Selamat datang di Crent Regeneration.

Terimakasih atas kunjungan anda.
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Ef 2:19,8-10)

11/10/2014

( Panggilan Paulus 25 ) Kepemimpinan Fungsional


(25) Kepemimpinan fungsional
Kisah Para Rasul 27:14-44

Secara umum, kepemimpinan sering dipandang sebagai status atau kedudukan daripada sebagai suatu pelayanan. Sering juga kepemimpinan diserahkan kepada seseorang sebagai hadiah atas prestasinya, dan bukan sebagai tanggung jawab yang membutuhkan kerendahhatian. Maka banyak orang yang bekerja untuk meraih sebuah kedudukan dalam kepemimpinan dan bukan untuk melayani orang lain serta membiarkan karakter kepemimpinan itu yang bertumbuh dalam dirinya.

Kepemimpinan Paulus muncul di kapal yang menuju ke Roma itu. Meski sebelumnya sarannya tidak didengar, Paulus tidak lantas merajuk dan berdiam diri. Kemungkinan bahaya bila kapal melanjutkan pelayaran seperti yang telah dikatakan Paulus, ternyata terjadi. Angin badai melanda (14). Awak kapal pun berupaya menyelamatkan kapal, dengan menurunkan layar dan membiarkan kapal terapung-apung (17) serta meringankan beban kapal dengan membuang alat-alat kapal (19). Karena tidak ada hasil atas semua upaya itu, mereka jadi putus asa (20). Pada saat itulah Paulus tampil dan membangkitkan semangat dengan menyampaikan pesan Allah yang disampaikan kepada dia melalui malaikat (22-24). Paulus juga mencegah para awak kapal yang berusaha melarikan diri (30-32). Saran sederhana, tetapi penting pun dikatakan oleh Paulus, yaitu mengajak mereka makan (33-36). Paulus melakukan semua itu tanpa posisi kepemimpinan secara formal. Ia bukan kapten kapal atau prajurit kaisar. Ia hanyalah seorang tahanan.

Kepemimpinan Paulus memang tidak dipandang sebagai kepemimpinan rohani oleh orang-orang di kapal itu. Mereka mengikuti saran Paulus karena telah terbukti kebenaran perkataan dan kompetensinya. Inilah yang disebut sebagai kepemimpinan fungsional, tanpa jabatan formal, tetapi melakukan fungsinya tatkala dibutuhkan, tatkala tak seorang pun dapat memberikan jawaban.

Kita pun bisa tampil menjadi pemimpin fungsional bagi dunia di sekitar kita. Tak perlu jabatan dan pelantikan, tetapi berilah pertolongan dan layanilah mereka yang membutuhkan.


14 Tetapi tidak berapa lama kemudian turunlah dari arah pulau itu angin badai, yang disebut angin "Timur Laut".
15 Kapal itu dilandanya dan tidak tahan menghadapi angin haluan. Karena itu kami menyerah saja dan membiarkan kapal kami terombang-ambing.
16 Kemudian kami hanyut sampai ke pantai sebuah pulau kecil bernama Kauda, dan di situ dengan susah payah kami dapat menguasai sekoci kapal itu.
17 Dan setelah sekoci itu dinaikkan ke atas kapal, mereka memasang alat-alat penolong dengan meliliti kapal itu dengan tali. Dan karena takut terdampar di beting Sirtis, mereka menurunkan layar dan membiarkan kapal itu terapung-apung saja. 
18 Karena kami sangat hebat diombang-ambingkan angin badai, maka pada keesokan harinya mereka mulai membuang muatan kapal ke laut.
19 Dan pada hari yang ketiga mereka membuang alat-alat kapal dengan tangan mereka sendiri. 
20 Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami. 
21 Dan karena mereka beberapa lamanya tidak makan, berdirilah Paulus di tengah-tengah mereka dan berkata: "Saudara-saudara, jika sekiranya nasihatku dituruti, supaya kita jangan berlayar dari Kreta, kita pasti terpelihara dari kesukaran dan kerugian ini! 
22 Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorang pun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.
23 Karena tadi malam seorang malaikat dari Allah, yaitu dari Allah yang aku sembah sebagai milik-Nya, berdiri di sisiku,
24 dan ia berkata: Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau.
25 Sebab itu tabahkanlah hatimu, saudara-saudara! Karena aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku.
26 Namun kita harus mendamparkan kapal ini di salah satu pulau." 
27 Malam yang keempat belas sudah tiba dan kami masih tetap terombang-ambing di laut Adria. Tetapi kira-kira tengah malam anak-anak kapal merasa, bahwa mereka telah dekat daratan.
28 Lalu mereka mengulurkan batu duga, dan ternyata air di situ dua puluh depa dalamnya. Setelah maju sedikit mereka menduga lagi dan ternyata lima belas depa.
29 Dan karena takut, bahwa kami akan terkandas di salah satu batu karang, mereka membuang empat sauh di buritan, dan kami sangat berharap mudah-mudahan hari lekas siang.
30 Akan tetapi anak-anak kapal berusaha untuk melarikan diri dari kapal. Mereka menurunkan sekoci, dan berbuat seolah-olah mereka hendak melabuhkan beberapa sauh di haluan.
31 Karena itu Paulus berkata kepada perwira dan prajurit-prajuritnya: "Jika mereka tidak tinggal di kapal, kamu tidak mungkin selamat."
32 Lalu prajurit-prajurit itu memotong tali sekoci dan membiarkannya hanyut. 
33 Ketika hari menjelang siang, Paulus mengajak semua orang untuk makan, katanya: "Sudah empat belas hari lamanya kamu menanti-nanti saja, menahan lapar dan tidak makan apa-apa.
34 Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorang pun di antara kamu akan kehilangan sehelai pun dari rambut kepalanya."
35 Sesudah berkata demikian, ia mengambil roti, mengucap syukur kepada Allah di hadapan semua mereka, memecah-mecahkannya, lalu mulai makan.
36 Maka kuatlah hati semua orang itu, dan mereka pun makan juga. 
37 Jumlah kami semua yang di kapal itu dua ratus tujuh puluh enam jiwa. 
38 Setelah makan kenyang, mereka membuang muatan gandum ke laut untuk meringankan kapal itu. 
39 Dan ketika hari mulai siang, mereka melihat suatu teluk yang rata pantainya. Walaupun mereka tidak mengenal daratan itu, mereka memutuskan untuk sedapat mungkin mendamparkan kapal itu ke situ.
40 Mereka melepaskan tali-tali sauh, lalu meninggalkan sauh-sauh itu di dasar laut. Sementara itu mereka mengulurkan tali-tali kemudi, memasang layar topang, supaya angin meniup kapal itu menuju pantai.
41 Tetapi mereka melanggar busung pasir, dan terkandaslah kapal itu. Haluannya terpancang dan tidak dapat bergerak dan buritannya hancur dipukul oleh gelombang yang hebat.
42 Pada waktu itu prajurit-prajurit bermaksud untuk membunuh tahanan-tahanan, supaya jangan ada seorang pun yang melarikan diri dengan berenang.
43 Tetapi perwira itu ingin menyelamatkan Paulus. Karena itu ia menggagalkan maksud mereka, dan memerintahkan, supaya orang-orang yang pandai berenang lebih dahulu terjun ke laut dan naik ke darat,
44 dan supaya orang-orang lain menyusul dengan mempergunakan papan atau pecahan-pecahan kapal. Demikianlah mereka semua selamat naik ke darat.


11/08/2014

( Panggilan paulus 24 ) Bukan Hanya Kepentingan Diri


(24) Bukan hanya kepentingan diri
Kisah Para Rasul 27:1-13

Ada stasiun televisi yang menyiarkan program prakiraan cuaca setiap hari. Tentu prakiraan cuaca itu berasal dari sumber yang bisa dipercaya, yang memantau cuaca berdasarkan ilmu dan teknologi tertentu. Maka tak mengherankan bila seorang seperti Paulus, tidak dipercaya untuk membuat prakiraan cuaca.
Yulius, perwira pasukan kaisar Roma, memperlakukan Paulus dengan ramah (3). Ini mungkin karena Paulus berbeda dari tahanan lain, ia adalah warga negara Roma yang ingin bertemu kaisar. Saat itu mereka dalam pelayaran menuju Italia (1). Berlayar dalam musim dingin memang tidak aman karena kemungkinan adanya badai sangat besar. Sebab itu, mereka harus melewatkan musim dingin dengan tinggal di sebuah kota dan pelayaran baru dilanjutkan setelah musim dingin berlalu.

Nakhoda dan jurumudi kapal yang lebih berpengalaman dalam berlayar memutuskan untuk meninggalkan Pelabuhan Indah dan melanjutkan pelayaran ke Feniks, kota pelabuhan berikutnya yang dapat mereka singgahi. Keputusan itu diambil karena Pelabuhan Indah bukan tempat yang ideal untuk ditinggali selama musim dingin (12).

Akan tetapi, Paulus memiliki pendapat berbeda, Ia menyarankan agar mereka tetap tinggal di Pelabuhan Indah karena melanjutkan perjalanan dalam cuaca seperti itu akan berisiko sangat besar, termasuk risiko nyawa mereka (9)! Apakah pendapat Paulus ini didengar? Dalam hal ini, tentu tidak mengherankan bila Yulius, sang perwira lebih mau mendengarkan saran nakhoda dan jurumudi kapal (11). Menurut para awal kapal, lebih baik berupaya keras untuk mencapai kota Feniks. Dan keputusan ini kelak akan mereka sesali dikemudian hari.

Seperti telah dinyatakan kepadanya, Paulus tahu bahwa ia akan selamat sampai di Roma. Meski demikian, ia peduli kepada orang lain dalam kapal itu, para tahanan yang mungkin dalam kondisi terbelenggu sehingga tak bisa menyelamatkan diri bila terjadi kecelakaan. Dalam hal ini kita melihat teladan Paulus, yang tidak hanya memikirkan diri sendiri dan berani berbicara bagi kepentingan orang lain.


Kisah Para Rasul 27:1-13
1 Setelah diputuskan, bahwa kami akan berlayar ke Italia, maka Paulus dan beberapa orang tahanan lain diserahkan kepada seorang perwira yang bernama Yulius dari pasukan Kaisar.
2 Kami naik ke sebuah kapal dari Adramitium yang akan berangkat ke pelabuhan-pelabuhan di sepanjang pantai Asia, lalu kami bertolak. Aristarkhus, seorang Makedonia dari Tesalonika, menyertai kami.
3 Pada keesokan harinya kami singgah di Sidon. Yulius memperlakukan Paulus dengan ramah dan memperbolehkannya mengunjungi sahabat-sahabatnya, supaya mereka melengkapkan keperluannya. 
4 Oleh karena angin sakal kami berlayar dari situ menyusur pantai Siprus. 
5 Dan setelah mengarungi laut di depan Kilikia dan Pamfilia, sampailah kami di Mira, di daerah Likia. 
6 Di situ perwira kami menemukan sebuah kapal dari Aleksandria yang hendak berlayar ke Italia. Ia memindahkan kami ke kapal itu.
7 Selama beberapa hari berlayar, kami hampir-hampir tidak maju dan dengan susah payah kami mendekati Knidus. Karena angin tetap tidak baik, kami menyusur pantai Kreta melewati tanjung Salmone.
8 Sesudah kami dengan susah payah melewati tanjung itu, sampailah kami di sebuah tempat bernama Pelabuhan Indah, dekat kota Lasea.
9 Sementara itu sudah banyak waktu yang hilang. Waktu puasa sudah lampau dan sudah berbahaya untuk melanjutkan pelayaran. Sebab itu Paulus memperingatkan mereka, katanya:
10 "Saudara-saudara, aku lihat, bahwa pelayaran kita akan mendatangkan kesukaran-kesukaran dan kerugian besar, bukan saja bagi muatan dan kapal, tetapi juga bagi nyawa kita."
11 Tetapi perwira itu lebih percaya kepada jurumudi dan nakhoda dari pada kepada perkataan Paulus. 
12 Karena pelabuhan itu tidak baik untuk tinggal di situ selama musim dingin, maka kebanyakan dari mereka lebih setuju untuk berlayar terus dan mencoba mencapai kota Feniks untuk tinggal di situ selama musim dingin. Kota Feniks adalah sebuah pelabuhan pulau Kreta, yang terbuka ke arah barat daya dan ke arah barat laut.
13 Pada waktu itu angin sepoi-sepoi bertiup dari selatan. Mereka menyangka, bahwa maksud mereka sudah tentu akan tercapai. Mereka membongkar sauh, lalu berlayar dekat sekali menyusur pantai Kreta.


( Panggilan Paulus 23 ) Menggunakan Setiap Kesempatan


(23) Menggunakan Setiap kesempatan
Kisah Para Rasul 26:24-32

Meski Injil adalah kebenaran Allah, tetapi tidak semua orang dapat memberi respons positif. Ini tampak pada diri kedua orang pemimpin Romawi ini, Festus dan Agripa.
Setelah mendengar pemaparan Paulus, Festus menganggap Paulus gila (24). Benarlah perkataan Paulus, "... pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa..." (1Korintus 1:18). Menjawab respons Festus, Paulus menyatakan bahwa dirinya tidak gila karena ia mengatakan kebenaran dengan pikiran yang sehat (25). Allah, yang Paulus beritakan, memang kadangkala bertindak melampaui akal, tetapi bukan bertentangan dengan akal sehat.

Lalu bagaimana dengan Agripa? Ia tersudut. Jika ia menyetujui perkataan Paulus, ia akan kehilangan muka di hadapan Festus dan orang-orang Romawi lainnya. Namun jika ia berkata bahwa ia tidak percaya kepada para nabi, pengaruhnya atas orang Yahudi akan berakhir. Dengan cerdik Agripa berkata, "Hampir-hampir saja kau yakinkan aku menjadi orang Kristen!" (28).

Hampir menjadi Kristen berarti hampir diselamatkan dari hukuman dosa, yaitu maut. Maka, kata "hampir" tidaklah cukup untuk menyatakan iman Kristen sebab "hampir" masih menyatakan penolakan.

Meski demikian, Paulus pantang menyerah. Ia tidak mundur sedikit pun demi Injil. Ia tahu betapa pentingnya keselamatan bagi Agripa dan bagi semua orang yang ada di situ, tidak peduli apakah mereka orang-orang yang berkuasa dan memiliki pengaruh besar. Oleh karena itu, ia berdoa agar mereka yang ada di situ bisa sama seperti dia (29).

Walau kesempatan itu adalah kesempatan untuk meyakinkan para penguasa serta para hadirin bahwa dirinya tidak bersalah, Paulus memakai kesempatan itu untuk sesuatu yang lebih besar, yaitu untuk memberitakan Kristus. Meneladani Paulus, kiranya kita pun belajar untuk menggunakan tiap kesempatan yang ada untuk berbicara tentang Kristus, agar orang mengetahui bahwa Kristus saja satu-satunya jalan menuju keselamatan kekal. Apa pun respons mereka, yang penting kita telah melaksanakan tugas kita.


24 Sementara Paulus mengemukakan semuanya itu untuk mempertanggungjawabkan pekerjaannya, berkatalah Festus dengan suara keras: "Engkau gila, Paulus! Ilmumu yang banyak itu membuat engkau gila."
25 Tetapi Paulus menjawab: "Aku tidak gila, Festus yang mulia! Aku mengatakan kebenaran dengan pikiran yang sehat!
26 Raja juga tahu tentang segala perkara ini, sebab itu aku berani berbicara terus terang kepadanya. Aku yakin, bahwa tidak ada sesuatu pun dari semuanya ini yang belum didengarnya, karena perkara ini tidak terjadi di tempat yang terpencil. 
27 Percayakah engkau, raja Agripa, kepada para nabi? Aku tahu, bahwa engkau percaya kepada mereka." 
28 Jawab Agripa: "Hampir-hampir saja kauyakinkan aku menjadi orang Kristen!" 
29 Kata Paulus: "Aku mau berdoa kepada Allah, supaya segera atau lama-kelamaan bukan hanya engkau saja, tetapi semua orang lain yang hadir di sini dan yang mendengarkan perkataanku menjadi sama seperti aku, kecuali belenggu-belenggu ini." 
30 Lalu bangkitlah raja dan wali negeri serta Bernike dan semua orang yang duduk bersama-sama mereka. 
31 Sementara mereka keluar, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Orang itu tidak melakukan sesuatu yang setimpal dengan hukuman mati atau hukuman penjara."
32 Kata Agripa kepada Festus: "Orang itu sebenarnya sudah dapat dibebaskan sekiranya ia tidak naik banding kepada Kaisar."


11/06/2014

( Panggilan Paulus 22 ) Kabarkanlah !


(22) Kabarkanlah!
Kisah Para Rasul 26:1-23

Berada di hadapan Kaisar Agripa sama sekali tidak membuat Paulus gentar. Ia justru gembira (2) karena kasusnya diadili oleh pemimpin tertinggi. Di balik itu, ini merupakan kesempatan untuk mengabarkan Injil kepada sang raja. Sebelumnya, Tuhan pernah berkata, "...orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel." (Kis. 9:15). Maka walau Paulus berbicara dalam konteks membela diri terhadap tuduhan orang Israel, sesungguhnya isi pembelaannya adalah pemberitaan Injil. Lalu dengan bijak, Paulus menempatkan Agripa sebagai seorang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang orang Yahudi (3).

Kemudian secara panjang lebar, Paulus mengisahkan kehidupannya sebelum ia bertobat (4-11). Setelah itu, ia memaparkan kisah pertobatannya dan apa yang dia lakukan setelah pertobatannya itu, yaitu berusaha membuat orang berbalik kepada Allah dan hidup sesuai pertobatan itu dengan memberitakan Kristus dengan kematian dan kebangkitan-Nya untuk menebus manusia dari dosa (12-20). Dan inilah alasan yang sesungguhnya, yang membuat orang-orang Yahudi ingin membunuh Paulus (21). Jadi bukan karena ia membahayakan banyak orang melalui ajaran-Nya, menimbulkan kekacauan, atau melanggar kekudusan bait suci.

Perhatikanlah bahwa isi pembelaan Paulus bukanlah pembuktian bahwa dirinya tak bersalah, melainkan untuk menyatakan bahwa Agripa perlu menerima keselamatan yang dari Allah. Meski dirinya berstatus terdakwa dengan ancaman hukuman mati, Paulus seolah tak peduli dengan kondisi dirinya. Ia justru sangat peduli terhadap orang-orang yang dia hadapi, karena mereka adalah orang-orang terhilang yang perlu diselamatkan oleh Kristus.
Adakah kepedulian itu kita miliki juga, yaitu kepedulian terhadap orang-orang terhilang yang ada di sekitar kita, yang perlu menerima anugerah keselamatan dari Kristus? Mintalah pertolongan dari Allah agar Anda disanggupkan untuk memberitakan hal itu.


Kisah Para Rasul 26:1-23
1 Kata Agripa kepada Paulus: "Engkau diberi kesempatan untuk membela diri." Paulus memberi isyarat dengan tangannya, lalu memberi pembelaannya seperti berikut:
2 "Ya raja Agripa, aku merasa berbahagia, karena pada hari ini aku diperkenankan untuk memberi pertanggungan jawab di hadapanmu terhadap segala tuduhan yang diajukan orang-orang Yahudi terhadap diriku,
3 terutama karena engkau tahu benar-benar adat istiadat dan persoalan orang Yahudi. Sebab itu aku minta kepadamu, supaya engkau mendengarkan aku dengan sabar.
4 Semua orang Yahudi mengetahui jalan hidupku sejak masa mudaku, sebab dari semula aku hidup di tengah-tengah bangsaku di Yerusalem.
5 Sudah lama mereka mengenal aku dan sekiranya mereka mau, mereka dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah hidup sebagai seorang Farisi menurut mazhab yang paling keras dalam agama kita. 
6 Dan sekarang aku harus menghadap pengadilan oleh sebab aku mengharapkan kegenapan janji, yang diberikan Allah kepada nenek moyang kita,
7 dan yang dinantikan oleh kedua belas suku kita, sementara mereka siang malam melakukan ibadahnya dengan tekun. Dan karena pengharapan itulah, ya raja Agripa, aku dituduh orang-orang Yahudi.
8 Mengapa kamu menganggap mustahil, bahwa Allah membangkitkan orang mati? 
9 Bagaimanapun juga, aku sendiri pernah menyangka, bahwa aku harus keras bertindak menentang nama Yesus dari Nazaret. 
10 Hal itu kulakukan juga di Yerusalem. Aku bukan saja telah memasukkan banyak orang kudus ke dalam penjara, setelah aku memperoleh kuasa dari imam-imam kepala, tetapi aku juga setuju, jika mereka dihukum mati.
11 Dalam rumah-rumah ibadat aku sering menyiksa mereka dan memaksanya untuk menyangkal imannya dan dalam amarah yang meluap-luap aku mengejar mereka, bahkan sampai ke kota-kota asing."
12 "Dan dalam keadaan demikian, ketika aku dengan kuasa penuh dan tugas dari imam-imam kepala sedang dalam perjalanan ke Damsyik,
13 tiba-tiba, ya raja Agripa, pada tengah hari bolong aku melihat di tengah jalan itu cahaya yang lebih terang dari pada cahaya matahari, turun dari langit meliputi aku dan teman-teman seperjalananku.
14 Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang.
15 Tetapi aku menjawab: Siapa Engkau, Tuhan? Kata Tuhan: Akulah Yesus, yang kauaniaya itu.
16 Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti.
17 Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka,
18 untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan.
19 Sebab itu, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat. 
20 Tetapi mula-mula aku memberitakan kepada orang-orang Yahudi di Damsyik, di Yerusalem dan di seluruh tanah Yudea, dan juga kepada bangsa-bangsa lain, bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu. 
21 Karena itulah orang-orang Yahudi menangkap aku di Bait Allah, dan mencoba membunuh aku. 
22 Tetapi oleh pertolongan Allah aku dapat hidup sampai sekarang dan memberi kesaksian kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar. Dan apa yang kuberitakan itu tidak lain dari pada yang sebelumnya telah diberitahukan oleh para nabi dan juga oleh Musa, 
23 yaitu, bahwa Mesias harus menderita sengsara dan bahwa Ia adalah yang pertama yang akan bangkit dari antara orang mati, dan bahwa Ia akan memberitakan terang kepada bangsa ini dan kepada bangsa-bangsa lain." 


11/04/2014

( Panggilan Paulus 21 ) Bersikap di atas Kebenaran


(21) Bersikap di atas kebenaran
Kisah Para Rasul 25:1-27

Banyak orang yang tahu kebenaran, tetapi hidupnya tidak sesuai dengan kebenaran itu. Orang semacam itu akan ragu-ragu mengambil keputusan yang didasarkan atas kebenaran.
Festus ternyata tidak berbeda jauh dengan Feliks. Ia peragu. Dalam bertindak, ia lebih suka mengikuti kemauan orang lain daripada berdiri di atas prinsipnya sendiri. Ia juga rela mengorbankan Paulus sebagai sebuah anugerah bagi orang Yahudi, demi mengambil hati mereka. Padahal, Paulus tidak bersalah, baik terhadap hukum Taurat, Bait Suci, maupun terhadap Kaisar. Orang Yahudi sendiri juga tidak dapat membuktikan kesalahan yang mereka tuduhkan, dan Festus sendiri juga mengakui bahwa Paulus tidak bersalah (25). Karena itu Paulus menegur perbuatannya (11). Paulus juga menuntut haknya sebagai warga negara Romawi dengan naik banding kepada Kaisar.

Sikap Festus yang peragu juga membuat dirinya sendiri mengalami kesulitan dalam memeriksa perkara Paulus (20), serta dalam menuliskan surat pengantar kepada Kaisar tentang tuduhan-tuduhan yang diajukan kepada Paulus. Terlebih masalah Paulus adalah masalah agama, bukan masalah hukum. Oleh karena itu, ia harus meminta masukan dari raja Agripa II (saudara dari Drusila, isteri Feliks) dan orang-orang yang terkemuka di Kaisarea. Hal ini membuat dia mengalami dilema karena takut mengirimkan seorang tahanan kepada kaisar, tanpa memaparkan kesalahan atau tuduhannya (27).

Begitulah kesulitan yang akan dialami orang yang tidak berani tegas dalam mengambil keputusan berdasarkan kebenaran. Selain merugikan orang lain, sesungguhnya kita juga merugikan diri sendiri. Pada awalnya kita akan menjadi gelisah karena tindakan kita bertentangan dengan hati kita. Dan lama kelamaan, hati nurani kita akan menjadi tumpul dan tidak peka lagi terhadap kebenaran. Karena itu, jangan pernah lalaikan setiap kebenaran yang bersuara di hati kita ketika kita bertindak atau mengambil suatu keputusan. Selain itu, pertajamlah kebenaran suara hati itu melalui firman Tuhan yang kita dengar atau baca tiap-tiap hari.


Kisah Para Rasul 25:1-27
1 Tiga hari sesudah tiba di propinsi itu berangkatlah Festus dari Kaisarea ke Yerusalem. 
2 Di situ imam-imam kepala dan orang-orang Yahudi yang terkemuka datang menghadap dia dan menyampaikan dakwaan terhadap Paulus.
3 Kepadanya mereka meminta suatu anugerah, yang merugikan Paulus, yaitu untuk menyuruh Paulus datang ke Yerusalem. Sebab mereka sedang membuat rencana untuk membunuh dia di tengah jalan.
4 Tetapi Festus menjawab, bahwa Paulus tetap ditahan di Kaisarea dan bahwa ia sendiri bermaksud untuk segera kembali ke sana.
5 Katanya: "Karena itu baiklah orang-orang yang berwewenang di antara kamu turut ke sana bersama-sama dengan aku dan mengajukan dakwaan terhadap dia, jika ada kesalahannya."
6 Festus tinggal tidak lebih dari pada delapan atau sepuluh hari di Yerusalem. Sesudah itu ia pulang ke Kaisarea. Pada keesokan harinya ia mengadakan sidang pengadilan, dan menyuruh menghadapkan Paulus.
7 Sesudah Paulus tiba di situ, semua orang Yahudi yang datang dari Yerusalem berdiri mengelilinginya dan mereka mengemukakan banyak tuduhan berat terhadap dia yang tidak dapat mereka buktikan.
8 Sebaliknya Paulus membela diri, katanya: "Aku sedikit pun tidak bersalah, baik terhadap hukum Taurat orang Yahudi maupun terhadap Bait Allah atau terhadap Kaisar."
9 Tetapi Festus yang hendak mengambil hati orang Yahudi, menjawab Paulus, katanya: "Apakah engkau bersedia pergi ke Yerusalem, supaya engkau dihakimi di sana di hadapanku tentang perkara ini?"
10 Tetapi kata Paulus: "Aku sekarang berdiri di sini di hadapan pengadilan Kaisar dan di sinilah aku harus dihakimi. Seperti engkau sendiri tahu benar-benar, sedikit pun aku tidak berbuat salah terhadap orang Yahudi. 
11 Jadi, jika aku benar-benar bersalah dan berbuat sesuatu kejahatan yang setimpal dengan hukuman mati, aku rela mati, tetapi, jika apa yang mereka tuduhkan itu terhadap aku ternyata tidak benar, tidak ada seorang pun yang berhak menyerahkan aku sebagai suatu anugerah kepada mereka. Aku naik banding kepada Kaisar!"
12 Setelah berunding dengan anggota-anggota pengadilan, Festus menjawab: "Engkau telah naik banding kepada Kaisar, jadi engkau harus pergi menghadap Kaisar."
13 Beberapa hari kemudian datanglah raja Agripa dengan Bernike ke Kaisarea untuk mengadakan kunjungan kehormatan kepada Festus.
14 Karena mereka beberapa hari lamanya tinggal di situ, Festus memaparkan perkara Paulus kepada raja itu, katanya: "Di sini ada seorang tahanan yang ditinggalkan Feliks pada waktu ia pergi.
15 Ketika aku berada di Yerusalem, imam-imam kepala dan tua-tua orang Yahudi mengajukan dakwaan terhadap orang itu dan meminta supaya ia dihukum.
16 Aku menjawab mereka, bahwa bukanlah kebiasaan pada orang-orang Roma untuk menyerahkan seorang terdakwa sebagai suatu anugerah sebelum ia dihadapkan dengan orang-orang yang menuduhnya dan diberi kesempatan untuk membela diri terhadap tuduhan itu. 
17 Karena itu mereka turut bersama-sama dengan aku ke mari. Pada keesokan harinya aku segera mengadakan sidang pengadilan dan menyuruh menghadapkan orang itu.
18 Tetapi ketika para pendakwa berdiri di sekelilingnya, mereka tidak mengajukan suatu tuduhan pun tentang perbuatan jahat seperti yang telah aku duga.
19 Tetapi mereka hanya berselisih paham dengan dia tentang soal-soal agama mereka, dan tentang seorang bernama Yesus, yang sudah mati, sedangkan Paulus katakan dengan pasti, bahwa Ia hidup.
20 Karena aku ragu-ragu bagaimana aku harus memeriksa perkara-perkara seperti itu, aku menanyakan apakah ia mau pergi ke Yerusalem, supaya perkaranya dihakimi di situ.
21 Tetapi Paulus naik banding. Ia minta, supaya ia tinggal dalam tahanan dan menunggu, sampai perkaranya diputuskan oleh Kaisar. Karena itu aku menyuruh menahan dia sampai aku dapat mengirim dia kepada Kaisar."
22 Kata Agripa kepada Festus: "Aku ingin mendengar orang itu sendiri." Jawab Festus: "Besok engkau akan mendengar dia."
23 Pada keesokan harinya datanglah Agripa dan Bernike dengan segala kebesaran dan sesudah mereka masuk ruang pengadilan bersama-sama dengan kepala-kepala pasukan dan orang-orang yang terkemuka dari kota itu, Festus memberi perintah, supaya Paulus dihadapkan. 
24 Festus berkata: "Ya raja Agripa serta semua yang hadir di sini bersama-sama dengan kami. Lihatlah orang ini, yang dituduh oleh semua orang Yahudi, baik yang di Yerusalem, maupun yang di sini. Mereka telah datang kepadaku dan sambil berteriak-teriak mereka mengatakan, bahwa ia tidak boleh hidup lebih lama.
25 Tetapi ternyata kepadaku, bahwa ia tidak berbuat sesuatu pun yang setimpal dengan hukuman mati dan karena ia naik banding kepada Kaisar, aku memutuskan untuk mengirim dia menghadap Kaisar.
26 Tetapi tidak ada apa-apa yang pasti yang harus kutulis kepada Kaisar tentang dia. Itulah sebabnya aku menghadapkan dia di sini kepada kamu semua, terutama kepadamu, raja Agripa, supaya, setelah diadakan pemeriksaan, aku dapat menuliskan sesuatu. 
27 Sebab pada hematku tidaklah wajar untuk mengirim seorang tahanan dengan tidak menyatakan tuduhan-tuduhan yang diajukan terhadap dia."

( Panggilan Paulus 20 ) Membela atau Menyatakan Kebenaran


(20) Membela atau menyatakan kebenaran
Kisah Para Rasul 24:1-27

Setelah dipindahkan ke Kaisarea, Paulus kembali harus berhadapan dengan Mahkamah Agama yang dibela oleh seorang pengacara. Pengacara bayaran itu memuji-muji Feliks sebagai seorang yang bijak, baik, dan murah hati. Pujian itu bertujuan agar Feliks merasa tersanjung dan akhirnya mengambil keputusan yang menguntungkan mereka. Tujuan itu pun tercapai karena sang pengacara melancarkan tiga tuduhan palsu bahwa Paulus telah membahayakan banyak orang melalui ajaran-Nya, menimbulkan kekacauan di mana-mana, dan melanggar kekudusan Bait Suci.
Tiga tuduhan tersebut dibantah satu per satu oleh Paulus (11-20). Kedatangannya ke Yerusalem dengan maksud untuk beribadah, tidak dapat dibuktikan sebagai upaya mengacaukan umat Yahudi, ataupun Bait Suci. Apa yang Paulus lakukan senantiasa sesuai dengan pengajaran Kitab Suci. Bila ada yang dapat disebut kesalahan dalam diri Paulus, ialah bahwa ia mengikuti Jalan Tuhan yang mereka anggap sesat. Padahal hal itu bersumber pada Kitab Suci yang memang mengajarkan adanya pengharapan akan adanya kebangkitan orang mati, sama seperti para pendakwanya (14-15, 21). Menyangkut karakter, Paulus selalu berusaha hidup jujur dan benar di hadapan Allah dan manusia, dan mengasihi kaum sebangsanya dengan datang ke Yerusalem membawa persembahan diakonia. Ketika mereka menangkapnya, ia sedang beribadah di Bait Suci.

Walaupun Paulus tidak terbukti bersalah, sayangnya, Feliks yang mengetahui Jalan Tuhan, tidak berani mengambil keputusan. Bahkan ia dan isterinya mendapat kesempatan untuk mendengarkan Injil dari Paulus, tetapi tetap menutup hatinya terhadap Injil yang membongkar dosa dan kebobrokan hidupnya karena memiliki banyak isteri (Drusila adalah isteri ketiganya) dan suka menerima suap (26).Feliks terus menundanya sampai akhirnya dia digantikan oleh Perkius Festus (27).

Kita perlu memiliki sikap seperti Paulus, selalu menggunakan kesempatan untuk memberitahkan Injil kebenaran dan menegur dosa mereka yang bersalah.


Kisah Para Rasul 24:1-27
1 Lima hari kemudian datanglah Imam Besar Ananias bersama-sama dengan beberapa orang tua-tua dan seorang pengacara bernama Tertulus. Mereka menghadap wali negeri dan menyampaikan dakwaan mereka terhadap Paulus.
2 Paulus dipanggil menghadap dan Tertulus mulai mendakwa dia, katanya: "Feliks yang mulia, oleh usahamu kami terus-menerus menikmati kesejahteraan, dan oleh kebijaksanaanmu banyak sekali perbaikan yang telah terlaksana untuk bangsa kami. 
3 Semuanya itu senantiasa dan di mana-mana kami sambut dengan sangat berterima kasih. 
4 Akan tetapi supaya jangan terlalu banyak menghabiskan waktumu, aku minta, supaya engkau mendengarkan kami sebentar dengan kemurahan hatimu yang terkenal itu.
5 Telah nyata kepada kami, bahwa orang ini adalah penyakit sampar, seorang yang menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia yang beradab, dan bahwa ia adalah seorang tokoh dari sekte orang Nasrani. 
6 Malahan ia mencoba melanggar kekudusan Bait Allah. Oleh karena itu kami menangkap dia dan hendak menghakiminya menurut hukum Taurat kami.
7 Tetapi kepala pasukan Lisias datang mencegahnya dan merebut dia dengan kekerasan dari tangan kami, 
8 lalu menyuruh para pendakwa datang menghadap engkau. Jika engkau sendiri memeriksa dia, dapatlah engkau mengetahui segala sesuatu yang kami tuduhkan kepadanya."
9 Dan juga orang-orang Yahudi menyokong dakwaan itu dengan mengatakan, bahwa perkara itu sungguh demikian. 
10 Lalu wali negeri itu memberi isyarat kepada Paulus, bahwa ia boleh berbicara. Maka berkatalah Paulus: "Aku tahu, bahwa sudah bertahun-tahun lamanya engkau menjadi hakim atas bangsa ini. Karena itu tanpa ragu-ragu aku membela perkaraku ini di hadapanmu:
11 Engkau dapat memastikan, bahwa tidak lebih dari dua belas hari yang lalu aku datang ke Yerusalem untuk beribadah.
12 Dan tidak pernah orang mendapati aku sedang bertengkar dengan seseorang atau mengadakan huru-hara, baik di dalam Bait Allah, maupun di dalam rumah ibadat, atau di tempat lain di kota.
13 Dan mereka tidak dapat membuktikan kepadamu apa yang sekarang dituduhkan mereka kepada diriku. 
14 Tetapi aku mengakui kepadamu, bahwa aku berbakti kepada Allah nenek moyang kami dengan menganut Jalan Tuhan, yaitu Jalan yang mereka sebut sekte. Aku percaya kepada segala sesuatu yang ada tertulis dalam hukum Taurat dan dalam kitab nabi-nabi. 
15 Aku menaruh pengharapan kepada Allah, sama seperti mereka juga, bahwa akan ada kebangkitan semua orang mati, baik orang-orang yang benar maupun orang-orang yang tidak benar.
16 Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia. 
17 Dan setelah beberapa tahun lamanya aku datang kembali ke Yerusalem untuk membawa pemberian bagi bangsaku dan untuk mempersembahkan persembahan-persembahan. 
18 Sementara aku melakukan semuanya itu, beberapa orang Yahudi dari Asia mendapati aku di dalam Bait Allah, sesudah aku selesai mentahirkan diriku, tanpa orang banyak dan tanpa keributan.
19 Merekalah yang sebenarnya harus menghadap engkau di sini dan mengajukan dakwaan mereka, jika mereka mempunyai sesuatu terhadap aku.
20 Namun biarlah orang-orang yang hadir di sini sekarang menyatakan kejahatan apakah yang mereka dapati, ketika aku dihadapkan di Mahkamah Agama.
21 Atau mungkinkah karena satu-satunya perkataan yang aku serukan, ketika aku berdiri di tengah-tengah mereka, yakni: Karena hal kebangkitan orang-orang mati, aku hari ini dihadapkan kepada kamu." 
22 Tetapi Feliks yang tahu benar-benar akan Jalan Tuhan, menangguhkan perkara mereka, katanya: "Setibanya kepala pasukan Lisias di sini, aku akan mengambil keputusan dalam perkaramu."
23 Lalu ia menyuruh perwira itu tetap menahan Paulus, tetapi dengan tahanan ringan, dan tidak boleh mencegah sahabat-sahabatnya melayani dia.
24 Dan setelah beberapa hari datanglah Feliks bersama-sama dengan isterinya Drusila, seorang Yahudi; ia menyuruh memanggil Paulus, lalu mendengar dari padanya tentang kepercayaan kepada Yesus Kristus.
25 Tetapi ketika Paulus berbicara tentang kebenaran, penguasaan diri dan penghakiman yang akan datang, Feliks menjadi takut dan berkata: "Cukuplah dahulu dan pergilah sekarang; apabila ada kesempatan baik, aku akan menyuruh memanggil engkau." 
26 Sementara itu ia berharap, bahwa Paulus akan memberikan uang kepadanya. Karena itu ia sering memanggilnya untuk bercakap-cakap dengan dia.
27 Tetapi sesudah genap dua tahun, Feliks digantikan oleh Perkius Festus, dan untuk mengambil hati orang Yahudi, ia membiarkan Paulus tetap dalam penjara.


11/03/2014

( Panggilan Paulus 19 ) Tuhan Tetap Bekerja


(19) Tuhan tetap bekerja
Kisah Para Rasul 23:12-35

Rencana dan kehendak Tuhan tidak pernah gagal, walaupun manusia berusaha menggagalkannya dengan berbagai cara. Janji-Nya bahwa Dia akan melindungi Paulus dalam perjalanannya ke Roma untuk memberitakan Injil di sana, akan Dia genapi dengan ajaib dan secara sempurna.

Hal ini terlihat jelas ketika beberapa orang Yahudi bermaksud membunuh Paulus. Mereka yang selalu menganggap diri taat hukum (Taurat), justru melanggar hukum karena bermaksud melenyapkan Paulus dengan cara licik, yaitu menyergapnya dengan sembunyi-sembunyi. Namun rencana mereka tidak berhasil.

Tuhan memakai kemenakan Paulus yang mendengar persekongkolan mereka itu untuk kemudian membongkarnya di hadapan kepala pasukan, Lisias. Maka Lisiaslah yang kemudian Tuhan pakai untuk menyelamatkan Paulus dari empat puluh lebih orang Yahudi yang telah berkomplot bahkan bersumpah untuk membunuhnya. Lisias kemudian mengirimkan Paulus kepada Feliks, sang wali negeri yang berada di Kaisarea disertai dengan sepucuk surat penjelasan mengenai alasan pengiriman tersebut, dan pernyataan ketidakbersalahan Paulus (26-30). Dalam pengaturan Tuhan, Paulus pun tiba di tempat tujuan dengan selamat sehingga mendapat kesempatan untuk bersaksi di hadapan para pembesar dan raja.

Dari kisah Paulus kita dapat melihat bahwa manusia bisa saja berencana jahat terhadap umat Tuhan. Akan tetapi, kalau Tuhan tidak berkenan atas semua rancangan jahat itu, tentu tidak akan terjadi apa pun pada umat-Nya. Oleh karena itu, ingatlah bahwa apa pun kesulitan dan tekanan yang kita alami karena iman kita, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Bahkan tidak jarang Tuhan memakai perbuatan jahat manusia untuk menggenapi rencana-Nya yang indah bagi umat-Nya. Maka, apa pun yang terjadi dalam kepengikutan kita akan Kristus, janganlah pernah putus asa, kecewa, dan mundur, karena Tuhan menginginkan kita melakukan karya besar untuk perluasan Injil bagi kemuliaan nama-Nya.


12 Dan setelah hari siang orang-orang Yahudi mengadakan komplotan dan bersumpah dengan mengutuk diri, bahwa mereka tidak akan makan atau minum, sebelum mereka membunuh Paulus.
13 Jumlah mereka yang mengadakan komplotan itu lebih dari pada empat puluh orang. 
14 Mereka pergi kepada imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi dan berkata: "Kami telah bersumpah dengan mengutuk diri, bahwa kami tidak akan makan atau minum, sebelum kami membunuh Paulus.
15 Karena itu hendaklah kamu bersama-sama dengan Mahkamah Agama menganjurkan kepada kepala pasukan, supaya ia menghadapkan Paulus lagi kepada kamu, seolah-olah kamu hendak memeriksa perkaranya lebih teliti, dan sementara itu kami sudah siap sedia untuk membunuh dia sebelum ia sampai kepada kamu." 
16 Akan tetapi kemenakan Paulus, anak saudaranya perempuan, mendengar tentang penghadangan itu. Ia datang ke markas dan setelah diizinkan masuk, ia memberitahukannya kepada Paulus.
17 Lalu Paulus memanggil salah seorang perwira dan berkata kepadanya: "Bawalah anak ini kepada kepala pasukan, karena ada sesuatu yang perlu diberitahukannya kepadanya."
18 Perwira itu membawanya kepada kepala pasukan dan berkata: "Paulus orang tahanan itu, memanggil aku dan meminta, supaya aku membawa anak muda ini kepadamu, sebab ada yang perlu diberitahukannya kepadamu."
19 Maka kepala pasukan itu memegang tangan anak muda itu, lalu membawanya ke samping dan bertanya: "Apakah yang perlu kauberitahukan kepadaku?"
20 Jawabnya: "Orang-orang Yahudi telah bersepakat untuk meminta kepadamu, supaya besok engkau menghadapkan Paulus lagi ke Mahkamah Agama, seolah-olah Mahkamah itu mau memperoleh keterangan yang lebih teliti dari padanya. 
21 Akan tetapi janganlah engkau mendengarkan mereka, sebab lebih dari pada empat puluh orang dari mereka telah siap untuk menghadang dia. Mereka telah bersumpah dengan mengutuk diri, bahwa mereka tidak akan makan atau minum, sebelum mereka membunuh dia; sekarang mereka telah siap sedia dan hanya menantikan keputusanmu."
22 Lalu kepala pasukan menyuruh anak muda itu pulang dan memerintahkan kepadanya: "Jangan katakan kepada siapa pun juga, bahwa engkau telah memberitahukan hal ini kepadaku."
23 Kemudian kepala pasukan memanggil dua perwira dan berkata: "Siapkan dua ratus orang prajurit untuk berangkat ke Kaisarea beserta tujuh puluh orang berkuda dan dua ratus orang bersenjata lembing, kira-kira pada jam sembilan malam ini. 
24 Sediakan juga beberapa keledai tunggang untuk Paulus dan bawalah dia dengan selamat kepada wali negeri Feliks."
25 Dan ia menulis surat, yang isinya sebagai berikut: 
26 "Salam dari Klaudius Lisias kepada wali negeri Feliks yang mulia. 
27 Orang ini ditangkap oleh orang-orang Yahudi dan ketika mereka hendak membunuhnya, aku datang dengan pasukan mencegahnya dan melepaskannya, karena aku dengar, bahwa ia adalah warganegara Roma.
28 Untuk mengetahui apa alasannya mereka mendakwa dia, aku menghadapkannya ke Mahkamah Agama mereka. 
29 Ternyatalah bagiku, bahwa ia didakwa karena soal-soal hukum Taurat mereka, tetapi tidak ada tuduhan, atas mana ia patut dihukum mati atau dipenjarakan.
30 Kepadaku telah diberitahukan, bahwa ada komplotan merencanakan membunuh dia. Karena itu aku segera menyuruh membawa dia kepadamu, sedang kepada para pendakwa telah kuberitahukan, bahwa mereka harus mengajukan perkara itu kepadamu." 
31 Lalu prajurit-prajurit itu mengambil Paulus sesuai dengan yang diperintahkan kepada mereka dan membawanya pada waktu malam ke Antipatris.
32 Pada keesokan harinya mereka membiarkan orang-orang berkuda dan Paulus meneruskan perjalanan, dan mereka sendiri pulang ke markas.
33 Setibanya di Kaisarea orang-orang berkuda itu menyampaikan surat itu kepada wali negeri serta menyerahkan Paulus kepadanya.
34 Dan setelah membaca surat itu, wali negeri itu menanyakan Paulus dari propinsi manakah asalnya. Dan ketika ia mendengar, bahwa Paulus dari Kilikia,
35 ia berkata: "Aku akan memeriksa perkaramu, bila para pendakwamu juga telah tiba di sini." Lalu ia menyuruh menahan Paulus di istana Herodes.