Selamat datang di Crent Regeneration.

Terimakasih atas kunjungan anda.
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Ef 2:19,8-10)
Showing posts with label Pengenalan Akan Allah. Show all posts
Showing posts with label Pengenalan Akan Allah. Show all posts

8/27/2014

(Bab 10) KUASA KESEMBUHAN

10
Kuasa Kesembuhan

Kuasa lain yang bekerja saat Kerajaan Surga berinvasi adalah kuasa kesembuhan. Adanya kesembuhan adalah salah satu tanda hadirnya Kerajaan Allah dalam hidup seseorang. Ke mana pun Yesus mengutus murid-murid-Nya, Ia memerintahkan mereka untuk melakukan pelayanan kesembuhan di dalam pemberitaan Kerajaan Allah. Lukas 9:1-2

Pada waktu Kristus di dunia, kesembuhan dan pemberitaan Kerajaan Allah adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Hari-hari ini kesembuhan dan mujizat sangatlah jarang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kita hanya melihat kesembuhan Ilahi di dalam acara-acara kebaktian kebangunan rohani. Kesembuhan Ilahi dan mujizat seolah-olah hanyalah monopoli para penginjil "besar" yang mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani.

Banyak orang percaya tidak menyadari bahwa setiap anggota Kerajaan Allah diberi otoritas dan kekuatan untuk menyembuhkan orang sakit, mengusir setan dan untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kristus memerintahkan murid¬-murid-Nya bukan hanya pergi dan menjadikan segala bangsa murid-Nya, dan membaptiskan mereka, tetapi juga harus “Mengajarkan mereka untuk melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan kepada murid-murid-Nya" Matius 28:19-20


Salah satu tugas yang diberikan Kristus kepada kedua belas rasul-rasul-Nya adalah menyembuhkan orang-orang sakit (Matius 10:1, 7-8). Jadi, tugas untuk menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, mendemonstrasikan Kerajaan Allah dengan kuasa adalah tugas setiap orang percaya (Markus 16:15-20) Memang di dalam konteks tubuh Kristus atau kejemaatan, pelayanan kesembuhan bukanlah berlaku bagi semua orang percaya, tetapi di dalam konteks pemberitaan Kerajaan Allah semua orang percaya diberikan tugas tersebut.

Maka Yesus memanggil kedus belas murid-murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasi setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang, Lukas 9:1-2

  
Lalu pergilah mereka
dan mereka mengelilingi segala desa
sambil memberitakan Injil
dan menyembuhkan orang sakit
di segala tempat.
Lukas 9:6

Perjanjian Mujizat Kesembuhan

Kesembuhan Adalah Sebuah Perjanjian
Kesembuhan dan mujizat bukan hanya kehendak Allah, tetapi lebih dari hal itu. Sesuatu yang dikehendaki belum tentu dilaksanakan. Contoh: Saya saat ini sangat ingin menolong seseorang, tetapi saya sedang sibuk menulis buku. Tetapi kalau saya sudah terikat harus menolong seseorang, maka itu sangatlah berbeda. Berkehendak itu kurang pasti, tetapi berkehendak karena sudah terikat janji itu lebih pasti. Allah bukan hanya berkehendak untuk menyembuhkan kita, tetapi Ia telah terikat janji untuk menyembuhkan kita.

Di dalam Keluaran Kitab, ada sebuah pola perjanjian tentang berkat dan kesembuhan. Di sini Allah berjanji untuk memberikan kesembuhan kepada kita apabila kita hidup beribadah kepada-Nya (Keluaran 23:25-26).
Sebuah perjanjian adalah suatu ikatan yang mempertaruhkan nama baik Allah.

Sebab: Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya? Bilangan 23:19

Allah itu setia dan mustahil Ia melalaikan Perjanjian-Nya. 
Allah pasti akan menyembuhkan dan memberkati kita dalam segala hal, 
kalau kita mengerjakan bagian kita, yaitu
BERIBADAH KEPADA-NYA.



Allah keselamatanku
Mazmur 51:12-19

Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!
Maka aku akan mengajarkan jalan-jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdoa berbalik kepada-Mu.
Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!
Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!
Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Beribadahlah kepada
TUHAN
dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya
dengan sorak-sorai!
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor,
biarlah rohmu menyala-nyala dan
 layanilah Tuhan.
Mazmur 100:2, Roma 12:11

SETIAP KESEMPATAN
DAPAT MENJADI PELUANG UNTUK BELAJAR
DAN MENYAMPAIKAN KEBENARAN

Seperti firman yang ada tertulis dalam: Ulangan 6:7

haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang
kepada anak-anakmu dan membicarakannya 
apabila engkau duduk di rumahmu,
apabila engkau sedang dalam perjalanan, 
apabila engkau berbaring dan 
apabila engkau bangun.

Haruslah kita mempelajarinya berulang-ulang dan membicarakannya. Mungkin kita terhambat oleh kesibukan kita sehari-hari, sehingga kita berpikir, bahwa tidak ada waktu lagi untuk, membaca dan mempelajari Alkitab. Karena berpikir bahwa proses belajar itu hanya dapat berlangsung di tempat- tempat tertentu, di waktu, dan jam- jam tertentu, dan dengan cara-cara tertentu?
Mungkin selama ini kita justru mengabaikan waktu dan kesempatan yang baik karena kita anggap itu bukanlah jam dan tempat belajar yang tepat. Kalau kita sungguh-sungguh mau belajar untuk peka, kreatif dan inovatif,  maka dalam membaca dan mempelajari firman Tuhan  dan kebenaran-Nya tidak akan mengenal halangan tempat dan waktu.

Temukanlah kesempatan itu!


8/05/2014

(Bab 2) Dasar-dasar Untuk Mempelajari Alkitab

2
Dasar-dasar
Untuk Mempelajari Alkitab

(1). Mulailah Hari Kita dengan Membaca Alkitab
Sebaiknya kita mengawali hari-hari kita dengan membaca Alkitab secara pribadi. Paling baik bila dilakukan di pagi hari karena pikiran masih segar dan mampu membaca serta mempelajari Alkitab. Bila kita menemukan ayat yang berbicara sesuai permasalahan kita dipagi hari, kita dapat merenungkannya sepanjang hari. Kita dapat menyimpannya dalam hati dan pikiran sambil mengerjakan tugas-tugas kita sehari-hari dan menemukan kebenaran lebih banyak lagi yang sesuai dengan apa yang kita baca. Jangan hanya mempercayai kebenaran itu sampai dalam pikiran saja. Saat kita menemukan beberapa kebenaran, catatlah dalam buku sehingga kita tidak cepat melupakannya.

(2). Mulai dengan Bagian-bagian yang Sederhana


Ada beberapa bagian Alkitab yang memiliki arti yang dalam dan membingungkan. Tidak bijaksana untuk mempelajari Alkitab sebelum kita mempunyai dasar kebenaran tentang Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Puaslah untuk membaca, mempelajari, dan menguasai tema-tema yang sederhana lebih dahulu sebelum kita mulai membahas bagian yang artinya dalam, contoh nubuatan.
Juga sebaiknya kita mulai dengan ajaran tentang Yesus, dalam kitab Injil, baru dilanjutkan dengan surat-surat kiriman dan usahakan untuk memperoleh dasar yang kuat dari Perjanjian Baru sebelum kita memegang tema-tema yang lebih lengkap dalam Perjanjian Lama.

(3). Bacalah Secara Teratur
Bacalah Alkitab seperti mengunyah makanan, kita perlu melakukannya secara teratur dan terus menerus agar memiliki kekuatan dan kesehatan yang baik. Ada baiknya juga untuk merencanakan waktu yang teratur. Jika kita tidak makan yang teratur tubuh kita akan lemah. Jika kita tidak membaca Alkitab secara teratur maka roh kita akan menjadi lemah. Jika kita tidak memasukkannya dalam jadwal sehari-hari, kita akan melupakannya.

(4). Mintalah Roh Kudus Menjadi Penterjemah dan Mengajar Kita
Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
Yohanes 14:26
Biarkan Roh Kudus menjadi teman setia saat kita membaca Alkitab. Berbicaralah kepada-Nya tentang firman yang kita baca dan bertanyalah kepada Dia. Dengarkanlah apa yang dikatakan Roh Kudus dalam roh kita saat Ia memberi inspirasi dan penerangan. Biarlah Roh Kudus memberi kita makanan yang sesuai dengan kebutuhan roh kita.

(5). Merenungkan Firman Tuhan
Merenungkan Firman Tuhan sangat mendalam artinya dan besar kuasanya. Hal itu seringkali dinyatakan dan ditegaskan dalam Alkitab.

1.   Yosua diperintahkan untuk merenungkan Firman Tuhan siang dan malam agar memiliki keberhasilan besar seperti yang Tuhan ingin dia alami
Janganlah engkau lupa memperkatankan Kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Yosua 1:8

2.      "Orang benar" dalam hidupnya akan merenungkan Firman Tuhan siang dan malam.
Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Mazmur 1:2
3.      Raja Daud sering mengungkapkan perenungan Firman Tuhan yang ia lakukan.
Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu. Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan.

Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu. Mazmur 119:15-16,99-100

4.      Timotius diperintahkan untuk memperhatikan semua yang telah diajarkan dan hidup di dalamnya sehingga kemajuan rohaninya diketahui semua orang.
Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.1 Timotius 4:15

Merenungkan berarti :
- Menghayati secara mendalam
- Mempertimbangkan sesuatu dengan sungguh-sungguh dari semua segi
- Menyelidiki dan meneliti sesuatu dengan cermat.
- Memikirkan sesuatu dengan matang dan dengan perhatian yang besar.

Konsep perenungan memiliki arti :
- Menyingkir dari segala gangguan.
- Meluangkan waktu dalam saat hening pribadi.
- Hidup dalam roh sambil mempertimbangkan sesuatu secara mendalam
- Belajar bagaimana mendengar dengan tenang suara Allah dalam roh kita
- Berlatihlah melakukan hal ini maka Allah akan menyatakan kepadamu.
- Jadilah "Pelaku Firman" bukan hanya pendengar saja.

(6). Berilah Tanda pada Alkitab dan Buatlah Catatan
Alkitab yang kita miliki tentu berharga bagi kita sehingga kita tidak mau menulisi bagian dalamnya karena alasan tersebut. Namun sebenarnya kita dapat menambah nilai Alkitab itu bagi kita pribadi dengan menjadikannya amat berguna dengan membuat catatan penting didalamnya. Setelah beberapa tahun Alkitab kita dapat menjadi sumber inspirasi yang luar biasa sebab di dalamnya kita membuat catatan dengan cermat. Usahakan menuliskannya dengan rapi dan jelas.

(7). Terapkan Firman Allah dalam Hidup Kita
Dalam Matius 7:24-29 Yesus membuat beberapa perumpamaan tentang kebijaksanaan dan kebodohan. Ia menggambarkan dan menjelaskan perbedaannya berdasarkan prinsip-prinsip dasar. Orang bijak ialah orang yang mendengar Firman Tuhan dan MELAKUKANNYA. Orang bodoh ialah orang yang mendengar Firman Tuhan TETAPI TIDAK MELAKUKANNYA.

(8). Rencanakan untuk Membaca Seluruh Alkitab dalam Satu
Tahun.
Bila kita serius mempelajari Alkitab maka kita akan mampu menyelesaikan pembacaan seluruh bagian Alkitab dalam waktu satu tahun. Banyak daftar bacaan Alkitab tiap hari yang telah diterbitkan akan membantu kita membaca pasal mana yang dapat dibaca pada setiap hari. Namun kita juga dapat merancang dengan cara kita sendiri. Yaitu dengan membaca sedikit demi sedikit dari setiap bagian Alkitab. Misalnya: satu bagian dari sejarah Perjanjian Lama (Kitab Mazmur) dan beberapa pasal Perjanjian Baru.
.

4/21/2014

(Bab 1) Mengenal Allah Melalui Alkitab

1
Mengenal Allah Melalui Alkitab

(A). Alkitab Adalah Firman Allah
Alkitab tidak sama dengan kitab-kitab biasa karena Alkitab adalah Firman Allah yang hidup penuh kuasa Allah, kitab ini ditulis oleh kurang lebih 40 penulis Alkitab ditulis tanpa salah dalam periode 1600 tahun, karena para penulis Alkitab mendapat ilham Roh Kudus (2 Timotius 3:16).

Alkitab telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa, lebih banyak daripada kitab-kitab lain yang ada didunia ini. Pada mulanya Alkitab dalam dua bahasa Ibrani dan Yunani (ada sebagian bahasa Aram). Alkitab yang kita miliki telah diterjemahkan oleh orang-orang yang berpengabdian tinggi sehingga kita sekarang dapat memiliki perkataan, pikiran dan rencana Allah.

Alkitab juga merupakan salah satu kitab yang tertua didunia. Bagian-bagian yang kuno didalam Alkitab terjadi ribuan tahun yang lalu. Meskipun demikian saat ini Alkitab tetap menjadi kitab yang paling modern di dunia ini; karena didalamnya kita menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang utama mengenai kehidupan.

~ Darimana asal kita?
~ Mengapa kita ada disini?
~ Kita hidup untuk apa?
~ Kita hidup untuk siapa?
~ Kemana kita akan pergi?

Walaupun Alkitab terdiri dari 66 kitab, Alkitab hanya mempunyai satu tema pokok yaitu mengenai rencana Tuhan untuk menyelamatkan manusia.
Alkitab terdiri dari 66 kitab yang terbagi menjadi dua bagian : Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Perjanjian Lama berisi antara lain tentang sejarah dan panggilan Allah kepada bangsa Israel dan nubuat tentang Mesias yang dijanjikan akan datang sebagai Juru Selamat.
Perjanjian Baru berisi tentang penggenapan nubuat keselamatan di dalam Yesus dari kelahiran-Nya, pelayanan-Nya di atas kayu salib, kebangkitan-Nya dari antara orang mati, naik ke Surga, gereja-Nya dan rencana kedatangan-Nya yang kedua.




(B). Tujuan Dari Firman Allah
Alkitab yang dapat memberi hikmat kepada kita dan menuntun kita kepada keselamatan oleh iman kepada Tuhan Yesus Kristus.

Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kritus Yesus.

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 2 Timotius 3:15-16.

(C). Firman Allah Adalah Terang Bagi Kehidupan
"Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh Firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya ditempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar didalam hatimu" (2 Petrus 1:19)

"Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
Bila tersingkap,  firman-firman-Mu itu memberi terang, memberi pengertian pada orang-orang bodoh" (Mazmur 119:105-130)

(D). Firman Allah Adalah Makanan Rohani
Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
(Matius 4:4).

Firman Allah Menumbuhkan Rohani
"Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.

Susulah yang kuberikan kepadamu, bukan makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarang pun kamu belum dapat menerimanya" (1 Korintus 3:1-2)

"Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan" (1Petrus 2:2)

Tujuan Allah untuk kita dinyatakan didalam kitab Efesus 4:12,13
untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus"

(E). Firman Allah Seperti Pedang
"dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang roh, yaitu Firman Allah"

Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sum-sum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.(Efesus 6:17, Ibrani 4:12)

Perhatikan bagaimana Yesus menggunakan "Pedang" melawan Iblis pada waktu pencobaan di padang gurun (Lukas 4:1-14)

(F). Firman Allah Kuat Didalam Kita
Setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya diatas batu. Kemudian turunlah hujan dan datang banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak roboh sebab didirikan diatas batu.(Matius 7:24-25) lihat juga ayat 26-27

Yesus berkata bahwa orang yang bijaksana yang membangun rumahnya diatas batu adalah gambaran mereka yang mendengar Firman-Nya dan menaatinya. Firman Allah membangun di bagian dalam kehidupan kita sehingga apa pun yang akan melawan kita, kita akan berdiri dengan kuat.



4/19/2014

Pengenalan akan Allah



Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.

Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran. Hosea 6:3,6

Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar di pagi hari, yang tiada pernah terlambat bersinar, dan memberi terang bagi kehidupan kita. Ia akan datang kepada kita seperti hujan, yang menandakan adanya kehidupan di bumi, seperti hujan pada akhir musim  yang mengairi bumi. Sehingga bumi menumbuhkan berkat-berkat yang melimpah bagi kehidupan manusia.                  
Allah menyukai kasih setia dan pengenalan kita akan Dia. Bukan korban persembahan, bukan korban waktu, tenaga dan pikiran kita, semua itu memang baik dan di kenan Allah. Namun lebih dari pada itu Allah menyukai pengenalan kita akan Dia. Sebab firman Tuhan dalam Hosea 4:6 berkata:

Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.

Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu,
sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian,
ya, jikalu engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian,
jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam,
maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat
Pengenalan Akan Allah.
Kaerena TUHANlah yang memberikan hikmat,
dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.
Amsal 2:1-6






Pendahuluan

Alkitab adalah buku yang sedemikian dahsyatnya karena sumbernya dari Tuhan. Semua kata-kata dalam Alkitab adalah kata-kata Allah dan setiap kata dalam Alkitab adalah kebenaran. Alkitab adalah buku pegangan kehidupan umat manusia. Manfaat bagi kehidupan kita sehari-hari tidak perlu diragukan lagi. Oleh sebab itu, kita harus membaca, mempelajari, dan menaatinya.

Mempelajari Alkitab sama dengan mengejar harta terpendam, dan apabila kita mendalaminya kita akan  memperoleh hikmat yang tak ternilai harganya.
Berikut ini beberapa manfaat besar dari Alkitab ketika kita mempelajarinya dengan sungguh-sungguh.

Manfaat bagi kita dalam mempelajari Alkitab adalah:

1.      Membawa kita kepada jalan keselamatan  
2 Timotius 3:15; Matius 4:4
2.      Meyakinkan kita akan keselamatan yang sudah kita terima  
1 Yohanes 5:13, Roma 5:9-10
3.      Menjadikan kita orang Kristen yang kuat 
1 Yohanes 2:14
4.      Memberikan keyakinan dan kuasa doa 
I Yohanes 5:14, Yakobus 5:16
5.      Memberitahukan kita bagaimana menyucikan diri dari dosa 
1 Yohanes 1:9, Mazmur 32:5
6.      Memberikan sukacita 
Yohanes 15:11
7.      Memberi dan menjadikan  Hikmat bagi kita
2 Timotius 3:15, 1Korintus 1:30
8.      Menimbulkan Damai Sejahtera 
Yohanes 16:33
9.      Memberi terang bagi jalan kehidupan kita 
Mazmur 119:105
10.  Menjamin keberhasilan 
Mazmur 1:1-3; Yosua 1:8

Dalam hidup kekristenan tidak ada unsur yang lebih penting daripada mendalami Alkitab. Unsur-unsur yang lain juga dapat mempengaruhi pertumbuhan rohani orang Kristen, tetapi sesungguhnya tidak dapat menggantikan pendalaman dan penguasaan Firman Allah dan pengenalan kita akan Allah yang tertulis dalam Alkitab.



SETIAP KESEMPATAN
DAPAT MENJADI PELUANG UNTUK BELAJAR
DAN MENYAMPAIKAN KEBENARAN

Seperti firman yang ada tertulis dalam: Ulangan 6:7

haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang
kepada anak-anakmu dan membicarakannya 
apabila engkau duduk di rumahmu,
apabila engkau sedang dalam perjalanan,
 
apabila engkau berbaring dan
 
apabila engkau bangun.

Haruslah kita mempelajarinya berulang-ulang dan membicarakannya.

Mungkin kita terhambat oleh kesibukan kita sehari-hari, sehingga kita berpikir, bahwa tidak ada waktu lagi untuk membaca dan mempelajari Alkitab. Karena berpikir bahwa proses belajar itu hanya dapat berlangsung di tempat- tempat tertentu, di waktu, dan jam- jam tertentu, dan dengan cara-cara tertentu?

Mungkin selama ini kita justru mengabaikan waktu dan kesempatan yang baik karena kita anggap itu bukanlah jam dan tempat belajar yang tepat. Kalau kita sungguh-sungguh mau belajar untuk peka, kreatif dan inovatif,  maka dalam membaca dan mempelajari firman Tuhan  dan kebenaran-Nya tidak akan mengenal halangan tempat dan waktu.

Temukanlah kesempatan itu!