Selamat datang di Crent Regeneration.

Terimakasih atas kunjungan anda.
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Ef 2:19,8-10)

8/11/2012

YAKIN AKAN KEADILAN ALLAH

YAKIN AKAN KEADILAN ALLAH Mazmur 71 Saya punya seorang kerabat yang sudah berusia lanjut. Ia sudah mulai lupa akan beberapa hal. Namun satu hal ia tidak lupa, bahwa Tuhan mengasihinya dan ia siap untuk dipanggil oleh-Nya. Pemazmur sudah lanjut usia. Sejak muda ia sudah percaya Tuhan (5) dan hidup bersama dengan-Nya. Banyak orang menyebutnya sebagai tanda ajaib dari Tuhan. Mungkin, pengalaman hidupnya bersama Tuhan sungguh membuktikan penyertaan dan pemeliharaan-Nya. Ia berani mengatakan kelahirannya adalah karya Tuhan dalam dirinya. Sejalan dengan pemeliharaan dan penyertaan Tuhan atas hidupnya, pemazmur pun mengklaim telah melayani Tuhan sejak ia muda (17). Namun di masa tuanya, sepertinya pemazmur mengalami masalah. Selain kekuatan fisik menurun dan juga berbagai aspek penuaan sedang dialaminya, ada orang-orang yang menggunakan kesempatan kelemahannya ini untuk merencanakan hal jahat terhadapnya. Mereka mengira ia telah ditinggalkan Tuhan (10-11). Oleh karena itulah, pemazmur berdoa doa minta tolong. Pemazmur meyakini Tuhan tidak berubah dari dulu sampai sekarang. Dia adalah Allah yang adil, yang akan membela dirinya sebagai anak-Nya. Pemazmur menyebut keadilan Tuhan berulang kali (2, 15, 16, 19, 24) sebagai tanda kepercayaannya yang besar akan Allah. Oleh karena keadilan Allah pemazmur pun bisa menaikkan pujian dan syukur (6, 8, 14) kepada-Nya serta bertekad untuk terus menaikkan syukur tiada henti (22-23). Buat Anda yang sudah lanjut usia, yakinlah pada kesetiaan Tuhan. Mata rabun, pendengaran berkurang, rematik atau osteoporosis, dan berbagai penyakit mungkin mendera hidup Anda. Anak-cucu yang tidak peduli membuat Anda kesepian. Tetaplah percaya bahwa Dia adil dan setia dan akan menopang hidup Anda sampai tiba waktu Anda dipanggil pulang ke surga.
Published with Blogger-droid v2.0.6

KETIKA KEHILANGAN

KETIKA KEHILANGAN "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!" (Ayub 1:21) Ayub 1:13-2:10 Pernah berduka karena kehilangan sesuatu yang kita cintai? Makin dalam cinta, makin dalam juga dukanya. Cepat atau lambat, kita akan mengalami kehilangan, entah itu karir, harta-benda, stamina, anak, orangtua, pasangan hidup, atau sahabat baik kita. Apapun penyebabnya, kehilangan selalu terasa menakutkan, menyakitkan, dan menghancurkan. Meskipun dalam banyak hal kita berbeda dengan Ayub (kita bukan orang paling kaya, tidak punya anak sebanyak dia, dan mungkin tidak hidup sesaleh dia), ada satu benang merah yang menyatukan kita dengan kisah Ayub, yaitu kita sama-sama pernah mengalami kehilangan. Sesuai izin Tuhan, dalam waktu singkat Ayub kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, kekayaannya, dan rasa hormat sang istri. Respons Ayub? Ia sujud menyembah dan berkata: "Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!" Secara manusia ia tentu berduka, sebab itu ia mengoyakkan jubah dan mencukur rambutnya (ayat 20). Namun, ia menyadari sepenuhnya bahwa apa yang dimilikinya sekarang adalah kepunyaan Tuhan dan datangnya dari Tuhan, Dialah yang berhak atas segalanya. Sebab itu, Ayub mampu memuji Tuhan di tengah kehilangannya. Sadar atau tidak, kita kerap merasa pantas menerima hanya hal-hal baik dalam hidup. Ketika kehilangan kekayaan, kesehatan, dan orang-orang terkasih, kita menganggap Tuhan tidak adil sehingga kita merasa berhak untuk menggugat dan marah kepada- Nya. Ketika Tuhan mengizinkan kehilangan terjadi, biarlah kasih kita kepada-Nya tidak ikut hilang. Mari bertanya apa yang menjadi rencana Sang Pemilik. Dia Tuhan Yang Mahabijak dan tak pernah salah dalam bertindak.

Published with Blogger-droid v2.0.6

8/07/2012

POLIGAMI DAN MASALAHNYA

POLIGAMI dan MASALAHNYA Kejadian 30:14-24 Dari semula Allah menetapkan pernikahan sebagai suatu ikatan monogami (Kej. 2:24). Tidak mengherankan jika keluarga poligami dalam Alkitab pasti mengalami banyak masalah. Ini dialami keluarga Yakub. Persaingan antara kedua istri Yakub, Lea dan Rahel, merupakan bukti bahwa keluarga ini bukanlah keluarga yang harmonis. Sepertinya Yakub tidak lagi tidur dengan Lea, karena agar Yakub dapat menghampirinya, Lea perlu memberikan buah dudaim dari anaknya kepada Rahel. Bahkan untuk mengajak Yakub tidur bersamanya pun Lea harus menggunakan cara paksa (16). Keengganan Yakub untuk tidur dengan Lea, mungkin sekali disebabkan karena pada dasarnya Yakub memang tidak mengasihi Lea. Namun apa pun alasannya, ini jelas merupakan tanda ketidakharmonisan yang terjadi dalam keluarga besar Yakub. Ada yang menganggap bahwa karena poligami adalah kenyataan dalam kehidupan umat Israel Perjanjian Lama dan Allah sepertinya tidak mengecam mereka yang melakukannya, maka poligami boleh dilakukan. Memang Allah tidak secara langsung mengecam praktek poligami, termasuk Yakub yang memiliki empat istri. Namun dari persaingan dan ketidak bahagiaan dalam keluarga ini, kita bisa melihat bahwa Alkitab mau menggambarkan konsekuensi logis dari sebuah perkawinan poligami, dan mereka yang tidak taat kepada Tuhan dan melakukan poligami harus menanggung akibatnya. Karenanya kita melihat bahwa keluarga poligami dalam Alkitab mendapatkan masalah-masalah yang sangat besar, seperti keluarga Abraham yang harus mengusir Hagar dan Ismael, atau keluarga Daud yang anak-anaknya saling membunuh. Kita tahu bahwa kemudian Yakub akan kehilangan Yusuf anak kesayangannya karena ulah kakak kakak Yusuf yang cemburu akan kasih ayah mereka yang hanya ditujukan pada Yusuf. Tuhan dalam anugerah-Nya telah memberikan pada kita suatu konsep pernikahan monogami yang sesuai dengan kehendak-Nya. Berarti, memang inilah yang terbaik bagi kita.
Published with Blogger-droid v2.0.6

Citra Word Center Surabaya

Published with Blogger-droid v2.0.6

Mari berdoa

Published with Blogger-droid v2.0.6

8/06/2012

SIAPA MAU TOLONG BETA?

SIAPA MAU TOLONG BETA? Yesaya 30:18-26 Sebuah lirik lagu Ambon bertutur, "Siapa mau tolong beta, beta ini susah'e." Lirik ini bercerita tentang kesedihan dan kesusahan orang yang hidup di perantauan, jauh dari sumber-sumber pertolongan yang bisa didapat dan diandalkannya. Pertolongan. Semua orang yang pernah berada dalam kondisi terdesak dan tanpa daya tahu persis betapa berartinya hal itu. Kitab Yesaya diawali dengan keluhan terhadap bangsa yang tidak setia, hukuman demi hukuman ditimpakan, penindasan diizinkan. Akan tetapi, Tuhan masih mau mendengar seruan mereka dan memperhatikan air mata mereka. Tuhan menanti-nantikan saat untuk menyatakan kasih-Nya bagi orang-orang yang menanti-nantikan-Nya (ayat 18). Tuhan bahkan bersegera untuk menjawab seruan umat-Nya. Ia menunjukkan jalan- Nya (ayat 21) dan memberkati mereka (ayat 23-26). Ada saatnya nanti Dia membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan. Dialah sumber pertolongan itu. Pertolongan Tuhan kian nyata bagi kita saat Dia hadir dalam tubuh insani, turut merasakan kelemahan-kelemahan kita (lihat Ibrani 4:15), dan menanggung dosa kita. Betapa bersyukur kita memiliki Tuhan yang demikian! Sebagai orang-orang yang dipanggil untuk mencerminkan Tuhan di dunia ini, setiap kita yang telah merasakan pertolongan, anugerah, dan kasih-Nya, seharusnya juga menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menolong sesama. Tiap hari di sekitar kita ada orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Kiranya kita tidak hanya puas menjadi penonton-penonton yang duduk manis, tetapi menyediakan diri dipakai menjadi saluran berkat, membawa mereka mengenal Tuhan, satu-satunya Penolong yang sejati. " ... Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab." (Yesaya 30:19)
Published with Blogger-droid v2.0.6

8/04/2012

JANGAN KECEWA

JANGAN KECEWA Kejadian 41:1-16 Adakalanya Tuhan ingin mengajar kita untuk bersabar dalam menantikan waktu yang ditetapkan-Nya untuk memberikan berkat kepada kita. Yang kita butuhkan adalah kepercayaan penuh kepada Dia, ketika segala sesuatu dalam hidup kita berjalan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Fakta bahwa Yusuf pernah menafsirkan mimpi kepala juru minuman dan kepala juru roti menunjukkan bahwa Allah telah berbicara kepada Yusuf. Dapatkah Anda bayangkan perasaan Yusuf ketika itu? Tentu ia senang ketika Allah berbicara dan memberi arti mimpi masing-masing pegawai Firaun. Sangatlah normal jika Yusuf berharap bahwa hal itu akan membuka jalan keluar bagi dirinya yang sedang di penjara. Namun yang terjadi, Yusuf dilupakan oleh orang yang telah ia tolong. Dua tahun lamanya Yusuf dilupakan. Dua tahun lamanya Yusuf memiliki waktu untuk merenungkan mengapa Tuhan seakan-akan meninggalkan dia. Namun Yusuf tetap sabar, ia tidak menjadi marah dan kecewa pada Tuhan. Dalam penentuan Tuhan, masa dua tahun yang seolah tanpa hasil, ternyata membawa dia untuk menghadap Firaun. Kepercayaan Yusuf pada Tuhan teruji melalui cara ia menjawab pertanyaan Firaun mengenai kehebatan yang ia miliki. Tanpa ragu, Yusuf mengedepankan pertolongan Tuhan dan bukan menyombongkan dirinya. Ini menunjukkan bahwa Yusuf tidak marah dan tidak kecewa kepada Tuhan. Yusuf tetap setia, tetap percaya dan tetap bersandar pada Tuhannya. Bagaimana dengan kita sendiri? Ketika Tuhan seolah diam dan tidak menjawab doa kita, apakah kita juga mampu bersikap seperti Yusuf yang tidak menjadi kecewa pada Tuhan? Adakah kita mampu merendahkan diri dan mengakui kekuasaan serta berkat Tuhan di dalam hidup kita sebagai ganti dari keinginan hati untuk dikenal sebagai pribadi yang hebat? Tetaplah percaya kepada Tuhan sebab Ia tahu apa yang harus diperbuat dan kapan harus melaksanakan rencana-Nya tersebut. Yang kita butuhkan adalah belajar untuk tetap percaya dan tidak menjadi kecewa, bahkan di dalam saat-saat ketika Tuhan seolah diam.
Published with Blogger-droid v2.0.6