Selamat datang di Crent Regeneration.

Terimakasih atas kunjungan anda.
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Ef 2:19,8-10)

1/07/2012

JEMAAT YANG TERTIDUR.

JEMAAT YANG TERTIDUR.
Wahyu 3:1-6

Berbeda dengan surat-surat lainnya, surat kepada jemaat Sardis ini tidak merinci satu pun musuh atau bahaya dari dalam atau dari luar. Masalah yang ada di dalam jemaat ini bukan dengan orang-orang Yahudi, maupun kekaisaran Romawi atau dengan guru-guru palsu, tetapi semata-mata dengan dirinya sendiri (1). Demikianlah kondisi rohani jemaat di Sardis. Mereka terlena dengan reputasi yang mereka miliki, yakni dikenal sebagai gereja yang hidup. Akan tetapi Yesus mengetahui keadaan rohani jemaat yang sesungguhnya. Sekalipun dari luar mereka kelihatan hidup, sebenarnya mereka mati atau tertidur (1).

Apa yang menyebabkan jemaat Sardis secara rohani tertidur? Oleh karena mereka cepat puas dengan apa yang mereka capai. Mereka terperangkap dalam dosa kemunafikan, yakni melakukan ibadah dan pekerjaan pelayanan semata-mata untuk menyenangkan diri sendiri atau untuk mendapatkan pujian dari manusia dan bukan untuk menyenangkan hati Tuhan. Yesus mengecam pekerjaan yang demikian (bdk. Mat. 6:1-2, 5; 23:2-7). Dia menilai bahwa tidak satu pun dari pekerjaan mereka didapati sempurna di hadapan Allah (2b). Mereka hanya menerima dan mendengar firman Tuhan, tetapi tidak menaatinya (3).

Yesus menegur dan masih memberikan kesempatan kepada jemaat Sardis untuk memperbaiki diri dan bertobat (2). Kondisi tertidur secara rohani kalau tidak dibereskan dapat berakibat fatal (3, 5). Yesus menasihati agar motivasi mereka beribadah dan melakukan segala sesuatu bukan lagi karena mau mencari pengakuan manusia yang bersifat sementara. Ibadah harus dilakukan dalam ketulusan karena kasih dan ketaatan terhadap firman Tuhan. Hal itulah yang bernilai kekal (2-6).

Kehidupan rohani jemaat Sardis menjadi pelajaran rohani yang berharga bagi kita yang hidup pada masa kini. Jikalau tidak waspada, kita pun dapat terlena dan tertidur. Mari kita tetap berjaga-jaga dan melakukan ibadah dan pelayanan kita dengan hati yang tulus mengasihi Tuhan dan ingin menyenangkan hati-Nya. ©®
Published with Blogger-droid v2.0.2

KRISTUS YANG TERUTAMA.

KRISTUS YANG TERUTAMA.
Markus 1:1-8

Pelayanan Yohanes Pembaptis telah dinubuatkan di dalam Perjanjian Lama oleh nabi Maleakhi dan nabi Yesaya (2-3, bdk. Mal. 3:1; Yes. 40:3). Setelah sekian lama Tuhan tidak berbicara kepada umat-Nya, kehadiran Yohanes Pembaptis, sebagai utusan yang memberitakan kedatangan Tuhan, adalah penting. Ini menegaskan kembali realisasi janji Allah mengenai kedatangan Mesias, yang akan menyelamatkan umat-Nya.

Untuk mempersiapkan kedatangan Kristus, Yohanes Pembaptis berkhotbah tentang pertobatan dan pengampunan dosa. Ia mendorong orang untuk menyadari dosa-dosa mereka dan meminta pengampunan Allah (4).

Yohanes Pembaptis juga berkhotbah tentang keutamaan Kristus. Dia menempatkan Kristus sebagai yang utama dan menempatkan dirinya serendah mungkin di hadapan Kristus, sehingga untuk membuka tali kasut-Nya pun dia merasa tidak layak (7). Yohanes Pembaptis tidak menempatkan dirinya sebagai murid, yang bersedia melakukan apa saja bagi gurunya, tetapi membuka kasut sang guru tidaklah termasuk bagian tugasnya. Yohanes Pembaptis pun masih tidak berani menempatkan dirinya sebagai hamba, yang akan melakukan apa saja bagi tuannya, termasuk melepas tali kasut sang tuan. Ia menempatkan dirinya jauh lebih rendah dari itu, sampai-sampai ia merasa bahwa membuka tali kasut-Nya pun tidak layak. Dalam pemahaman itulah, Yohanes Pembaptis juga berkhotbah tentang kuasa Kristus. Ia hanya dapat menyiapkan hati orang-orang, tetapi Yesuslah yang berkuasa untuk mengubah hati mereka. Oleh karena itu, Yohanes Pembaptis sadar benar bahwa dirinya bukanlah aktor utama. Ia hanya berperan menghubungkan manusia dengan Kristus.

Dalam hidup dan pelayanan kita, kiranya kita pun belajar untuk menyadari bahwa Kristuslah yang seharus kita tinggikan. Dialah yang utama dalam hidup kita, Dialah yang harus ditinggikan dalam setiap pelayanan. Dan kiranya kita pun semakin belajar untuk merendahkan diri kita di bawah keutamaan-Nya. ©®
Published with Blogger-droid v2.0.2

12/24/2011

UNDANGAN KAIN LAMPIN.

UMDANGAN KAIN LAMPIN.
Nats : Inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan kain lampin dan terbaring di dalam palungan (Lukas 2:12)

Lukas 2:8-20

Seorang sutradara film pendek dari Jakarta mendapatkan penghargaan dari sebuah festival film di Eropa. Panitia mengundangnya, tetapi hanya akan menanggung akomodasinya selama ia di sana. Ia harus membiayai sendiri seluruh perjalanannya. Karena tidak berhasil mendapatkan dukungan sponsor, terpaksa ia batal pergi. Penghargaan pun diserahkan tanpa kehadirannya.

Ya, ada undangan yang malah membuat kita termangu karena tidak mampu memenuhinya. Ini sangat berbeda dengan undangan Yesus Kristus. Bayangkan seandainya malaikat berkata: "Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan kain lenan halus dan terbaring di kamar anak raja di istana." Tentulah para gembala akan menggelengkan kepala. "Ini bukan undangan untuk kita. Bagaimana kita bisa ke sana? Baru mau masuk ke gerbang istana saja pasti sudah diusir. Memangnya siapa kita ini?"

Syukurlah, malaikat menggunakan kata sandi lampin dan palungan. Ah, wajah para gembala itu tentu terangkat sumringah. "Ah, Dia sama dengan kita. Kita bisa datang menjenguk-Nya. Yuk, kita pergi ke sana." Dan, begitulah, mereka menjadi orang-orang pertama yang berkesempatan menyambut kedatangan Mesias.

Yesus Kristus masih mengedarkan "undangan kain lampin" sampai saat ini. Dia membuka pintu selebar-lebarnya. Tidak ada tembok penghalang. Tidak ada dress code yang membatasi. Bagaimanapun keadaan kita, di mana pun kita berada, kita bisa datang kepada-Nya dengan keseluruhan diri kita. Apa adanya. Tanpa embel-embel. Tanpa riasan. Dia pasti menyambut kita dengan tangan terbuka --ARS

YESUS KRISTUS MENJADI ANAK MANUSIA AGAR KITA DAPAT MENDATANGI DAN MENGENAL-NYA kita bisa datang kepada-Nya dengan keseluruhan diri kita. Apa adanya. Tanpa embel-embel. Tanpa riasan. Dia pasti menyambut kita dengan tangan terbuka. MERRY CHRISTMAS.
Published with Blogger-droid v2.0.2

MERRY CHRISTMAS.

MERRY CHRISTMAS.

Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa ... mereka akan menamakan Dia Imanuel
(Matius 1:21,23)

Matius 2:13-18

Dengan singkat, tetapi mempesona, Matius menuturkan sukacita Natal yang pertama. Mesias yang dijanjikan Allah selama berabad-abad, telah datang. Orang Majus, yang dianggap kaum cerdik pandai dari dunia timur, sujud menyembah-Nya. Mereka datang tidak dengan tangan hampa, tetapi membawa upeti layaknya persembahan bagi raja.

Namun, secara mengejutkan Matius menyelipkan kisah pilu para ibu di Betlehem, yang meratap karena bayi mereka dibunuh tentara Herodes. Rupanya Herodes marah karena merasa dibohongi Orang Majus. Maka, ia memerintahkan pembunuhan itu karena ia tak mau seorang raja lain tumbuh dan kelak menumbangkan takhtanya. Akan tetapi, sepasang suami istri muda dengan berani membawa lari bayi mungil mereka, yakni bayi Yesus. Bayi yang kelak akan memberikan seluruh hidup-Nya untuk menebus dosa dunia. Termasuk dosa Anda dan saya! Sekarang, sebagai orang yang diberi hak hidup karena diselamatkan dari kematian kekal, apa yang seharusnya kita lakukan bagi mereka yang masih dikungkung dosa?

SEBAGAI ORANG YANG DIBEBASKAN DARI BENCANA KEMATIAN

KITA HARUS TERUS MENCARI JIWA YANG PERLU DISELAMATKAN. ©®
Published with Blogger-droid v2.0.2

PENGHARAPAN ITU TELAH DATANG.

PENGHARAPAN ITU TELAH DATANG.
Yesaya 8:23-9:6

Sebagian besar umat kristiani merayakan hari ini sebagai hari Natal. Apa yang kita ingat sewaktu merayakan natal? Kelahiran Yesus sebagai bayi? Atau Sang Mesias yang membawa pengharapan?

Yesaya 8:23-9:6 berkonteks kehidupan Yehuda yang dilanda ketakutan terhadap ancaman Aram dan Israel. Ahas mengambil keputusan yang salah, meminta pertolongan kepada Asyur dan bukan kepada Tuhan. Yehuda adalah bangsa yang berjalan dalam kegelapan karena dipimpin oleh raja yang tidak takut Tuhan.

Allah menjanjikan Mesias. Ia akan membawa pengharapan bagi umat-Nya. Kedatangan-Nya membuka babak baru dalam hidup umat-Nya. Manusia yang dikuasai kegelapan dosa, kini melihat Terang yang besar yang mengenyahkan kegelapan. Kedatangan-Nya mengubah kedukaan yang mencekam menjadi sukacita besar. Ia membuat manusia lepas dari belenggu dosa yang menindas dan memberikan damai sejahtera yang mampu mengenyahkan perang dan perseteruan (1-4).

Janji Mesias ini telah digenapi dengan kelahiran Yesus. Dua hal penting yang dikatakan Yesaya mengenai Yesus adalah bahwa Dia adalah manusia sejati dan Allah sejati. Yesus adalah manusia sejati sesuai perkataan 'seorang anak telah lahir'. Yesus Kristus adalah Allah sejati nampak dari empat nama Ilahi: Penasihat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, dan Raja Damai.

Natal bukan perayaan ulang tahun Yesus, melainkan kedatangan Yesus ke dunia yang memberikan pengharapan kepada manusia berdosa. Jika Yesus sudah lahir 2000 tahun yang lalu, mengapa masih ada orang yang hidup tanpa pengharapan dan damai? Bukankah Sang Raja Damai itu telah datang? Betul, dan itulah tugas kita untuk memperkenalkan Yesus sang Raja Damai itu, dan momen natal adalah salah satu kesempatan yang dapat kita pakai. ©®
Published with Blogger-droid v2.0.2

12/23/2011

RAJA DAMAI.

RAJA DAMAI.
Yesaya 11:1-10

Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Ia sanggup menyucikan manusia berdosa oleh darah Kristus. Ia sanggup memulihkan relasi yang sudah rusak. Mulai dari manusia berdosa terhadap Diri-Nya yang kudus, bahkan sampai setiap relasi yang ada di dalam dunia yang sudah rusak oleh dosa. Itulah yang tergambar dari pasal 11 yang begitu terkenal ini.

Segera setelah penggambaran penghancuran Asyur, si sombong yang lupa diri itu (10:33-34), Allah menyatakan bangkitnya kembali Yehuda/Israel yang sempat terpuruk (11:1). Seorang raja keturunan Daud akan kembali di takhta Israel, sebagaimana janji Allah kepada Daud yang tak pernah diingkari-Nya. Dulu Roh Allah pernah meninggalkan Saul untuk hadir dan memimpin Daud sebagai raja Israel. Kelak seorang raja keturunan Daud kembali mengalami pengurapan Roh Kudus (2) sehingga kepemimpinannya bukan hanya kembali kepada kegemilangan Daud bahkan jauh lebih cemerlang. Kepemimpinannya itu membawa keteraturan dan keadilan kepada semua orang (4-5). Dampak dari keteraturan dan keadilan adalah kedamaian yang digambarkan seperti kembali ke taman Eden tanpa dosa, dengan semua binatang tunduk kepada manusia (6-8). Kepemimpinannya pun tidak hanya sebatas bangsa Israel melainkan merambah ke semua bangsa (10).

Siapa tunas Daud? Secara sejarah Perjanjian Lama, Yosia disebut sebagai salah satu dari figur yang membawa pemulihan umat Yehuda pada zamannya. Namun, dalam skala yang lebih global dan universal Tuhan Yesus adalah Mesias keturunan Daud yang secara tuntas akan membawa pemulihan tersebut. Kedatangan-Nya yang pertama telah menyelesaikan masalah dosa dan maut, lewat kematian dan kebangkitan-Nya. Kapankah masa kedamaian itu? Kita dapat berkata di hati setiap orang percaya, telah ada keteraturan dan keadilan yang memancarkan damai sejahtera ke sekelilingnya. Sambil menantikan kedatangan-Nya kedua kali yang membawa kesempurnaan taman Eden tersebut, mari kita mewujudkannya lewat hidup kita, memancar ke sekeliling kita! ©®
Published with Blogger-droid v2.0.2

KESOMBONGAN ROHANI.

KESOMBONGAN ROHANI.
Yesaya 9:7-10:4

Dalam bukunya, "Tujuh dosa yang mendatangkan maut", Billy Graham menempatkan kesombongan pada urutan pertama. Kesombongan mendahului kehancuran. Itu yang terjadi dengan Samaria, Israel Utara. Perikop hari ini melukiskan kesombongan Israel dan sifat tidak mau bertobat yang gigih, serta murka dan hukuman Allah atas mereka; walau dalam kesulitan besar mereka tidak bersedia merendahkan diri dan berbalik kepada Allah.

Bahkan sesudah penyerbuan Tiglat-Pileser, raja Asyur atas Samaria, Efraim masih saja mengabaikan peringatan Allah. Dengan sombong mereka hendak membangun kembali negeri mereka yang hancur dan membuatnya lebih kuat serta lebih megah daripada sebelumnya (8, 9). Waktunya akan segera tiba, bekas sekutu-sekutu mereka, yaitu Siria dan Filistin, akan bergabung dengan pasukan Asyur untuk menyerbu dan membinasakan Samaria. Semua pemimpin akan dibinasakan bersama anak-anak mereka (13-14). Dosa mengandung benih hukuman dan kebinasaannya sendiri. Akan muncul ketakutan akan perang saudara antara Efraim dan Manasye, dua suku utama yang membentuk Kerajaan Utara (17-20).

Empat kali Tuhan memberi peringatan (11, 16, 21;10:4). Hal ini menunjukkan betapa dahsyatnya murka Tuhan. Namun, Tuhan masih memberi mereka kesempatan untuk bertobat. Sayang, mereka tidak juga bertobat. Perbuatan dosa semakin merajalela. Para pemimpin dengan biadab menindas rakyat dan menyalahgunakan kekuasaan (17-20). Moralitas para penegak hukum juga rusak total. Apabila kekejaman, kecurangan, keserakahan yang dimenangkan, apalagi yang dapat diharapkan dari para pelaku peradilan (1-4)?. Maka, tidak ada pilihan lain kecuali penghukuman, kesombongan mereka telah mendahului kehancuran mereka.

Menjelang akhir tahun ini, mari kita evaluasi hidup kita. Berapa banyak peringatan dan kesempatan yang berikan kepada kita untuk bertobat? Marilah dengan rendah hati kita akui kegagalan dan dosa-dosa kita, dan berbalik kepada Allah. ©®
Published with Blogger-droid v2.0.2