Selamat datang di Crent Regeneration.

Terimakasih atas kunjungan anda.
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Ef 2:19,8-10)

10/14/2011

"JUDI? "

JUDI ?
Nats : Jika seseorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan (2 Tes 3:10)

2 Tes 3:6-12

Apa yang terkenal dari Las Vegas sebuah kota di Amerika? Banyak orang akan menjawab, "Tempat perjudiannya". Itu benar. Judi model apa pun dapat ditemukan di sana. Tak heran, kota ini dikunjungi para penjudi dari seluruh dunia. Walaupun demikian, judi tidak hanya dilakukan orang di kota sekelas Las Vegas saja. Di kota kecil atau perkampungan pun, judi banyak dilakukan. Jahatnya, judi tidak hanya dilakukan oleh orang kaya, melainkan juga oleh orang-orang miskin. Bahkan, judi tidak hanya dilakukan orang dewasa, tetapi ada juga anak-anak sekolah yang ikut berjudi.

Judi adalah kebiasaan yang sangat buruk, sebab merusak mentalitas seseorang. Etos kerja orang dihancurkan, sebab judi dianggap jalan pintas untuk menjadi kaya, hidup enak, tanpa kerja keras. Namun benarkah dengan berjudi, orang bisa bahagia? Ternyata tidak. Sebaliknya, kita akan lebih banyak menjumpai orang yang bangkrut karena judi. Dan, jika salah satu anggota keluarga punya kebiasaan berjudi, bisa dipastikan keluarga itu akan mengalami masalah serius.

Alkitab mengecam perjudian. Bahkan dengan keras Paulus berkata, jika seseorang tidak mau bekerja, mau cari enak, janganlah ia makan. Judi adalah bentuk kemalasan, dan Alkitab jelas mencela kemalasan dalam bentuk apa pun. Selain itu, efek judi sangat tidak baik. Toh, kalau seseorang menang dalam jumlah banyak, ia membuat orang lain menderita. Sebab yang kalah bukan si penjudi saja, tetapi juga seluruh keluarganya. Maka, jauhilah judi dalam bentuk sekecil apa pun, agar ia tak menyeret kita ke perangkap yang lebih dalam.

BANGKITKAN DIRI KITA UNTUK MENJADI ORANG YANG RAJIN

SEBAB KEMALASAN TAKKAN MEMBAWA KITA KE MANA-MANA.
Published with Blogger-droid v1.7.4

10/12/2011

"DIUTUS KEPADA BANGSA YANG BEBAL"

"DIUTUS KEPADA BANGSA YANG BEBAL"
Yesaya 6:1-13

Kita telah mengikuti perjalanan Yesaya memaparkan kebobrokan bangsa Israel, pengharapan yang menanti mereka jika mereka bertobat dan juga ancaman-ancaman hukuman yang akan datang. Dalam nas ini Yesaya dipanggil "TUHAN semesta alam." Nas ini sangat terkenal, terutama ayat 8. Marilah kita perhatikan dialog antara Tuhan dan Yesaya setelah Yesaya mengatakan, "Ini aku, utuslah aku!"

Ayat 8 ternyata sama sekali bukan akhir dari adegan pemanggilan Yesaya di hadapan Tuhan. Setelah Yesaya menyerahkan dirinya, Tuhan mengatakan dengan gamblang kepada Yesaya bahwa dia akan "gagal" dalam menjalankan tugasnya. Bangsanya tidak akan mendengarkan kata-katanya. Walaupun mereka mendengar, mereka tidak akan mengerti (9); walaupun mereka melihat, mereka tidak akan tanggap (10). Mereka akan tetap bersikukuh dengan pandangan mereka, pemahaman mereka, cara hidup mereka. Lebih parah daripada Firaun di Mesir, nampaknya tidak ada yang bisa mengubah pemahaman dan sikap hidup mereka yang sudah begitu rusak.

Yesaya masih menduga bahwa sikap ini hanyalah permulaan dari tugasnya dan suatu saat bangsa itu akan berbalik (11), tetapi Tuhan mengatakan bahwa itu akan terus terjadi sampai bangsa itu benar-benar habis (13), tak lebih dari tunggul-tunggul belaka. Setelah pembersihan total itu terjadi, baru ia bisa mengharapkan awal yang baru. Timbul pertanyaan: Akankah Yesaya hidup cukup lama untuk menyaksikan tumbuhnya tunas baru dari tunggul itu? Apa tolok ukur keberhasilan Yesaya dalam menjalankan tugas ini? Akankah dia hanya menyuarakan lolongan sepi di tengah gurun?

Dari perikop ini nampak jelas bahwa Tuhan tidak menggunakan jumlah pertobatan sebagai tolok ukur. Yang Tuhan cari adalah hamba yang setia, yang mau pergi "untuk Dia" (ay. 8). Apa pun yang dihadapi. Apa pun yang terjadi. Apa pun hasilnya. B. Chapell mengatakan, "Kita dipanggil untuk hidup bagi Tuhan bukan cuma ketika kita harus mengorbankan segalanya, tapi juga ketika [karya kita] tidak nampak menghasilkan apa pun." (R)

Published with Blogger-droid v1.7.4

"KASIH YANG MENERIMA"

"KASIH YANG MENERIMA"
Hosea 2:15-22

Saya pernah membaca kisah pasutri yang penuh pertengkaran, namun berakhir dengan saling memaafkan dan saling mencumbu setelahnya. Mereka mengaku kepada konselor perbedaan karakterlah yang menyebabkan sering terjadi perselisihan. Namun, karena komitmen masing-masing untuk menjaga pernikahan kuat, mereka belajar menerima perbedaan itu seraya mengubah diri sendiri bagi pasangannya. Alhasil, pertengkaran menipis, kalaupun terjadi, lebih cepat diselesaikan.

Jika membaca ayat 13 terlepas dari konteksnya kita akan mengira ini adalah kisah asmara romantis sejoli, Hosea dan Gomer. Pemahaman ini keliru. Yang terjadi adalah penyangkalan diri Hosea demi keutuhan pernikahannya dengan Gomer. Walau Gomer telah berkhianat, Hosea tetap menerimanya apa adanya. Bahkan Hosea mau kembali berbagi hidup demi kelimpahan pernikahan tersebut (14). Hosea mengambil inisiatif membangun relasi suami istri yang telah dirusak oleh perzinaan bahkan melampaui dari sekadar mempertahankan apa yang sudah ada di atas kertas (surat nikah), melainkan kembali menyatukan dirinya dengan Gomer menjadi satu daging (bnd. Kej. 2:24).

Kita belajar bahwa Tuhan rindu agar hubungan yang fungsional itu, di mana Hosea dan Gomer memang masih pasutri yang sah secara hukum, menjadi personal, Hosea dan Gomer saling mengasihi (15). Tuhan demi kasih-Nya kepada Israel bersedia mengulang seluruh proses pernikahan yang ideal dengan membayar mahar yang sangat mahal (18-19) agar seluruh hidup kembali kepada tatanan yang sepatutnya, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan dipulihkan.

Kita dulu adalah Gomer, atau sekarang masih seperti dia? Tuhan dengan api cinta-Nya yang membara-bara terus mengejar kita, rindu agar kita menjadi kekasih-Nya. Apakah kita tetap memilih melacurkan diri? Sampai kapan kita mau terus lari? Ada hubungan yang begitu intim dan mesra yang Tuhan telah siapkan bagi kita. Mari kita dengarkan Dia dan terima cinta-Nya dalam hidup kita. Tak ada yang lain yang mencintai kita seperti Dia. (@)
Published with Blogger-droid v1.7.4

"KASIH YANG TAK PUTUS"

Hosea 2:1-14

Pasal 2 bisa dibaca dengan sudut pandang Tuhan kepada Israel dan Hosea kepada Gomer. Ayat 1, "adukanlah ibumu", dan ayat 3, "tentang anak-anaknya" nampak puisi ini dituliskan seorang suami yang membicarakan istrinya kepada anak dari istrinya, tapi anak itu bukan anaknya sendiri (1:6, 8).

Kesan yang muncul di pasal 2 adalah seorang suami yang kasmaran kepada istrinya sehingga walaupun istrinya telah berkhianat, ia tetap mengasihinya. Kegeraman memang ada. Kemarahan pun nampak dengan kuat. Namun, hal itu tidak menenggelamkan cinta yang dimiliki sang suami kepada belahan hatinya. Itulah cinta Tuhan yang tak bersyarat.

Melalui pasang-surut hubungan Hosea dan Gomer, kita melihat bahwa selama ada pelanggan yang bisa dipuaskan, Gomer memilih melacurkan dirinya (4). Hanya saat kehabisan rezeki ia tanpa malu dan tanpa tahu diri kembali mencari suaminya (6) tanpa menyadari bahwa segala hal baik yang ia alami dan kekayaan yang gunakan dalam hidupnya, bahkan saat melacurkan dirinya, datangnya dari suaminya, bukan dari para pelanggannya.

Cinta Tuhan yang dahsyat dan mencengangkan itu nampak di ayat 13-22. Namun, sebelum cinta itu bisa kembali dialami Israel, ia perlu menyadari kebutuhannya yang terdalam. Ayat 8-12 menggambarkan upaya Tuhan membawa balik kesadaran Israel membutuhkan diri-Nya, yaitu dengan menghentikan semua berkat-Nya sehingga Israel merana. Tuhan pernah berlaku demikian kepada Israel di zaman para hakim (Hak. 10:6-16). Mereka disuruh mencari pertolongan pada para allah yang selama ini mereka sembah! Hanya saat mereka sadar betapa sia-sianya hidup mereka selama ini mengandalkan allah lain, dan bahwa di dalam Allahlah kasih dan sumber kepuasan hidup sejati ditemukan, mereka siap bertobat dan Allah siap menerima mereka kembali.

Kitalah Gomer, yang berkhianat pada Hosea. Allah akan melakukan cara apa pun untuk membawa kita balik kepada-Nya.Kalau perlu kita dibuat babak belur agar kapok! Kalau itu belum terjadi pada kita marilah kita segera bertobat! (RM)
Published with Blogger-droid v1.7.4

9/28/2011

"MEMBERESKAN DOSA"

"MEMBERESKAN DOSA"
Yesaya 3:16-4:1
Judul: Membereskan dosa struktural
Ketika sebuah masyarakat jatuh ke dalam dosa yang besar dan struktural, setiap elemen masyarakat di dalamnya pasti memiliki kontribusi kepada kejatuhan itu: bisa secara aktif (mis. menyembah berhala, melakukan kejahatan, korupsi), secara pasif (mis. tidak melakukan kejahatan tapi mendorong orang di sekitar untuk berbuat jahat agar ia turut menikmati hasilnya), atau dengan ketidakpedulian (tidak menikmati hasilnya, tapi membiarkan orang lain berbuat kejahatan). Nas hari ini menyoroti peranan perempuan Sion terhadap kejatuhan bangsa itu.

Para perempuan ini digambarkan sebagai orang yang sombong dan bermegah dalam penampilan lahiriah, melalui pakaian dan perhiasan mereka juga dalam sikap mereka. Bukan tanpa maksud Yesaya menjabarkan segala bentuk perhiasan yang mereka kenakan dengan begitu detailnya (18-23). Betapa besarnya perhatian yang mereka berikan untuk penampilan mereka. Itu berarti ada sejumlah besar uang yang mereka anggarkan untuk perhiasan, belum lagi pemborosan waktu untuk merias diri. Dengan begitu banyaknya perhatian, waktu dan uang yang diberikan untuk mempercantik diri secara berlebihan, masih adakah sumber daya yang layak yang tersedia untuk Tuhan? Dunia kita pun memberikan perhatian yang tak kalah besarnya terhadap penampilan. Berapa besar pikiran, waktu dan uang yang kita curahkan demi penampilan kita? Bandingkan dengan yang kita persembahkan untuk pekerjaan Tuhan. Yang mana yang menjadi Allah kita?

Waktu Tuhan menghukum mereka, bukan saja kehormatan mereka Tuhan campakkan; Ia juga menumpas orang-orang yang mereka kasihi dan andalkan sehingga hanya ada 1 laki-laki untuk 7 perempuan. Mereka mengemis demi mendapatkan kembali kehormatan dan harga diri mereka. Jangan tunggu Tuhan mendisiplin kita. Tinjau kembali prioritas hidup kita. Berikan yang terbaik hanya kepada Tuhan. Kejatuhan masyarakat dimulai dari pribadi-pribadi yang keropos; pemulihannya dimulai dari pribadi-pribadi taat kepada Tuhan.

Published with Blogger-droid v1.7.4

9/27/2011

"BAHAGIA KARENA DIAMPUNI"

Mazmur 32

Tahun 70an ada film Indonesia yang mengisahkan seorang guru yang karena kemiskinannya menggelapkan inventaris kantor di sekolahnya. Ia terpaksa melakukan hal tersebut agar dapat membiayai istrinya yang akan melahirkan. Sang guru tersebut menanggung rasa bersalah yang begitu besar, sampai hujan-hujanan ia berupaya menemui pimpinannya untuk mengaku kesalahannya dan meminta pengampunan. Akhir cerita ini tragis. Pak guru ini meninggal karena sakit akibat kehujanan dan menanggung perasaan bersalah.

Menyimpan dosa dan tidak segera membereskannya akan membuat penderitaan batin yang berlarut-larut. Itu yang dialami pemazmur. Hanya ketika ia mengakuinya dan membereskannya di hadapan Tuhan barulah kelegaan dialami. Barulah ia kembali merasakan sukacita dan damai sejahtera.

Mengaku dosa kepada Tuhan adalah mengakui bahwa Tuhan yang berotoritas mengampuni dosa. Pengampunan itu tidak dapat dibeli, hanya diperoleh semata-mata oleh anugerah dan kasih setia Tuhan. Mazmur ini dimulai dengan pernyataan bahagia pemazmur karena telah mengalami pengampunan dari Tuhan (1-2) dan ditutup dengan ajakan kepada anak-anak Tuhan agar bersukacita dan bersorak sorai.

Oleh karena itu, pemazmur pun menasihati anak-anak Tuhan lainnya agar jangan keras kepala. Jangan berupaya menyelesaikan sendiri masalah dosa atau bahkan mencoba menutup-nutupinya. Tidak ada gunanya. Segera bereskan dosa, minta ampun kepada Tuhan dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.

Mari semua orang yang sedang kehilangan damai sejahtera karena menyimpan dosa tertentu dari hadapan Tuhan! Bereskan dosamu segera dan jangan tunda. Biarkan kasih pengampunan Tuhan menyucikan kembali hatimu serta memurnikan nuranimu dari segala kepahitan dan rasa bersalah yang berkepanjangan.(@)
Published with Blogger-droid v1.7.4

"FIRMAN-NYA BERKUASA"

"FIRMAN-NYA BERKUASA"
Mazmur 33

Pengampunan mendatangkan sukacita dan damai sejahtera. Itulah inti Mazmur 32. Maka, pemazmur mengajak umat Tuhan bersorak sorai dan mengelu-elukan nama Tuhan (32:11). Mazmur 33 melanjutkan ajakan bersorak-sorai ini (1-3) dengan mengetengahkan alasan-alasan yang lebih mendasar. Mazmur pujian ini dikumandangkan untuk membesarkan nama Allah sebagai Sang Maha Pencipta. Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan firman-Nya. Dengan firman-Nya pula Dia menyatakan kedaulatan-Nya atas segala ciptaan-Nya, baik bangsa Israel maupun bangsa-bangsa lain.

Firman Allah bukan sekadar kata-kata yang keluar dari mulut Allah. Firman Allah adalah daya kreativitas Allah yang menciptakan segala sesuatu tanpa bantuan atau media apa pun. Ketika Allah berfirman, maka segala sesuatu tercipta dan tertata rapi. Firman Allah bukan hanya berkuasa menciptakan segala sesuatu, akan tetapi berdaulat juga memelihara dan memerintah ciptaan-Nya, termasuk bangsa-bangsa yang mencoba melawan Dia (10). Bangsa Israel juga diingatkan bahwa status mereka sebagai umat pilihan bukan semata-mata privilese melainkan anugerah (12). Maka kepada raja-raja pemazmur mengingatkan mereka bahwa tidak boleh ada kesombongan, apalagi merasa sanggup menghadapi musuh dengan kekuatan sendiri tanpa mengandalkan Tuhan (16-17). Karena hanya orang yang takut kepada Tuhan yang akan menerima pertolongan-Nya pada waktunya (18-19).

Mari bersama pemazmur kita menyerukan ikrar kita bahwa hanya Tuhan yang akan menjadi andalan kita dalam segala perkara (20-22). Kita percaya kepada firman-Nya yang berkuasa memelihara hidup kita apa pun masalah yang sedang kita hadapi. Bersama pemazmur kita serukan, "Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu" (22).
Published with Blogger-droid v1.7.4