Selamat datang di Crent Regeneration.

Terimakasih atas kunjungan anda.
"Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,"
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."(Ef 2:19,8-10)

8/04/2011

"DENGAN MOTIVASI YANG KUDUS"

Kisah Para Rasul 5:1-11

Jemaat mula-mula yang begitu dinamis dan bertumbuh karena karya Allah yang begitu nyata melalui Roh Kudus-Nya, harus ternodai oleh perbuatan Ananias dan Safira.

Mereka berdua tergerak untuk mengikuti apa yang Barnabas lakukan (Kis. 4:36-37), dengan menjual dan mempersembahkan harta benda mereka. Namun mereka melakukannya bukan dengan tulus, melainkan karena ingin mendapat pujian manusia. Mereka jatuh ke dalam jerat Iblis karena menahan sebagian dari janji iman untuk memberikan seluruh hasil penjualan tanahnya. Mereka mengambil bagian yang seharusnya dipersembahkan kepada Tuhan.

Mereka memakai topeng kemunafikan dengan hanya memperlihatkan bagian luar yang indah untuk menutupi dosa di dalam hati mereka. Kata Ananias berarti Allah itu pemurah, tetapi nyatanya ia tidak menghormati Allah yang suci. Safira berarti cantik, tetapi hatinya tidak cantik. Mereka telah bersekongkol untuk mendustai Roh Kudus dan mencuri kemuliaan Allah. Perbuatan mereka akan merusak keharmonisan jemaat yang baru terbentuk. Itu sebabnya Allah menghukum mereka. Tindakan Allah yang begitu keras ini perlu dilakukan pada permulaan gereja Tuhan, sebagaimana Dia lakukan pada permulaan pendirian kemah Suci dengan menghukum Nadab dan Abihu karena mempersembahkan "apa yang asing" kepada Tuhan (Im. 10). Allah mau menunjukkan kekudusan serta keseriusan-Nya terhadap dosa. Dampaknya luar biasa. Rasa takut akan Tuhan melanda seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar kabar itu (11).

Allah memang tidak bisa dipermainkan. Ia tahu isi hati manusia, yang terdalam sekali pun. Tak ada yang tersembunyi di hadapan-Nya. Karena itu jangan pernah main-main. Bila kita ingin melakukan sesuatu untuk Tuhan dan karena Tuhan, lakukanlah dengan benar. Jangan karena paksaan atau didorong motivasi yang tidak kudus. Ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah memaksa kita. Lakukanlah segala kebaikan karena ungkapan syukur dan pujian kita kepada Dia yang telah begitu baik kepada kita. (RM)

Published with Blogger-droid v1.7.4

8/02/2011

"AJARKAN KEBENARAN TUHAN"

Yosua 4:15-24

Sejarah gereja menjadi cerminan bagi kita masa kini bahwa bila gereja kuat dalam ajaran kebenaran maka kekristenan berkembang pesat. Namun kekristenan tanpa ajaran yang kuat, dalam kurun waktu tertentu bisa merosot. Oleh karena itu gereja harus terus mengajarkan ajaran yang sehat dan benar yang bersumber dari Alkitab.

Pada masa kini ajaran tentang kebesaran Tuhan, rasanya "dikerdilkan" oleh kedigdayaan teknologi. Seolah-olah kehebatan teknologi menggantikan kuasa mutlak Tuhan di segala bidang. Namun demikian kebesaran Tuhan tidak akan pernah berubah oleh kemajuan zaman ini. Maka tugas gerejalah untuk menegakkan kebenaran dengan mengajarkan kebenaran itu kepada jemaat. Seperti Yosua menegakkan tugu batu di Gilgal sehingga menjadi tanda kebesaran Tuhan bagi generasi kemudian (20-23), demikianlah gereja yang mengajarkan kebenaran Alkitab akan menghasilkan jemaat yang percaya akan kebesaran Tuhan dan hidup dalam ketaatan. Efeknya bukan hanya pada gereja, tetapi juga kesaksian gereja kepada dunia ini (24).

Keluarga Kristen juga harus mengajarkan kebesaran Tuhan kepada anak-anaknya, dengan mengajarkan Alkitab secara benar. Pengenalan akan Tuhan yang benar sangat vital bagi keluarga Kristen pada masa kini. Agar anak-anak terbentengi dari ajaran-ajaran duniawi yang merelatifkan kebenaran mutlak Allah dan yang ajarannya sangat mengagungkan potensi manusia tanpa batas, dan yang celakanya menerobos masuk ke rumah-rumah lewat teknologi informatika canggih. Kita perlu waspada, jangan sampai anggota keluarga kita menjadikan internet, telepon genggam, dan berbagai gadget sebagai ilah mereka. Itulah berhala modern yang harus dilawan dengan kuasa dan hikmat Ilahi!(@)

Published with Blogger-droid v1.7.4

"ANUGERAH UNTUK ORANG BERDOSA"

Yosua 2:8-24

Anugerah Tuhan memang ajaib. Di mata manusia mana mungkin pekerja seks komersial (PSK) seperti Rahab memperoleh keselamatan. Diukur dari standar agama mana pun Rahab sangat tidak layak. Namun Tuhan menyelamatkan dia. Dan ini terjadi bukan karena kebaikan Rahab, melainkan semata-mata karena kasih dan anugerah-Nya. Anugerah itu direspons Rahab dengan imannya (lihat Ibr. 11:31). Oleh iman, Rahab diselamatkan.

Bagaimana Rahab menyatakan imannya? Pertama, ia menyatakan bahwa ia tahu Tuhanlah yang menyerahkan negeri Kanaan kepada bangsa Israel (9). Dari mana pengetahuan itu kalau bukan dari Tuhan? Kedua, ia tahu bahwa Tuhan telah memimpin Israel menaklukkan Mesir, menyeberangi laut Teberau, dan mengalahkan raja-raja Amori (10). Berita itu telah didengar oleh bangsa-bangsa yang tinggal di Kanaan dan mereka menjadi ngeri. Ketiga, ia mengaku bahwa Tuhan Allah Israel adalah "Allah di langit di atas dan di bumi di bawah" (11). Ini adalah pernyataan teologis yang dalam. Bagaimana Rahab bisa memiliki pemahaman iman seperti itu? Pasti bukan dari bangku sekolah teologi atau kelas-kelas pengajaran doktrinal. Hanya satu yang pasti, Allah telah menyatakan diri-Nya, lewat alam yang adalah karya ciptaan-Nya (Mzm. 19) atau lewat sejarah Israel yang terbaca oleh bangsa-bangsa Kanaan.

Iman Rahab juga terlihat dengan jelas dari permintaannya kepada dua mata-mata Israel agar mereka menyelamatkan Rahab dan keluarganya ketika Tuhan menyerahkan Yerikho ke dalam tangan Israel kelak ( 12-13). Ini adalah pernyataan iman yang dinamis, yang percaya bahwa Tuhan akan bertindak sesuai kedaulatan dan kuasa-Nya.

Anugerah Tuhan tidak pandang bulu. Oleh karena itu kita tidak boleh menghakimi orang yang menerima anugerah Tuhan. Kita malah harus bersyukur dan mendorong orang tersebut merespons anugerah itu dengan sikap yang sepadan, yaitu dengan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadinya (lihat sikap kedua mata-mata kepada Rahab; ayat 14-20). Terpujilah Tuhan.(@)
Published with Blogger-droid v1.7.4

"PENCITRAAN YANG SALAH"

Lukas 20:45-47
Pencitraan diri selalu diminati setiap insan. Dimana pun dan kapan pun, seseorang selalu ingin tampil baik di muka orang lainnya. Media massa tak pernah lepas mewartakan topik ini, entah dalam diri seorang figur publik atau orang awam sekalipun. Kadangkala pencitraan diri tidak lagi memperhatikan karakter asli diri yang bersangkutan. Yang nyata bisa saja bertolak belakang dari pencitraan yang dimunculkan.

Para ahli Taurat adalah orang-orang yang pandai dalam hukum Taurat. Mereka piawai dalam menafsirkan hukum Taurat sekaligus mengajarkannya kepada bangsa Yahudi. Betapa penting kedudukan dan jabatan mereka di tengah bangsa itu. Namun apa yang sebenarnya terjadi pada hidup mereka? Mereka tak lain adalah para penentang Yesus dan firman-Nya. Meskipun mereka mengikuti Dia, tetapi hati mereka sebaliknya. Demikian juga, mereka tahu dan mengakui bahwa ajaran Yesus benar, tetapi mereka sulit menerimanya.

Kali ini Yesus secara terang-terangan kepada murid-muridNya untuk waspada terhadap ahli-ahli Taurat. Setelah sekian lama mereka mengikuti "pelayanan’ Yesus, toh mereka tidak berubah. Mereka tetap mempertahankan pencitraan diri mereka sebagai pejabat agama. Dengan detail Yesus mengungkapkan apa yang mereka lakukan: suka berjalan memakai jubah panjang, suka menerima penghormatan di pasar, suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, menelan rumah janda-janda, juga mengelabui orang dengan doa yang panjang-panjang (46-47). Dicantumkan juga, bahwa mereka meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang dan membangun makam nabi-nabi (Luk. 11:46-47).

Kita perlu waspada, agar tidak tertipu oleh performa yang sangat bagus, tetapi akhirnya akan menyesatkan, yang merekayasa kesalehan untuk menipu dan mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Yesus telah menegaskan akhir hidup orang-orang seperti ini. Jangan sampai hal yang sama terjadi juga kepada kita. Mari kita mengutamakan ketulusan.(@)

Published with Blogger-droid v1.7.4

7/14/2011

GEREJA YANG BERTUMBUH

Kisah Para Rasul 2:41-47.
Gereja yang sehat adalah gereja yang bertumbuh secara kuantitas dan kualitas. Secara kuantitas, gereja mula-mula hanya 120 orang (Kis. 1:15), setelah Pentakosta jumlah mereka bertambah 3000 jiwa (Kis. 2:41).

Kita akan belajar ciri-ciri gereja yang bertumbuh. Pertama, penekanan terhadap firman Tuhan (42). Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul. Jemaat mula-mula menempatkan firman Tuhan (pengajaran rasul-rasul) sebagai fondasi dari kehidupan mereka berjemaat. Gereja tidak akan mengalami pertumbuhan jika mimbar hanya berisikan ajaran moral atau kata-kata motivasi dari manusia.

Kedua, adanya persekutuan yang indah (42). Persekutuan jemaat mula-mula ditunjukkan dengan sering berkumpul (42), bersatu, saling menolong (44-45), dan makan bersama (46). Mereka melakukan semua ini dengan gembira, tulus hati, dan sambil memuji Allah (46). Tanpa persekutuan, gereja tidak bisa bertumbuh. Di dalam persekutuan kita dapat saling memberi dan menerima karena ada banyak orang yang membutuhkan kasih dan perhatian kita.

Ketiga, mengadakan Perjamuan Kudus (42, 46). Istilah "memecah-mecahkan roti" bisa menunjuk pada makan roti biasa (Luk. 24:30), tetapi bisa juga menunjuk pada Perjamuan Kudus (Luk. 22:19; Kis. 20:7). Keempat, bertekun dalam doa (42). Tanpa persekutuan doa, gereja tidak mungkin bisa maju, karena Tuhan yang memberi pertumbuhan. Tanpa doa berarti kita mengandalkan kekuatan kita sendiri. Dan apa yang dilakukan gereja perdana menghasilkan dampak, mereka disukai semua orang dan gereja bertumbuh (47).

Bagaimana dengan gereja kita? Apakah memiliki ciri yang sama dengan gereja mula-mula? Ingat, kehidupan bergereja tidak cukup hanya dengan '4-D' (datang, duduk, diam -dengar firman Tuhan-, dan duit-persembahan). Sangat baik jika kita menyediakan waktu untuk berbagi hidup dengan saudara seiman sebelum dan sesudah kebaktian. Akan lebih baik bila kehadiran gereja membawa dampak yang baik bagi masyarakat.

Published with Blogger-droid v1.7.2

7/08/2011

KEMURNIAN GEREJA.

(301)"KEMURNIAN GEREJA"

KISAH PARA RASUL 5:12-16.
Tuhan kita adalah Allah yang Maha kasih, tetapi juga Maha kudus. Karena itu Ia tidak akan membiarkan seorang pun mempermainkan Dia dan mencemarkan jemaat-Nya. Ini kita lihat dalam tindakan-Nya terhadap Ananias dan Safira. Namun saat ini jarang sekali kita mendengar gereja dan hamba Tuhan tetap setia dan tegas dalam mendisiplinkan jemaat yang melanggar kesucian Tuhan. Mungkin ini terjadi karena gereja atau hamba Tuhan takut menghadapi risiko. Misalnya penolakan dan kemarahan anggota jemaat atau kerabatnya terhadap gereja dan hamba Tuhan yang bertindak tegas itu. Bisa juga ada kekhawatiran bila anggota jemaat itu pindah ke gereja lain.

Padahal gereja seharusnya berperan sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran (lihat 1Tim. 3:15). Hal ini penting karena gereja yang murni dan tetap berdiri di dalam kebenaran akan menghasilkan dampak yang besar dalam kehidupan gereja maupun masyarakat. Inilah yang kita saksikan di jemaat mula-mula. Pertama, karya Allah semakin nyata dan meluap di tengah-tengah umat-Nya. Allah akan terus bekerja di dalam dan melalui gereja, baik disertai tanda mukjizat yang ajaib (12, 15-16), maupun yang tidak terlihat secara fisik. Inilah yang Allah telah lakukan di sepanjang sejarah gereja. Yang terpenting adalah pertobatan jiwa yang diselamatkan karena ini juga merupakan mukjizat terbesar yaitu perubahan orang berdosa menjadi anak Allah oleh kasih karunia Allah. Kedua, jemaat akan tetap bersatu dalam persekutuan yang erat (12) dan mendapat rasa hormat dari luar (13). Ketiga, gereja akan terus bertumbuh (14) dan menjangkau semua orang (14) karena mereka semua mendapat bagian dalam anugerah keselamatan Tuhan.

Bila kita menghendaki Allah juga berkarya secara ajaib di dalam gereja masa kini, maka jemaat harus menyatukan hati dalam doa dan persekutuan. Gereja harus terus berkembang dengan menjangkau jiwa-jiwa baru. Kesucian juga harus diutamakan. Jangan membiarkan dosa dan kepentingan diri sendiri menghambat pertumbuhan gereja dan memecah-belah gereja sebagai tubuh. (RM)
Published with Blogger-droid v1.7.2

6/13/2011

HIDUP & MATI DIKUASAI LIDAH

"HIDUP DAN MATI DIKUASAI LIDAH"
Amsal 18:21 mengatakan bahwa:"Hidup dan mati dikuasai lidah,siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya."

Yesus berkata: "Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang orang harus dipertanggung jawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan,dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."(Mat 12:36,37) Ayat-ayat diatas mengatakan kepada kita bahwa Allah akan meminta pertanggung jawaban atas perkataan-perkataan kita dan menghakimi kita sesuai dengan ucapan kita.
mereka yang suka mengucapkan kata-kata baik tentang kebenaran mendapatkan buah yang baik sesuai dengan perkataan mereka.Seringkali kita melihat bagaimana kata-kata yang sembrono dapat membawa penderitaan dan kesedihan yang mendalam.
"REGENERATION MINISTRIES"
Published with Blogger-droid v1.7.1