Selamat datang di Crent Regeneration.

Terimakasih atas kunjungan anda.
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Ef 2:19,8-10)

6/24/2012

SELAMATKANLAH MEREKA

"Sebab bagaimanakah engkau mengetahui, hai isteri, apakah engkau tidak akan menyelamatkan suamimu? Atau bagaimanakah engkau mengetahui, hai suami, apakah engkau tidak akan menyelamatkan isterimu? (1 kor 7:16)
Dan engkau hai bapa-bapa dan engkau hai ibu-ibu apakah engkau tidak akan menyelamatkan anak-anakmu?
Published with Blogger-droid v2.0.6

PERTEMUAN ILAHI

PERTEMUAN ILAHI Kisah Para Rasul 8:26-40 Saya sering kagum dengan para penjaja makanan atau barang dagangan. Mereka tahu bahwa tidak semua orang yang mereka tawari akan membeli. Akan tetapi, toh mereka terus tanpa jemu menjajakannya karena yakin bahwa sekali waktu akan ada yang tertarik dan membeli. Hal ini berbeda dengan salah satu alasan yang dimiliki oleh orang kristiani dalam menolak membagikan Kabar Baik. Mereka takut menghadapi penolakan dan karena itu mereka memilih untuk tidak berangkat dan memberitakannya. Kita mungkin tidak pernah menduga akan ada orang seperti sida-sida dari Etiopia ini. Ia sedang dalam perjalanan sembari membaca gulungan kitab Yesaya. Firman Allah dan Roh Kudus melakukan pekerjaan ajaib di dalam kesenyapan. Ia sangat mengharapkan ada seseorang yang menerangkan arti Firman tersebut. Ya, ia seperti ikan yang mencari nelayan! Ketika Filipus berangkat menjumpainya, ia berhadapan dengan sebuah tugas yang relatif mudah. Filipus seperti memasukkan kail ke mulut ikan yang menganga. Sebuah kesempatan yang tidak selalu didapatkan, tetapi kalau ia enggan untuk berangkat maka kesempatan ini pun akan lewat. Sangat mungkin ada orang-orang yang sedang menunggu pertemuan ilahi dengan kita. Ada orang-orang yang sudah sangat siap untuk mendengarkan Injil dan memberikan respons yang tepat. Mungkin itu adalah salah satu kesempatan yang hanya bisa kita dapatkan ketika kita mau berangkat. Maka, taat dan berangkatlah! Berdoalah agar kita menjumpai pertemuan-pertemuan ilahi yang telah Dia persiapkan. PERTEMUAN ILAHI TAK AKAN KITA JUMPAI KALAU KITA TIDAK PERNAH MAU MEMULAI BERSAKSI.
Published with Blogger-droid v2.0.6

6/20/2012

SUKACITA DAN PENUH ROH KUDUS

BERSUKACITA DAN PENUH ROH KUDUS Kisah Para Rasul 13:50-14:7 Orang yang hidupnya penuh sukacita dan penuh dengan Roh Kudus belum tentu merupakan orang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya atau orang yang selalu mengalami kemudahan dan kelancaran dalam perjalanan hidupnya. Pengalaman pelayanan Paulus dan Barnabas di berbagai tempat dan daerah, penuh dengan dinamika, baik berupa tantangan bahkan ancaman penganiayaan atas diri mereka maupun penerimaan jemaat atas kehadiran mereka. Apa pun yang mereka hadapi, pelayanan mereka memberikan sukacita bagi diri mereka sendiri maupun bagi jemaat yang menerimanya. Orang yang bersukacita dan penuh Roh Kudus adalah orang yang tidak menjadi kecewa ketika pelayanan mereka ditolak. Bahkan dengan penuh keyakinan mereka melihat penolakan itu bukan sebagai suatu kegagalan di pihak mereka melainkan sebagai tanda bahwa daerah tersebut telah ditolak oleh Tuhan (13:51). Penuh dengan sukacita dan Roh Kudus ditandai pula oleh keberanian dalam mengajar dan memberitakan Injil. Keberanian yang ada di sini bukan timbul oleh perasaan sombong yang semu melainkan oleh keyakinan yang kokoh kepada Tuhan (14:3). Paulus dan Barnabas menghadapi kesulitan yang tidak sedikit, bahkan kehidupan penuh bahaya telah mereka lalui, tetapi semua hal itu tidak menyurutkan semangat mereka dalam memberitakan Injil dimana-mana. Bagaimana dengan kita sebagai orang percaya? Apakah hati kita bersuka hanya ketika segala sesuatu sedang berjalan dalam kondisi lancar? Bagaimana jika kita harus menghadapi begitu banyak tantangan yang hebat di dalam pelayanan kita, akan menjadi muram dan tawar hatikah kita? Belajar dari Paulus, marilah kita biarkan kuasa Roh Kudus memenuhi kita dan biarlah kita bisa menikmati sukacita yang dari dalam yaitu sukacita yang tidak dipengaruhi oleh keadaan di luar diri kita. Tantangan selalu datang dan kita harus siap menghadapinya. Namun jangan takut, jika kita sungguh berpegang pada firman-Nya maka kuatlah kita. "....... Mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada Tuhan. Dan Tuhan menguatkan berita tentang kasih karunia-Nya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat. (Kis 14:3)
Published with Blogger-droid v2.0.6

PENGUASA DUNIA vs PENGUASA SURGA

PENGUASA DUNIA vs PENGUASA SURGA Kis 12:1-5 Semakin wilayah kekuasaannya diperluas maka penguasa dunia semakin luas juga tindakan duniawinya. Namun diatas itu semua ada Penguasa surgawi yang tindakan-Nya jauh melampaui dunia ini, bahkan tidak pernah terbayangkan oleh pikiran manusia termasuk pikiran sang penguasa dunia. Inilah yang digambarkan dalam perikop hari ini. Ketika Herodes melihat begitu pesatnya orang-orang Kristen berkembang maka ia memulai strategi penganiayaan hebat dengan rencana membunuh Yakobus. Tentunya strategi ini mempunyai keuntungan ganda, bagi Herodes sang penguasa juga bagi orang Yahudi yang terusik dengan kehadiran orang-orang Kristen. Tidak hanya sampai disitu, sang soko guru para murid, Petrus pun dimasukkan ke dalam penjara di bawah pengawalan ketat para pengawal dan prajurit serta terbelenggu oleh dua rantai (4, 6) mana mungkin Petrus dapat bergerak bebas. Artinya jika Petrus saja bisa masuk penjara, apalagi yang bisa diperbuat oleh orang-orang Kristen di luar sana. Ini bertujuan agar semangat orang percaya semakin lemah sehingga dapat menekan penyebaran Injil. Namun itu tidak terjadi. Ada hal yang tidak ada pada benak sang penguasa dunia yaitu kehadiran Tuhan yang berdaulat di atas segalanya. Tuhan berkarya melalui sekelompok kecil orang yang lemah dan tanpa persenjataan apa pun. Hanya melalui doa yang disampaikan dengan tekun kepada Tuhan sang Penguasa Surga, agar Dia campur tangan dalam semua situasi yang terjadi pada orang percaya. Sungguh ironis, dunia hadir dengan kekuatannya, tetapi Tuhan hadir dengan cara-Nya yang seolah-olah lemah dan mudah rapuh. Ketika situasi dunia mencekam dan kita tidak dapat bergerak bebas bahkan hidup beriman kita dibatasi oleh banyak halangan, ingatlah bahwa ada Tuhan yang berdaulat atas semua itu dan Tuhan pun dapat berkarya melalui hal-hal sederhana dan yang tidak tampak secara kasat mata. Mari ingatlah bahwa kita memiliki Kristus sebagai Tuhan dan Dia adalah Allah yang menyertai kita. GB
Published with Blogger-droid v2.0.6

6/19/2012

PELAYAN RESTORAN

PELAYAN RESTORAN Kel 16:1-12 Pernah ke restoran? Di sana kita dilayani oleh para pelayan. Kita memanggil mereka apabila perlu saja, lalu kita tinggal menunggu pesanan kita. Kalau makanan lama muncul, kita menggerutu. Kalau cepat, kita cukup berkata "terima kasih". Kita tidak merasa perlu kenal lebih jauh dengan si pelayan. Yang penting mereka melaksanakan tugasnya dengan baik, kita senang dan puas. Perhatikan sikap orang Israel dalam bacaan kita hari ini: mereka bersungut-sungut ketika butuh makanan (ayat 2). Dulu, mereka bersyukur memuji Tuhan ketika dibebaskan dari perbudakan Mesir (lihat Keluaran 15). Akan tetapi, kini mereka jengkel karena Tuhan tidak menyediakan makanan pada saat dibutuhkan (ayat 3). Sikap bangsa Israel tersebut persis seperti memperlakukan seorang pelayan, bukan? Tuhan kemudian memang mengirim makanan, bahkan dengan cara yang luar biasa. Manna di pagi hari dan burung puyuh di petang hari. Bukan karena Tuhan bisa seenaknya disuruh, melainkan karena Dia menginginkan agar umat-Nya tahu dan kenal dengan sungguh-sungguh bahwa Dialah Tuhan, Allah yang berkuasa memelihara mereka (ayat 12). Apakah kita juga memperlakukan Tuhan seperti pelayan restoran? Berdoa hanya di kala butuh, lalu harap-harap cemas menunggu jawaban-Nya. Bersungut-sungut apabila jawaban-Nya terlambat atau tidak seperti yang kita minta. Bersyukur sebentar jika doa terkabul, kemudian melupakan-Nya di tengah kesibukan. Apabila ada kebutuhan mendesak, barulah kita kembali bersimpuh kepada-Nya. Mari membuat komitmen hari ini, untuk tidak berseru pada Tuhan hanya dalam situasi sulit, melainkan mencari wajah-Nya senantiasa. ALLAH YANG MEMELIHARA KITA BUKAN PELAYAN. DIA TUHAN YANG MENGUNDANG KITA MENGENAL-NYA DALAM SEGALA SITUASI.
Published with Blogger-droid v2.0.5

PEMAZMUR

PEMAZMUR Mazmur 64 Dalam Mazmur 1 kita melihat bagaimana karakter orang benar dan orang fasik dipertentangkan. Dalam Mazmur 64 ini kita juga akan melihat bagaimana orang fasik menyerang/meneror orang benar serta apa akibat yang ditimbulkannya. Pemazmur mewakili orang benar yang sedang diserang oleh orang-orang fasik. Mereka menyerang pemazmur bukan dengan terang-terangan tetapi dengan tipu muslihat. Mereka menganggap diri tidak mungkin dipatahkan termasuk oleh Allah sendiri. Di sinilah titik lemah mereka. Mereka sama sekali mengabaikan Allah. Oleh karena itu, mereka pasti tidak akan berhasil dalam rancangan jahat mereka. Apa yang mereka rancangkan buat orang lain justru berbalik menghantam mereka. Contohnya ayat 4-5 vs ayat 8-9. Pemazmur mewakili orang benar meminta pertolongan Tuhan atas perlakuan orang fasik kepada dirinya (2-3). Ia menyatakan keyakinannya bahwa orang benar akan melihat pertolongan Tuhan sehingga mereka akan bersukacita dan bermegah (10-11). Ada penafsir yang mengungkapkan ketakutannya akan penyalahgunaan mazmur ini yang secara radikal membedakan orang benar dan orang fasik. Seringkali kita terjebak dengan kita baik, mereka jahat. Kita benar, mereka fasik. Kita bersih, mereka najis. Sampai-sampai melakukan pembenaran yang diskriminatif. Seperti kritik Tuhan Yesus, balok di mata sendiri tidak kelihatan, tetapi berani menuding selumbar di mata orang lain (Mat. 7:1-5). Mazmur ini tentu tidak dimaksudkan untuk dimengerti seperti itu. Kita harus jujur, memeriksa diri di bawah terang firman Tuhan. Jangan-jangan kitalah yang berperilaku fasik dengan kedok kesalehan. Di sisi lain, kita melihat Yesus memberikan alternatif yang positif. Perlakukan orang jahat dengan kasih supaya kejahatan mereka dihancurkan tetapi jiwa mereka dimenangkan kepada Kristus. "Orang benar akan bersukacita karena TUHAN dan berlindung pada-Nya; semua orang yang jujur akan bermegah." (Mazm 64:11)
Published with Blogger-droid v2.0.5

6/18/2012

MARI BERENCANA

MARI BERENCANA Amsal 24:1-7 Grusah-grusuh adalah ungkapan dalam bahasa Jawa yang menggambarkan seseorang yang bertindak tanpa pertimbangan matang; serba terburu-buru; bertindak seketika. Akibatnya, yang dikerjakan tentu tidak maksimal, bahkan sangat mungkin banyak keputusan yang kemudian disesali. Salomo, menasihati kita dengan sebuah analogi militer: "hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang" (ayat 6). Tentara yang banyak tidak cukup, perlu perhitungan yang matang untuk mengarahkan mereka. Analogi lain adalah dalam membangun rumah, memilih benda berharga, dan memiliki wibawa (ayat 3-5). Perencanaan menunjukkan adanya hikmat, kepandaian, pengertian, dan kebijaksanaan. Salomo melanjutkan, "kemenangan tergantung kepada penasihat yang banyak." Banyak mendengar nasihat akan memampukan seseorang membuat sebuah rencana yang baik dan matang. Salomo sendiri dikenal sebagai tokoh yang dikaruniai hikmat melebihi segala manusia yang pernah ada (lihat 1 Raja-raja 3:12). Namun rupanya, hikmat luar biasa yang diberikan Tuhan tidak membuatnya menjadi sombong dan keras kepala. Sebaliknya, hikmat memberikannya kesadaran dan kerendahan hati untuk mendengar banyak nasihat. Bagaimana dengan kita? Apakah kita hidup dengan semangat grusah-grusuh atau penuh perencanaan? Jangan biarkan hidup berlalu sia-sia karena kita lalai atau malas berencana. Rencana lahir dari hikmat, dan hikmat berasal dari takut akan Tuhan (lihat Amsal 1:7). Tuhan merindukan kehidupan kita memuliakan-Nya. Sebab itu mari mohon hikmat Tuhan untuk berencana serta kerendahan hati untuk mendengar banyak nasihat. "Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak." (Amsal :24:6) HIDUP BERSAMA TUHAN BUKANLAH HIDUP TANPA RENCANA, MELAINKAN BERENCANA SESUAI KEHENDAK ALLAH.
Published with Blogger-droid v2.0.5