Published with Blogger-droid v2.0.6
Selamat datang di Crent Regeneration.
Terimakasih atas kunjungan anda.
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Ef 2:19,8-10)
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Ef 2:19,8-10)
8/15/2012
MENGARAHKAN HATI
MENGARAHKAN HATI
"Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. (Filipi 3:12)
Filipi 3:10-14
Kita sering mendengar pepatah yang mengatakan "Tak kenal maka tak sayang". Pepatah ini tak pernah lekang oleh zaman dan masih tetap relevan. Pengenalan antara dua pribadi akan bertumbuh hanya jika keduanya berkomitmen untuk menjalin relasi lebih dalam lagi.
Komitmen Paulus yang besar untuk mengenal Allah terlihat jelas dalam Filipi 3:10-14. Bukan sekadar pengenalan yang dangkal, tetapi persekutuan yang sedemikian erat hingga memungkinkan Paulus untuk dapat hidup makin serupa Kristus. Paulus telah berjumpa dengan Kristus secara pribadi, bahkan merintis banyak jemaat. Walau demikian, Paulus sadar bahwa ia masih perlu terus bertumbuh dalam pengenalan akan Allah. Dan, dengan intensional ia mengarahkan diri untuk itu. Komitmennya digambarkan dengan kata-kata seperti: mengejar (ayat 12) dan berlari-lari (ayat 14). Sesuatu yang aktif dan bersemangat, yang terus maju secara bertahap, yang mengarah pada satu tujuan yang jelas. Paulus menyadari ia belum sempurna dalam pemahamannya, namun ia terus mengarahkan hidupnya untuk mengenal dan menyelaraskan diri dengan Allah (ayat 13) hingga memperoleh upah yang telah disediakan Allah untuknya (ayat 14).
Seberapa besarkah komitmen kita untuk mengenal Allah? Apakah kita mengejar, berlari-lari ke arah-Nya, atau kita tengah kehilangan gairah untuk mendekat pada-Nya? Mari mengarahkan hati untuk makin mengenal Allah. Ketika kita memelihara komitmen ini, maka hati kita akan terus diselaraskan dengan hati Kristus. Keinginan dan kebiasaan lama yang berpusat pada diri sendiri digantikan oleh respons yang baru untuk memuliakan Allah.
Labels:
Crenna Tanada
8/14/2012
BERSEDIA DIMURIDKAN?
BERSEDIA DIMURIDKAN?
Filipi 2:19-24
Adalah menarik untuk melihat proses pemuridan yang dilakukan oleh Paulus kepada Timotius. Hasil proses pemuridan yang dilakukan oleh Paulus adalah tiga karakter emas yang dimiliki oleh Timotius.
Pertama, Timotius memiliki kesatuan pikiran dan kesatuan hati dengan gurunya, Paulus. Timotius adalah seorang murid yang bukan saja menyerap pengetahuan yang dimiliki Paulus, tetapi juga menyelami isi hati Paulus. Pemuridan seperti ini bukan saja merupakan proses transfer dari otak ke otak, tetapi juga transformasi dari hati ke hati. Timotius memiliki komitmen untuk sepikiran dan sehati dengan bapak rohaninya. Kualitas seperti ini menurut Paulus tidak dimiliki oleh yang lain (20a).
Kedua, Timotius tidak mementingkan diri sendiri, melainkan mengutamakan kepentingan Kristus dan kepentingan orang lain (20b-21). Kesehatian Timotius dengan Paulus adalah di dalam mengutamakan Kristus dan jemaat yang mereka layani, termasuk dalam situasi yang sulit sekalipun. Di dalam hal ini, proses pemuridan sudah melampaui transfer pengetahuan semata. Yang terjadi di dalam proses ini adalah Timotius mengikuti teladan yang dilakukan oleh Paulus, sementara Paulus meneladani Kristus.
Ketiga, Timotius adalah seorang yang penuh dengan kesetiaan (22). Kualitas seperti ini juga sangat langka, khususnya di tengah situasi sulit. Di dalam tekanan, banyak orang memikirkan keselamatan diri sendiri bahkan tidak jarang dengan mengurbankan orang lain. Namun, Timotius menunjukkan sikap berbeda dengan menunjukkan kesetiaan kepada Paulus, gurunya, sekalipun Paulus berada dalam penjara. Risiko yang besar pasti akan ditanggung Timotius. Tampak di sini bahwa pemuridan yang dilakukan Paulus telah berhasil menjadikan Timotius sebagai murid yang setia. Itu dilakukan bukan dengan indoktrinasi, tetapi melalui teladan hidup Paulus. Itulah pemuridan yang sesungguhnya.
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda seperti Timotius dan Paulus yang bersedia memberi diri dimuridkan oleh Kristus?
Published with Blogger-droid v2.0.6
Labels:
Crent Regeneration
8/11/2012
YAKIN AKAN KEADILAN ALLAH
YAKIN AKAN KEADILAN ALLAH
Mazmur 71
Saya punya seorang kerabat yang sudah berusia lanjut. Ia sudah mulai lupa akan beberapa hal. Namun satu hal ia tidak lupa, bahwa Tuhan mengasihinya dan ia siap untuk dipanggil oleh-Nya.
Pemazmur sudah lanjut usia. Sejak muda ia sudah percaya Tuhan (5) dan hidup bersama dengan-Nya. Banyak orang menyebutnya sebagai tanda ajaib dari Tuhan. Mungkin, pengalaman hidupnya bersama Tuhan sungguh membuktikan penyertaan dan pemeliharaan-Nya. Ia berani mengatakan kelahirannya adalah karya Tuhan dalam dirinya. Sejalan dengan pemeliharaan dan penyertaan Tuhan atas hidupnya, pemazmur pun mengklaim telah melayani Tuhan sejak ia muda (17).
Namun di masa tuanya, sepertinya pemazmur mengalami masalah. Selain kekuatan fisik menurun dan juga berbagai aspek penuaan sedang dialaminya, ada orang-orang yang menggunakan kesempatan kelemahannya ini untuk merencanakan hal jahat terhadapnya. Mereka mengira ia telah ditinggalkan Tuhan (10-11). Oleh karena itulah, pemazmur berdoa doa minta tolong.
Pemazmur meyakini Tuhan tidak berubah dari dulu sampai sekarang. Dia adalah Allah yang adil, yang akan membela dirinya sebagai anak-Nya. Pemazmur menyebut keadilan Tuhan berulang kali (2, 15, 16, 19, 24) sebagai tanda kepercayaannya yang besar akan Allah. Oleh karena keadilan Allah pemazmur pun bisa menaikkan pujian dan syukur (6, 8, 14) kepada-Nya serta bertekad untuk terus menaikkan syukur tiada henti (22-23).
Buat Anda yang sudah lanjut usia, yakinlah pada kesetiaan Tuhan. Mata rabun, pendengaran berkurang, rematik atau osteoporosis, dan berbagai penyakit mungkin mendera hidup Anda. Anak-cucu yang tidak peduli membuat Anda kesepian. Tetaplah percaya bahwa Dia adil dan setia dan akan menopang hidup Anda sampai tiba waktu Anda dipanggil pulang ke surga.
Published with Blogger-droid v2.0.6
Labels:
Rm Crent
KETIKA KEHILANGAN
KETIKA KEHILANGAN
"Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!" (Ayub 1:21)
Ayub 1:13-2:10
Pernah berduka karena kehilangan sesuatu yang kita cintai? Makin dalam cinta, makin dalam juga dukanya. Cepat atau lambat, kita akan mengalami kehilangan, entah itu karir, harta-benda, stamina, anak, orangtua, pasangan hidup, atau sahabat baik kita. Apapun penyebabnya, kehilangan selalu terasa menakutkan, menyakitkan, dan menghancurkan.
Meskipun dalam banyak hal kita berbeda dengan Ayub (kita bukan orang paling kaya, tidak punya anak sebanyak dia, dan mungkin tidak hidup sesaleh dia), ada satu benang merah yang menyatukan kita dengan kisah Ayub, yaitu kita sama-sama pernah mengalami kehilangan. Sesuai izin Tuhan, dalam waktu singkat Ayub kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, kekayaannya, dan rasa hormat sang istri. Respons Ayub? Ia sujud menyembah dan berkata: "Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!" Secara manusia ia tentu berduka, sebab itu ia mengoyakkan jubah dan mencukur rambutnya (ayat 20). Namun, ia menyadari sepenuhnya bahwa apa yang dimilikinya sekarang adalah kepunyaan Tuhan dan datangnya dari Tuhan, Dialah yang berhak atas segalanya. Sebab itu, Ayub mampu memuji Tuhan di tengah kehilangannya.
Sadar atau tidak, kita kerap merasa pantas menerima hanya hal-hal baik dalam hidup. Ketika kehilangan kekayaan, kesehatan, dan orang-orang terkasih, kita menganggap Tuhan tidak adil sehingga kita merasa berhak untuk menggugat dan marah kepada- Nya. Ketika Tuhan mengizinkan kehilangan terjadi, biarlah kasih kita kepada-Nya tidak ikut hilang. Mari bertanya apa yang menjadi rencana Sang Pemilik. Dia Tuhan Yang Mahabijak dan tak pernah salah dalam bertindak.
Published with Blogger-droid v2.0.6
Labels:
crent
8/07/2012
POLIGAMI DAN MASALAHNYA
POLIGAMI dan MASALAHNYA
Kejadian 30:14-24
Dari semula Allah menetapkan pernikahan sebagai suatu ikatan monogami (Kej. 2:24). Tidak mengherankan jika keluarga poligami dalam Alkitab pasti mengalami banyak masalah. Ini dialami keluarga Yakub.
Persaingan antara kedua istri Yakub, Lea dan Rahel, merupakan bukti bahwa keluarga ini bukanlah keluarga yang harmonis. Sepertinya Yakub tidak lagi tidur dengan Lea, karena agar Yakub dapat menghampirinya, Lea perlu memberikan buah dudaim dari anaknya kepada Rahel. Bahkan untuk mengajak Yakub tidur bersamanya pun Lea harus menggunakan cara paksa (16). Keengganan Yakub untuk tidur dengan Lea, mungkin sekali disebabkan karena pada dasarnya Yakub memang tidak mengasihi Lea. Namun apa pun alasannya, ini jelas merupakan tanda ketidakharmonisan yang terjadi dalam keluarga besar Yakub.
Ada yang menganggap bahwa karena poligami adalah kenyataan dalam kehidupan umat Israel Perjanjian Lama dan Allah sepertinya tidak mengecam mereka yang melakukannya, maka poligami boleh dilakukan. Memang Allah tidak secara langsung mengecam praktek poligami, termasuk Yakub yang memiliki empat istri. Namun dari persaingan dan ketidak bahagiaan dalam keluarga ini, kita bisa melihat bahwa Alkitab mau menggambarkan konsekuensi logis dari sebuah perkawinan poligami, dan mereka yang tidak taat kepada Tuhan dan melakukan poligami harus menanggung akibatnya. Karenanya kita melihat bahwa keluarga poligami dalam Alkitab mendapatkan masalah-masalah yang sangat besar, seperti keluarga Abraham yang harus mengusir Hagar dan Ismael, atau keluarga Daud yang anak-anaknya saling membunuh. Kita tahu bahwa kemudian Yakub akan kehilangan Yusuf anak kesayangannya karena ulah kakak kakak Yusuf yang cemburu akan kasih ayah mereka yang hanya ditujukan pada Yusuf.
Tuhan dalam anugerah-Nya telah memberikan pada kita suatu konsep pernikahan monogami yang sesuai dengan kehendak-Nya. Berarti, memang inilah yang terbaik bagi kita.
Published with Blogger-droid v2.0.6
Labels:
Crenna
Citra Word Center Surabaya
Labels:
Crenna
Subscribe to:
Posts (Atom)



