Selamat datang di Crent Regeneration.

Terimakasih atas kunjungan anda.
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Ef 2:19,8-10)

6/01/2012

PEMELIHARAAN TUHAN DAN KETAATAN KITA

PEMELIHARAAN TUHAN DAN KETAATAN KITA

Kisah Para Rasul 10:17-23a
Kesibukan dan rutinitas sehari-hari seringkali membuat kita lupa bahwa Allah memelihara kehidupan kita dari waktu ke waktu. Sementara banyak dari kita mungkin berpikir bahwa kita mampu menangani rutinitas sehari-hari yang sederhana, kita tidak sadar entah ada berapa banyak campur tangan Tuhan dalam memelihara kehidupan kita melalui pengaturan waktu yang tepat dari berbagai peristiwa yang kita alami sehari-hari.

Ketika Petrus naik ke atas rumah untuk berdoa, ia tidak menyangka bahwa Allah sedang bekerja untuk membentuk dirinya menjadi pemberita Injil bagi kaum nonYahudi serta untuk mengubah seorang perwira Italia menjadi seorang anak Tuhan.

Berkat pengaturan waktu dari Tuhan, kedatangan utusan Kornelius tepat terjadi pada saat Petrus mengalami penglihatan (17). Ketepatan waktu ini berguna bagi Petrus karena hal tersebut segera memberi penjelasan atas penglihatan yang dialaminya itu. Ketepatan waktu ini juga berguna bagi utusan Kornelius tersebut, yaitu untuk menguatkan pesan Ilahi yang diterima oleh Kornelius. Para utusan Kornelius tentu dapat melihat betapa hebat Allah Israel yang telah menyatakan hal yang benar tentang Petrus kepada Kornelius.

Di dalam segala peristiwa ini kita melihat betapa Allah juga menuntut kemauan kita untuk taat pada perintah-Nya. Petrus taat, ia menerima utusan itu dan bersedia mengikuti mereka. Para utusan Kornelius juga taat, mereka sungguh-sungguh mencari Petrus sebagaimana yang telah diperintahkan kepada mereka. Kornelius juga menunjukkan sikap yang taat, ia tidak menunda untuk mengirim utusan. Melalui ketaatan mereka semua terhadap tugas dan panggilan masing-masing, berkat dan pemeliharaan Tuhan menjadi nyata di depan mata mereka.

Sudahkah kita bersyukur atas pemeliharaan Tuhan di dalam setiap waktu kehidupan kita? Sudahkah kita juga taat pada kehendak dan panggilan Tuhan? Biarlah dengan penuh syukur kita pun melihat bagaimana berkat dan pemeliharaan Tuhan menjadi nyata dalam hidup kita. Amin.
Published with Blogger-droid v2.0.4

5/24/2012

INDAHNYA UJIAN

INDAHNYA UJIAN

Yakobus 1:2-8
Ada banyak sarana dalam kehidupan yang dapat Tuhan pakai untuk menumbuhkan kehidupan rohani kita. Salah satunya adalah tatkala Dia mengizinkan "gangguan" atau ujian yang tak mengenakkan kita. Penulis kitab Ibrani menjelaskan alasannya, yaitu supaya kita dapat melatih dan mengasah karakter menjadi lebih sempurna di tengah tantangan (ayat 4). Juga, agar kesabaran kita memperoleh kesempatan untuk bertumbuh (ayat 3 FAYH). Itu sebabnya, kita patut berbahagia apabila mengalami kesukaran (ayat 2). Tentu saja, saat kita mengalami ujian, kita kerap kali bimbang, tidak tahu harus berbuat dan bersikap seperti apa. Itu sebabnya, Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak ragu meminta hikmat dari Tuhan (ayat 5-7). Hikmat dari Tuhan akan membuat kita lebih tenang dalam menghadapi ujian (ayat 8).

Anda mengalami ujian yang tidak menyenangkan? Ujian dari Tuhan sesungguhnya menempa karakter kita. Berdoalah supaya kita terus berhikmat dalam menjalani ujian ini.

"sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan."(Yak 1:3)
Published with Blogger-droid v2.0.4

SUMBER DAN DASAR HIDUP KITA

SUMBER DAN DASAR HIDUP KITA

Kolose 2:6-7
Menerima Yesus Kristus sama artinya dengan percaya bahwa Yesus telah mati untuk menebus dosa dan bangkit untuk memberi hidup yang kekal kepada kita. Kita menerima karya Yesus itu dengan iman, yaitu kemauan untuk memercayakan pengampunan dosa kita hanya kepada karya keselamatan yang dikerjakan oleh Yesus saja. Kita tidak lagi mengandalkan keselamatan kita pada segala perbuatan dan amal ibadah menurut pikiran atau versi kita sendiri.

Sebagai jemaat yang sudah menerima Kristus, jemaat Kolose harus memiliki hidup yang tetap di dalam Yesus Kristus. Artinya, mereka tidak boleh memiliki kepercayaan yang lain di luar Yesus. Jemaat Kolose harus menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka selamanya. Hidup mereka maupun hidup kita semua, baik di dunia maupun di dalam kekekalan harus diserahkan kepada Yesus, karena Dialah yang memiliki dan memberi hidup kita.

Rasul Paulus memakai gambaran pohon yang memakai akar untuk mencari makanan dari dalam tanah, demikian pula hidup kita harus berakar di dalam Yesus Kristus. Artinya, Yesus adalah sumber utama kehidupan kita, darimana kita memperoleh makanan baik bagi tubuh maupun bagi kerohanian kita. Selain itu, Yesus juga digambarkan seperti sebuah batu fondasi yang menjadi tumpuan dari sebuah bangunan. Artinya, sebagai orang percaya kita harus mendasarkan hidup kita di atas Dia. Setiap keputusan dalam hidup, perilaku, dan cara berpikir kita harus sesuai dengan Kristus karena Dia adalah dasar hidup kita. Jika kita dengan setia selalu mencari makanan hidup kita dari Yesus maka niscaya iman kita pun akan semakin kokoh. Dan jika kita dengan setia membangun kehidupan kita di atas dasar Yesus Kristus, maka Alkitab mengatakan bahwa hidup kita pun akan penuh dengan ucapan syukur.

Nasihat Paulus ini berguna bagi jemaat Kolose saat mereka sedang terancam oleh ajaran sesat. Bagi kita saat ini pun, nasihat Paulus penting untuk dipegang karena Yesuslah sumber hidup kita dan dasar bagi kehidupan kita. Marilah kita tinggal tetap di dalam Dia.

"Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.
Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur." (Kol 2:67)
Published with Blogger-droid v2.0.4

5/22/2012

DISKUSI TANPA AKSI

DISKUSI TANPA AKSI

Roma 10:4-15
Saya kerap mendengar orang kristiani yang berdiskusi tentang nasib orang-orang yang ada di tempat terpencil atau yang belum pernah mendengar karya Kristus. Namun, dari nada dan nuansanya, diskusi itu tidak muncul dari keprihatinan akan nasib mereka yang belum mendengar Injil. Diskusi lebih diwarnai keinginan untuk memuaskan otak dengan memperdebatkan hal-hal yang rumit di seputar topik ini.

Paulus menuliskan hal yang lebih penting untuk kita ketahui dan lakukan daripada sekadar memperdebatkannya. Ia menekankan bahwa siapa saja yang mengaku Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat akan diselamatkan (ayat 9-10). Namun, orang hanya bisa sampai pada pengakuan semacam ini kalau ia pernah mendengar Berita Injil (ayat 14). Ini menunjukkan betapa pentingnya seseorang yang menyampaikan kabar baik itu kepada mereka. Menjadi tugas setiap orang percaya untuk menjadi penyampai Kabar baik tersebut. Para pemberita Injil inilah yang lebih dibutuhkan daripada seorang pemenang debat yang tidak pernah berangkat menginjili. Gereja yang sehat haruslah lebih banyak mengutus pemberita Injil daripada menyelenggarakan seminar penginjilan.

Sungguhkah kita mencemaskan nasib mereka yang belum pernah mendengar Injil? Adakah kerinduan dalam diri kita, melihat banyak orang menjadi percaya dan mengaku Yesus itu Juru Selamat, serta hidup memuliakan-Nya? Diskusi tanpa aksi dan kecemasan semata bukanlah jalan keluar. Energi yang dipakai untuk berdebat panjang tentang nasib orang di kekekalan akan lebih berguna jika dipakai untuk mendoakan, merancang strategi menyampaikan kabar baik, dan menjalankannya sepenuh hati.

KALAU KITA MULAI BERGERAK HARI INI,

KEMUNGKINAN ADA ORANG YANG AKAN DISELAMATKAN BESOK PAGI.
Published with Blogger-droid v2.0.4

TERUS MENERUS DIBAHARUI

TERUS MENERUS DIBAHARUI.

Kolose 3:5-17
Ada pandangan umum yang mengatakan: "Lebih mudah membangun dari pada memelihara. Lebih mudah memulai dari pada meneruskan." Mengapa demikian? Nampaknya, memelihara sesuatu yang sudah ada dan meneruskan suatu pekerjaan yang baik adalah suatu hal yang sulit dilakukan. Bagaimana dengan kehidupan spiritual kita, apakah kesulitan semacam ini juga muncul?

Paulus menasihati jemaat Kolose untuk mematikan segala yang duniawi (5-8). Itu berarti, walaupun secara rohani jemaat Kolose sudah memiliki hidup yang baru, secara praktis sehari-hari mereka masih harus berjuang dalam memelihara kehidupan baru itu. Mereka harus secara sadar berusaha menepis kecenderungan mereka untuk kembali dalam kehidupan mereka yang lama. Hidup baru adalah pemberian Tuhan, tetapi pembaruan hidup itu haruslah kita pelihara dalam upaya yang berkelanjutan. Rasul Paulus melihat pentingnya pembaruan dengan ungkapan: menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru yang terus-menerus dibarui (10).

Proses pembaruan dari kebiasaan-kebiasaan manusia lama menuju manusia baru itu perlu dilengkapi dengan adanya hal-hal yang harus dibuang dan hal-hal apa yang perlu dilaksanakan secara terus-menerus. Apa yang dilakukan oleh manusia lama digambarkan melalui sebuah daftar yang gamblang (5, 8, 9). Kemudian, bagi manusia baru pun sebuah daftar tentang apa saja yang harus dilakukan sudah diberikan oleh Paulus (12-15). Pedoman semacam ini amat berguna sebagai panduan hidup kita. Akan tetapi, kita tidak boleh memperlakukan daftar itu sebagai daftar hitam atau daftar putih yang kita pakai sebagai buku pintar untuk menyalahkan atau pun memuji orang tertentu. Seharusnya kita menyikapi daftar itu sebagai sesuatu yang utuh. Yang baik adalah ekspresi dari kasih Kristus. Sedangkan yang buruk adalah ekspresi dari kuasa kejahatan. Kita tidak perlu menghafal daftar itu, tetapi kita mewaspadai, jangan sampai hati kita dikuasi oleh kuasa kejahatan. Marilah kita memohon agar Tuhan menguasai hati kita dengan Roh dan firman-Nya.

"Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran." (Kol 3:12)
Published with Blogger-droid v2.0.4

5/18/2012

PERGUNAKANLAH WAKTU YANG ADA

PERGUNAKANLAH WAKTU YG ADA.

Kolose 4:2-6
Alkitab mengajarkan pada kita bahwa sebagai orang Kristen kita senantiasa mengalami peperangan rohani melawan musuh yang tidak kelihatan (Ef. 6:2). Ketika seseorang memberitakan Injil, ia bukan saja sedang menyampaikan sebuah komunikasi verbal untuk memperkenalkan sesuatu kepada pendengar, sebagaimana yang terjadi pada proses promosi atau penjualan. Ketika seseorang memberitakan Injil, sesungguhnya orang itu sedang berperang dengan kekuatan rohani jahat yang ingin menghalangi pendengarnya dari pengenalan akan Yesus Kristus.

Itulah sebabnya, Paulus begitu menekankan tentang doa, baik di dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelayanan. Paulus meminta jemaat Kolose untuk berdoa dengan sikap berjaga-jaga sambil mengucap syukur. Maksud dari "berjaga-jaga di dalam doa" adalah bahwa kita harus tekun dalam berdoa, terus menerus dan siap selalu dalam berdoa. Istilah Yunani yang dipakai untuk istilah "berjaga-jaga" sama dengan gambaran tentang sebuah perahu yang selalu siap dipakai untuk menolong orang lain. Jadi, ada kesungguhan dan keseriusan dalam berdoa. Adapun isi dari doa yang Paulus anjurkan di sini adalah agar Tuhan sendiri yang bekerja di dalam setiap pemberitaan Injil, yaitu agar Injil dapat disampaikan dengan baik dan pada gilirannya, agar Injil dapat diterima dengan baik pula. Jadi jelaslah, di dalam pemberitaan Injil peran doa sebagai jalan bagi keberhasilan pelayanan sangatlah besar. Dalam pemberitaan Injil, metode memang penting, tetapi doa adalah yang paling utama.

Selain itu Paulus juga menekankan aspek praktis pada jemaat Kolose. Jemaat dituntut untuk hidup baik, mengandalkan hikmat Allah dalam mengambil keputusan-keputusan hidup dan senantiasa menghargai waktu. Cara bertutur kata pun harus diperhatikan agar diri sendiri dan orang lain turut terbangun jiwanya. Nasihat Paulus untuk berdoa, menjalani hidup dengan hikmat, serta bertutur kata yang penuh kasih dan membangun bukanlah hanya berlaku bagi jemaat Kolose yang hidup ribuan tahun yang lalu, tetapi juga untuk kita sekarang ini.

"Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada." (Kol 4:5)
Published with Blogger-droid v2.0.4

HANYA DEKAT ALLAH

HANYA DEKAT ALLAH

Mazmur 62
Memiliki posisi yang tinggi atau jabatan top tidak selalu membuat orang merasa tenang. Justru, sering kali orang dengan posisi sedemikian sadar bahwa bahaya mengincar dari sekeliling. Bisa jadi datangnya justru dari orang terdekat yang berambisi merebut takhta dan menghancurkannya. Tidak jarang orang dalam posisi sedemikian paranoid dan akan menggunakan segala cara untuk bertahan dalam jabatannya itu.

Mazmur keyakinan ini dipanjatkan bukan karena situasi sekeliling aman tanpa masalah. Sebaliknya, pemazmur sadar musuh mengintai hendak menjatuhkannya (4-5). Hanya, pemazmur percaya penuh kepada Allah. Kata "hanya" muncul 6 kali dalam mazmur ini. Di ayat 2, 3, 6, dan 7, kata ini digunakan sebagai penegas bahwa Allah saja tempat perlindungan pemazmur.

"Hanya dekat Allah saja aku tenang" (2, 6). Tenang mengandung makna berdiam diri sambil menatap Tuhan penuh pengharapan bahwa Tuhan pasti bertindak membela dirinya. "Hanya Dia gunung batuku dan keselamatanku..." (3, 7). Pemazmur sangat yakin kepada Allah, andalan satu-satunya. Oleh karena itu, pemazmur berani menantang para musuh yang hendak menghancurkannya (4-5) dan menganggap mereka tidak lain hanya angin (10). Bahkan pemazmur menasihati mereka yang menggunakan dusta (5) dan pemerasan (11) untuk menjatuhkannya (5) bahwa hal itu tidak ada gunanya. Mazmur ini ditutup dengan suatu pengakuan iman bahwa kuasa asalnya dari Tuhan demikian juga kasih setia (12-13).

Seperti pemazmur, kita harus belajar untuk mengandalkan Tuhan saja. Dalam posisi pelayanan atau pekerjaan apapun, jika kita bertanggungjawab dan takut akan Tuhan, kita dapat merasa tenang karena Tuhan dekat dengan kita. Tentunya, kita jangan sampai menaruh ambisi kita untuk mendapatkan posisi atau jabatan tertentu. Kita hanya boleh mensyukuri apa pun yang Tuhan percayakan kepada kita.

"Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku." (Mazm 62:2)
Published with Blogger-droid v2.0.4