Selamat datang di Crent Regeneration.

Terimakasih atas kunjungan anda.
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Ef 2:19,8-10)

8/26/2014

(Bab 9) PELEPASAN

9
PELEPASAN

Pengertian Pelepasan:
Pelepasan artinya dilepaskan dari belenggu-belenggu dosa yang mengikat dan yang menghambat pertumbuhan rohani dan pelayanan seseorang.
Jalan kelepasan hanya ada pada Tuhan kita, Yesus Kristus.( Mazmur 124:6-8)
Iblis dapat mengikat siapa saja, di dalam segala aspek kehidupan. (2Timotius 2:26)
Kalau terjerat, kita tidak tahu mau kemana, tidak punya tujuan. Contohnya, perahu yang terikat hanya bisa bergerak sebatas ikatan. Kalau mau bebas, ikatannya harus di lepaskan/diputus. Musuh terbesar kita adalah;
Diri sendiri, Siksaan pikiran: Bimbang, bingung, ragu-ragu, kuatir dan ketakutan. 
Yakobus 1:6, Filipi 4:6



Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia (Ketakutan, kebimbangan, keragu-raguan, kekuatiran yang dapat membuat kita menjadi tidak tenang, sehingga kita mendua hati) dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama (Intimidasi Iblis). Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita (pada saat belum percaya dan bertobat) seketika lamanya. 1Petrus 5:7-10

Sebab orang yang mendua hati
tidak akan tenang hidupnya.
Yakobus 1:8


Faktor-faktor penyebab keterikatan:
• Kepahitan: Ibarani 12:14-17
solusinya mengampuni; Efesus 4:32
• Cinta sesuatu lebih dari Tuhan: 1Timotius 6:10
solusinya mengasihi dan memprioritaskan Tuhan lebih dari segalanya. 1Yohanes 4:19-20
•Pengaruh lingkungan mengakibatkan kenajisan: Titus 1: 13-16
solusinya takut akan Tuhan, perisai kita. Mazmur 115:11

Akar dari ketiga hal tersebut adalah kesombongan atau gambar diri yang rusak.
Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.Amsal 8:13

Yang harus diketahui didalam pelayanan kelepasan:
• Roh yang ada pada kita lebih besar dari pad roh yang ada di dunia ini. 1Yohanes 4:4
• Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah. 
Efesus 6:11-17 

Hal-hal yang perlu dilepaskan:
Perbuatan daging telah nyata, yaitu:
(1)  percabulan,
(2)  kecemaran,
(3)  hawa nafsu,
(4)  penyembahan berhala,
(5)  sihir,
(6)  perseteruan,
(7)  perselisihan,
(8)  iri hati,
(9)  amarah,
(10)  kepentingan diri sendiri,
(11)  percideraan,
(12)  roh pemecah,
(13)  kedengkian,
(14)  kemabukan,
(15)  pesta pora dan sebagainya
.

Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu-seperti yang telah kubuat dahulu-bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian,
ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Galatia 5:16-21

Jangan Lagi Hidup Menurut Daging
Tetapi Menurut Roh

Maksudku ialah:
hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.  Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging — karena keduanya bertentangan — sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. Galatia 5:16-18

Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki. Galatia 5:25-26

Cara mendapat kelepasan :
• Mengakui kesalahan dengan ketulusan hati. Mazmur 32:5
• Tunduk kepada Allah dengan kerendahan hati. Yakobus 4:6–7
• Bertobatlah dan meninggalkan kejahatan. KisahPara Rasul 8:22

Persiapan sebelum pelayanan pelepasan:
• Hidup kudus.  Ibrani 12:14
• Percaya dengan iman. Ibrani 11:6


Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berken kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah member upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Tanda-tanda orang yang sedang dikuasai roh jahat:
Mata melotot, Suara berubah, Bertingkah aneh dan menjerit-jerit. 
Markus 1:26

Cara pelepasan:
• Ikat kuasa roh jahat dalam Nama Yesus
• Usir kuasa roh jahat dalam Nama Yesus
Iblis yang kita hadapi tidak akan mati, hanya dapat diusir dalam nama Yesus.

”Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?”Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: “Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada orang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa
dalam nama Yesus Kristus,
orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati-bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.
Kisah Para Rasul 4:7b-10

8/25/2014

(Bab 8) PERTOBATAN

8
PERTOBATAN

Maksud dari pelajaran ini adalah untuk membawa semua yang belajar sampai ke tempat dimana mengalami pertobatan yang sungguh-sungguh, dan benar.

Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan tidak mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. Matius 6:24

Firman Allah menyatakan di atas bahwa tidak mungkin untuk melayani dua tuan pada saat yang sama, karena kehendak mereka bertolak belakang.



 
Demikian juga dalam kehidupan rohani. Setan mau supaya kita tetap melayani diri sendiri dan mengalami maut, tetapi Allah mau supaya kita melayani kebenaran dan mengalami kehidupan. Kita harus memilih untuk berjalan dalam salah satu dari kerajaan-kerajaan ini. Apakah berjalan di dalam kerajaan maut atau Kerajaan Allah.

Untuk melayani kebenaran, maka kita harus meninggalkan apa yang disebut kepentingan diri sendiri atau melayani diri sendiri. Caranya ialah mulai dari hati kita yaitu harus ada pertobatan di dalam hati sebagai hasil dari penyesalan yang sungguh-sungguh dari mementingkan diri sendiri, sesudah itu barulah kita bisa menaruh iman dan kepercayaan kepada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat satu-satunya. Jikalau kita melakukan apa yang di atas ini, yaitu memilih untuk hidup di dalam Kerajaan Allah, yang 
berarti mau melayani kebenaran dan kehidupan dengan penyesalan yang sungguh-sungguh dari dalam hati, kemudian kita menaruh iman dan kepercayaan kepada Tuhan Yesus untuk memperoleh keselamatan, hal inilah dalam Firman Allah disebut "Pertobatan"

Pertobatan ialah:
Menyesali dengan sungguh-sungguh atas dosa-dosa kita dan memutuskan untuk berubah, yang berarti berbalik dari kejahatan dan menuju kepada kebenaran, atau: Suatu perubahan di dalam hati dan pikiran dan tujuan yang diikuti dengan kerelaan hati dan tindakan untuk berbalik dan berubah dari kebiasaan cara hidup yang lama kepada cara hidup yang baru di dalam Yesus Kristus.

Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?  Roma 2:4


I. Sikap Allah Terhadap Pertobatan
Menurut Firman Allah pertobatan yang sungguh-sungguh harus diikuti dengan cara hidup yang baru: 
Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapanKu serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti. hidup, ia tidak akan mati. Segala durhaka yang dibuatnya tidak diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya. Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya, supaya ia hidup?  Yehezkiel18: 21-23

 II. Pertama Selalu Pertobatan
Sejarah mencatat bahwa suatu kebangunan rohani terjadi karena pertobatan diberitakan terlebih dahulu. Pertobatan adalah dasar dari setiap perjalanan yang kekal dengan Allah. Pertobatan adalah fondasi dari asas-asas pertama ajaran tentang Kristus.
Apakah dasar pertama dari ajaran tentang Kristus?  Pertobatan

III. Pentingnya Pertobatan
Pertobatan adalah penting karena sangat dititik beratkan dalam ajaran-ajaran di dalam Alkitab/Firman Tuhan. Pertobatan adalah pemberitaan utama dari:
Firman Tuhan ALLAH: Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan. Yehezkiel 18:30b

Yesus Kristus: Waktunya telah genap: Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil! Markus 1:15

Yohanes Pembaptis: Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!  Matius 3:2

Murid-murid Yesus: Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat.  Markus 6:12

Rasul Petrus: Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan. Kisah Para Rasul 3:19


Rasul Paulus: Bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-yang sesuai dengan pertobatan itu. Kisah Para Rasul 26:20

Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan,
maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia,
bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.
Kepada siapa berita pertobatan ini disampaikan?
Kepada semua orang di muka bumi ini.
Kisah Para Rasul 17:30

IV. Pertobatan Dari Dosa
(A). Ketika Adam berdosa maka seluruh umat manusia jatuh ke dalam dosa yang berarti memberontak, melawan, melanggar perintah Allah.
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Roma 5:12

(B). Tindakan yang penuh dosa adalah akibat dari perbuatan atau dosa yang diwarisi dari Adam.
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemulian Allah Roma 3:23

(C). Akibat dari dosa ialah binasa atau maut atau kematian rohani.
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Roma 6:23

(D). Definisi dosa:
1. Dosa ialah pelanggar hukum Allah. I Yohanes 3:4 
2. Dosa ialah tidak melakukan perintahkan Tuhan. Yakobus 4:17
3. Dosa ialah menuruti keinginan daging. Galatia 5:16-21

4. Dosa ialah menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya,Roma 1:24

V. Pertobatan Dari Perbuatan Yang Sia-Sia
Perbuatan yang sia-sia adalah, setiap perbuatan yang tidak untuk menyenangkan Allah. Di luar dari kuasa pekerjaan Tuhan.
Ketika kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan Yesus, berarti kita harus juga bertobat dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dengan kata lain berhenti dari segala usaha dengan kekuatan diri sendiri untuk mendapatkan keselamatan, dan hanya bersandar pada pekerjaan-pekerjaan yang Tuhan Yesus telah lakukan di atas kayu salib, karena: 
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. 2 Korintus 5:21

VI. Pertobatan Yang Benar
Pertobatan yang benar berasal dari Tuhan, Allah kitaYesus Kristus.
“….Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran.

Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang lalu memuliakan Allah, katanya:”Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.”
2 Timotius  2:25b, Kisah Para Rasul 11:18

Contoh pertobatan yang benar:

Perumpamaan tentang anak yang hilang
Lukas 15:11-32

1. Sadar :
lalu ia menyadari keadaannya. (17)
2. Membuat keputusan :
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku. (18)
3. Bertindak :
Maka bangkitlah ia pergi kepada bapanya. (20)
4. Mengakui kesalahan :
Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa. (18)
5. Merendahkan hati :
aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; (19)

Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.(21)

Bapa, bersukacita dan bergembira karena anaknya yang telah mati menjadi hidup kembali. yang telah hilang didapatkan kembali.Anak yang hilang itu diterimanya kembali oleh Bapa dengan sukacita, diberi jabatan baru, diberi cincin dan sepatu baru (Kuasa dan kasih), dipestakan (dipulihkan dan diberkati)

Pertobatan Yang Palsu
Pertobatan palsu ialah pertobatan yang tidak menghasilkan keselamatan  dan buah-buah roh.
"Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan"  Matius 3:8

Contoh pertobatan yang palsu:

(1). Yudas Iskariot, ia menyesal tetapi tidak ada pertobatan atas kelakuan, tabiat, karakter . 
Matius 27:3-4

(2). Penyesalan atau pertobatan Yudas membawa pada maut . Matius 27:5

(3). Raja Saul juga mengaku kalau dia berdosa, dengan berkata:” Aku telah berdosa, sebab telah kulangkahi titah TUHAN. Tetapi ini adalah pertobatan yang palsu karena ia masih mementingkan gengsinya (duniawi) di hadapan para tua-tua bangsanya dan di hadapan rakyatnya dengan mengesampingkan Allah. 1 Samuel 15:24-30

(4). Akibat dosa, Saul tidak datang  pada pertobatan yang benar, maka akhirnya Saul beserta ketiga anaknya dan pembawa senjatanya, dan seluruh tentaranya sama-sama mati terbunuh. Bahkan bukan hanya itu saja, kepala Saul dipancung dan mayatnya dipakukan pada tembok kota Bet-Sean. Oleh orang Filistin. Sesungguhnya, dosa dapat mengakibatkan orang kehilangan kemuliaan dan perlindungan Allah. 1Samuel 1:1-10, Roma 3:23

VII. Buah–Buah Dari Pertobatan Yang Benar

A. Pertobatan yang sungguh-sungguh membawa dukacita menurut kehendak Allah
namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikit pun tidak dirugikan oleh karena kami. Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.
2 Korintus 7:9-10

B. Pengakuan dosa
Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahan tidak kusembunyikan; aku berkata:”Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,” dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Mazmur 32:5

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
Mazmur 51:4-5,12


C. Jangan berbuat dosa lagi
Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakan kebiasaan yang baik. Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu. 1Korintus 15:33-34

D. Pemulihan restitusi
"Tuhan setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat" Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Lukas 19:8-10

VIII. Kesimpulan:

Langkah-langkah yang harus kita praktekan di dalam pertobatan:

1. Sadar akan keadaan kita yang penuh dosa/berdosa.  Roma 3:23
2. Keselamatan bukan oleh karena perbuatan baik kita. Titus 3:5, Efesus 2:8
3. Keselamatan hanya diperoleh melalui Yesus Kristus. Kisah Para Rasul 4:12
4. Bertindak dengan iman: membuat keputusan untuk bertobat.
Lukas 15:18, Yakobus 2:20
5. Mengakui kesalahan dan dosa kita dan memohon pengampunan dari Tuhan.  I Yohanes 1:9, Mazmur 32:5
6. Terima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat dalam kehidupan kita. Yohanes 1:12, Matius 10:32,  Roma 10:9-10
7. Menerima Baptisan air. Matius 28:19
8. Perubahan dalam kehidupan kita sehari-hari, yaitu dengan adanya buah-buah dari pertobatan. Matius 3:8, Galatia 5:22-26

Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan

Matius 3:8

8/23/2014

(Bab 7) BAPTISAN AIR

7
Baptisan Air


Yesus memerintahkan semua orang yang percaya kepada-Nya untuk di baptis di dalam air. 
Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah
diberikan segala kuasa di sorga dan di bimi. Karena itu pergilah, jadikanlah semau bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,” 
Matius 28:18-19

Di baptis artinya di benamkan kedalam air secara total. Bukan di percik ataupun di semprot, apalagi di siram. Tetapi di benamkan dalam air.

Setelah bertobat dan menerima Kristus sebagai Juru Selamat, langkah berikutnya yang harus kita lakukan adalah di baptis air. Kita harus memperhatikan dengan cermat bahwa baptisan air adalah perintah Tuhan:

Maka berilah dirimu di baptis


“Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing member dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. 
Kisah Para Rasul 2:38

Pengertian Baptisan Air
Jika kita mengerti makna dari baptisan air, kita akan menang dan bebas dari segala dosa sewaktu kita ditenggelamkan kedalam air, merupakan tanda mati terhadap dosa, dan sewaktu kita keluar dari air merupakan tanda pertobatan (Matius 3:11) dan tanda bangkit bersama Kristus. Dan kita menerima kelahiran baru.


Lima Langkah Gambaran Pekerjaan Allah

1. Manusia lama kita turut disalibkan dan mati bersama Kristus.
Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya  tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.
Roma 6:6-7

2.
Dikuburkan bersama Kristus.
Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian. Roma 6:3-4a

3. Dibangkitkan bersama Kristus.
supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Sebab jika kita menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya, Roma 6:4b-5

4. Kita hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah  hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Roma 6:8-11

5. Allah memberikan tempat kepada kita bersama-sama dengan Dia di Sorga.
Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita- oleh kasih karunia kamu diselamatkan—dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, Efesus 2:4-6


Karena itu, kalau kamu dibangkitkan
bersama-sama dengan Kristus,
carilah perkara yang di atas,
di mana Kristus ada,
duduk di sebelah kanan Allah.
Kolose 3:1

Lima pertanyaan yang biasa diajukan mengenai baptisan air :
- SIAPA yang harus dibaptis?
- MENGAPA kita harus dibaptis?
- KAPAN kita harus dibaptis?
- BAGAIMANA kita harus dibaptis?
- DI MANA kita harus dibaptis?

A. Siapa Yang Harus Dibaptis Air?
Sebelum Tuhan Yesus Kristus naik ke Sorga, Ia memerintahkan murid-murid-Nya:
"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan di baptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan di hukum.
Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Markus 16:15-16,19


Di sini kita melihat bahwa perintah Tuhan Yesus sangatlah sederhana dan jelas. Hanya mereka yang sungguh-sungguh percaya dan meletakkan iman mereka kepada Kristus yang harus di baptis. Jadi mereka yang di baptis adalah mereka yang sudah cukup dewasa untuk membuat keputusan pribadi bagi dirinya sendiri.
Perintah untuk di baptis di dalam Alkitab di peruntukkan bagi "usia yang bisa diperhitungkan". Usia ini di mulai ketika seorang anak tahu mana yang benar dan mana yang salah. "Sebab sebelum anak itu tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik ... " (Yesaya 7:16). Pada usia ini, anak-anak orang percaya diselamatkan dan dilindungi oleh iman orang tua mereka.

"Siapakah yang akan di baptis?" yaitu mereka yang telah meletakkan iman pribadinya kepada Tuhan Yesus Kristus. Dan mereka yang telah membuat pilihannya sendiri untuk menjadi murid-murid-Nya dan mengikuti Dia.

1. Contoh-contoh Alkitabiah

Hari Pentakosta
Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing member dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
Kisah Para Rasul 2:37-38,41

Perhatikan bahwa mereka yang menerima perkataan itu dan mentaati perintah untuk bertobatlah yang di baptis.

Kristen Baru di Samaria
Ketika Filipus berkotbah di Samaria dan mendemonstrasikan kuasa Allah yang Ajaib dengan tanda-tanda dan mujizat kesembuhan, mereka mempercayai apa yang dikotbahkan Filipus mengenai Kerajaan Allah dan nama Yesus Kristus, mereka memberi diri di baptis, baik laki-laki maupun perempuan [tidak disebutkan adanya anak-anak]

Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka member diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan.
Kisah Para Rasul 8:12

Saulus dari Tarsus
Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: ”Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.”
Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis. Kisah Para Rasul 9:17-18


Kita telah memperhatikan bagaimana, dalam perjalanan ke Damsyik, Saulus bertobat dari dosa-dosanya, dan menyebut Yesus "Tuhan". Ananias di katakan sebagai "murid Tuhan" (Kis 9:10). Ananias memanggil Saulus sebagai “Saulus saudaraku", karena iman pribadinya kepada Kristus, Saulus telah menjadi saudaranya di dalam Tuhan. Jadi rasul Paulus hamba Allah yang diurapi itu juga menerima baptisan air sebagai seorang percaya.

Kornelius dan Sahabat-sahabatnya
“Bolehkah Orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?”  Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus.
Kisah Para Rasul10:47-48a

Ketika kita melihat pelajaran ini mengenai pertobatan, Kornelius dan sahabat-sahabatnya adalah orang-orang pertama yang percaya dan bertobat.

Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia? Ketika mereka mendengar hal itu, lalu memuliakan Allah, katanya: “Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.”  Kisah Para Rasul 11:17-18

Kemudian mereka menerima karunia Roh Kudus. Perhatikan bahwa mereka yang telah menerima Roh Kudus juga di baptis dalam air.

2. Baptisan Seluruh Keluarga

Kita sekarang berhubungan dengan masalah baptisan seluruh keluarga seperti apa yang tercatat di dalam Alkitab: Ada empat contoh baptisan seluruh keluarga di dalam Alkitab.

Seluruh Keluarga Stefanus
Kamu tahu, bahwa Stefanus dan keluarganya adalah orang-orang yang pertama-tama bertobat di Akhaya, dan bahwa mereka telah mengbdikan diri kepada pelayanan orang-orang kudus.
“ Juga keluarga Stefanus aku yang membaptisnya”
1Korintus 1:16,1Korintus 16:15

Kepala Penjara Filipi Dan Keluarganya.
Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh (obor), lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata:”Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?”
Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya member diri dibaptis. Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah. 
Kisah Para Rasul 16:29-34

 
Jelas sekali bahwa seluruh keluarga kepala penjara itu berlari ke sel penjara tersebut ketika terjadi gempa bumi yang membebaskan para tawanan. Akan tetapi Paulus dan Silas, tidak melarikan diri dari penjara itu, tetapi justru mengambil kesempatan itu untuk memberitakan Injil kepada semua orang yang ada itu. Mereka semua mendengarkan Firman Tuhan. Dan mereka semua 
percaya, maka mereka semua member dirinya di baptis. Jadi seluruh anggota keluarga kepala penjara itu mendengar dan percaya kepada firman Allah. Oleh karena itu mereka semua di baptis sebagai orang-orang percaya, dan membuat hati mereka bersuka cita karena mereka yang telah menjadi percaya kepada Allah. Sekali lagi, kita melihat bahwa semua itu adalah baptisan bagi orang percaya.

Krispus;  Kepala Rumah Ibadat Dan Keluarganya
Tetapi Krispus, kepala rumah ibadat itu, menjadi percaya kepada Tuhan bersama-sama dengan seisi rumahnya, dan banyak dari orang-orang Korintus, yang mendengarkan pemberitaan Paulus, menjadi percaya dan memberi diri mereka dibaptis. 
Kisah Para Rasul 18:8

Krispus, kepala rumah ibadat itu, percaya kepada Tuhan, bersama-sama dengan seluruh anggota keluarganya dan banyak orang-orang Korintus yang mendengarkan pemberitaan Paulus menjadi percaya dan memberi diri mereka dibaptis.

Lidia Bersama-sama Seisi Rumahnya
Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya:”Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku.” Ia mendesak sampai kami menerimanya.

 
Kisah Para Rasul 16:14-15

B. Mengapa Kita Harus Dibaptis?
Karena baptisan air adalah perintah Tuhan Yesus. Dan merupakan langkah kedua setelah menjadi percaya dan bertobat. Dari pengajaran Para Rasul yang diatasnya kita membangun kehidupan sebagai orang-orang percaya. Baptisan air memiliki pengertian rohani yang lebih mendalam lagi. Dari banyak pengertian rohani yang dapat ditulis mengenai baptisan air, kita hanya akan menjelaskan aspek terpenting dari baptisan air.

1.Untuk Memohonkan Hati Nurani Yang Baik
Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan - maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah- oleh kebangkitan Yesus Kristus, yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya. 1 Petrus 3:21-22

2. Kesaksian Umum
Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptism dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Roma 6:3-4

Setiap kali seseorang dibaptis menurut firman Allah, mereka menyatakan kepada dunia bahwa Yesus Kristus telah disalibkan di atas kayu salib; dengan mencurahkan darah-Nya dan mati untuk dosa-dosa mereka.

3. Pengakuan Iman
Setiap orang yang mengakui Aku di hadapan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di Surga. Tetapi barang siapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di Surga"  Matius 10:32-33

Perjanjian Baru mengajarkan bahwa langkah selanjutnya bagi orang percaya baru, adalah mengakui iman mereka di dalam Yesus Kristus dengan memberi dirinya di baptis air di depan umum.

4. Menggenapkan Seluruh Kehendak Allah
Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Lalu Yesus menjawab, katanya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanes pun menuruti-Nya. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan:”Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Matius 3:13-17


Jika Yesus Kristus yang tidak berdosa dan tidak bernoda harus dibaptis untuk menggenapkan seluruh kehendak Allah. Lebih-lebih lagi kita, juga harus di baptis dalam air sebagaimana halnya dengan Yesus. Kalau kita di baptis sama seperti Yesus berarti kita mau tunduk menggenapi seluruh kebenaran Allah.

5. Perintah Tuhan Yesus
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Matius 28:19

Bukti yang nyata dari kasih kita kepada Kristus bukan dengan kata-kata saja, bukan juga dengan pekerjaan-pekerjaan yang kita lakukan bagi Dia, bukan doa-doa kita, atau dengan membaca Alkitab, bukan dengan hanya rajin pergi ke gereja saja. Walaupun semuanya itu penting. Bukti yang sesungguhnya adalah: apakah kita telah melakukan perintah-perintahnya? Mengapakah kita tidak bersegera melakukan perintah-Nya? Seperti yang di katakan: Mazmur 119:60


Aku bersegera
dan tidak berlambat-lambat
untuk berpegang pada
perintah-perintah-Mu.

C. Kapankah Kita Harus Dibaptis ?
"KAPANKAH kita harus di baptis air?" Segera! setelah kita bertobat dari dosa-dosa kita, dan mempercayai Injil, serta menerima Tuhan Yesus Kristus kedalam hati kita.
Kata, sebagai tanda pertobatan dan keselamatan adalah "sekarang!"

Pada hari Pentakosta, tiga ribu orang yang bertobat dari dosa-dosa mereka "di baptis...pada hari itu" (Kisah Para Rasul 2:41). Tidak ada penundaan.

Orang-orang Samaria di baptis air "... ketika mereka percaya" (Kisah Para Rasul 8:12).

Sida-sida dari Etiopia segera di baptis setelah mereka percaya kepada Kristus, walaupun ini adalah kotbah Injil pertama yang didengarnya.

Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari Injil Yesus kepadanya. Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu:”Lihat, di situ ada air, apakah halangannya, jika aku dibaptis?” [Sahut Filipus: “Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.”Aku percaya,bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.”] Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. 
Kisah Para Rasul 8:35-38

D. Bagaimana Kita Seharusnya Di baptis ?
Pertanyaan berikutnya adalah "BAGAIMANA kita harus di baptis?" Jika kita dengan segenap hati ingin membangun dasar yang baik dan kokoh untuk hidup keKristenan kita, penting sekali bagi kita untuk mendapatkan jawaban yang benar.
Kata baptisan dalam bahasa Yunani adalah baptizo berasal dari kata bapto, yang berarti "mencelupkan atau membenamkan".
Sebagai contoh, kata bapto dipakai di antara orang-orang Yunani sebagai proses pencelupan pakaian. Ketika sepotong kain dicelup, kain itu masuk ke dalam cairan yang berwarna sampai warna kain tersebut berubah.

Metode Alkitabiah dari Baptisan
Di dalam Alkitab kata ini berarti "mencelupkan atau membenamkan", kita harus melakukan apa yang diperintahkan dalam Alkitab.

Dan hal-hal di bawah ini yang dapat kita temukan di dalam Alkitab:
a. Yohanes Pembaptis
Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan. Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. Matius 3:5-6

Alkitab tidak menerangkan lebih jauh. Mereka di baptis - dalam air di sungai Yordan. Sesungguhnya, Alkitab mengajarkan bahwa baik Yohanes Pembaptis dan Tuhan Yesus sendiri memilih tempat di mana terdapat banyak air untuk melakukan baptisan:

Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis. Akan tetapi Yohanes pun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis.
Yohanes 3:22-23

Ainon berarti "mata air atau sumber air". Karena ada banyak kolam dan sungai kecil di sana, maka tersedia "banyak air" itu sangat penting, karena mereka membaptis orang dengan cara membenamkannya ke dalam air.

b. Baptisan Kristus
Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea. Dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Markus 1:9-10

Tuhan Yesus di baptis di dalam air, dan keluar dari air. Ia datang dan memberikan teladan, yang harus kita ikuti.
Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
1Petrus 2:21
Sudahkah kita mengikuti teladan-Nya? 
Sudahkah kita di baptis di dalam air dan keluar dari dalam air?
c. Sida-sida Etiopia
Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.
Kisah Para Rasul 8:38-39
Mengapa Alkitab berkata, "mereka keluar dari air?” Karena kata "membaptis" berarti membenamkan, dan Perjanjian Baru tidak menjelaskan baptisan dengan cara yang lain lagi.

E. Di Mana Kita Harus Di baptis?
Dari perjalanan kita mengenai "BAGAIMANA kita akan di baptis?" Alkitab berkata bahwa mereka membaptis di dalam air di mana tersedia cukup banyak air, misalnya membaptis di dalam laut, di sungai, di sungai-sungai kecil, kolam air, dan sumber mata air, atau di mana jika mungkin baptisan dilakukan sesuai yang tertulis di dalam Alkitab, sebagai kesaksian bagi umum.
Beberapa gereja mempunyai bak air yang dalam, atau "kolam baptisan" di dalam bangunan. Untuk mengikuti pola Alkitab, kita dianjurkan mempunyai suatu tempat di mana terdapat cukup air, agar kita dapat di baptis sampai tenggelam dan keluar dari air.

Dan sekarang,
mengapa engkau masih ragu-ragu?
Bangunlah, berilah dirimu dibaptis
dan dosa-dosamu disucikan
sambil berseru kepada nama Tuhan!

Kisah Para Rasul 22:16