Selamat datang di Crent Regeneration.

Terimakasih atas kunjungan anda.
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Ef 2:19,8-10)

7/20/2012

PEMIMPIN MELAHIRKAN PEMIMPIN

PEMIMPIN MELAHIRKAN PEMIMPIN Bacaan : 1 Raja-raja 19:19-21 Dalam bukunya 21 Hukum Kepemimpinan Sejati, John Maxwell menuliskan bahwa salah satu karakteristik penting dari seorang pemimpin yang kerap kali dilupakan adalah melahirkan pemimpin untuk masa depan. Banyak pemimpin begitu hebat sewaktu hidupnya. Sayangnya, ketika ia lengser atau meninggal, perjuangannya turut berhenti karena ia tidak memiliki penerus yang akan mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan. Ayat bacaan hari ini berkisah tentang bagaimana Elia, sang nabi besar, menyiapkan Elisa yang akan menjadi penggantinya. Ada dua hal yang Elia lakukan dalam proses ini. Pertama, ia memberikan otoritas dan kepercayaan kepada Elisa (ayat 19). Ia melemparkan jubah kenabiannya yang merupakan simbol otoritas kepada Elisa. Kedua, ia melatih Elisa dari bawah--sebagai pelayannya (ayat 21). Padahal menurut beberapa penafsir Alkitab, Elisa adalah orang kaya sebagaimana ditunjukkan dengan banyaknya ternak yang ia miliki. Namun, Elisa merendahkan diri dan "magang" sebagai pelayan Elia. Tampaknya Elia ingin menumbuhkan sikap melayani dalam diri Elisa sebelum kelak ia diresmikan menjadi seorang nabi. Apakah Anda adalah orangtua dalam keluarga? Apakah Anda seorang pemimpin dalam gereja atau komunitas Anda? Sadarilah bahwa Anda mengemban tanggung jawab untuk menyiapkan pemimpin selanjutnya. Mintalah hikmat dari Tuhan supaya Anda dapat menemukan calon penerus yang terbaik. Lalu, siapkan mereka dengan memberikan otoritas dan kepercayaan. Didiklah mereka melayani lebih dahulu sebelum Anda mewariskan tugas kepemimpinan kepada mereka. JADILAH PEMIMPIN YANG SEJATI DENGAN MELAHIRKAN PEMIMPIN-PEMIMPIN BERMUTU UNTUK MASA DEPAN.
Published with Blogger-droid v2.0.6

ANAK ADALAH ANUGERAH

ANAK ADALAH ANUGERAH Mazmur 127 Saya merasa sangat beruntung memiliki ibu yang begitu mengasihi saya. Saya sering teringat kisahnya, bahwa ia mendoakan saya sejak saya dalam kandungan--sejak mengetahui dirinya hamil. Mendengarnya, saya merasa begitu berharga. Kehadiran saya dirancang baik dan diinginkan. Selain itu, saya mengenal kebenaran Alkitab dari didikan dan disiplin yang diterapkan ayah saya. Melalui doa dan didikan mereka, saya merasakan secara nyata kehadiran Tuhan dalam hidup. Sikap orangtua saya sama seperti kata Alkitab: anak adalah anugerah, milik berharga karunia Allah, bukan hasil karya ataupun prestasi orangtua. Seperti mata pencarian kita (ayat 2), sia-sialah kita berupaya untuk memperolehnya jika itu tak diberikan kepada kita. Namun, ibarat anak panah (ayat 4), anak perlu dilatih dan diasah sejak kecil agar mencapai sasaran hidupnya. Ada kalanya anak perlu mendapat teguran, bahkan juga hukuman (lihat Amsal 29:15). Jika itu dilakukan, ketika anak dewasa kelak, orangtuanya takkan malu di hadapan musuh (ayat 5). Siapakah musuh kita? Musuh kita bukan lagi dalam pengertian fisik, melainkan rohani, yakni Iblis dan bala tentaranya (lihat Efesus 6:12). Dengan sikap bagaimanakah kita memandang anak? Bagaikan beban yang merepotkan atau merupakan anugerah Tuhan yang kita syukuri? Menghargai anak bukan saja kewajiban orangtua, melainkan keharusan bagi setiap orang percaya. Dalam bentuk tindakan, kita menghargai anak ketika kita mendidik dan mengajarkan kebenaran kepada mereka membawa mereka mengenal dan mencintai Tuhan sejak dini. "Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada Tuhan .... Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. (Mazmur 127:3-4) HARGAI ANAK SEBAGAIMANA TUHAN MENGHARGAI MEREKA. ARAHKAN ANAK PADA TUJUAN HIDUP UNTUK MEMULIAKAN TUHAN.
Published with Blogger-droid v2.0.6

MOHON PENYELAMATAN TUHAN

MOHON PENYELAMATAN TUHAN Mazmur 69:1-19 Seorang penafsir mencoba menvisualisasikan ayat 2-3 ini dalam situasi yang nyata, yaitu seorang yang dibuang ke sumur kering (bandingkan pengalaman Yeremia di Yer. 38:6). Ketika hujan turun dengan deras, air mulai memenuhi sumur tersebut. Tahanan itu berseru minta diangkat keluar dari sumur itu karena air sudah mencapai lehernya. Namun, sampai habis suara dan tenaga, pertolongan tak kunjung datang (4). Tentu gambaran pemazmur di sini merupakan kiasan semata. Pemazmur bergumul dengan tuduhan palsu. Ia dituduh telah merampas sesuatu, dan kemudian dipaksa untuk mengembalikan barang yang sebenarnya tak pernah ia rampas. Terhadap para musuhnya, pemazmur mengaku tidak bersalah. Namun, kepada Tuhan ia mengaku pernah bertindak bodoh (6). Maka ia memohon belas kasih Tuhan agar dampak kesalahannya tidak menimpa umat Tuhan. Di sisi lain, pemazmur merasa apa yang menimpa dirinya adalah karena ketekunannya melayani Tuhan (8-13). Oleh karena itu, ia berani berharap kepada Tuhan untuk melepaskannya dari tekanan musuh. Kembali pemazmur menggunakan ilustrasi yang serupa dengan yang di permulaan (15-16). Sampai di sini, mazmur ini menunjukkan tipikal sebuah mazmur keluhan. Pemazmur menyampaikan keluhannya dengan harapan Tuhan akan menjawab dan menyelamatkannya dari ancaman kebinasaan. Mazmur seperti ini mengajar kita tentang bagaimana menghadapi musuh yang memfitnah bahkan hendak membinasakan kita padahal kita sedang melayani Tuhan. Kita memiliki Tuhan yang peduli dan yang akan bertindak pada waktu-Nya untuk menolong kita. Walaupun kita sudah merasa di ambang pintu kehancuran, jangan sampai kita melepaskan iman kita. Percayalah pada waktu-Nya, Ia akan menolong. Ingat juga bahwa nama-Nya pun dipertaruhkan bila umat-Nya dipermalukan. Sebab itu: "Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur; (Mazm 69:31)
Published with Blogger-droid v2.0.6

7/17/2012

KETETAPAN ALLAH

KETETAPAN ALLAH Yesaya 46:9-13 Pernahkah Anda berjumpa dengan orang yang plin plan? Pada saat tertentu, ia berkata dengan penuh keyakinan bahwa ia hendak melakukan sesuatu. Kesempatan lainnya, ia mengurungkan niatnya sendiri. Pepatah "bagai air di daun talas" tepat untuk menggambarkan orang plin plan. Butir air di daun talas bisa bergerak kemana-mana karena tidak bisa menempel di permukaan daun yang licin itu. Demikianlah orang plin plan yang terus berubah-ubah dalam pendirian dan perkataannya. Allah kita bukanlah Pribadi yang plin plan. Firman Tuhan hari ini mengajarkan doktrin tentang ketetapan Allah (God's decree). Ketetapan Allah tidak berubah sepanjang waktu. Allah tidak pernah membetulkan atau membatalkan ketetapan-Nya. Ketetapan Allah pasti terlaksana sesuai dengan kedaulatan-Nya (ayat 10- 11). Ketetapan Allah juga termasuk hal-hal tidak menyenangkan yang ditujukan untuk mendisiplin umat-Nya (ayat 11). Akhirnya, keselamatan umat-Nya adalah bagian dari ketetapan-Nya (ayat 13). Kebenaran yang terakhir ini sangat menguatkan karena artinya keselamatan kita bersifat pasti. Tidak ada yang dapat menghilangkan anugerah keselamatan dari Allah bagi kita. Apakah saat ini Anda sedang dirundung keraguan atas rencana- Nya dalam hidup Anda? Apakah Anda sedang mengalami kehilangan keyakinan atas keselamatan Anda? Firman Tuhan hari ini kiranya meneguhkan Anda lagi. Allah yang mengasihi kita bukanlah Allah yang plin plan. Ketetapan Allah sesungguhnya mencerminkan karakter Allah sendiri. Ketetapan Allah sepasti karakter Allah! Dalam keteguhan itu, kita pun beroleh keberanian untuk terus menaati firman-Nya dalam situasi yang paling tidak pasti. ".....: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan,(Yes 46:10)
Published with Blogger-droid v2.0.6

MENGASIHI DAN MENGHORMATI ORANGTUA

Komentar
Published with Blogger-droid v2.0.6

7/16/2012

TAK BISA BUNGKAM

TAK BISA DIBUNGKAM Kisah Para Rasul 4:1-22 Jika menonton film yang bagus, saya akan bersemangat memujinya di Facebook, di Twitter, atau menulis ulasan di blog. Saya akan menjadikannya bahan obrolan, menyarankan teman untuk menontonnya, dan suatu saat menontonnya lagi--mungkin sampai berulang-ulang. Hal serupa bisa berlaku untuk buku, lagu, gadget, makanan, tempat wisata, atau berbagai produk lain. Tanpa disuruh-suruh, kita cenderung menjadi "juru iklan" bagi produk yang kita sukai. Petrus dan Yohanes bukan hanya menemukan produk yang menyenangkan. Mereka berjumpa dengan Pribadi yang mengubahkan hidup mereka. Mereka mengikuti Yesus dalam pelayanan-Nya; dan Petrus menyangkal-Nya menjelang peristiwa penyaliban-Nya. Akan tetapi, Dia bangkit, menguatkan mereka, naik ke surga, dan mencurahkan Roh Kudus-Nya atas mereka, mengubah mereka dari orang-orang pengecut menjadi pemberita kabar baik yang gigih dan berani (ayat 13). Mereka juga diberi kuasa untuk mengadakan mukjizat seperti Sang Guru. Itu semua membuat mereka tak bisa dibungkam sekalipun dilarang dan diancam oleh sidang mahkamah agama di Yerusalem (ayat 20). Mereka terus memberitakan kabar baik yang telah mereka lihat dan mereka dengar apa pun risikonya. Bersaksi, dengan demikian, bukanlah suatu program pelayanan, melainkan buah dari perjumpaan dengan Tuhan. Berdoalah agar Tuhan membukakan mata dan telinga hati Anda sehingga Anda dapat mengalami kebaikan-Nya dalam firman-Nya dan dalam pengalaman keseharian. Tanpa disuruh-suruh, Anda akan terdorong untuk menceritakan kebaikan-Nya itu kepada orang lain. "Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan dengar. (Kisah Pr. Rasul 4:20)
Published with Blogger-droid v2.0.6

7/11/2012

TIDAK ADA YG TERSEMBUNYI DI HADAPAN-NYA

TIADAK ADA YG TERSEMBUNYI DI HADAPAN-NYA Ibrani 4:1-16 Saat membayangkan apa jadinya jika hak privasi tak pernah ada, tiba-tiba saya menjadi sangat malu. Pasti orang akan heran mengetahui film tidak pantas yang pernah saya tonton, percakapan rahasia saya untuk merusak nama baik orang lain, rencana-rencana busuk saya, atau pikiran-pikiran berdosa yang saya nikmati. Namun, kenapa saya tak pernah malu kepada Tuhan yang selalu tahu gerak-gerik, motivasi, pikiran, dan rancangan-rancangan yang paling tersembunyi sekalipun. Saya lebih takut nama baik saya tercemar dibandingkan takut pada kekudusan Tuhan. Salah satu penyebab kurangnya rasa takut atau malu ketika berbuat dosa adalah adanya jaminan keselamatan bagi kita yang beriman kepada Kristus. Memang, kita pasti masuk ke tempat perhentian-Nya yang kekal (ayat 1, 3). Namun, kita masih harus mempertanggungjawabkan hidup kita di hadapan-Nya. Itu sebabnya penulis kitab Ibrani meminta kita waspada (ayat 1) serta taat kepada-Nya (ayat 6, 11). Kita harus memegang erat firman Allah untuk menjaga hidup kita tetap bersih (ayat 12). Sebaliknya, ketika kita menyadari dosa, kita mesti berani menghampiri takhta-Nya (ayat 16). Sebab, Kristus Imam Besar kita (ayat 14, 15) yang mendamaikan kita dengan Allah. Jadi, ada dua sikap yang tampaknya bertentangan, tetapi harus ada secara bersamaan dalam diri orang percaya. Pertama, sikap takut berbuat dosa; kedua, sikap berani menghampiri Tuhan Yang Mahakudus. Kita harus menyadari bahwa tak ada yang dapat kita sembunyikan dari pandangan-Nya. Di lain pihak, setiap kali kita berdosa, kita mesti punya keberanian untuk segera datang kepada- Nya, mengakui dosa yang telah kita perbuat dan jangan berbuat dosa lagi. "Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab."(Ibrani 4:13) "Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya."(Ibrani 4:16)

Published with Blogger-droid v2.0.6