanan yang kekal dengan Allah. Pertobatan adalah fondasi dari asas-asas pertama ajaran tentang Kristus.
Apakah dasar pertama dari ajaran tentang Kristus?  Pertobatan

III. Pentingnya Pertobatan
Pertobatan adalah penting karena sangat dititik beratkan dalam ajaran-ajaran di dalam Alkitab/Firman Tuhan. Pertobatan adalah pemberitaan utama dari:
Firman Tuhan ALLAH: Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan. Yehezkiel 18:30b

Yesus Kristus: Waktunya telah genap: Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil! Markus 1:15

Yohanes Pembaptis: Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!  Matius 3:2

Murid-murid Yesus: Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat.  Markus 6:12

Rasul Petrus: Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan. Kisah Para Rasul 3:19


Rasul Paulus: Bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-yang sesuai dengan pertobatan itu. Kisah Para Rasul 26:20

Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan,
maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia,
bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.
Kepada siapa berita pertobatan ini disampaikan?
Kepada semua orang di muka bumi ini.
Kisah Para Rasul 17:30

IV. Pertobatan Dari Dosa
(A). Ketika Adam berdosa maka seluruh umat manusia jatuh ke dalam dosa yang berarti memberontak, melawan, melanggar perintah Allah.
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Roma 5:12

(B). Tindakan yang penuh dosa adalah akibat dari perbuatan atau dosa yang diwarisi dari Adam.
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemulian Allah Roma 3:23

(C). Akibat dari dosa ialah binasa atau maut atau kematian rohani.
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Roma 6:23

(D). Definisi dosa:
1. Dosa ialah pelanggar hukum Allah. I Yohanes 3:4 
2. Dosa ialah tidak melakukan perintahkan Tuhan. Yakobus 4:17
3. Dosa ialah menuruti keinginan daging. Galatia 5:16-21

4. Dosa ialah menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya,Roma 1:24

V. Pertobatan Dari Perbuatan Yang Sia-Sia
Perbuatan yang sia-sia adalah, setiap perbuatan yang tidak untuk menyenangkan Allah. Di luar dari kuasa pekerjaan Tuhan.
Ketika kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan Yesus, berarti kita harus juga bertobat dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dengan kata lain berhenti dari segala usaha dengan kekuatan diri sendiri untuk mendapatkan keselamatan, dan hanya bersandar pada pekerjaan-pekerjaan yang Tuhan Yesus telah lakukan di atas kayu salib, karena: 
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. 2 Korintus 5:21

VI. Pertobatan Yang Benar
Pertobatan yang benar berasal dari Tuhan, Allah kitaYesus Kristus.
“….Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran.

Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang lalu memuliakan Allah, katanya:”Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.”
2 Timotius  2:25b, Kisah Para Rasul 11:18

Contoh pertobatan yang benar:

Perumpamaan tentang anak yang hilang
Lukas 15:11-32

1. Sadar :
lalu ia menyadari keadaannya. (17)
2. Membuat keputusan :
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku. (18)
3. Bertindak :
Maka bangkitlah ia pergi kepada bapanya. (20)
4. Mengakui kesalahan :
Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa. (18)
5. Merendahkan hati :
aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; (19)

Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.(21)

Bapa, bersukacita dan bergembira karena anaknya yang telah mati menjadi hidup kembali. yang telah hilang didapatkan kembali.Anak yang hilang itu diterimanya kembali oleh Bapa dengan sukacita, diberi jabatan baru, diberi cincin dan sepatu baru (Kuasa dan kasih), dipestakan (dipulihkan dan diberkati)

Pertobatan Yang Palsu
Pertobatan palsu ialah pertobatan yang tidak menghasilkan keselamatan  dan buah-buah roh.
"Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan"  Matius 3:8

Contoh pertobatan yang palsu:

(1). Yudas Iskariot, ia menyesal tetapi tidak ada pertobatan atas kelakuan, tabiat, karakter . 
Matius 27:3-4

(2). Penyesalan atau pertobatan Yudas membawa pada maut . Matius 27:5

(3). Raja Saul juga mengaku kalau dia berdosa, dengan berkata:” Aku telah berdosa, sebab telah kulangkahi titah TUHAN. Tetapi ini adalah pertobatan yang palsu karena ia masih mementingkan gengsinya (duniawi) di hadapan para tua-tua bangsanya dan di hadapan rakyatnya dengan mengesampingkan Allah. 1 Samuel 15:24-30

(4). Akibat dosa, Saul tidak datang  pada pertobatan yang benar, maka akhirnya Saul beserta ketiga anaknya dan pembawa senjatanya, dan seluruh tentaranya sama-sama mati terbunuh. Bahkan bukan hanya itu saja, kepala Saul dipancung dan mayatnya dipakukan pada tembok kota Bet-Sean. Oleh orang Filistin. Sesungguhnya, dosa dapat mengakibatkan orang kehilangan kemuliaan dan perlindungan Allah. 1Samuel 1:1-10, Roma 3:23

VII. Buah–Buah Dari Pertobatan Yang Benar

A. Pertobatan yang sungguh-sungguh membawa dukacita menurut kehendak Allah
namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikit pun tidak dirugikan oleh karena kami. Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.
2 Korintus 7:9-10

B. Pengakuan dosa
Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahan tidak kusembunyikan; aku berkata:”Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,” dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Mazmur 32:5

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
Mazmur 51:4-5,12


C. Jangan berbuat dosa lagi
Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakan kebiasaan yang baik. Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu. 1Korintus 15:33-34

D. Pemulihan restitusi
"Tuhan setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat" Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Lukas 19:8-10

VIII. Kesimpulan:

Langkah-langkah yang harus kita praktekan di dalam pertobatan:

1. Sadar akan keadaan kita yang penuh dosa/berdosa.  Roma 3:23
2. Keselamatan bukan oleh karena perbuatan baik kita. Titus 3:5, Efesus 2:8
3. Keselamatan hanya diperoleh melalui Yesus Kristus. Kisah Para Rasul 4:12
4. Bertindak dengan iman: membuat keputusan untuk bertobat.
Lukas 15:18, Yakobus 2:20
5. Mengakui kesalahan dan dosa kita dan memohon pengampunan dari Tuhan.  I Yohanes 1:9, Mazmur 32:5
6. Terima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat dalam kehidupan kita. Yohanes 1:12, Matius 10:32,  Roma 10:9-10
7. Menerima Baptisan air. Matius 28:19
8. Perubahan dalam kehidupan kita sehari-hari, yaitu dengan adanya buah-buah dari pertobatan. Matius 3:8, Galatia 5:22-26

Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan

Matius 3:8