Selamat datang di Crent Regeneration.

Terimakasih atas kunjungan anda.
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Ef 2:19,8-10)

6/06/2012

BUKAN SEKADAR LEWAT

BUKAN SEKADAR LEWAT
Nats : "Berbahagialah orang ... yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam." (Mazmur 1:1-2)

Mazmur 1:1-6

Donald S. Whitney mengamati bahwa "banyak jiwa yang merana adalah para pembaca Alkitab yang tekun." Mengapa? Karena mereka hanya membaca saja, dan tidak merenungkannya. Ia menulis, "Jika kita tidak hati-hati, perkataan Alkitab hanya akan menjadi aliran kumpulan kata yang melewati pikiran kita. Segera setelah kata-kata itu lewat dalam pikiran kita ... kita harus segera mengalihkan perhatian pada hal yang sekarang ada di hadapan kita. Ada begitu banyak hal yang harus kita olah dalam otak kita; jika kita tidak menyerap beberapa di antaranya, tidak ada yang akan memengaruhi diri kita."

Yang disebut pemazmur "berbahagia" juga bukan orang yang sekadar membaca firman Tuhan, tetapi yang merenungkannya siang dan malam. Merenungkan firman Tuhan berarti menyerapnya masuk dalam sistem berpikir kita. Pikiran yang dipengaruhi firman Tuhan inilah yang membuat orang tidak lagi suka berdekatan dengan dosa (ayat 1). Orang yang suka merenungkan firman Tuhan diibaratkan seperti pohon di tepi aliran air. Agar tidak layu, air haruslah diserap dan mengaliri semua bagian di dalam pohon itu, bukan sekadar lewat.

Seberapa banyak Anda "merenungkan" firman Tuhan selama ini? Pakailah 25-50% waktu pembacaan Alkitab untuk merenungkan satu ayat, frasa, atau kata. Lontarkan pertanyaan. Berdoalah. Buatlah catatan tentang hal itu. Pikirkan sedikitnya satu cara untuk menerapkannya. Jangan buru-buru. Benamkan diri Anda dalam firman. Jangan lagi biarkan jiwa Anda merana karena tak sempat menyerap apa-apa. Biarkan firman itu mengaliri dan menyegarkan Anda, memengaruhi hidup Anda dan membuat Anda berbuah-buah pada musimnya.

MAKIN BANYAK MEMBACA FIRMAN, MAKIN KITA AKAN MENGUASAINYA.

MAKIN BANYAK MERENUNGKAN FIRMAN, MAKIN KITA AKAN DIKUASAINYA.
Published with Blogger-droid v2.0.4

DIPAKAI DAN DIBENTUK OLEH ROH KUDUS

DIPAKAI DAN DIBENTUK OLEH ROH KUDUS

Kisah Para Rasul 9:32-43

Yesus pernah berjanji bahwa setelah kepergian-Nya, Ia akan mengutus Roh Kudus yang akan menjadi penolong dan penghibur orang percaya. Alkitab memperlihatkan kepada kita bahwa Roh Kudus seringkali memakai orang-orang percaya untuk turut serta dalam melakukan pekerjaan-Nya tersebut.

Petrus adalah contoh pribadi yang mau dipakai dan bersedia untuk diubah oleh Roh Kudus. Petrus bukanlah orang yang sempurna, ia pernah menyangkal Yesus, ia juga pernah ingin menghalangi Yesus pergi ke salib. Namun berkat pengampunan yang diberikan oleh Yesus, Petrus mau memberi dirinya dipakai oleh Roh Kudus untuk melayani ke berbagai tempat. Di Lida, Petrus menjadi berkat bagi Eneas yang telah lumpuh selama delapan tahun. Petrus juga menjadi berkat bagi masyarakat di sana sehingga mereka dapat mengenal Tuhan yang sejati (32-35).

Yope pun mendapat berkat berupa pengenalan akan Allah melalui pelayanan Petrus. Bahkan di Yope terjadi mukjizat yang luar biasa ketika Dorkas yang telah meninggal bangkit kembali. Roh Kudus memakai orang percaya serta membentuk mereka. Lihat saja Petrus, yang semula kesulitan bergaul dengan orang yang berbeda dengan dirinya, kini bersedia tinggal di rumah seorang penyamak kulit (43). Pekerjaan seorang penyamak kulit mengharuskan mereka untuk bersentuhan dengan bangkai hewan, suatu hal yang secara tradisi amat dihindari oleh masyarakat Yahudi, tetapi berkat pemahamannya terhadap keselamatan di dalam Yesus, Petrus tidak ragu lagi untuk bergaul dengannya

Roh Kudus dapat memakai dan membentuk Petrus. Roh Kudus juga pasti dapat memakai dan membentuk kita. Persoalannya adalah, maukah kita dipakai dan dibentuk oleh-Nya? Maukah Anda memberi diri untuk dipakai oleh Roh Kudus dalam melakukan pekerjaan-Nya? Bersediakah Anda juga dibentuk oleh Roh Kudus menjadi pribadi yang sesuai dengan kehendak-Nya? Serahkanlah diri Anda untuk dipakai dan dibentuk oleh Roh Kudus dan biarlah kemuliaan Allah menjadi nyata di hadapan banyak orang melalui diri Anda.

"Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup.
Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.
(Kis 9:41,42)
Published with Blogger-droid v2.0.4

6/03/2012

TANDA-TANDA KEHIDUPAN ORANG PERCAYA

TANDA-TANDA KEHIDUPAN ORANG PERCAYA

Kisah Para Rasul 9:19-31

Entah disadari atau tidak, kehidupan kita selalu berdampak bagi orang lain, baik dampak positif atau negatif, ataukah dalam skala besar atau kecil.

Citra Saulus sebagai seorang yang kejam terhadap pengikut Yesus sudah sedemikian terkenal di kalangan orang percaya, sehingga ketika Saulus diberitakan mengalami pertobatan pun, banyak pengikut Yesus yang masih takut dan sukar untuk percaya. Meski demikian, tanda-tanda pertobatan Saulus dibuktikan oleh penulis Kisah Para Rasul melalui dua hal: perbuatan Saulus setelah ia bertobat dan penyertaan Roh Kudus di dalam seluruh proses tersebut.

Segera setelah bertobat, Saulus giat memberitakan dan membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias. Segala pemberitaan dan pengajaran itu dilakukan oleh Saulus dengan sikap yang berani. Sikap segera dan berani yang ditunjukkan oleh Saulus ini merupakan suatu tanda bahwa Saulus kini telah percaya pada Yesus sebagai Mesias. Meski demikian, tidak semua orang dapat menerima perubahan dramatis Paulus ini sebagai hal yang positif. Baik di Damsyik maupun di Yerusalem, Saulus ingin dibunuh oleh mereka yang tidak suka pada perubahan tersebut. Bukan saja dari kalangan orang yang tidak percaya, tetapi bahkan dari kalangan orang percaya pun, Saulus menghadapi sejumlah tantangan. Bagi orang yang belum percaya dia adalah musuh, bagi orang percaya ia dijauhi karena memiliki reputasi yang mengerikan. Walau demikian, berkat penyertaan Roh Kudus segala tantangan dan kesulitan itu dapat dilewati oleh Saulus. Ketika Saulus terancam jiwanya, Roh Kudus meluputkan Saulus dari bahaya. Ketika Saulus dijauhi, Roh Kudus menyediakan seorang teman yang mau menerima dia.

Kisah pertobatan Saulus ini mengajarkan pada kita bahwa pertama, suatu pertobatan selayaknya membawa perubahan hidup pada arah yang baik; kedua, suatu pertobatan juga membawa kita pada risiko dan tantangan berkaitan dengan iman kita. Dan ketiga, sebagai orang percaya kita harus senantiasa bersandar pada pertolongan dan pimpinan Roh Kudus. Sudahkah tanda-tanda ini kita miliki?
Published with Blogger-droid v2.0.4

6/01/2012

YEREMIA

YEREMIA

"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." (Yeremia 1:5)

MASA LALU TEOLOGIS VS BIOGRAFIS

Yeremia 1:1-10

Yeremia adalah nabi besar. Pelayanannya sangat sulit, tetapi bisa setia sampai akhir. Tentu menarik dan penting mengerti sejarahnya ia bisa seperti itu. Akan tetapi, ternyata Alkitab sedikit saja mencatat data-data (masa lalu) biografis nabi ini: hanya nama dan profesi ayahnya, serta kota kelahirannya (ayat 1). Yang banyak dicatat justru masa lalu teologis-nya, yakni tentang apa yang Allah kerjakan pada "masa lalu" Yeremia, di mana Allah telah mengenal, menguduskan, menetapkan, bahkan memperlengkapi Yeremia menjadi nabi bagi bangsa-bangsa! (ayat 5-10). Ini jauh lebih penting dan lebih menentukan masa kini dan masa depan Yeremia, dibanding keterbatasan atau kelemahan pribadi Yeremia. Masa lalu teologis inilah rahasia keberhasilan nabi Yeremia melaksanakan tugas kenabiannya yang berlangsung lama dan sulit itu.

Kita bukan nabi, tetapi sebagai umat pilihan di zaman ini, kita juga mengemban misi Allah. Seperti Yeremia, kita dipanggil menjadi berkat bagi bagi kota, bangsa, dan bagi zaman kita. Tugas apa yang Allah percayakan pada Anda saat ini? Buatlah komitmen untuk menaatinya, terlepas dari ada-tidaknya kelemahan yang Anda punya, karena panggilan Allah itu jaminan bahwa Anda pasti bisa melaksanakannya!

PANGGILAN ITU BERSANDAR PADA APA YANG TUHAN LAKUKAN PADA KITA,

BUKAN PADA APA YANG BISA KITA LAKUKAN BAGI DIA.
Published with Blogger-droid v2.0.4

KESELAMATAN ADALAH ANUGERAH ALLAH

KESELAMATAN ADALAH ANUGERAH ALLAH

Kisah Para Rasul 9:1-19a

Monster ganas, barangkali itulah istilah tepat untuk melukiskan seorang Saulus sebelum ia bertemu Yesus. Betapa tidak, Alkitab melukiskan bagaimana Saulus memasuki rumah demi rumah, menyeret orang-orang percaya, dan memenjarakan mereka (Kis. 8:3). Alkitab melukiskan betapa Saulus dengan semangat berkobar-kobar serta didukung oleh surat kuasa dari Imam Besar, pergi untuk menangkap dan membunuh setiap orang yang mengikuti Jalan Tuhan (Kis. 9:1, 2). Sungguh ganas dan mengerikan!

Saulus boleh saja punya semangat, punya rencana, dan dukungan Imam Besar, tetapi rencana tinggal rencana ketika ia kemudian bertemu dengan Imam Besar dan Pemilik Kuasa yang sesungguhnya. Segala sesuatu yang ia rencanakan pupus dengan segera. Di hadapan Yesus, Saulus terkapar di tanah dan tidak berdaya. Jangankan mencari dan menangkap orang-orang percaya, melihat pun ia tidak dapat (8-9).

Kisah selanjutnya, sungguh di luar penalaran kita, bahkan Ananias pun semula ragu bahwa Saulus telah bertobat. Namun Yesus telah memerintahkan Ananias untuk melayani Saulus, membaptis dia, dan membawanya ke dalam lingkungan orang percaya lainnya. Dalam sekali perjumpaan, melalui firman Yesus yang penuh kuasa, seorang monster yang ganas kemudian berubah menjadi seorang laki-laki biasa yang lemah dan butuh pertolongan. Di kemudian hari Saulus bahkan berubah menjadi salah satu tokoh Kristen yang paling gigih dalam memberitakan Injil Tuhan Yesus sampai akhir hayatnya.

Dari pertobatan Saulus ini kita belajar betapa keselamatan di dalam Yesus Kristus sungguh-sungguh merupakan suatu anugerah dari Tuhan. Ketika tidak ada orang yang berani mendekati Saulus karena kekejamannya, Allah sendiri bertindak. Seperti Saulus, kita pun bukan orang yang layak di hadapan Tuhan, tetapi kita pun telah mengalami perjumpaan dan menerima Firman itu sehingga kita menjadi orang percaya. Sudahkah kita bersyukur atas anugerah keselamatan yang Tuhan beri? Maukah kita taat pada pimpinan Yesus, Tuhan kita?
Published with Blogger-droid v2.0.4

TANGGUNG JAWAB UNTUK BERSAKSI

TANGGUNG JAWAB UNTUK BERSAKSI

Kisah Para Rasul 1:6-8

Bangkitnya Yesus dari kematian membangkitkan pula harapan para murid akan kembalinya kejayaan Israel seperi zaman Daud. Namun, benarkah situasi seperti itu yang menjadi harapan dan tujuan Yesus Kristus di dalam karya keselamatan-Nya?

Bagi Yesus, bukanlah bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi, melainkan bahwa hal itu bukan urusan para murid untuk mengetahui kapan waktu terjadinya. Yesus mengingatkan bahwa pemulihan Israel atau pun pemulihan keadaan dunia hanya ada di dalam pengetahuan Bapa (Mrk. 13:32). Para murid tidak perlu memfokuskan diri pada hari kapan pemulihan itu akan terjadi.

Kepada para murid, Yesus menjanjikan kuasa untuk bersaksi yang berasal dari Roh Kudus. Bukan kerajaan yang bersifat materi yang Yesus janjikan tetapi sebuah kerajaan rohani, yaitu ketika Roh Allah sendiri bertakhta dan berkuasa di dalam hati para murid dan orang-orang yang percaya. Bukan kemenangan politik lewat peperangan yang Yesus janjikan, tetapi sebuah kemenangan rohani melalui kesaksian para murid yang didukung oleh Roh Allah sendiri. Kemenangan rohani sudah dimiliki secara mutlak oleh Yesus melalui kematian dan kebangkitan-Nya, tetapi Yesus ingin agar kemenangan itu juga diwujudnyatakan di dalam dan melalui diri orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Bagaimana dengan kita? Apakah seperti para murid kita juga lebih memusatkan perhatian pada pencapaian-pencapaian secara materi? Ataukah kita juga mau dipimpin oleh Roh Kudus untuk bersaksi kepada dunia dan menjadikan dunia ini sebagai tempat di mana Allah yang sejati menjadi Raja di dalam hati orang-orang yang percaya? Apakah seperti para murid kita juga ingin merasakan kemenangan mudah? Ataukah kita juga rela memberi hati untuk berjuang bersama-sama Allah dalam memenangkan hati banyak orang bagi Kristus melalui kesaksian kita?

"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."(Kis 1:8)
Published with Blogger-droid v2.0.4

MERASA BENAR

MERASA BENAR

1 Korintus 8:1-12
Seorang teman pernah mengeluhkan pemain basket dalam tim yang dilatihnya. "Memang mainnya bagus, tetapi main sendiri, tidak pernah memberi bola untuk yang lain, " jelasnya. Si pemain hebat begitu berpusat pada dirinya sendiri. Dalam pandangannya ia berbuat yang benar dengan menghasilkan poin demi poin bagi timnya, tetapi dari kacamata pelatih ia sedang mematikan semangat dan potensi yang ada dalam tim.

Beberapa orang dalam jemaat di Korintus juga berpikir bahwa mereka sedang melakukan apa yang benar, menegaskan kemerdekaan orang percaya di dalam Kristus (ayat 4-6, 8). Namun, mereka tidak memperhatikan keberatan-keberatan nurani sesama saudara seiman. Tuhan tahu hati mereka (ayat 3). Jika mereka mengasihi Tuhan, mereka akan memikirkan bagaimana agar sikap mereka dapat membangun sesama umat Tuhan (ayat 1). Namun sebaliknya, karena mereka tidak punya kasih, pengetahuan mereka menjadi batu sandungan bagi orang lain. Betapa tragis jika seseorang merasa diri benar, tetapi ternyata ia telah berdosa di mata Tuhan (ayat 12).

Semua orang yang percaya kepada Kristus akan menjadi saudara-saudara kita dalam kekekalan. Ada yang beribadah di gereja yang sama, ada yang berbeda. Ada yang kita jumpai setiap hari, ada yang hanya sebentar. Ada yang menyenangkan, ada yang menjengkelkan. Bagaimana ucapan dan tindakan kita kepada mereka jika dipandang dari kacamata Tuhan? Adakah Dia mengenal kita sebagai anak-anak-Nya yang mengasihi Dia? Satu tindakan kasih apa yang dapat kita lakukan untuk membangun saudara-saudara kita hari ini?

"Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.
Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah. (1Kor 8:23)
Published with Blogger-droid v2.0.4