Selamat datang di Crent Regeneration.

Terimakasih atas kunjungan anda.
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Ef 2:19,8-10)

4/19/2014

Pengenalan akan Allah



Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.

Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran. Hosea 6:3,6

Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar di pagi hari, yang tiada pernah terlambat bersinar, dan memberi terang bagi kehidupan kita. Ia akan datang kepada kita seperti hujan, yang menandakan adanya kehidupan di bumi, seperti hujan pada akhir musim  yang mengairi bumi. Sehingga bumi menumbuhkan berkat-berkat yang melimpah bagi kehidupan manusia.                  
Allah menyukai kasih setia dan pengenalan kita akan Dia. Bukan korban persembahan, bukan korban waktu, tenaga dan pikiran kita, semua itu memang baik dan di kenan Allah. Namun lebih dari pada itu Allah menyukai pengenalan kita akan Dia. Sebab firman Tuhan dalam Hosea 4:6 berkata:

Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.

Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu,
sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian,
ya, jikalu engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian,
jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam,
maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat
Pengenalan Akan Allah.
Kaerena TUHANlah yang memberikan hikmat,
dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.
Amsal 2:1-6






Pendahuluan

Alkitab adalah buku yang sedemikian dahsyatnya karena sumbernya dari Tuhan. Semua kata-kata dalam Alkitab adalah kata-kata Allah dan setiap kata dalam Alkitab adalah kebenaran. Alkitab adalah buku pegangan kehidupan umat manusia. Manfaat bagi kehidupan kita sehari-hari tidak perlu diragukan lagi. Oleh sebab itu, kita harus membaca, mempelajari, dan menaatinya.

Mempelajari Alkitab sama dengan mengejar harta terpendam, dan apabila kita mendalaminya kita akan  memperoleh hikmat yang tak ternilai harganya.
Berikut ini beberapa manfaat besar dari Alkitab ketika kita mempelajarinya dengan sungguh-sungguh.

Manfaat bagi kita dalam mempelajari Alkitab adalah:

1.      Membawa kita kepada jalan keselamatan  
2 Timotius 3:15; Matius 4:4
2.      Meyakinkan kita akan keselamatan yang sudah kita terima  
1 Yohanes 5:13, Roma 5:9-10
3.      Menjadikan kita orang Kristen yang kuat 
1 Yohanes 2:14
4.      Memberikan keyakinan dan kuasa doa 
I Yohanes 5:14, Yakobus 5:16
5.      Memberitahukan kita bagaimana menyucikan diri dari dosa 
1 Yohanes 1:9, Mazmur 32:5
6.      Memberikan sukacita 
Yohanes 15:11
7.      Memberi dan menjadikan  Hikmat bagi kita
2 Timotius 3:15, 1Korintus 1:30
8.      Menimbulkan Damai Sejahtera 
Yohanes 16:33
9.      Memberi terang bagi jalan kehidupan kita 
Mazmur 119:105
10.  Menjamin keberhasilan 
Mazmur 1:1-3; Yosua 1:8

Dalam hidup kekristenan tidak ada unsur yang lebih penting daripada mendalami Alkitab. Unsur-unsur yang lain juga dapat mempengaruhi pertumbuhan rohani orang Kristen, tetapi sesungguhnya tidak dapat menggantikan pendalaman dan penguasaan Firman Allah dan pengenalan kita akan Allah yang tertulis dalam Alkitab.



SETIAP KESEMPATAN
DAPAT MENJADI PELUANG UNTUK BELAJAR
DAN MENYAMPAIKAN KEBENARAN

Seperti firman yang ada tertulis dalam: Ulangan 6:7

haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang
kepada anak-anakmu dan membicarakannya 
apabila engkau duduk di rumahmu,
apabila engkau sedang dalam perjalanan,
 
apabila engkau berbaring dan
 
apabila engkau bangun.

Haruslah kita mempelajarinya berulang-ulang dan membicarakannya.

Mungkin kita terhambat oleh kesibukan kita sehari-hari, sehingga kita berpikir, bahwa tidak ada waktu lagi untuk membaca dan mempelajari Alkitab. Karena berpikir bahwa proses belajar itu hanya dapat berlangsung di tempat- tempat tertentu, di waktu, dan jam- jam tertentu, dan dengan cara-cara tertentu?

Mungkin selama ini kita justru mengabaikan waktu dan kesempatan yang baik karena kita anggap itu bukanlah jam dan tempat belajar yang tepat. Kalau kita sungguh-sungguh mau belajar untuk peka, kreatif dan inovatif,  maka dalam membaca dan mempelajari firman Tuhan  dan kebenaran-Nya tidak akan mengenal halangan tempat dan waktu.

Temukanlah kesempatan itu!

1/29/2014

KETIKA KITA BERSERU: TUHAN, TUHAN....!

KETIKA KITA BERSERU: TUHAN, TUHAN....!

29 Januari 2014 pukul 21:18
KETIKA KITA BERSERU: TUHAN, TUHAN….!

“Mengapa kamu berseru kepada-Ku Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?” (Lukas 6:46)

Akan ada banyak orang yang menghadapi saat penghakiman pada suatu hari kelak dengan penuh kekecewaan. Mereka akan berkata,

 “ Tuhan, aku tidak mengerti. Mengapa-kah Engkau sama sekali tidak memperhitungkan aku dalam semua kenyamanan yang telah Engkau sediakan?”

Tuhan dapat menjawab mereka, “ Karena kamu tidak melaksanakan Firman-Ku. Kamu hanya sekadar menyebut dirimu Kristen.”

Sebagian orang menyangka bahwa kalau mereka  berdiri di sebuah gereja dalam kebaktian, dengan sendirinya mereka menjadi Kristen. Adakah orang yang tidur di dalam garasi mobil dan keesokan harinya keluar sebagai mobil? Disini kita berbicara tentang hubungan pribadi dengan Yesus.

“Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya-Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan,
Ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.
Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumahnya di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melanda, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya” (Lukas 6:47-49)

Boleh saja dua orang berbakti di gereja yang sama. Keduanya sama-sama diselamatkan dan dipenuhi dengan Roh Allah. Juga angka kehadirannya di kebaktian sama. Tetapi, kalau yang satu melakukan Firman Allah, dan yang lain tidak, maka hasil akhirnya pasti berbeda. Yang satu akan tetap berdiri teguh, sementara yang lain sudah pasti roboh, bila badai kehidupan melanda mereka berdua.

“Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.

Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.

Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya. ( Yakobus 1:23-25)

1/01/2014

Selamat Tahun Baru 2014

Mengapa Gambar Buku? Buku berbicara Tentang; Belajar, Diajar dan Mengajar.
Karena tidak ada seorangpun didunia ini yang tidak perlu Belajar, Diajar dan Mengajar.
kita semua sejak lahir ke dunia pasti Mengalami proses Belajar, Diajar dan Mengajar.
Sampai Tua sekalipun kita semua masih harus tatap Belajar,Diajar dan Mengajar.

2013-2014

Jikalau di Tahun 2013 yang lalu kita telah menabur yang baik ataupun yang buruk, maka bersiaplah untuk menuai di tahun 2014 ini, baik ataupun buruk sesuai apa yang telah kita taburkan, pasti....! dan tidak dapat di bendung dengan cara apapun.

12/04/2013

KETIKA HIDUP BARU MENJADI MILIK KITA

KETIKA HIDUP BARU MENJADI MILIK KITA
Kolose 1:9-14
Panggilan kita sebagai orang percaya adalah untuk mewujudnyatakan hidup baru, yaitu hidup saling mengasihi. Paulus menulis: "Kita dilepaskan dari kuasa kegelapan dan dipindahkan ke dalam Kerajaan Anak-Nya" (13). Sungguh besar kuasa Allah dan sungguh tak terperikan kasih-Nya kepada manusia. Dengan kuasa dan kasih sebesar itu, Allah telah mengerjakan apa yang tidak mungkin dikerjakan oleh manusia sendiri, yaitu memasukkan ke dalam Kerajaan Anak Allah. Manusia sendiri tidak mungkin mampu melepaskan diri dari kuasa kejahatan. Namun di dalam kuasa Allah, manusia yang jahat itu dapat memiliki penebusan, yaitu pengampunan dosa (14).

Hidup di lingkungan baru, yaitu lingkungan Kerajaan Anak Allah, membawa kita pada gaya hidup baru. Paulus melukiskannya sebagai hubungan timbal balik "menerima dan memberi" yang muncul antara Allah dan manusia di dalam Kerajaan Anak Allah. Kita menerima hikmat (9) lalu kita memberi buah (10). Kita menerima kekuatan (11) lalu kita memberi ucapan syukur. Inisiatif selalu datang dari Allah, itu sebabnya kita menerima dulu, setelah itu barulah mampu untuk memberi. Apa yang kita beri bukan pertama-tama milik kita, karena dari Allah pulalah kita menerimanya.


Jemaat Kolose sudah percaya kepada Yesus, tetapi untuk berbuah dalam pekerjaan baik jemaat ini perlu terus memperoleh hikmat dan pengetahuan akan kehendak Tuhan. Tanpa itu, jemaat akan mudah sekali diombang-ambingkan oleh ajaran yang sesat. Jemaat Kolose perlu menerima kekuatan dari Tuhan agar mereka dapat berpegang pada iman yang sejati secara kokoh. Tanpa itu, betapa mudahnya jemaat ini dikalahkan oleh orang-orang yang menentang iman mereka.


Seperti jemaat Kolose, kita pun dapat meminta kepada Tuhan untuk diberikan hikmat dan kekuatan. Agar kita dapat semakin mengenal kehendak Tuhan dan senantiasa kuat dalam menghadapi cobaan terhadap iman kita. Sehingga pada gilirannya, kita dapat menghasilkan buah pertobatan dan ucapan syukur yang tulus kepada Tuhan kita.


"Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;

di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa."(Kol 1:13-14)

11/07/2013

ALLAH MENGUDUSKAN KITA BAGI DIRI-NYA

 ALLAH MENGUDUSKAN KITA BAGI DIRI-NYA
Titus 2:11-15.

(11) Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.

(12) Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini

(13) dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus,

(14) yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.

ALLAH SANGAT BERKEPENTINGAN UNTUK MENGUDUSKAN KITA BAGI DIRI-NYA, DENGAN MEMBEBASKAN KITA DARI SEGALA KEJAHATAN DAN DOSA MELALUI YESUS KRISTUS AGAR KITA DAPAT MENJADI UMAT-NYA SENDIRI, YANG RAJIN BERBUAT BAIK.

Bukan usaha kita berbuat baik untuk menjadi kudus, akan tetapi kita di kuduskan untuk dapat berbuat baik. Yang merupakan buah dari kelahiran kembali.Jadi, usaha perbuatan baik kita tidak dapat membawa kita kepada kekudusan, tetapi kita di kuduskan untuk dapat berbuat baik.

(15) Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu. Janganlah ada orang yang menganggap engkau rendah.

BUKAN KARENA PERBUATAN BAIK, KITA DISELAMATKAN, AKAN TETAPI BERSIAPLAH UNTUK MELAKUKAN SETIAP PEKERJAAN YANG BAIK. Titus 3:1-11.

(1) Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik.

(2) Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang.

(3)  Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.

(4) Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,

DIA TELAH MENYELAMATKAN KITA
(5) pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh kudus,

SUDAH DILIMPAHKAN-NYA KEPADA KITA
(6) yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, 

BERHAK MENERIMA HIDUP YANG KEKAL
(7) supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.

(8) Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia.

Mengapa perbuatan baik tidak dapat menyelamatkan kita?
Mengapa perbuatan baik tidak dapat menebus dosa manusia?
Mengapa perbuatan baik tidak dapat membawa kita kepada pengudusan?
Karena perbuatan baik, hanya baik dan berguna bagi manusia. Yaitu, baik bagi kita sendiri dan bagi sesama manusia. Bukan baik dan berguna bagi Allah. Sedangkan Allah hanya meminta kepada kita agar percaya kepada-Nya dan taat melakukan kehendak-Nya

(9) Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka.

KARENA KASIH KARUNIA ALLAH YANG MENYELAMATKAN SEMUA MANUSIA SUDAH NYATA. (Titus 2:11)
TIDAK PERLU DIPERDEBATKAN LAGI KARENA SEMUA ITU TIDAK BERGUNA DAN SIA-SIA BELAKA.

(10)  Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi.

(11) Engkau tahu bahwa orang yang semacam itu benar-benar sesat dan dengan dosanya menghukum dirinya sendiri. 

sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. (1Petrus 1:16)