Selamat datang di Crent Regeneration.

Terimakasih atas kunjungan anda.
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Ef 2:19,8-10)

1/11/2012

OTORITAS SANG HAMBA ALLAH.

OTORITAS SANG HAMBA ALLAH.
Markus 1:21-28

Markus tidak memberitahu isi pengajaran Yesus dalam bagian ini, tetapi dia mencatat kesan para pendengar Yesus. Disebutkan bahwa mereka takjub akan pengajaran Yesus, karena Ia mengajar sebagai orang yang memiliki otoritas (21-22). Apakah itu berarti bahwa ahli-ahli Taurat tidak berotoritas? Mereka punya otoritas, tetapi otoritas karena posisi mereka sebagai pemimpin agama. Orang-orang segan kepada mereka karena posisi yang mereka duduki. Berbeda dengan Kristus. Otoritas Kristus melahirkan rasa hormat dan takjub pada diri pendengar-Nya.

Otoritas ini terlihat bukan hanya melalui perkataan, tetapi juga melalui tindakan, yaitu ketika Yesus mengusir roh jahat dari diri orang yang dirasukinya di Bait Allah (23-27). Roh jahat itu memberi kesaksian tentang kemanusiaan Yesus dengan menyebut "Yesus orang Nazaret" dan tentang keilahian-Nya dengan menyebut "Yang kudus dari Allah". Ini memperlihatkan bahwa roh jahat itu memahami kemanusiaan dan keilahian Yesus. Roh jahat itu juga memahami sumber otoritas yang Yesus miliki. Terusirnya roh jahat dari diri orang yang dirasukinya memperlihatkan bahwa otoritas Yesus mengalahkan roh jahat. Nyata bahwa Yesus lebih berkuasa daripada roh jahat. Roh jahat harus bertekuk lutut di hadapan Yesus, sehingga orang yang kerasukan roh jahat itu dipulihkan dan hidup normal dalam kodratnya sebagai manusia.

Pelayanan orang Kristen pada masa kini banyak terpusat pada masalah penginjilan, yang bermaksud memulihkan hubungan manusia dengan Allah sehingga manusia dapat mengalami pengampunan dosa dan dapat menikmati keselamatan kekal. Ini merupakan sebuah pelayanan yang sangat penting.

Namun gereja perlu juga menjamah bidang-bidang lain, pelayanan yang memulihkan harkat manusia yang menderita, diperbudak, terluka, dan terjajah baik oleh penyakit, kuasa jahat, maupun oleh pihak-pihak lain. Kiranya Roh Kudus menolong kita untuk tergerak menangani pelayanan ini dan membuat perbedaan di dalam hidup manusia yang kita layani karena melalui kita, Roh Kudus menyentuh hidup orang lain. ©®

Published with Blogger-droid v2.0.2

1/10/2012

BERJUANG AGAR ORANG KENAL KRISTUS.

BERJUANG AGAR ORANG KENAL KRISTUS.
Markus 2:1-12

Sungguh menakjubkan kasih dan iman teman-teman si lumpuh. Keinginan mereka agar si lumpuh sembuh dan iman bahwa Yesus sanggup menyembuhkan, membuat mereka berupaya keras agar si lumpuh bisa tiba di depan Yesus. Namun orang banyak yang berkerumun di depan pintu menjadi penghalang besar. Mereka tidak putus asa dan tidak hilang akal. Besarnya keinginan membuat mereka berupaya keras mengalahkan rintangan dan besarnya iman mengalahkan ketidakmungkinan untuk datang kepada Yesus.

Tentu tidak mudah membawa seorang lumpuh menaiki tangga dan kemudian menurunkannya melalui atap yang dibongkar. Namun itulah iman dan itulah harga yang harus mereka bayar karena kerinduan mengantarkan teman mereka pada Kristus. Dan tekad keempat teman si lumpuh membuat Yesus melihat iman mereka. Lalu apa yang Yesus katakan? "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" (5). Kira-kira apa yang ada dalam benak keempat teman si lumpuh? Mereka sudah bersusah payah membawa teman mereka ke hadapan Yesus, tetapi Yesus hanya menyatakan bahwa dosanya sudah diampuni! Tentu bukan itu tujuan mereka sampai harus membongkar atap rumah orang lain. Yang mereka inginkan adalah agar teman mereka disembuhkan! Namun Yesus tahu apa sesungguhnya kebutuhan mendasar orang lumpuh itu, yaitu pengampunan dosa. Apa gunanya orang punya dua kaki, tetapi kedua kakinya itu membawa dia berjalan masuk ke neraka? Nyata bahwa respons Yesus dalam menangani orang lumpuh itu jauh lebih baik dari yang mereka harapkan, karena dosa merupakan akar dari segala penderitaan manusia. Maka kerinduan keempat teman si lumpuh dan kuasa Allah yang sempurna membuat si lumpuh mengalami mukjizat secara utuh dan mengalami kesembuhan lahir batin.

Simpati, kerja sama, dan kerelaan untuk berjerih lelah memang diperlukan bila kita ingin membawa orang lain kepada Kristus. Maka jangan biarkan kerinduan agar orang lain mengenal Kristus hanya tinggal kerinduan semata. Lakukan sesuatu dan berjuanglah untuk itu. ©®
Published with Blogger-droid v2.0.2

DATANG UNTUK ORANG BERDOSA.

DATANG UNTUK ORANG BERDOSA.
Markus 2:13-17

Respons Lewi, anak Alfeus, terhadap panggilan Yesus membuat Yesus berada di rumah Lewi dan makan bersama para pemungut cukai dan orang-orang berdosa (15). Inilah komunitas yang tidak akan Yesus temui di ruang Bait Allah karena orang-orang semacam ini tidak diperbolehkan masuk ke dalamnya. Namun keberadaan Yesus di tengah orang-orang semacam itu menimbulkan keheranan di kalangan ahli-ahli Taurat. Mengapa demikian?

Pemungut cukai adalah orang-orang yang tidak disukai masyarakat kala itu. Mereka dianggap sebagai pemeras rakyat dan antek-antek penjajah. Mereka juga dianggap pendosa karena relasi mereka dengan orang-orang nonYahudi dan tetap melakukan pemungutan pajak pada hari Sabat. Maka menurut para pemimpin agama Yahudi, adalah terlarang untuk berbicara dan berjalan bersama para pemungut cukai. Apalagi untuk makan bersama mereka! Tak heran bila para ahli Taurat tidak bisa memahami mengapa Yesus mau makan bersama para pendosa itu. Namun Yesus menjawab mereka, "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." (17)

Yang Yesus maksudkan di sini bukanlah orang benar yang sejati, melainkan orang yang merasa diri benar. Karena orang yang merasa diri benar tidak akan menyadari bahwa dirinya berdosa dan butuh Juruselamat. Hanya orang yang sadar bahwa dirinya sakit, yang tidak akan malu untuk mendatangi tabib dan mohon disembuhkan.

Jika Kristus datang untuk mereka, maka seharusnya pengikut Kristus juga membuka diri bagi mereka. Seberapa banyak gereja yang menyediakan pelayanan bagi 'orang-orang sakit' itu? Padahal Kristus datang agar damai sejahtera-Nya juga dialami oleh mereka. Bagaimana dengan gereja kita? Sudahkah menjadi perpanjangan tangan Kristus dan membawa shalom (damai sejahtera) Allah ke tengah mereka? Adakah gereja kita menyediakan anggaran dan pelayanan bagi 'orang-orang sakit' itu agar mereka dapat mengalami shalom Allah dan tahu bahwa Kristus pun peduli serta memperhatikan mereka. ©®
Published with Blogger-droid v2.0.2

PENCOBAAN BERLALU, TUGAS DIMULAI.

PENCOBAAN BERLALU, TUGAS DIMULAI.
Markus 1:14-20

Markus menandai bahwa pelayanan Yesus dimulai sesudah Yohanes Pembaptis ditangkap (14). Apa yang dialami Yohanes Pembaptis merupakan gambaran dari apa yang Yesus akan alami kelak untuk menggenapi panggilan-Nya. Yesus memulai pelayanan-Nya dengan memberitakan Injil kepada banyak orang (15). Yesus juga memanggil orang-orang untuk melanjutkan pelayanan-Nya kelak. Mereka adalah Simon, Andreas, Yakobus, dan Yohanes, nelayan-nelayan di Danau Galilea.

Bagaimana respons mereka? Mereka segera mengikuti Dia! Simon dan Andreas segera meninggalkan jala dan mengikut Yesus (18). Selain meninggalkan jala, Yakobus dan Yohanes meninggalkan ayah mereka (20). Terlihat bahwa mereka mengikuti Yesus secara total. Mereka menganggap panggilan Yesus ada di atas berbagai tuntutan hidup lainnya. Mereka berani bayar harga dengan kehilangan pekerjaan, kehidupan sehari-hari, juga relasi dengan keluarga dan komunitas mereka. Mereka pun kemudian punya pekerjaan baru, bukan menjala ikan, tetapi menjala manusia.

Mengikut Kristus memang berarti melepaskan semua ikatan yang bisa menghambat orang untuk datang kepada Dia. Ini merupakan tantangan besar. Kita tahu bahwa keempat orang itu bukanlah orang-orang besar di mata dunia. Mereka tidak kaya dan tidak punya kuasa, tetapi Kerajaan Allah tidak bergantung pada hal-hal itu. Allah dapat memakai kita, siapa pun kita. Asal kita mau mengikut Dia. Kita tahu bahwa sebagai nelayan di Galilea, bisa jadi wawasan mereka hanya sebatas Galilea. Mereka hanya tahu tentang perahu, danau, dan orang-orang yang berada di pasar ikan. Percakapan mereka mungkin hanya berkisar pada masalah keluarga, perahu, dan harga ikan. Namun kemudian Kristus datang, dan dunia mereka berubah. Dari Galilea mereka kemudian menjangkau dunia. Dan semua itu terjadi karena mereka merespons panggilan Yesus.

Mengikut Kristus berarti menjala orang. Ini bukan hanya berlaku bagi para mahasiswa sekolah teologia, pendeta, atau misionari, tetapi bagi semua orang yang mengakui dirinya sebagai pengikut Kristus. ©®
Published with Blogger-droid v2.0.2

1/09/2012

DIBAPTIS LALU DICOBAI.

DIBAPTIS LALU DICOBAI.
Markus 1:9-13

Yohanes Pembaptis menyerukan pertobatan dan baptisan sebagai tanda pertobatan. Namun pembaptisan Yesus bukan merupakan tanda pertobatan. Yesus tidak berdosa karena itu sebenarnya Ia tidak perlu dibaptis. Pembaptisan Yesus menandakan bahwa Ia mengidentifikasikan diri-Nya dengan orang-orang berdosa yang mengakui dosa-dosa mereka, dan kemudian dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Baptisan ini adalah langkah awal bagi tindakan penyelamatan yang Yesus lakukan kelak.

Dalam penyerahan diri Yesus secara total melalui baptisan, Bapa dan Roh Kudus mengkonfirmasi fakta mengenai identitas Yesus sebagai Anak Allah. Namun peristiwa istimewa itu tidak membuat Yesus diantar ke takhta megah. Roh Allah malah membawa Yesus ke padang gurun. Di sana Yesus dicobai oleh Iblis. Yesus, yang telah mengidentifikasikan diri-Nya dengan manusia, selanjutnya menghadapi konsekuensi dari pengidentifikasian tersebut, yaitu pencobaan. Pencobaan bukan merupakan indikasi bahwa orang berada diluar kehendak Allah. Juga bukan berarti bahwa semakin jarang orang dicobai atau semakin jarang orang bergumul dengan dosa, maka semakin kuduslah dia. Kisah Yesus dibawa ke padang gurun untuk dicobai memperlihatkan hal yang sebaliknya. Pencobaan Yesus merupakan masa persiapan bagi pelayanan-Nya kelak.

Setelah Yesus dicobai, kita melihat bagaimana malaikat-malaikat melayani Dia. Meski tak ada seorang pun yang menemani Yesus, Bapa tidak meninggalkan Dia. Allah selalu menunjukkan kasih karunia-Nya dan menyediakan pertolongan-Nya pada waktunya.

Kita dapat belajar bahwa meskipun Iblis mencobai kita, Tuhan tetap berdaulat atas hidup kita. Dia tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita. Iblis memang ingin menjatuhkan kita, tetapi Tuhan ingin kita dibangun dan dikuatkan melalui kemenangan atas pencobaan. Maka jangan putus asa jika Anda mengalami pencobaan. Ingatlah bahwa sesudah itu akan ada kesempatan yang lebih besar untuk hidup bagi Tuhan dan melayani Dia. ©©
Published with Blogger-droid v2.0.2

1/07/2012

JEMAAT YANG TERTIDUR.

JEMAAT YANG TERTIDUR.
Wahyu 3:1-6

Berbeda dengan surat-surat lainnya, surat kepada jemaat Sardis ini tidak merinci satu pun musuh atau bahaya dari dalam atau dari luar. Masalah yang ada di dalam jemaat ini bukan dengan orang-orang Yahudi, maupun kekaisaran Romawi atau dengan guru-guru palsu, tetapi semata-mata dengan dirinya sendiri (1). Demikianlah kondisi rohani jemaat di Sardis. Mereka terlena dengan reputasi yang mereka miliki, yakni dikenal sebagai gereja yang hidup. Akan tetapi Yesus mengetahui keadaan rohani jemaat yang sesungguhnya. Sekalipun dari luar mereka kelihatan hidup, sebenarnya mereka mati atau tertidur (1).

Apa yang menyebabkan jemaat Sardis secara rohani tertidur? Oleh karena mereka cepat puas dengan apa yang mereka capai. Mereka terperangkap dalam dosa kemunafikan, yakni melakukan ibadah dan pekerjaan pelayanan semata-mata untuk menyenangkan diri sendiri atau untuk mendapatkan pujian dari manusia dan bukan untuk menyenangkan hati Tuhan. Yesus mengecam pekerjaan yang demikian (bdk. Mat. 6:1-2, 5; 23:2-7). Dia menilai bahwa tidak satu pun dari pekerjaan mereka didapati sempurna di hadapan Allah (2b). Mereka hanya menerima dan mendengar firman Tuhan, tetapi tidak menaatinya (3).

Yesus menegur dan masih memberikan kesempatan kepada jemaat Sardis untuk memperbaiki diri dan bertobat (2). Kondisi tertidur secara rohani kalau tidak dibereskan dapat berakibat fatal (3, 5). Yesus menasihati agar motivasi mereka beribadah dan melakukan segala sesuatu bukan lagi karena mau mencari pengakuan manusia yang bersifat sementara. Ibadah harus dilakukan dalam ketulusan karena kasih dan ketaatan terhadap firman Tuhan. Hal itulah yang bernilai kekal (2-6).

Kehidupan rohani jemaat Sardis menjadi pelajaran rohani yang berharga bagi kita yang hidup pada masa kini. Jikalau tidak waspada, kita pun dapat terlena dan tertidur. Mari kita tetap berjaga-jaga dan melakukan ibadah dan pelayanan kita dengan hati yang tulus mengasihi Tuhan dan ingin menyenangkan hati-Nya. ©®
Published with Blogger-droid v2.0.2

KRISTUS YANG TERUTAMA.

KRISTUS YANG TERUTAMA.
Markus 1:1-8

Pelayanan Yohanes Pembaptis telah dinubuatkan di dalam Perjanjian Lama oleh nabi Maleakhi dan nabi Yesaya (2-3, bdk. Mal. 3:1; Yes. 40:3). Setelah sekian lama Tuhan tidak berbicara kepada umat-Nya, kehadiran Yohanes Pembaptis, sebagai utusan yang memberitakan kedatangan Tuhan, adalah penting. Ini menegaskan kembali realisasi janji Allah mengenai kedatangan Mesias, yang akan menyelamatkan umat-Nya.

Untuk mempersiapkan kedatangan Kristus, Yohanes Pembaptis berkhotbah tentang pertobatan dan pengampunan dosa. Ia mendorong orang untuk menyadari dosa-dosa mereka dan meminta pengampunan Allah (4).

Yohanes Pembaptis juga berkhotbah tentang keutamaan Kristus. Dia menempatkan Kristus sebagai yang utama dan menempatkan dirinya serendah mungkin di hadapan Kristus, sehingga untuk membuka tali kasut-Nya pun dia merasa tidak layak (7). Yohanes Pembaptis tidak menempatkan dirinya sebagai murid, yang bersedia melakukan apa saja bagi gurunya, tetapi membuka kasut sang guru tidaklah termasuk bagian tugasnya. Yohanes Pembaptis pun masih tidak berani menempatkan dirinya sebagai hamba, yang akan melakukan apa saja bagi tuannya, termasuk melepas tali kasut sang tuan. Ia menempatkan dirinya jauh lebih rendah dari itu, sampai-sampai ia merasa bahwa membuka tali kasut-Nya pun tidak layak. Dalam pemahaman itulah, Yohanes Pembaptis juga berkhotbah tentang kuasa Kristus. Ia hanya dapat menyiapkan hati orang-orang, tetapi Yesuslah yang berkuasa untuk mengubah hati mereka. Oleh karena itu, Yohanes Pembaptis sadar benar bahwa dirinya bukanlah aktor utama. Ia hanya berperan menghubungkan manusia dengan Kristus.

Dalam hidup dan pelayanan kita, kiranya kita pun belajar untuk menyadari bahwa Kristuslah yang seharus kita tinggikan. Dialah yang utama dalam hidup kita, Dialah yang harus ditinggikan dalam setiap pelayanan. Dan kiranya kita pun semakin belajar untuk merendahkan diri kita di bawah keutamaan-Nya. ©®
Published with Blogger-droid v2.0.2