Published with Blogger-droid v2.0.6
Selamat datang di Crent Regeneration.
Terimakasih atas kunjungan anda.
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Ef 2:19,8-10)
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Ef 2:19,8-10)
Showing posts with label Crent Regeneration. Show all posts
Showing posts with label Crent Regeneration. Show all posts
8/15/2012
MEMBERI = PERCAYA
MEMBERI = PERCAYA
Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu. (Amsal 19:17)
Amsal 19:11-20
Tuhan kiranya membalas kebaikan Anda berlipat ganda, " kira-kira begitu kalimat yang mengikuti ungkapan terima kasih orang yang pernah saya bantu. Saya tidak ingat kapan Tuhan "membalas" kebaikan itu secara spesifik, namun salah satu ayat yang kita baca hari ini membuat saya terdorong merenungkan hal ini. Apakah ketika saya berbuat baik, Tuhan jadi "berutang" pada saya, dan harus membalas kebaikan saya?
Seorang pendeta mengingatkan saya bahwa salah satu pengajaran dasar kitab Amsal adalah: Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri (Amsal 3:5). Bersukacita memberikan milik kita, entah uang, waktu, atau tenaga, kepada orang yang membutuhkan ialah tindakan yang menunjukkan bahwa kita memercayai Tuhan yang mencukupi kebutuhan kita, sekalipun yang kita miliki berkurang karenanya. Kita tidak khawatir; yakin bahwa Tuhan senang memelihara anak-anak-Nya. Di sisi lain, menaruh belas kasihan menunjukkan sikap tak bermegah atas kelemahan orang lain; tahu bahwa kita sama-sama harus memercayakan hidup kepada Sang Pencipta; kita tidak lebih baik dari mereka.
Jelas tidak ada bagian Alkitab lain yang mendukung jika motivasi kita berbuat baik hanyalah untuk menagih berkat lebih dari Tuhan. Itu artinya kita hendak mengatur Tuhan bagi kepentingan kita sendiri. Namun, saat berbuat baik kepada yang lemah kita lakukan sebagai tindakan iman, Tuhan akan menunjukkan bahwa Dia memang Tuhan yang layak dipercaya. Dia "membalas" tindakan iman itu karena Dia senang ketika kita, anak-anak-Nya, memercayakan hidup pada pemeliharaan-Nya yang sempurna.
Labels:
Crent Regeneration
8/14/2012
BERSEDIA DIMURIDKAN?
BERSEDIA DIMURIDKAN?
Filipi 2:19-24
Adalah menarik untuk melihat proses pemuridan yang dilakukan oleh Paulus kepada Timotius. Hasil proses pemuridan yang dilakukan oleh Paulus adalah tiga karakter emas yang dimiliki oleh Timotius.
Pertama, Timotius memiliki kesatuan pikiran dan kesatuan hati dengan gurunya, Paulus. Timotius adalah seorang murid yang bukan saja menyerap pengetahuan yang dimiliki Paulus, tetapi juga menyelami isi hati Paulus. Pemuridan seperti ini bukan saja merupakan proses transfer dari otak ke otak, tetapi juga transformasi dari hati ke hati. Timotius memiliki komitmen untuk sepikiran dan sehati dengan bapak rohaninya. Kualitas seperti ini menurut Paulus tidak dimiliki oleh yang lain (20a).
Kedua, Timotius tidak mementingkan diri sendiri, melainkan mengutamakan kepentingan Kristus dan kepentingan orang lain (20b-21). Kesehatian Timotius dengan Paulus adalah di dalam mengutamakan Kristus dan jemaat yang mereka layani, termasuk dalam situasi yang sulit sekalipun. Di dalam hal ini, proses pemuridan sudah melampaui transfer pengetahuan semata. Yang terjadi di dalam proses ini adalah Timotius mengikuti teladan yang dilakukan oleh Paulus, sementara Paulus meneladani Kristus.
Ketiga, Timotius adalah seorang yang penuh dengan kesetiaan (22). Kualitas seperti ini juga sangat langka, khususnya di tengah situasi sulit. Di dalam tekanan, banyak orang memikirkan keselamatan diri sendiri bahkan tidak jarang dengan mengurbankan orang lain. Namun, Timotius menunjukkan sikap berbeda dengan menunjukkan kesetiaan kepada Paulus, gurunya, sekalipun Paulus berada dalam penjara. Risiko yang besar pasti akan ditanggung Timotius. Tampak di sini bahwa pemuridan yang dilakukan Paulus telah berhasil menjadikan Timotius sebagai murid yang setia. Itu dilakukan bukan dengan indoktrinasi, tetapi melalui teladan hidup Paulus. Itulah pemuridan yang sesungguhnya.
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda seperti Timotius dan Paulus yang bersedia memberi diri dimuridkan oleh Kristus?
Published with Blogger-droid v2.0.6
Labels:
Crent Regeneration
6/06/2012
BUKAN SEKADAR LEWAT
BUKAN SEKADAR LEWAT
Nats : "Berbahagialah orang ... yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam." (Mazmur 1:1-2)
Mazmur 1:1-6
Donald S. Whitney mengamati bahwa "banyak jiwa yang merana adalah para pembaca Alkitab yang tekun." Mengapa? Karena mereka hanya membaca saja, dan tidak merenungkannya. Ia menulis, "Jika kita tidak hati-hati, perkataan Alkitab hanya akan menjadi aliran kumpulan kata yang melewati pikiran kita. Segera setelah kata-kata itu lewat dalam pikiran kita ... kita harus segera mengalihkan perhatian pada hal yang sekarang ada di hadapan kita. Ada begitu banyak hal yang harus kita olah dalam otak kita; jika kita tidak menyerap beberapa di antaranya, tidak ada yang akan memengaruhi diri kita."
Yang disebut pemazmur "berbahagia" juga bukan orang yang sekadar membaca firman Tuhan, tetapi yang merenungkannya siang dan malam. Merenungkan firman Tuhan berarti menyerapnya masuk dalam sistem berpikir kita. Pikiran yang dipengaruhi firman Tuhan inilah yang membuat orang tidak lagi suka berdekatan dengan dosa (ayat 1). Orang yang suka merenungkan firman Tuhan diibaratkan seperti pohon di tepi aliran air. Agar tidak layu, air haruslah diserap dan mengaliri semua bagian di dalam pohon itu, bukan sekadar lewat.
Seberapa banyak Anda "merenungkan" firman Tuhan selama ini? Pakailah 25-50% waktu pembacaan Alkitab untuk merenungkan satu ayat, frasa, atau kata. Lontarkan pertanyaan. Berdoalah. Buatlah catatan tentang hal itu. Pikirkan sedikitnya satu cara untuk menerapkannya. Jangan buru-buru. Benamkan diri Anda dalam firman. Jangan lagi biarkan jiwa Anda merana karena tak sempat menyerap apa-apa. Biarkan firman itu mengaliri dan menyegarkan Anda, memengaruhi hidup Anda dan membuat Anda berbuah-buah pada musimnya.
MAKIN BANYAK MEMBACA FIRMAN, MAKIN KITA AKAN MENGUASAINYA.
MAKIN BANYAK MERENUNGKAN FIRMAN, MAKIN KITA AKAN DIKUASAINYA.
Nats : "Berbahagialah orang ... yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam." (Mazmur 1:1-2)
Mazmur 1:1-6
Donald S. Whitney mengamati bahwa "banyak jiwa yang merana adalah para pembaca Alkitab yang tekun." Mengapa? Karena mereka hanya membaca saja, dan tidak merenungkannya. Ia menulis, "Jika kita tidak hati-hati, perkataan Alkitab hanya akan menjadi aliran kumpulan kata yang melewati pikiran kita. Segera setelah kata-kata itu lewat dalam pikiran kita ... kita harus segera mengalihkan perhatian pada hal yang sekarang ada di hadapan kita. Ada begitu banyak hal yang harus kita olah dalam otak kita; jika kita tidak menyerap beberapa di antaranya, tidak ada yang akan memengaruhi diri kita."
Yang disebut pemazmur "berbahagia" juga bukan orang yang sekadar membaca firman Tuhan, tetapi yang merenungkannya siang dan malam. Merenungkan firman Tuhan berarti menyerapnya masuk dalam sistem berpikir kita. Pikiran yang dipengaruhi firman Tuhan inilah yang membuat orang tidak lagi suka berdekatan dengan dosa (ayat 1). Orang yang suka merenungkan firman Tuhan diibaratkan seperti pohon di tepi aliran air. Agar tidak layu, air haruslah diserap dan mengaliri semua bagian di dalam pohon itu, bukan sekadar lewat.
Seberapa banyak Anda "merenungkan" firman Tuhan selama ini? Pakailah 25-50% waktu pembacaan Alkitab untuk merenungkan satu ayat, frasa, atau kata. Lontarkan pertanyaan. Berdoalah. Buatlah catatan tentang hal itu. Pikirkan sedikitnya satu cara untuk menerapkannya. Jangan buru-buru. Benamkan diri Anda dalam firman. Jangan lagi biarkan jiwa Anda merana karena tak sempat menyerap apa-apa. Biarkan firman itu mengaliri dan menyegarkan Anda, memengaruhi hidup Anda dan membuat Anda berbuah-buah pada musimnya.
MAKIN BANYAK MEMBACA FIRMAN, MAKIN KITA AKAN MENGUASAINYA.
MAKIN BANYAK MERENUNGKAN FIRMAN, MAKIN KITA AKAN DIKUASAINYA.
Published with Blogger-droid v2.0.4
Labels:
Crent Regeneration
5/05/2012
KASIH KARUNIA MELUMPUHKAN DOSA
KASIH KARUNIA MELUMPUHKAN DOSA.
Roma 5:12-21
Bagi manusia berlaku pepatah "sejahat-jahatnya harimau, tidak akan pernah memakan anaknya". Bagaimana pun seorang anak bandel, kurang ajar, bahkan durhaka kepada orang tuanya, mereka tidak akan sampai hati membinasakan anak sendiri. Mereka bisa marah dan menghukum, tetapi kemudian mereka kembali mengampuni dan memulihkannya.
Keberdosaan manusia di hadapan Allah tidak dapat dibandingkan dengan kenakalan seorang anak terhadap orang tuanya. Dosa manusia adalah pemberontakan dan pendurhakaan tiada tara kepada Pencipta dan Pemiliknya. Akibat dosa juga dahsyat. Selain membawa efek penderitaan bagi semua makhluk di dunia ini, dosa satu orang Adam, mengakibatkan semua orang keturunannya juga berdosa (12). Semua manusia menerima akibat dosa, yaitu maut. Tidak seorang pun bisa membebaskan dirinya dari akibat dan hukuman dosa. Justru Taurat diberikan agar orang menyadari akan keberdosaan dan ketidakberdayaannya (13, 21).
Demikian juga kasih Allah jauh melampaui kasih orang tua. Allah yang kudus, walau murka terhadap dosa, kasih karunia-Nya jauh melampaui kedahsyatan dosa. Oleh satu orang yang Allah utus, yaitu Yesus -dengan perbuatan kebenaran-Nya (18), yaitu taat pada kehendak Allah (19) untuk mati di salib menggantikan manusia berdosa- pembenaran untuk hidup datang kepada manusia. Setiap orang yang percaya kepada Yesus diampuni dosanya dan dibenarkan Allah.
Tuhan sungguh "orang tua" yang luar biasa! Di saat kita sebagai anak-anak-Nya yang terkasih melukai perasaan-Nya karena dosa, Dia rela merendahkan diri dan memberi diri melalui Yesus sebagai kurban tebusan untuk memulihkan hubungan-Nya dengan kita. Kita yang sudah mengalami anugerah keselamatan-Nya, harus membalas dengan kasih kita yang sungguh-sungguh. Pertama, tidak bermain-main dengan dosa. Kedua, beritakan kasih Allah melalui Kristus ini kepada orang-orang di sekeliling kita. Agar mereka pun beroleh kasih karunia dan pembenaran oleh iman dari Kristus!
"Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.(Rm:5:19)
Roma 5:12-21
Bagi manusia berlaku pepatah "sejahat-jahatnya harimau, tidak akan pernah memakan anaknya". Bagaimana pun seorang anak bandel, kurang ajar, bahkan durhaka kepada orang tuanya, mereka tidak akan sampai hati membinasakan anak sendiri. Mereka bisa marah dan menghukum, tetapi kemudian mereka kembali mengampuni dan memulihkannya.
Keberdosaan manusia di hadapan Allah tidak dapat dibandingkan dengan kenakalan seorang anak terhadap orang tuanya. Dosa manusia adalah pemberontakan dan pendurhakaan tiada tara kepada Pencipta dan Pemiliknya. Akibat dosa juga dahsyat. Selain membawa efek penderitaan bagi semua makhluk di dunia ini, dosa satu orang Adam, mengakibatkan semua orang keturunannya juga berdosa (12). Semua manusia menerima akibat dosa, yaitu maut. Tidak seorang pun bisa membebaskan dirinya dari akibat dan hukuman dosa. Justru Taurat diberikan agar orang menyadari akan keberdosaan dan ketidakberdayaannya (13, 21).
Demikian juga kasih Allah jauh melampaui kasih orang tua. Allah yang kudus, walau murka terhadap dosa, kasih karunia-Nya jauh melampaui kedahsyatan dosa. Oleh satu orang yang Allah utus, yaitu Yesus -dengan perbuatan kebenaran-Nya (18), yaitu taat pada kehendak Allah (19) untuk mati di salib menggantikan manusia berdosa- pembenaran untuk hidup datang kepada manusia. Setiap orang yang percaya kepada Yesus diampuni dosanya dan dibenarkan Allah.
Tuhan sungguh "orang tua" yang luar biasa! Di saat kita sebagai anak-anak-Nya yang terkasih melukai perasaan-Nya karena dosa, Dia rela merendahkan diri dan memberi diri melalui Yesus sebagai kurban tebusan untuk memulihkan hubungan-Nya dengan kita. Kita yang sudah mengalami anugerah keselamatan-Nya, harus membalas dengan kasih kita yang sungguh-sungguh. Pertama, tidak bermain-main dengan dosa. Kedua, beritakan kasih Allah melalui Kristus ini kepada orang-orang di sekeliling kita. Agar mereka pun beroleh kasih karunia dan pembenaran oleh iman dari Kristus!
"Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.(Rm:5:19)
Published with Blogger-droid v2.0.4
Labels:
Crent Regeneration
4/05/2012
TUHAN MEMBIARKAN KEJAHATAN?
TUHAN MEMBIARKAN KEJAHATAN?
"Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya."
Mat 13:41
Matius 13:24-30,36-43
Ketika mengikuti berita dan mengamati berbagai peristiwa tiap hari, kita mendapati kehadiran dan daya rusak kejahatan begitu merajalela. Kita bertanya, "Bagaimana mungkin Tuhan yang baik dan berkuasa membiarkan kejahatan?" Jika Tuhan Maha baik, Dia ingin mengalahkan kejahatan. Jika Tuhan Mahakuasa, Dia dapat menga lahkan ke-jahatan. Tapi, kejahatan masih ada di mana-mana.
Pandangan tentang Tuhan yang terbatas gagal memahami bahwa Tuhan belum selesai bertindak terhadap kejahatan. Tuhan Yesus menjelaskan kebenaran ini melalui sebuah perumpamaan sederhana tentang lalang di antara gandum (ayat 24-30). Perumpamaan ini dipakai Tuhan Yesus untuk menerangkan bagaimana kejahatan akan tetap ada sebelum akhir zaman, namun akan tiba saatnya di mana segala kejahatan serta para pelakunya mendapat hukuman yang setimpal (ayat 40-42). Kebenaran Tuhan akan ditegakkan atas seluruh ciptaan.
Tuhan Mahabaik dan Mahakuasa. Fakta bahwa Tuhan belum melenyapkan kejahatan saat ini tidak berarti Dia tidak akan melenyapkannya pada masa yang akan datang. Dia dapat dan akan melakukannya, dalam waktu dan hikmat-Nya (lihat juga 2 Petrus 3:7-12). Apa yang kita pikirkan tentang Tuhan ketika melihat atau mengalami hal-hal yang buruk dalam hidup? Mari memperbarui pengharapan, penghormatan, dan penundukan diri kita kepada-Nya, Tuhan yang sungguh Mahabaik dan Mahakuasa.
KEJAHATAN TAK MENGUBAH FAKTA TUHAN ITU MAHABAIK-MAHAKUASA
DIA AKAN MEMBERESKAN KEJAHATAN PADA WAKTU-NYA
"Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya."
Mat 13:41
Matius 13:24-30,36-43
Ketika mengikuti berita dan mengamati berbagai peristiwa tiap hari, kita mendapati kehadiran dan daya rusak kejahatan begitu merajalela. Kita bertanya, "Bagaimana mungkin Tuhan yang baik dan berkuasa membiarkan kejahatan?" Jika Tuhan Maha baik, Dia ingin mengalahkan kejahatan. Jika Tuhan Mahakuasa, Dia dapat menga lahkan ke-jahatan. Tapi, kejahatan masih ada di mana-mana.
Pandangan tentang Tuhan yang terbatas gagal memahami bahwa Tuhan belum selesai bertindak terhadap kejahatan. Tuhan Yesus menjelaskan kebenaran ini melalui sebuah perumpamaan sederhana tentang lalang di antara gandum (ayat 24-30). Perumpamaan ini dipakai Tuhan Yesus untuk menerangkan bagaimana kejahatan akan tetap ada sebelum akhir zaman, namun akan tiba saatnya di mana segala kejahatan serta para pelakunya mendapat hukuman yang setimpal (ayat 40-42). Kebenaran Tuhan akan ditegakkan atas seluruh ciptaan.
Tuhan Mahabaik dan Mahakuasa. Fakta bahwa Tuhan belum melenyapkan kejahatan saat ini tidak berarti Dia tidak akan melenyapkannya pada masa yang akan datang. Dia dapat dan akan melakukannya, dalam waktu dan hikmat-Nya (lihat juga 2 Petrus 3:7-12). Apa yang kita pikirkan tentang Tuhan ketika melihat atau mengalami hal-hal yang buruk dalam hidup? Mari memperbarui pengharapan, penghormatan, dan penundukan diri kita kepada-Nya, Tuhan yang sungguh Mahabaik dan Mahakuasa.
KEJAHATAN TAK MENGUBAH FAKTA TUHAN ITU MAHABAIK-MAHAKUASA
DIA AKAN MEMBERESKAN KEJAHATAN PADA WAKTU-NYA
Published with Blogger-droid v2.0.4
Labels:
Crent Regeneration
4/01/2012
DITEMPATKAN UNTUK MELAYANI.
DITEMPATKAN UNTUK MELAYANI
Nats : Ketika itu aku ini juru minuman raja (Nehemia 1:11)
Nehemia 1:1-11
Pernah membayangkan bekerja sebagai juru minum raja? Mencicipi minuman terbaik dari seluruh penjuru negeri sebelum dinikmati raja, ikut ke mana pun raja pergi, tinggal di istananya, menjadi orang kepercayaannya, tampaknya menyenangkan, ya? Itulah profesi Nehemia. Cukup mengherankan mengingat nenek moyang Nehemia berasal dari Yehuda, yang dijajah Babel, dan kemudian dikuasai kerajaan Persia (2 Tawarikh 36:20). Jika raja Persia hendak memilih orang kepercayaan, mengapa memilih dari kaum jajahan, yang bisa saja ingin meraih kemerdekaan sendiri?
Menarik untuk memperhatikan bagaimana kesempatan ini diberikan Tuhan untuk menggenapi rencana-Nya (ayat 9). Dia tidak menempatkan Nehemia menjadi seorang imam atau pemuka agama. Tetapi justru sebagai juru minum dan nantinya juga sebagai bupati (Nehemia 5:14). Firman Tuhan membuat Nehemia mengerti bahwa rencana Tuhan bagi bangsanya belum selesai. Dengan kerinduan membawa bangsanya kembali beribadah pada Tuhan, ia pun mohon pertolongan Tuhan untuk bertindak (ayat 10-11). Kesempatan dan kemampuan yang ia miliki tidak dipakai untuk mengejar kenyamanan hidup, tapi untuk melayani Tuhan.
Banyak orang merasa baru "melayani" Tuhan jika ikut paduan suara, mengajar sekolah minggu, atau menjadi pendeta. Jika Tuhan berencana agar semua bangsa mengenal dan menyembah-Nya (Matius 28:19-20), tentu Dia tidak menghendaki anak-anak-Nya melayani hanya di dalam gedung-gedung gereja. Namun, Dia juga ingin kita memengaruhi dunia melalui berbagai bidang profesi: pemerintahan, pendidikan, media, dan sebagainya. Di manakah Dia menempatkan Anda?
TUHAN MEMBERI KITA BERBAGAI KESEMPATAN DAN KEMAMPUAN
AGAR NAMA-NYA DIMULIAKAN DI SEGALA BIDANG KEHIDUPAN.
Nats : Ketika itu aku ini juru minuman raja (Nehemia 1:11)
Nehemia 1:1-11
Pernah membayangkan bekerja sebagai juru minum raja? Mencicipi minuman terbaik dari seluruh penjuru negeri sebelum dinikmati raja, ikut ke mana pun raja pergi, tinggal di istananya, menjadi orang kepercayaannya, tampaknya menyenangkan, ya? Itulah profesi Nehemia. Cukup mengherankan mengingat nenek moyang Nehemia berasal dari Yehuda, yang dijajah Babel, dan kemudian dikuasai kerajaan Persia (2 Tawarikh 36:20). Jika raja Persia hendak memilih orang kepercayaan, mengapa memilih dari kaum jajahan, yang bisa saja ingin meraih kemerdekaan sendiri?
Menarik untuk memperhatikan bagaimana kesempatan ini diberikan Tuhan untuk menggenapi rencana-Nya (ayat 9). Dia tidak menempatkan Nehemia menjadi seorang imam atau pemuka agama. Tetapi justru sebagai juru minum dan nantinya juga sebagai bupati (Nehemia 5:14). Firman Tuhan membuat Nehemia mengerti bahwa rencana Tuhan bagi bangsanya belum selesai. Dengan kerinduan membawa bangsanya kembali beribadah pada Tuhan, ia pun mohon pertolongan Tuhan untuk bertindak (ayat 10-11). Kesempatan dan kemampuan yang ia miliki tidak dipakai untuk mengejar kenyamanan hidup, tapi untuk melayani Tuhan.
Banyak orang merasa baru "melayani" Tuhan jika ikut paduan suara, mengajar sekolah minggu, atau menjadi pendeta. Jika Tuhan berencana agar semua bangsa mengenal dan menyembah-Nya (Matius 28:19-20), tentu Dia tidak menghendaki anak-anak-Nya melayani hanya di dalam gedung-gedung gereja. Namun, Dia juga ingin kita memengaruhi dunia melalui berbagai bidang profesi: pemerintahan, pendidikan, media, dan sebagainya. Di manakah Dia menempatkan Anda?
TUHAN MEMBERI KITA BERBAGAI KESEMPATAN DAN KEMAMPUAN
AGAR NAMA-NYA DIMULIAKAN DI SEGALA BIDANG KEHIDUPAN.
Published with Blogger-droid v2.0.4
Labels:
Crent Regeneration
3/03/2012
AMPUNI DULU
AMPUNI DULU
Markus 11:20-26
"Percayalah kepada Allah!" itulah perkataan Yesus ketika Petrus seolah takjub melihat pohon ara yang jadi mati akibat kutukan Yesus. Pohon ara itu memang jadi kering sampai ke akar-akarnya (20), padahal sebelumnya Yesus hanya berkata bahwa pohon itu tidak akan berbuah lagi (Mrk. 20:14). Tampaknya Yesus memang menginginkan, jika pohon itu memang tidak berbuah maka sebaiknya pohon itu tidak berdaun juga supaya tidak mengelabui orang.
Pohon ara itu merupakan gambaran orang Yahudi, yang tidak lagi menghasilkan buah dalam kehidupan persekutuan mereka dengan Allah. Mereka memang masih melakukan ibadah, tetapi hanya ritual saja, jadi bersifat kosong, kering, dan tak bermakna. Atau dengan kata lain, munafik!
Di dalam kondisi demikian Allah saja yang dapat menjadi sumber perubahan, meskipun perubahan itu seperti upaya memindahkan gunung. Namun murid Kristus yang sejati akan berdoa (Mat. 6:10). Dengan berdoa, ia dapat mengimani bahwa apa yang dia minta akan dikabulkan karena apa yang didoakan merupakan kehendak Allah. Ia tidak perlu meragukan kemampuan Allah untuk menjawab doa karena Allah mampu melakukan segala sesuatu, yang dianggap tidak mungkin sekalipun.
Akan tetapi, kurangnya iman bukan halangan satu-satunya bagi doa yang efektif. Orang percaya harus mengampuni sesama juga. Kesombongan atau kepahitan yang menyebabkan ketiadaan pengampunan dapat menghalangi doa juga. Bisa saja orang mengira bahwa tiadanya pengampunan merupakan ganjaran terhadap musuhnya. Hati yang keras dan tidak mau mengampuni dapat lebih tinggi dari gunung dan dapat menghalangi karya Allah dalam hidup orang tersebut. Jika kita tidak mau mengampuni maka Allah juga tidak akan mengampuni kita. Jika kita keras hati dan tidak mau mengampuni maka patut dipertanyakan apakah kita telah menerima pengampunan Allah dan menghargai pengampunan itu. Mengampuni saudara-saudara kita merupakan prakondisi agar kita mendapat pengampunan dari Bapa.©®
Markus 11:20-26
"Percayalah kepada Allah!" itulah perkataan Yesus ketika Petrus seolah takjub melihat pohon ara yang jadi mati akibat kutukan Yesus. Pohon ara itu memang jadi kering sampai ke akar-akarnya (20), padahal sebelumnya Yesus hanya berkata bahwa pohon itu tidak akan berbuah lagi (Mrk. 20:14). Tampaknya Yesus memang menginginkan, jika pohon itu memang tidak berbuah maka sebaiknya pohon itu tidak berdaun juga supaya tidak mengelabui orang.
Pohon ara itu merupakan gambaran orang Yahudi, yang tidak lagi menghasilkan buah dalam kehidupan persekutuan mereka dengan Allah. Mereka memang masih melakukan ibadah, tetapi hanya ritual saja, jadi bersifat kosong, kering, dan tak bermakna. Atau dengan kata lain, munafik!
Di dalam kondisi demikian Allah saja yang dapat menjadi sumber perubahan, meskipun perubahan itu seperti upaya memindahkan gunung. Namun murid Kristus yang sejati akan berdoa (Mat. 6:10). Dengan berdoa, ia dapat mengimani bahwa apa yang dia minta akan dikabulkan karena apa yang didoakan merupakan kehendak Allah. Ia tidak perlu meragukan kemampuan Allah untuk menjawab doa karena Allah mampu melakukan segala sesuatu, yang dianggap tidak mungkin sekalipun.
Akan tetapi, kurangnya iman bukan halangan satu-satunya bagi doa yang efektif. Orang percaya harus mengampuni sesama juga. Kesombongan atau kepahitan yang menyebabkan ketiadaan pengampunan dapat menghalangi doa juga. Bisa saja orang mengira bahwa tiadanya pengampunan merupakan ganjaran terhadap musuhnya. Hati yang keras dan tidak mau mengampuni dapat lebih tinggi dari gunung dan dapat menghalangi karya Allah dalam hidup orang tersebut. Jika kita tidak mau mengampuni maka Allah juga tidak akan mengampuni kita. Jika kita keras hati dan tidak mau mengampuni maka patut dipertanyakan apakah kita telah menerima pengampunan Allah dan menghargai pengampunan itu. Mengampuni saudara-saudara kita merupakan prakondisi agar kita mendapat pengampunan dari Bapa.©®
Published with Blogger-droid v2.0.4
Labels:
Crent Regeneration
2/17/2012
INTEGRITAS SEORANG PELAYAN.
INTEGRITAS SEORANG PELAYAN.
Nats : Dalam hal apa pun, kami tidak menyebabkan orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela. Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan bahwa kami adalah pelayan Allah ... (2 Korintus 6:3-4)
2 Korintus 6:1-10
Integritas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah "mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang meman-carkan kewibawaan; kejujuran". Apabila disederhanakan, kurang lebih demikian artinya: apa yang kita pikirkan harus sama dengan kita katakan dan apa yang kita katakan harus sama de-ngan tindakan yang kita lakukan; di mana pun; kapan pun. Ini terlebih lagi berlaku di dalam pelayanan kita kepada Allah.
Paulus dan rekan-rekannya telah membuktikan integritas mereka sebagai pelayan Allah. Perhatikan frasa "dalam segala hal" dalam ayat 4. Mereka menjaga integritas dalam setiap bagian kehidupan. Mudah untuk mempraktikkan kasih, kesabaran, kemurnian, dan ketaatan pada Roh Kudus ketika situasi baik dan orang-orang menghormati kita. Akan tetapi, dapatkah sikap yang sama dipertahankan ketika kesusahan melanda, orang-orang mengumpat dan memfitnah kita, keuangan tidak lancar, dan maut mengancam? Itulah yang diteladankan Paulus dan rekan-rekannya (ayat 4-10). Dengan menjaga integritas sebagai pelayan Allah, mereka dapat mendorong jemaat untuk melakukan hal yang sama (ayat 1).
Mari memeriksa diri, apakah kita sudah menyatakan sikap sebagai pelayan Allah dalam seluruh bagian kehidupan, baik itu di rumah, gereja, lingkungan kerja, sekolah, dan masyarakat? Atau jangan-jangan, orang lain melihat kita sebagai batu sandungan? Mari belajar menjadi pelayan Allah yang berintegritas. Tidak menjadi batu sandungan, tetapi menjadi berkat bagi orang lain.
Status "Pelayan Allah" bukan hanya di dalam tembok gereja
Status itu berlaku di setiap waktu dan segala tempat.
Nats : Dalam hal apa pun, kami tidak menyebabkan orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela. Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan bahwa kami adalah pelayan Allah ... (2 Korintus 6:3-4)
2 Korintus 6:1-10
Integritas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah "mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang meman-carkan kewibawaan; kejujuran". Apabila disederhanakan, kurang lebih demikian artinya: apa yang kita pikirkan harus sama dengan kita katakan dan apa yang kita katakan harus sama de-ngan tindakan yang kita lakukan; di mana pun; kapan pun. Ini terlebih lagi berlaku di dalam pelayanan kita kepada Allah.
Paulus dan rekan-rekannya telah membuktikan integritas mereka sebagai pelayan Allah. Perhatikan frasa "dalam segala hal" dalam ayat 4. Mereka menjaga integritas dalam setiap bagian kehidupan. Mudah untuk mempraktikkan kasih, kesabaran, kemurnian, dan ketaatan pada Roh Kudus ketika situasi baik dan orang-orang menghormati kita. Akan tetapi, dapatkah sikap yang sama dipertahankan ketika kesusahan melanda, orang-orang mengumpat dan memfitnah kita, keuangan tidak lancar, dan maut mengancam? Itulah yang diteladankan Paulus dan rekan-rekannya (ayat 4-10). Dengan menjaga integritas sebagai pelayan Allah, mereka dapat mendorong jemaat untuk melakukan hal yang sama (ayat 1).
Mari memeriksa diri, apakah kita sudah menyatakan sikap sebagai pelayan Allah dalam seluruh bagian kehidupan, baik itu di rumah, gereja, lingkungan kerja, sekolah, dan masyarakat? Atau jangan-jangan, orang lain melihat kita sebagai batu sandungan? Mari belajar menjadi pelayan Allah yang berintegritas. Tidak menjadi batu sandungan, tetapi menjadi berkat bagi orang lain.
Status "Pelayan Allah" bukan hanya di dalam tembok gereja
Status itu berlaku di setiap waktu dan segala tempat.
Published with Blogger-droid v2.0.4
Labels:
Crent Regeneration
1/11/2012
LAMA ATAU BARU.
LAMA ATAU BARU.
Markus 2:18-22
Yesus bukan anti berpuasa. Ia percaya pada puasa dan Ia sendiri pun berpuasa. Namun ada waktu dan tempat buat berpuasa dalam kehidupan pengikut Kristus. Yang menjadi keberatan Yesus adalah sikap orang-orang Farisi dalam berpuasa. Ketika berpuasa, orang Farisi membuat muka mereka kelihatan pucat, sebagaimana layaknya orang yang tidak makan. Lalu mereka sengaja memamerkan hal itu agar orang lain melihat mereka sedang berpuasa.
Maka Yesus mengambil gambaran pernikahan. Dalam sebuah pernikahan, teman-teman mempelai pria tak akan berpuasa karena saat itu mereka sedang berpesta (19). Dengan gambaran ini, Yesus ingin menyampaikan bahwa Dialah Mesias, Sang Mempelai pria. Di mana Dia ada disitulah ada sukacita. Namun harinya akan tiba bagi para murid untuk berpuasa, yaitu saat Ia tidak lagi bersama-sama mereka (20).
Lalu Yesus memberikan gambaran tentang jubah dan kantong kulit anggur (21-22). Tak ada orang yang akan menambalkan kain baru pada jubah lama. Tak ada juga orang yang akan menempatkan anggur baru pada kantong kulit yang lama. Kantong kulit yang biasa dipakai sebagai tempat anggur akan memuai di bawah tekanan fermentasi anggur. Jika orang menempatkan anggur baru pada kantong kulit yang lama, maka kantong kulit itu akan pecah. Itulah sebabnya anggur baru harus ditempatkan pada kantong kulit yang baru.
Analogi ini dipakai untuk mengajarkan bahwa orang tidak dapat menempatkan kehidupan baru yang dari Yesus pada format legalisme Yahudi yang lama. Yesus mengganti puasa dengan pesta dan aturan ganti anugerah. Artinya setiap ibadah harus dijalani dengan penuh sukacita. Hidup di dalam Kristus memang tidak melenyapkan kewajiban menaati Taurat. Namun kita harus paham bahwa kepatuhan terhadap Taurat tidak membawa orang kepada Allah. Taurat harus dilakukan sebagai ungkapan syukur atas anugerah Allah karena kemampuan untuk melakukan Taurat dimungkinkan oleh kuat kuasa Roh Kudus. Maka hidup yang baru ini harus dipenuhi sukacita dan kemerdekaan untuk melakukan apa yang benar. ©®
Markus 2:18-22
Yesus bukan anti berpuasa. Ia percaya pada puasa dan Ia sendiri pun berpuasa. Namun ada waktu dan tempat buat berpuasa dalam kehidupan pengikut Kristus. Yang menjadi keberatan Yesus adalah sikap orang-orang Farisi dalam berpuasa. Ketika berpuasa, orang Farisi membuat muka mereka kelihatan pucat, sebagaimana layaknya orang yang tidak makan. Lalu mereka sengaja memamerkan hal itu agar orang lain melihat mereka sedang berpuasa.
Maka Yesus mengambil gambaran pernikahan. Dalam sebuah pernikahan, teman-teman mempelai pria tak akan berpuasa karena saat itu mereka sedang berpesta (19). Dengan gambaran ini, Yesus ingin menyampaikan bahwa Dialah Mesias, Sang Mempelai pria. Di mana Dia ada disitulah ada sukacita. Namun harinya akan tiba bagi para murid untuk berpuasa, yaitu saat Ia tidak lagi bersama-sama mereka (20).
Lalu Yesus memberikan gambaran tentang jubah dan kantong kulit anggur (21-22). Tak ada orang yang akan menambalkan kain baru pada jubah lama. Tak ada juga orang yang akan menempatkan anggur baru pada kantong kulit yang lama. Kantong kulit yang biasa dipakai sebagai tempat anggur akan memuai di bawah tekanan fermentasi anggur. Jika orang menempatkan anggur baru pada kantong kulit yang lama, maka kantong kulit itu akan pecah. Itulah sebabnya anggur baru harus ditempatkan pada kantong kulit yang baru.
Analogi ini dipakai untuk mengajarkan bahwa orang tidak dapat menempatkan kehidupan baru yang dari Yesus pada format legalisme Yahudi yang lama. Yesus mengganti puasa dengan pesta dan aturan ganti anugerah. Artinya setiap ibadah harus dijalani dengan penuh sukacita. Hidup di dalam Kristus memang tidak melenyapkan kewajiban menaati Taurat. Namun kita harus paham bahwa kepatuhan terhadap Taurat tidak membawa orang kepada Allah. Taurat harus dilakukan sebagai ungkapan syukur atas anugerah Allah karena kemampuan untuk melakukan Taurat dimungkinkan oleh kuat kuasa Roh Kudus. Maka hidup yang baru ini harus dipenuhi sukacita dan kemerdekaan untuk melakukan apa yang benar. ©®
Published with Blogger-droid v2.0.2
Labels:
Crent Regeneration
3/13/2011
"PAYUNG PERLINDUNGAN"
ALLAH memberitahu kita cara hidup yang alkitabiah untuk melindungi diri kita sendiri.
Itu seperti halnya Ia memiliki sebuah payung yang dibuka-NYA lebar-lebar untuk menaungi kita, umat-NYA. "Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia."(1Tes 5:9-10) Dibumi hujan lebat sedang turun, yaitu hujan penyakit, dosa, kemiskinan, opresi, dan setiap jenis pekerjaan jahat si iblis. Allah mengatakan bahwa bila kita tetap tinggal di bawah payung-perlindungan-NYA dengan jalan hidup patuh terhadap Firman-NYA maka kita akan tetap bebas dari semua hal jahat itu. Tetapi, kalau kita sengaja keluar dari perlindungan payung-NYA itu, berarti kita mengeluarkan diri dari bawah perlindungan Allah.
Disini hujan lebat sedang turun. "Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu."(Gal 6:7-8).
Mari saudara, janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai,,..(Gal 6:9-10) dengan berbagi Firman Allah, kepada setiap orang yang kita kasihi.
Galatia 6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
Galatia 6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.
Galatia 6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
Galatia 6:10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.
Itu seperti halnya Ia memiliki sebuah payung yang dibuka-NYA lebar-lebar untuk menaungi kita, umat-NYA. "Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia."(1Tes 5:9-10) Dibumi hujan lebat sedang turun, yaitu hujan penyakit, dosa, kemiskinan, opresi, dan setiap jenis pekerjaan jahat si iblis. Allah mengatakan bahwa bila kita tetap tinggal di bawah payung-perlindungan-NYA dengan jalan hidup patuh terhadap Firman-NYA maka kita akan tetap bebas dari semua hal jahat itu. Tetapi, kalau kita sengaja keluar dari perlindungan payung-NYA itu, berarti kita mengeluarkan diri dari bawah perlindungan Allah.
Disini hujan lebat sedang turun. "Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu."(Gal 6:7-8).
Mari saudara, janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai,,..(Gal 6:9-10) dengan berbagi Firman Allah, kepada setiap orang yang kita kasihi.
Galatia 6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
Galatia 6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.
Galatia 6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
Galatia 6:10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.
Published with Blogger-droid v1.6.7
Labels:
Crent Regeneration
2/22/2011
KITA HIDUP UNTUK APA?
Pernahkah kita berpikir, kita hidup di dunia ini untuk apa?
KITA HIDUP UNTUK BELAJAR.!
Roma 15:4
Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.
KITA HIDUP UNTUK DIAJAR.!
Yohanes 14:26
tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
KITA HIDUP UNTUK MENGAJAR.!
1 Timotius 4:11.
Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu.
1 Timotius 4:16.
Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.
Sesungguhnya setiap orang sejak lahir hingga akhir hayatnya, pasti perlu BELAJAR, siap DIAJAR, dan cakap MENGAJAR,
baik intelektual maupun spritual, baik duniawi maupun rohani. karena tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak perlu atau tidak pernah BELAJAR-DIAJAR dan MENGAJAR.
KITA HIDUP UNTUK BELAJAR.!
Roma 15:4
Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.
KITA HIDUP UNTUK DIAJAR.!
Yohanes 14:26
tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
KITA HIDUP UNTUK MENGAJAR.!
1 Timotius 4:11.
Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu.
1 Timotius 4:16.
Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.
Sesungguhnya setiap orang sejak lahir hingga akhir hayatnya, pasti perlu BELAJAR, siap DIAJAR, dan cakap MENGAJAR,
baik intelektual maupun spritual, baik duniawi maupun rohani. karena tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak perlu atau tidak pernah BELAJAR-DIAJAR dan MENGAJAR.
Published with Blogger-droid v1.6.7
Labels:
Crent Regeneration
Subscribe to:
Posts (Atom)



