Selamat datang di Crent Regeneration.

Terimakasih atas kunjungan anda.
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Ef 2:19,8-10)

4/20/2012

MERASA AMAN

MERASA AMAN

"Orang fasik lari, walaupun tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman seperti singa muda". (Amsal 28:1)

Amsal 28:1-10
Pernahkah Anda berusaha tak terlihat ketika kendaraan polisi lewat, padahal ia tidak sedang mengejar Anda? Pernahkah kita berusaha membela diri dalam percakapan, padahal sebenarnya tidak ada orang yang mengkritik perkataan kita? Kalau pernah, kita takkan menemui kesulitan saat membaca ayat 1: "orang fasik lari, walaupun tidak ada yang mengejarnya".

Ada sesuatu yang membuat orang fasik lari. Jelas bukan karena mereka orang-orang penakut. Pada kenyataannya, orang fasik dalam kebodohannya bisa melakukan tindakan-tindakan yang berisiko tinggi, misalnya: menerobos lampu merah, memakai obat terlarang, korupsi, dan sebagainya. Namun, seperti Adam yang bersembunyi ketika mendengar langkah Tuhan (Kejadian 3:8), ada nurani yang Tuhan berikan untuk memberi tahu bahwa ia "tidak aman" di hadapan Tuhan (bandingkan Roma 1:18). Sebaliknya, "orang benar merasa aman seperti singa muda". Siapa mereka? Alkitab tidak memaksudkan mereka yang mengandalkan kebenarannya sendiri, tetapi orang-orang yang dibenarkan oleh Tuhan (Mazmur 32:1-2), yang hatinya telah dibersihkan dari nurani yang jahat sehingga beroleh keberanian menghadap Tuhan, hati mereka tidak lagi menuduh mereka (1 Yohanes 3:21).

Jika kita telah dibenarkan Tuhan, kita akan hidup menundukkan diri pada Firman-Nya. Aturan manusia yang sesuai dengan Firman Tuhan kita penuhi bukan karena dikejar rasa bersalah. Aturan manusia yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan kita tentang dengan berani dan berhikmat. Kebenaran Tuhan itulah modal kita untuk "merasa aman" di hadapan Tuhan dan manusia.

RASA AMAN SEJATI DATANG DARI HIDUP YANG SUDAH DIBENARKAN

DAN DISELARASKAN DENGAN KEBENARAN TUHAN.
Published with Blogger-droid v2.0.4

4/15/2012

INJIL ADALAH KEKUATAN ALLAH

INJIL ADALAH KEKUATAN ALLAH
Roma 1:16-17
"Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

Perikop hari ini yang dimulai dengan kata sambung "sebab" perlu dipahami dalam hubungannya dengan ay. 14-15 yang kita baca kemarin. Alkitab TB2 (LAI, 1997) mengatakan, "Sebab aku tidak malu terhadap Injil." Sebagai seorang hamba Kristus, Paulus merasa dirinya berutang untuk memberitakan Injil kepada orang dari segala kalangan, "baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar." Dalam konteks inilah kita bisa memahami kenapa Paulus sampai perlu mengatakan bahwa ia tidak malu untuk tetap memberitakan Injil.

Di tengah tantangan kehidupan dunia sehari-hari ada kalanya saat kita perlu menunjukkan identitas sebagai orang Kristen kita merasa rendah diri dengan iman kita dan dengan pengetahuan kita sementara ketika melihat orang lain kita merasa mereka lebih pintar, terpelajar, dan berbudaya. "Layakkah saya menyampaikan Injil ini? Jangan-jangan saya akan didebat habis-habisan oleh mereka dan malah hanya menjadi bahan tertawaan."

Paulus mengatakan bahwa poin penting dari pemberitaan Injil bukanlah pada perbandingan siapa kita yang memberitakan dan siapa mereka yang hendak kita Injili. Yang penting adalah Injil itu sendiri. Sebagaimana Paulus melihat dirinya sebagai hamba Kristus (1) sehingga ia tidak punya pilihan lain selain memberitakan Injil, begitu pula setiap Kristen. Jika kita adalah hamba Kristus, maka segala kelemahan yang nampak pada diri kita dan segala kelebihan yang nampak pada diri orang yang menjadi sasaran Injil menjadi tidak relevan. Bukan diri kita yang kuat tetapi Allah yang kuat dan wujud dari kekuatan itu adalah Injil. Injil itu yang menyelamatkan semua orang, baik orang Yahudi maupun "orang Yunani" (juga orang Indonesia dan semua bangsa di dunia, seperti nyata dalam Surat Roma ini).

Di dalam Injil nyata pembenaran yang Allah kerjakan untuk manusia. Selama kita setia kepada berita Injil dan setia kepada natur serta tujuan dari Injil itu sendiri, tidak ada alasan untuk ragu, malu, ataupun rendah diri atas Injil ini karena di dalamnyalah ada keselamatan bagi kita dan bagi siapa pun yang menerimanya.@

Published with Blogger-droid v2.0.4

4/07/2012

PERJUMPAAN YANG BERDAMPAK

PERJUMPAAN YANG BERDAMPAK

Markus 15:20b-32
Bagaimana kisah Anda pertama kali bertemu Yesus? Mungkin ketika Anda mengikuti sebuah KKR di suatu Gereja. Atau ketika Anda secara tidak sengaja membaca sebuah renungan singkat seperti ini yang diberikan oleh seorang sahabat. Bisa jadi pertemuan itu adalah lewat sebuah kecelakaan tragis yang menimpa Anda. Pertemuan pertama kali itu bentuknya bisa sangat beragam. Yang penting bukan bagaimana bentuk pertemuannya, tetapi apa respons dan dampaknya.

Ada dua kelompok orang yang pertama kali bertemu Yesus di perikop ini. Dua penjahat di samping Yesus sangat mungkin baru pertama kali melihat Yesus. Mereka bertemu secara unik, yaitu dalam keadaan tergantung di atas salib. Markus bersama Matius, hanya menuliskan bahwa kedua penjahat itu sama seperti para imam dan ahli taurat, serta orang-orang yang menyaksikan peristiwa di sekitar tempat penyaliban itu (29-32a), mencela Yesus (15:32b; Mat.27:44). Dari Lukas kita tahu bahwa salah seorang penjahat itu bertobat dan Yesus menjanjikan taman Eden baginya (Luk. 23:39-43). Perjumpaan pertama dari salah seorang penjahat itu dengan Yesus telah menghasilkan dampak pertobatan.

Kelompok kedua, sebenarnya satu orang saja yaitu Simon, orang Kirene. Dia berjumpa dengan Yesus yang sedang memikul salib-Nya menuju Golgota. Oleh para prajurit, Simon dipaksa membantu Yesus memikul salib-Nya. Tidak jelas siapa Simon, juga apa respons hati Simon serta dampak perjumpaannya dengan Yesus. Penyebutan Rufus dan Aleksander, anak-anak Simon mungkin mengindikasikan di kemudian hari kedua anak ini dikenal sebagai pengikut Yesus. Kalau demikian, perjumpaan Simon dengan Yesus membawa dampak keluarganya percaya dan mengikut Yesus.

Satu hal penting kita sadari. Ada orang mungkin hanya berkesempatan satu kali bertemu dengan Tuhan Yesus. Kalau ia tidak merespons percaya, dampak mengerikanlah yang dihasilkan. Betapa penting kita sebagai utusan-Nya untuk mempersiapkan perjumpaan orang-orang ini dengan Kristus. Haleluya.

Published with Blogger-droid v2.0.4

DITINGGALKAN ALLAH

DITINGGALKAN ALLAH

Markus 15:33-41
Berpisah dengan seseorang yang paling kita kasihi pasti sangat menyedihkan hati.

Apa yang dialami Yesus saat di kayu salib jauh berbeda. Seruan-Nya, "Eloi, Eloi lama sabakhtani?" mewakili kepedihan hati-Nya ditinggalkan Allah Bapa yang sejak kekekalan ada dalam kesatuan Trinitas: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Apa yang dialami Yesus jauh lebih dahsyat dari semua pengalaman manusia siapa pun mengenai ditinggalkan seseorang yang terkasih. Di dunia yang tercemar dengan dosa, Yesus harus terpisah dengan Allah, Bapa yang sangat dikasihi-Nya itu, karena memikul dosa seisi dunia. Demi penebusan dosa-dosa Anda dan saya Dia rela ditinggalkan oleh Allah Bapa. Itu sebabnya kematian Yesus, keterpisahan-Nya dengan Allah Bapa menjadi peluang untuk manusia diperdamaikan dengan Allah Bapa. Hal itu secara simbolik dinyatakan lewat koyaknya tabir Bait Suci yang memisahkan ruang maha suci dari ruang suci. Tidak heran muncullah pengakuan si kepala pasukan, "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!"

Jika Yesus sedemikian menderitanya terpisah dari Allah Bapa agar kita dipisahkan dari dosa untuk selama-lamanya, masakah kita masih tidak rela untuk terpisah dari dosa demi terhubung dengan Allah untuk selama-lamanya? Kiranya Jumat Agung kali ini (dan juga Jumat Agung-Jumat Agung yang akan datang) boleh membawa kepada kita semua penghayatan yang baru akan betapa seriusnya dosa di mata Allah. Kiranya kita semakin menyadari betapa Kristus sudah membebaskan kita semua dari belenggu dosa tersebut agar kita dapat menikmat relasi yang abadi dengan Allah Bapa dan juga bersama Tuhan Yesus kelak. Amin.

Published with Blogger-droid v2.0.4

AGAR DOA TIDAK TERHALANG

AGAR DOA TIDAK TERHALANG.

"Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat." (1 Pet 3:12)

1 Pet 3:8-12
Pernahkah Anda merasa begitu sulit untuk berdoa? Saya pernah. Dan hari-hari itu mengerikan. Saya bisa kelihatan sedang berdoa, berusaha merangkai kalimat-kalimat doa, tetapi sebenarnya saya tidak sedang terhubung dengan Tuhan. Firman Tuhan sebenarnya sudah memperingatkan kita tentang hal ini.

Persis sebelum bagian yang kita baca, Petrus mengingatkan para suami untuk mengasihi dan menghormati istrinya agar doanya tidak terhalang. Lalu, Petrus meneruskan nasihatnya kepada seluruh jemaat agar mereka hidup dalam kasih dan damai, menjauhi yang jahat, karena Tuhan tidak akan mendengarkan permohonan orang-orang jahat (ayat 12). Jika kita meneruskan hingga 1 Petrus 4:7, sekali lagi kita akan menemukan bahwa Petrus menasihati jemaat untuk menguasai diri dan menjadi tenang supaya dapat berdoa. Dapatkah Anda melihat kesamaannya? Ada cara hidup yang menghalangi doa, ada cara hidup yang menolong kita memiliki kehidupan doa yang baik. Pesan ini diulang-ulang Petrus dalam suratnya.

Bayangkan Tuhan mendengar saya berdoa mohon damai sejahtera, tetapi tiap hari mengisi pikiran dan hati saya dengan kekecewaan dan kepahitan. Saya mohon hubungan yang penuh kasih, sementara saya sendiri tidak mau mengasihi. Menggelikan bukan? Bagaimana saya bisa menuntut Tuhan mendengar doa saya, sementara hidup saya menunjukkan bahwa saya tidak serius dengan apa yang saya doakan? Tuhan memanggil anak-anak-Nya untuk hidup dalam kebenaran. Adakah hal-hal yang harus Anda bereskan di tengah keluarga, rekan kerja, persekutuan orang percaya, supaya doa Anda tidak terhalang?

JIKA SERIUS DENGAN TUHAN, KITA AKAN SERIUS DALAM DOA;

JIKA SERIUS DENGAN DOA, KITA AKAN SERIUS DALAM CARA KITA HIDUP.
Published with Blogger-droid v2.0.4

4/05/2012

TUHAN MEMBIARKAN KEJAHATAN?

TUHAN MEMBIARKAN KEJAHATAN?

"Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya."
Mat 13:41

Matius 13:24-30,36-43
Ketika mengikuti berita dan mengamati berbagai peristiwa tiap hari, kita mendapati kehadiran dan daya rusak kejahatan begitu merajalela. Kita bertanya, "Bagaimana mungkin Tuhan yang baik dan berkuasa membiarkan kejahatan?" Jika Tuhan Maha baik, Dia ingin mengalahkan kejahatan. Jika Tuhan Mahakuasa, Dia dapat menga lahkan ke-jahatan. Tapi, kejahatan masih ada di mana-mana.

Pandangan tentang Tuhan yang terbatas gagal memahami bahwa Tuhan belum selesai bertindak terhadap kejahatan. Tuhan Yesus menjelaskan kebenaran ini melalui sebuah perumpamaan sederhana tentang lalang di antara gandum (ayat 24-30). Perumpamaan ini dipakai Tuhan Yesus untuk menerangkan bagaimana kejahatan akan tetap ada sebelum akhir zaman, namun akan tiba saatnya di mana segala kejahatan serta para pelakunya mendapat hukuman yang setimpal (ayat 40-42). Kebenaran Tuhan akan ditegakkan atas seluruh ciptaan.

Tuhan Mahabaik dan Mahakuasa. Fakta bahwa Tuhan belum melenyapkan kejahatan saat ini tidak berarti Dia tidak akan melenyapkannya pada masa yang akan datang. Dia dapat dan akan melakukannya, dalam waktu dan hikmat-Nya (lihat juga 2 Petrus 3:7-12). Apa yang kita pikirkan tentang Tuhan ketika melihat atau mengalami hal-hal yang buruk dalam hidup? Mari memperbarui pengharapan, penghormatan, dan penundukan diri kita kepada-Nya, Tuhan yang sungguh Mahabaik dan Mahakuasa.

KEJAHATAN TAK MENGUBAH FAKTA TUHAN ITU MAHABAIK-MAHAKUASA

DIA AKAN MEMBERESKAN KEJAHATAN PADA WAKTU-NYA
Published with Blogger-droid v2.0.4

4/04/2012

BERITAKAN KEMATIAN-NYA

BERITAKAN KEMATIAN-NYA

"Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang "
(1 Kor 11:26)

1 Korintus 11:17-34
Coba perhatikan sikap jemaat, termasuk diri kita sendiri, saat mengikuti Perjamuan Kudus. Beberapa orang melakukannya dalam rutinitas dan tanpa rasa. Bahkan, beberapa orang lebih suka membahas rasa anggur dan jenis roti yang dipakai, yang mungkin tak sesuai dengan seleranya. Tak pelak lagi, di banyak gereja, Perjamuan Kudus nyaris kehilangan maknanya.

Jemaat di Korintus juga sempat mengalami hal yang sama. Mereka melakukan rutinitas Perjamuan Kudus tanpa menghayati maknanya (ayat 20). Paulus mengingatkan, Perjamuan Kudus diperintahkan oleh Kristus sendiri, dan setiap kali kita makan roti dan minum anggur, kita sebe-narnya sedang memberitakan kematian Tuhan (ayat 23-26). Kematian ini tidak akan pernah sama dengan kematian siapa pun. Bukan kematian akibat tidak mampu melawan maut yang menjemput, melainkan kematian yang direncanakan dan digenapi sebagai wujud kasih yang besar. Tubuh yang tercabik dan darah yang tercurah bercerita tentang luputnya manusia yang berdosa dari murka Allah oleh pengorbanan Kristus. Melalui Perjamuan Kudus, jemaat Tuhan memberitakan kematian-Nya sampai Dia datang kembali (ayat 26).

Sebab itu, tak boleh kita mengangkat roti dan cawan dengan sikap remeh, apalagi angkuh. Kita adalah sesama pendosa yang menerima anugerah pengampunan melalui kematian Yesus. Tiap kali menghadap meja perjamuan, izinkan berita ini memenuhi sanubari kita dengan rasa takjub sekaligus hormat kepada Tuhan. Banyak orang yang belum memahami dan mengalami karya-Nya. Kitalah yang seharusnya memperkenalkan makna roti dan cawan kepada mereka.

YESUS SUDAH MATI BAGI KITA SUPAYA KITA HIDUP BAGI DIA.

MARI MENJADI PEWARTA KEMATIAN-NYA HINGGA DIA DATANG.
Published with Blogger-droid v2.0.4